
Setelah mendengar perkataan dari Putri Qing Ruan, seorang pemuda berpakaian ungu segera melompat ke atas arena pertarungan dan berkata seraya membungkuk memberi hormat, "Salam, Tuan Putri! Namaku adalah Ji Yang. Usiaku 29 tahun dan berasal dari Klan Ji di Kota Hujan Hitam."
"Hmmm ... Majulah!" ujar Putri Qing Ruan singkat seolah tak menghiraukan perkenalan yang dilakukan oleh pemuda berpakaian ungu di depannya.
Formasi Pelindung di sekitar arena pertarungan secara otomatis terpasang membentuk dinding penghalang transparan.
"Baiklah! Aku mulai Tuan Putri!" seru Ji Yang yang langsung melesat dengan cepat ke arah Putri Qing Ruan.
Ketika Ji Yang sudah berada cukup dekat dengan Putri Qing Ruan, sebuah ledakan energi Qi segera terpancar dari tubuh Putri Qing Ruan yang membuat Ji Yang terpental jauh menabrak Formasi Pelindung.
BAM
Bunyi ledakkan yang cukup keras terdengar dari dalam arena pertarungan. Tubuh Ji Yang terkapar tak sadarkan diri di lantai arena.
"Ah! Tahap keempat Bintang Bumi!" seru para peserta yang dapat merasakan kekuatan energi Qi yang dikeluarkan oleh Putri Qing Ruan.
Bagi mereka yang berada di bawah tingkat kultivasi Putri Qing Ruan, mereka takkan bisa melihat tingkat kultivasinya sebelum Putri Qing Ruan menunjukkannya sendiri.
Seketika tempat duduk dari para peserta kompetisi yang awalnya sangat bersemangat, kini menjadi hening dipenuhi perasaan tertekan. Mereka saling memandang satu sama lain dengan canggung.
Seperti apa yang dikatakan Ling Tian sebelumnya, bahwa meskipun ada ribuan peserta yang datang, namun hanya sebagian kecil saja yang bisa sedikit bersaing dengan Putri Qing Ruan. Itu pun hanya bisa sedikit bersaing dengannya karena mereka takkan dapat bertahan lama di atas arena pertarungan.
"Siapa berikutnya?" tanya Putri Qing Ruan dengan tatapan tenang.
Tak ada yang menjawab pertanyaannya. Para peserta kompetisi tersebut hanya bisa diam tanpa mampu berkata apa-apa. Kultivasi tertinggi di antara mereka semua hanya berada di tahap ketiga Bintang Bumi. Hanya satu orang saja yang tingkat kultivasinya jauh di atas Putri Qing Ruan, yaitu Ling Tian.
Tetapi, Ling Tian masih tetap duduk santai di kursinya karena ingin melihat pertunjukan pada acara kompetisi itu.
Karena tidak ada seorang pun yang menjawab pertanyaannya, Putri Qing Ruan berkata lagi, "Jika tak ada lagi di antara kalian yang akan melawanku, sebaiknya kompetisi ini berakhir sampai di sini saja."
__ADS_1
Putri Qing Ruan sudah menetapkan dalam hatinya, lebih baik dia tak pernah menikah seumur hidupnya daripada harus menikah dengan orang yang lebih lemah darinya.
Mendengar perkataan Putri Qing Ruan tersebut, seorang pemuda yang berpakaian merah segera melompat ke atas arena pertarungan. Kultivasinya hanya berada pada tahap ketiga Bintang Bumi, namun ia mengolah teknik penguatan tubuh sehingga memungkinkannya untuk dapat bertarung melawan kultivator tahap keempat Bintang Bumi.
Melihat pemuda tersebut hendak membungkuk memberi hormat dan memperkenalkan dirinya, Putri Qing Ruan langsung berkata, "Tidak perlu melakukan hal itu! Mari kita segera bertarung! Jika kamu bisa mengalahkanku, aku akan selalu mengenal dirimu dalam seumur hidupku. Jadi, kamu tak usah memperkenalkan diri lagi."
"Baiklah kalau begitu!"
Setelah mengatakan hal tersebut, sang pemuda pun segera mengeluarkan senjata berupa tombak dari Cincin Ruangnya. Lalu dengan cepat ia menerjang ke arah Putri Qing Ruan.
Mendapatkan serang ganas yang datang ke arahnya, wajah Putri Qing Ruan masih tetap tenang dan santai. Ia hanya berkelit sedikit untuk menghindari setiap tusukan tombak yang seakan tanpa henti menyerangnya.
"Seranganmu cukup cepat. Tetapi kekuatan serangannya masih kurang." Putri Qing Ruan berkata menilai setiap serangan yang dilancarkan oleh pemuda itu.
Para kultivator tingkat tinggi yang menonton acara kompetisi tersebut mengangguk-anggukkan kepala mereka seolah membenarkan perkataan yang baru saja diucapkan oleh Putri Qing Ruan.
"Dia memang pantas di sebut jenius nomor satu di Benua Perbatasan Langit. Tingkat pemahamannya benar-benar sangat tinggi."
"Ya! Itu sungguh benar. Selain pemahamannya yang tinggi, kecepatan berkultivasi dari Putri Qing Ruan sangat cepat juga. Saat aku berusia seperti dirinya, kultivasiku hanya berada di tahap kedua Bintang Bumi saja."
"Hmmm ... Dengan adanya jenius seperti Putri Qing Ruan, Kekaisaran Qing kita akan menjadi sangat kuat lagi."
Kaisar Qing yang dapat mendengar perkataan orang-orang yang berkomentar tentang putrinya itu, menunjukkan wajah yang tampak biasa saja seolah-olah ia tak mendengarnya. Namun, di dalam hatinya, Kaisar Qing melompat-lompat karena sangat gembira dengan pujian yang ditujukan pada putrinya.
Di atas arena pertarungan, tubuh Putri Qing Ruan terus bergerak menghindari tusukan tombak yang menerjangnya seakan-akan sedang menari dengan indah.
"Hehehe ... Pertunjukan yang sangat menarik. Ayo, teruslah menari!" seru Ling Tian di dalam hati sambil tertawa lirih.
Putri Qing Ruan yang merasa bahwa dirinya telah menjadi tontonan dari semua orang yang berada di tempat tersebut, segera berhenti menghindar. Dengan gerakan yang sangat cepat ia bergegas menutup jarak antara dirinya dan pemuda yang menyerangnya. Kemudian ia langsung melancarkan serangan balasan ke arah pemuda itu.
__ADS_1
BAM
Saat kepalan tangan Putri Qing Ruan memukul dada sang pemuda, suara yang cukup keras terdengar kembali ketika tubuh pemuda tersebut terpental sangat jauh dan menabrak Formasi Pelindung.
"Hmmm ... Siapa lagi?" tanya Putri Qing Ruan ke arah para peserta yang ada di depannya tanpa memedulikan pemuda yang telah tak sadarkan diri di atas arena pertarungan.
Setelah hening sejenak, seorang pemuda berpakaian hitam segera melompat masuk ke dalam arena pertarungan.
"Aku Shi Jian!" kata pemuda itu dengan singkat, memperkenalkan namanya meski Putri Qing Ruan sudah mengatakan tak perlu melakukan hal tersebut.
Setelah berkata demikian, tanpa basa-basi lagi Shi Jian langsung mengeluarkan pedang dari Cincin Ruangnya. Lalu segera meluncurkan serangannya ke arah Putri Qing Ruan.
Masih sama seperti sebelumnya, Putri Qing Ruan hanya bergerak santai untuk mengelak setiap serangan yang dilancarkan oleh Shi Jian. Akan tetapi, kali ini dia juga segera memberikan serangan balasan yang sangat cepat ke arah Shi Jian.
Hanya dalam waktu sekitar satu menit saja, Shi Jian sudah merasa sangat kewalahan dan tak sanggup menghadapi semua serangan dari Putri Qing Ruan. Beberapa saat kemudian, ia pun terpental membentur keras pada Formasi Pelindung.
"Hmmm ... Selanjutnya!" kata Putri Qing Ruan dengan nada sedikit malas.
Para peserta kompetisi mulai kembali memandang satu sama lainnya seolah mempertanyakan siapa yang akan menghadapi Putri Qing Ruan. Tiba-tiba seorang pemuda berdiri dari kursinya. Namun ia masih belum melompat masuk ke atas arena pertarungan.
Putri Qing Ruan memandang ke arahnya dengan tatapan heran. Lalu segera berkata dengan nada sedikit tidak sabar, "Jangan hanya berdiri di sana! Jika anda ingin bertarung, maka datanglah!"
Mata semua orang yang berada di area kompetisi juga tertuju pada pemuda yang sedang berdiri itu dan menunggunya untuk masuk ke arena pertarungan. Pemuda tersebut sebenarnya adalah Ling Tian.
"Aahh ... Maaf, Tuan Putri! Tubuhku sedikit pegal karena terlalu lama duduk. Jadi aku berdiri untuk menghilangkan rasa pegalnya," ucap Ling Tian cepat, kemudian melanjutkan sembari memandang ke arah para peserta lainnya, "Ayo, teman-teman! Semangat! Aku mungkin tidak bisa melawan Tuan Putri, jadi aku hanya akan duduk di sini untuk memberikan semangat pada kalian semua."
"Hmph ... Aku mengira kamu berdiri karena ingin bertarung melawanku. Ternyata kamu hanya seorang pengecut saja yang langsung menyerah tanpa melakukan perlawanan terlebih dahulu." Putri Qing Ruan mendengus kesal ke arah Ling Tian.
Mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Putri Qing Ruan, para peserta yang juga telah menyerah karena merasa tidak mampu untuk melawannya, hanya bisa tersenyum kecut. Sebab perkataan Putri Qing Ruan tersebut tidak hanya ditujukan pada Ling Tian, tetapi itu juga kepada mereka semua.
__ADS_1
"Maaf, Tuan Putri! Kalau begitu, aku akan duduk kembali," ujar Ling Tian yang segera duduk di kursinya.