Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 108. Buah Jatuh Tak Jauh Dari Pohonnya


__ADS_3

Di dalam ruangan tersebut, Lin Yue dan Su Mei berdiri di kedua sisi Jia Xiulan. Mereka masing-masing menggenggam erat salah satu tangannya untuk membantu Jia Xiulan mendapatkan pegangan saat tubuhnya terus melakukan dorongan pada bayi yang akan keluar dari rahimnya.


Sedangkan untuk Mo Qingcheng, dia bertugas memasukkan Pil Restorasi ke dalam mulut Jia Xiulan ketika energi Qi-nya akan segera habis.


Lin Yue dan Su Mei juga menelan Pil Restorasi karena energi Qi mereka berdua juga ikut tersedot oleh kekuatan penyerapan dari sang bayi.


"Xiu'er, bertahanlah! Tinggal sedikit lagi!" Ujar Mo Qingcheng memberikan semangat pada Jia Xiulan.


"Teruslah melakukan dorongan secara bersamaan dengan kekuatan penarikan melalui energi Qi yang berasal dari mereka." Lanjut Mo Qingcheng sambil menunjuk ke arah para kultivator wanita yang selalu bergantian menarik sang bayi dengan energi Qi-nya masing-masing.


"Aaaahhhh!"


Jia Xiulan berteriak keras dengan air mata yang telah mengalir membasahi wajahnya karena menahan sakit yang dideritanya, sambil dia pun terus-menerus melakukan dorongan pada sang bayi yang masih menyatu dengan tubuhnya tersebut.


"Yaah... Lakukan terus seperti itu, Nyonya! Tubuh si kecil ini sedikit demi sedikit telah bergerak keluar." Ucap kultivator wanita yang berada tepat di depan selangk4ngan Jia Xiulan, yang bertugas memperhatikan jalannya proses persalinan tersebut.


"Energi Qi darimu akan segera habis. Cepatlah berganti posisi dengan yang lainnya!" Lanjutnya lagi kepada para kultivator wanita yang sedang menarik sang bayi dengan menggunakan energi Qi mereka.


"Makanlah Pil Restorasi ini agar energi Qi-mu pulih kembali!" Seru Mo Qingcheng kepada kultivator wanita yang terlihat sangat lemah saat energi Qi-nya hampir habis dan telah berganti posisi dengan yang lainnya.


"Apakah kalian membutuhkan kekuatanku untuk menariknya? Energi Qi-ku tidak akan pernah habis jika aku yang melakukan tugas tersebut." Suara Ling Tian dengan nada panik terdengar dari luar ruangan itu.


"Kamu tidak boleh melakukan hal tersebut, pemimpin! Itu karena energi Qi sang bayi sama persis dengan energi Qi milikmu."


"Sang bayi hanya akan menjadi lebih kuat lagi dan akan semakin sulit untuk bergerak keluar ketika dia menyerap kekuatanmu, sehingga itu akan menambah penderitaan yang sedang dialami oleh Nyonya." Jawab kultivator wanita tersebut dengan secara langsung dari dalam ruangan itu.


Dia tidak keluar untuk menyapa dan memberi hormat kepada Ling Tian, sebab dirinya tetap berkonsentrasi penuh memperhatikan jalannya proses persalinan tersebut.


"Huuhh! Anak nakal ini sangat menyusahkan ibunya saja." Ujar Ling Tian dengan nada mengeluh.


"Paha si kecil sudah mulai terlihat, cepat lanjutkan berganti posisi!"


"Aahh! Kekuatan penyerapan si kecil mulai meningkat lagi seiring tubuhnya yang bergerak keluar."


"Cepatlah! Tarik sedikit lebih keras dari yang sebelumnya dan jangan sampai kalian lengah!"


"Aaaahhhh!"


Jerit kesakitan dari Jia Xiulan terdengar bersama dengan perkataan dari kultivator wanita yang terus saja mengamati jalannya proses persalinan itu.


Mo Qingcheng juga dengan cekatan selalu bergerak memasukkan Pil Restorasi ke dalam mulut Jia Xiulan agar energi Qi dan staminanya pulih kembali.


"Xiu'er, jangan menyerah! Teruslah bertahan demi Tian'er dan anakmu." Mo Qingcheng tak pernah berhenti memberikan semangat pada Jia Xiulan.


"Apakah kamu ingin melihat Tian'er bersedih? Dia sekarang menunggumu di luar dengan keadaannya yang sangat panik."


"Jika kamu ingin melihatnya bahagia, maka bertahanlah dan jangan pernah sedikitpun untuk berpikir akan menyerah melewati semua ini."

__ADS_1


"Selama kamu menjalani proses melahirkan anak kalian, selama itu pula Tian'er tidak pernah terlihat tersenyum. Yang tampak dari wajahnya sekarang hanyalah kepanikan dan kesedihan karena dirinya tidak bisa membantu meringankan bebanmu meskipun dia memiliki kekuatan yang sangat hebat."


Mendengar semua perkataan yang diucapkan oleh Mo Qingcheng tersebut, Jia Xiulan seperti mendapatkan sebuah kekuatan yang membuatnya menjadi lebih bersemangat dan ingin terus bertahan dalam menjalani proses yang sangat menyakitkan itu.


Sedangkan untuk Ling Tian yang berada di luar ruangan bersama Ling Han dan yang lainnya, masih tetap menunggu dengan wajah lesu dan tampak terlihat panik.


Dia juga masih sesekali melakukan aktivitas mondar-mandirnya yang tidak jelas tersebut sambil mengepalkan tinjunya erat-erat, dan terkadang helaan napas panjang terdengar pula dari mulutnya.


"Paman Guru! Apakah kamu akan seperti Guruku juga, jika Bibi Guru nantinya yang sedang melakukan proses melahirkan anak darimu?" Tanya Xiao Jun dengan nada yang sangat pelan seolah-olah sedang berbisik.


"Aahh! Itu mungkin saja terjadi juga pada diriku." Ling Han tersentak sejenak mendengar pertanyaan dari Xiao Jun tersebut.


"Namun aku rasa prosesnya mungkin tidak akan membutuhkan waktu lama seperti yang sedang dialami oleh Gurumu sekarang." Lanjut Ling Han lagi.


"Melihat Guru yang bertingkah seperti ini, aku menjadi takut untuk memiliki seorang istri. Sebab aku tidak ingin membuat istriku tersiksa dan menderita saat melahirkan anakku nanti."


"Aku juga tidak ingin bertingkah seperti orang gila yang berjalan bolak-balik ke sana kemari tanpa tahu harus berbuat apapun untuk menolong istriku."


"Paman Guru! Lihatlah apa yang dilakukan oleh Guruku itu! Dia kini tampak seperti orang gila sungguhan."


"Huusss... Telinga Gurumu sangat sensitif. Dia dapat mendengarmu meskipun kamu sedang berbisik dalam jarak yang cukup jauh. Hanya saja dia sekarang dalam keadaan panik, sehingga dia tidak mempedulikan apa yang telah kamu katakan."


"Jika saja dia dalam keadaan normal, mungkin kamu telah mendapatkan hukuman darinya karena mengatakannya sebagai orang gila sungguhan."


"Aahh!" Xiao Jun tersentak lalu dengan cepat langsung membekap mulutnya dengan tangannya sendiri.


"Ayo segera berganti posisi! Betis si kecil sudah mulai terlihat."


"Yaah... Seperti begitu dan jangan sampai lengah sedikitpun!"


"Karena kekuatan penyerapan si kecil semakin kuat, kalian berdua mulailah lakukan gerakan mendorong pada perut Nyonya, karena itu juga dapat membantunya untuk mendorong si kecil ini."


"Bersiaplah! Ikuti aba-abaku!"


Suara kultivator wanita yang berasal dari dalam ruangan tersebut terus terdengar di telinga semua orang yang berada di kediaman Ling Tian.


"Ayo Xiu'er! Tinggal sedikit lagi." Mo Qincheng pun tanpa luput selalu memberikan semangat pada Jia Xiulan.


"Ayo, Nyonya! Terus lakukan dorongan seperti itu. Tinggal sedikit lagi kaki si kecil akan keluar sepenuhnya."


"Kalian berdua juga... Bantulah Nyonya untuk mendorong perutnya secara bersamaan, dengan gerakan yang lembut agar tidak menambah penderitaannya."


"Ayo, mari kita lakukan! Ikuti aba-aba dariku! Satu... Dua... Mulailah!"


"Aaaahhhh!"


"Yaah... Ayo sekali lagi!"

__ADS_1


"Aaaahhhh!"


"Yaah.. Tinggal satu sentakkan lagi. Ayo, lakukanlah!"


"Aaaahhhh!"


"Akhirnya... Akhirnya ini berhasil! Selamat Nyonya! Si kecil telah keluar sepenuhnya dengan keadaan sangat sehat."


Setelah mengatakan hal itu, kultivator wanita tersebut langsung bergerak cepat untuk memotong tali pusar sang bayi dengan menggunakan energi Qi-nya sendiri.


Bayi yang berada di dalam gendongannya itupun mulai bergerak-gerak saat tali pusarnya telah selesai di potong. Mulutnya pun mulai perlahan-lahan terbuka.


"Hahaha... Akhirnya selesai. Kakak! Aku telah menjadi seorang Ayah." Ling Tian melompat kegirangan menuju ke arah Ling Han.


"Hahaha... Selamat Tian'er! Aku juga akhirnya telah mempunyai keponakan." Ling Han segera merangkul tubuh Ling Tian sambil tertawa bahagia.


"Selamat Guru!"


"Selamat Bos!"


"Selamat pemimpin!"


Xiao Jun, Huang Fu, dan Mu Bai secara bersamaan memberikan ucapan selamat kepada Ling Tian.


"Aahh! Ini cukup berbahaya." Ling Tian segera melepaskan pelukan Ling Han. Kemudian langsung menghilang dari tempatnya berdiri dan muncul tepat di depan kultivator wanita yang sedang menggendong anaknya tersebut.


Tanpa berkata apapun, Ling Tian segera mengambil anaknya lalu segera menghilang dari pandangan semua orang yang berada di dalam ruangan itu.


"Haah! Apa yang kamu lakukan, Tian'er? Itu akan sangat membahayakan si kecil!" Mo Qingcheng yang tertegun sejenak dengan kemunculan Ling Tian, langsung tersadar dan berteriak ke arah Ling Tian yang telah menghilang.


Ling Tian melesat terbang dengan sangat cepat ke langit, lalu berhenti ketika telah berada sekitar 10.000 meter dari Sektenya. Mulut anaknya juga tiba-tiba membuka lebar seakan hendak menangis. Energi Qi yang besar pun seketika berkumpul di dalam mulutnya tersebut.


"Hehehe... Ayo kita lakukan bersama, anakku!" Ling Tian tertawa lirih.


ROAR ... ROAR


Auman Naga yang sangat keras dan secara bersamaan itu terdengar menggema ke seluruh wilayah Sekte Ling Tian yang mengagetkan semua orang yang berada di tempat tersebut.


"Huufftt... Kamu sangat nakal dan hampir saja membahayakan nyawa semua orang yang telah membantu dirimu melihat dunia ini." Ling Tian menghela napas panjang sambil mencubit lembut pipi gadis mungil yang berada di dalam pelukannya itu.


"Hahaha... Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Ayahnya seorang Monster, begitupun yang terjadi dengan anaknya. Kita ketambahan seorang Monster lagi di dalam Sekte ini." Mu Bai tertawa terbahak-bahak melepaskan kegembiraannya.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.

__ADS_1


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.


__ADS_2