Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 204. Tahap Kelima Bintang Bumi


__ADS_3

Semua orang di Sekte Kabut Racun akhirnya mengetahui nama Ling Tian melalui informasi dari ketiga Tetua yang membawanya dari tempat kompetisi di Kota Luan. Beberapa Tetua pun diutus pergi ke Kota Luan untuk menyelidiki asal usul Ling Tian.


Sementara itu, para Tetua yang lainnya terus mencari keberadaan Ling Tian di dalam sekte. Tidak ada di antara mereka yang merasa tenang bila Ling Tian belum ditemukan. Penjagaan di Sekte Kabut Racun juga semakin diperketat.


Hari-hari di dalam sekte tersebut penuh dengan ketegangan. Bahkan banyak dari para murid yang takut meninggalkan kediamannya untuk pergi ke pegunungan atau lembah dalam mencari sumber daya mereka sendiri.


Para Tetua yang diutus ke Kota Luan akhirnya telah kembali dan langsung pergi menemui Du Shijie.


"Salam, pemimpin!"


"Mmm! Du Shijie mengangguk pelan, kemudian segera bertanya, "Informasi apa yang telah kalian dapatkan di Kota Luan?"


"Benar-benar tidak ada informasi tentang penyusup bernama Ling Tian itu, pemimpin! Kami telah bertanya kepada penjaga gerbang dan juga tempat penginapannya di Kota Luan. Tapi, mereka juga tidak tahu darimana asalnya Ling Tian tersebut. Mereka hanya mengatakan bahwa dia datang ke Kota Luan sekitar lima hari sebelum diadakannya kompetisi," jawab salah seorang Tetua.


Mendengar hal itu, Du Shijie mengernyitkan alisnya dan tampak memikirkan sesuatu, lalu berkata pelan, "Hmmm ... Jika dia belum kembali ke Kota Luan, mungkin saja dia masih berada di dalam wilayah sekte dan terus bersembunyi di suatu tempat yang sulit kita temukan. Mari kita bersama-sama pergi ke tempat terakhir kali Ayahku dan Ling Tian bertarung!"


"Baik, pemimpin!"


---------------


Ling Tian yang saat ini tidak mengetahui situasi di Sekte Kabut Racun, tetap berkultivasi dengan tenang dan damai di dalam Formasi Penyegelan. Tubuhnya terus-menerus menyerap energi Pil Susu Sembilan Hati hingga membuat energi Qi-nya juga semakin meningkat dengan pesat.


Kecepatan penyerapan tubuh Ling Tian sangatlah rakus karena ia mengolah Teknik Dewa Naga Surgawi. Hanya dalam waktu tujuh hari saja, energi di dalam 3 butir Pil Susu Sembilan Hati sudah hampir habis diserapnya.


Inilah kelebihan dan keunggulan dari Teknik Dewa Naga Surgawi. Selama sumber daya tersedia, maka Ling Tian akan dengan cepat bisa meningkatkan kultivasinya. Namun, kekurangan dari Teknik Dewa Naga Surgawi adalah memerlukan sumber daya yang sangat banyak dan berkali-kali lipat dari sumber daya yang dibutuhkan oleh kultivator lainnya.


Waktu pun terus berputar dengan cepat. Tanpa terasa telah 14 hari berlalu. Energi di dalam 6 butir Pil Susu Sembilan Hati akhirnya habis terserap ke dalam Dantian-nya. Akan tetapi, Ling Tian belum berhasil untuk menerobos tingkat kultivasinya.


Namun, energi Qi yang ada di dalam tubuhnya menjadi lebih kuat lagi dari yang sebelumnya. Ling Tian dengan cepat membuka matanya, lalu menghela napas panjang.

__ADS_1


"Huuhh ... Benar-benar rakus," gerutu Ling Tian dengan wajah cemberut, kemudian mengeluarkan sebutir Pil Susu Sembilan Hati dari Cincin Ruang dan langsung melemparkan ke dalam mulutnya.


Ling Tian sekali lagi melanjutkan berkultivasi. Energi Qi di dalam tubuhnya yang semula tenang, kini mulai mengamuk dan mengalir deras melalui seluruh Meridian-nya, menuju ke arah Dantian-nya.


Dua hari lagi berlalu dengan cepat. Dantian milik Ling Tian menjadi lebih besar dan semakin luas karena terus menyerap energi di dalam Pil Susu Sembilan Hati. Tiba-tiba, energi Qi di dalam tubuhnya melonjak keluar.


BANG


Ledakan teredam yang berasal dari dalam tubuh Ling Tian pun terdengar. Akhirnya dia berhasil menerobos tingkat kultivasinya ke tahap kelima Bintang Bumi.


Energi Qi yang sangat kuat dan mengamuk berputar-putar di sekitar tubuhnya untuk waktu yang cukup lama. Bahkan Formasi Penyegelan milik Ling Tian bergetar hebat seolah-olah hendak meledak karena hampir tak sanggup menahan lonjakan dahsyat dari energi Qi tersebut.


Setelah beberapa saat berlalu, itu akhirnya kembali tenang seakan tak pernah terjadi apa-apa. Ling Tian kemudian membuka matanya secara perlahan. Apa yang dirasakannya sekarang benar-benar sangat nyaman.


"Hehehe ... Akhirnya aku berhasil menerobos." Ling Tian tertawa kecil seraya mengepalkan tinjunya, kemudian melanjutkan, "Hmmm ... Mari kita berolahraga! Sudah saatnya membayar penghinaan yang dilakukan oleh kakek tua bangka sialan itu. Tapi sebelumnya, aku ingin membuat dia merasa sakit hati yang teramat sangat menyiksa dan belum pernah ia rasakan."


---------------


Di dalam Lembah Obat, Du Qiang yang sedang bermeditasi, secara tiba-tiba membuka matanya. Indra spiritualnya seketika merasakan aura keberadaan Ling Tian yang melesat terbang dengan sangat cepat menuju ke arah sektenya.


"Hmph ... Akhirnya kamu keluar juga!" Du Qiang mendengus keras.


Meskipun ia sangat terkejut karena tak tahu bagaimana cara Ling Tian bersembunyi dari indra spiritualnya, tetapi Du Qiang tidak memedulikan hal itu lagi. Yang saat ini menjadi prioritas terbesarnya adalah segera membunuh Ling Tian.


Du Qiang pun seketika menghilang dari tempatnya dan langsung mengejar Ling Tian dengan kecepatan penuh.


"Ciihh ... Mau mengejarku, yah?!" Ling Tian yang sejak awal sudah merasakan keberadaan Du Qiang di Lembah Obat, mencibir keras ketika ia mengetahui bahwa Du Qiang sedang mengejarnya.


Hanya dalam beberapa detik saja, Ling Tian telah berada tepat di pusat Sekte Kabut Racun. Kedatangannya juga sudah disambut oleh Du Shijie dan para Tetua sekte yang merasakan kehadirannya dengan indra spiritual mereka.

__ADS_1


"Hahaha ... Sudah berhari-hari kami mencarimu dengan susah payah. Tapi sekarang, kamu sendiri yang muncul dihadapan kami semua untuk mengantarkan nyawamu," tawa keras dari Du Shijie menggema ke sekitarnya. Tak ada sedikit pun ketakutan yang ia rasakan saat bertemu langsung dengan Ling Tian.


Meski saat ini dia tak bisa melihat tingkat kultivasi Ling Tian, namun Du Shijie sangat percaya diri dapat bertarung melawannya dan bahkan mungkin bisa untuk mengalahkannya.


Sebab, menurut ayahnya, yaitu Du Qiang, bahwasanya tingkat kultivasi Ling Tian sama seperti dirinya yang berada di tahap ketujuh Bintang Bumi.


"Hehehe ... Idiot!" Ling Tian tertawa lirih, lalu mengulurkan tangan kanannya yang membentuk cakar.


Daya isap yang sangat kuat langsung menarik tubuh Du Shijie ke arah tangan Ling Tian. Hanya sekejap saja, leher Du Shijie sudah berada dalam cengkeraman tangannya.


"Ugh ... Ugh!" Suara Du Shijie tersekat di tenggorokannya. Tak ada seorang pun yang tahu apa yang hendak dikatakannya. Tubuhnya tak bisa bergerak karena terkunci oleh energi Qi milik Ling Tian.


Tubuh para Tetua bergetar karena ketakutan. Tapi dengan cepat mereka tersadar dari keterkejutannya dan segera mengeluarkan senjatanya masing-masing. Tanpa menunggu lama, para Tetua itu pun bergegas menyerang ke arah Ling Tian, mencoba menyelamatkan Du Shijie.


Mendapatkan serangan seperti itu, sudut-sudut bibir Ling Tian menekuk, membentuk senyum tipis yang seolah-olah menghina para Tetua tersebut. Kemudian, dengan gerakan yang sangat cepat ia melambaikan tangan kirinya ke arah mereka semua.


Seketika itu juga, energi Qi yang sangat kuat mengalir keluar dari tangan kiri Ling Tian seperti gelombang yang sangat dahsyat menyerang ke arah semua Tetua tersebut.


BOOM ... BOOM ... BOOM


Ledakan beruntun terus terdengar menggema ke sekitarnya. Kabut darah bertebaran di udara seiring meledaknya tubuh dari para Tetua Sekte Kabut Racun itu.


Para Tetua lainnya yang baru sampai di tempat tersebut, bergidik ngeri melihat pemandangan di depan mereka. Bahkan secara refleks mereka bergegas menjauh dan menjaga jarak dengan Ling Tian.


Sedangkan untuk Du Qiang yang sedang melesat terbang ke arah Ling Tian, langsung mengencangkan rahangnya erat-erat ketika mendengar ledakan yang cukup keras itu. Melalui indra spiritualnya, dia dapat mengetahui bahwa Ling Tian telah membunuh beberapa Tetua di sektenya.


Sementara untuk Du Shijie yang berada dalam cengkeraman Ling Tian, wajahnya sangat merah karena sulit untuk bernapas.


"Hmmm ... Apakah kamu pemimpin Sekte Kabut Racun?" tanya Ling Tian seraya melonggarkan sedikit cengkeraman tangannya.

__ADS_1


__ADS_2