Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 180. Situasi Yang Buruk


__ADS_3

Mendengar jawaban dari Dugu Changfeng yang tetap teguh pada pendiriannya itu, Zhuge Lao menyipitkan matanya sembari mengeluarkan niat membunuh yang sangat besar.


Aura yang sangat kuat segera terpancar dari tubuhnya hingga membuat udara di sekitarnya bergetar. Tekanan yang sangat hebat juga dirasakan oleh Kera Salju serta yang lainnya, membuat napas mereka semua terasa sesak dan seolah-olah sebuah gunung yang sangat berat sedang menindih tubuh mereka.


Beberapa tetua yang hanya memiliki tingkat kultivasi di tahap kelima Bintang Bumi, satu per satu dari mereka berlutut di atas udara sambil memuntahkan darah segar dari mulutnya. Itu karena mereka sudah tak sanggup lagi menahan tekanan dari aura yang dikeluarkan oleh Zhuge Lao.


Sebagian gedung Asosiasi Alkemis yang berada dekat dengan tekanan aura tersebut telah roboh, termasuk kediaman Ling Tian yang juga telah hancur porak-poranda. Sebagiannya lagi masih berdiri dan hanya mengalami keretakan.


Untungnya ruangan Ling Tian telah terpasang formasi yang sangat kuat, sehingga membuat dirinya tetap terlindungi. Jika tidak, tubuhnya akan langsung tertimpa bangunan dari gedung yang telah hancur tersebut.


Xiao jun dan Wei Ziqing segera meninggalkan tempat itu bersama dengan para Alkemis yang tingkat kultivasinya masih rendah. Mereka semua pergi menjauh dari wilayah Asosiasi Alkemis dan berbaur dengan beberapa penduduk yang telah berkumpul untuk menyaksikan apa yang akan terjadi selanjutnya pada orang-orang dari Asosiasi Alkemis dan juga dari Asosiasi Harta Kuno.


Para penduduk Kota Primordial sebenarnya sangat menyayangkan dengan perilaku serta tindakan yang dilakukan oleh klan Zhuge tersebut. Mereka semua berpikir, jika para kultivator dari klan Zhuge hendak membunuh para Alkemis tingkat 5 dan tingkat 6 itu, maka semua orang yang berada di wilayah Kota Primordial akan mendapatkan kerugian yang sangat besar.


Sebab, takkan ada lagi pasokan pil tingkat tinggi yang disediakan oleh Asosiasi Alkemis, yang semuanya itu sangat dibutuhkan bagi seluruh kultivator yang berada di wilayah Kota Primordial.


Namun, tak ada seorangpun yang berani menghalangi tindakan dari para kultivator klan Zhuge tersebut, termasuk penguasa kota. Merasakan kekuatan sangat dahsyat yang ditampilkan oleh Zhuge Lao, membuat penguasa kota tak berkutik dan hanya bisa ikut menyaksikan apa yang selanjutnya akan dilakukan oleh para kultivator dari klan Zhuge itu.


Jika saja tingkat kultivasi Zhuge Lao masih berada di tahap keenam Bintang Bumi, pasti banyak orang yang akan langsung melemparkannya keluar dari Kota Primordial karena sudah berani menyinggung orang-orang dari Asosiasi Alkemis.


Tetapi, tingkat kultivasinya yang sekarang sangat kuat dan berada di tahap ketujuh Bintang Bumi. Inilah yang membuat kekuatan Zhuge Lao menjadi berkali-kali lipat dari sebelumnya dan mungkin saat ini juga bisa dikatakan bahwa ia adalah kultivator terkuat di seluruh wilayah Kota Primordial.


"Kalian semua telah memberikan pilihan yang sangat sulit bagiku. Untuk yang terakhir kalinya aku katakan, serahkan pemuda yang bernama Ling Tian itu padaku dan aku akan mengampuni nyawa kalian semua!" Zhuge Lao berbicara dengan nada berat disertai energi Qi yang cukup kuat.


Tekanan dari aura yang dikeluarkannya juga sedikit ia kurangi. Sejak awal Zhuge Lao sudah mengedarkan indra spiritualnya untuk memeriksa seluruh wilayah Asosiasi Alkemis. Namun, ia tak dapat menemukan seseorang yang memiliki kekuatan yang lebih tinggi dari Kera Salju.

__ADS_1


"Sekali lagi aku minta maaf, Tuan Lao! Pemimpin kami benar-benar tak bisa diganggu karena sedang melakukan pengasingan diri untuk meningkatkan kultivasinya," ujar Yun Feilong dengan wajah yang tampak memohon.


"Hmph ... Jika di antara kalian tak ada yang mau mengatakannya, baiklah! Kalau begitu, aku akan menyiksa kalian semua sampai ada seseorang yang mau berbicara tentang di mana keberadaan pemuda yang bernama Ling Tian itu bersembunyi." Zhuge Lao mendengus marah, kemudian segera meningkatkan lagi tekanan aura yang keluar dari tubuhnya.


Yun Feilong, Dugu Changfeng serta para tetua yang memiliki tingkat kultivasi di tahap keenam Bintang Bumi, secara perlahan-lahan tubuh mereka mulai terlihat membungkuk dan akhirnya berlutut di udara karena tak mampu lagi menahan tekanan aura yang dikeluarkan oleh Zhuge Lao.


Sementara untuk para tetua yang sejak awal telah berlutut dan memuntahkan darah segar dari mulutnya, mereka semua telah terjatuh dari atas udara dan menabrak tanah dengan cukup keras. Kini tinggal Kera Salju saja yang masih berdiri meskipun tubuhnya terlihat tampak goyah. Wajahnya pun berubah merah karena berusaha menahan aura kuat yang terus menekannya.


"Ooh ... Ternyata masih ada yang sanggup berdiri ketika menerima tekanan aura yang telah aku lepaskan. Tapi jika hanya seperti itu, kamu tetap saja akan mati di tanganku. Namun sebelumnya, aku akan menyiksamu terlebih dahulu,"


Setelah mengucapkan hal tersebut, Zhuge Lao mengangkat tangannya dengan santai. Kekuatan mengisap yang sangat kuat segera keluar dari telapak tangannya dan langsung menarik tubuh Kera Salju.


Merasakan bahwa percuma saja berusaha untuk melawan kekuatan daya tarik dari telapak tangan itu, Kera Salju pun sengaja membiarkan tubuhnya terseret ke arah Zhuge Lao.


Namun, ketika sedikit lagi telapak tangan Zhuge Lao akan menyentuh tubuh besarnya tersebut, Kera Salju segera melayangkan pukulan ke arah wajahnya.


BAM


KRAK ... KRAK


Bunyi derak persendian pada tulang leher Zhuge Lao terdengar ketika ia menggerak-gerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, seolah-olah sedang melakukan pelemasan pada otot-otot yang berada di lehernya.


"Hahaha ... Pukulanmu lumayan kuat juga. Tapi itu hanya membuat otot-otot pada leherku yang telah lama kaku menjadi renggang kembali." Zhuge Lao pun tertawa terbahak-bahak. Namun, niat membunuhnya semakin bertambah besar.


"Kalian semua, bergeraklah! Hajar mereka sampai ada yang mau mengatakan di mana pemuda bernama Ling Tian itu berada! Aku juga akan memberikan penyiksaan yang sangat menyakitkan pada kera busuk ini karena telah berani menyentuh wajahku." perintah Zhuge Lao kepada para tetua klannya.

__ADS_1


"Baik, patriark tua!" jawab mereka secara bersamaan dan langsung menerjang ke arah Yun Feilong serta yang lainnya.


Para tetua tersebut mencari lawannya masing-masing sesuai tingkat kultivasi yang setara dengan diri mereka sendiri. Beberapa dari mereka juga melesat turun ke tanah untuk menyerang orang-orang yang sebelumnya telah jatuh akibat mendapatkan tekanan dari aura yang dilepaskan oleh Zhuge Lao.


Meskipun orang-orang dari Asosiasi Alkemis dan Asosiasi Harta Kuno itu sudah terluka cukup parah, namun mereka masih bisa memberikan perlawanan terhadap para kultivator dari klan Zhuge yang datang menyerang.


Yun Feilong, Dugu Changfeng serta para tetua yang masih berada di udara, hanya mengalami luka yang kecil dari tekanan aura yang dilepaskan oleh Zhuge Lao. Sehingga, mereka semua dapat memberikan perlawanan yang sengit terhadap setiap serangan yang dilancarkan oleh para kultivator klan Zhuge.


BAM ... BAM ... BAM


TRANG ... TRANG ... TRANG


Bunyi pukulan dan tendangan yang saling bertemu, serta suara senjata yang saling beradu, terdengar menggema di sekitar wilayah Asosiasi Alkemis. Situasi dan kondisi dari tempat tersebut telah menjadi semakin hancur berantakan. Beberapa bangunan yang sebelumnya hanya mengalami keretakan saja, kini telah roboh bersama dengan bangunan yang lainnya.


Fluktuasi pada udara pun dapat terlihat dengan jelas ketika mereka semua bertarung menggunakan energi Qi-nya masing-masing. Beberapa kultivator tingkat tinggi yang menyaksikan pertarungan itu, sebenarnya ingin membantu orang-orang dari Asosiasi Alkemis dan Asosiasi Harta Karun. Tetapi mereka juga takut untuk menghadapi konsekuensi dari kemurkaan Zhuge Lao.


Xiao Jun dan Wei Ziqing hanya mampu mengepalkan tinjunya erat-erat karena tak sanggup berbuat apa-apa lagi. Seperti yang sebelumnya telah dikatakan oleh Kera Salju kepada mereka berdua, bahwa ini memang bukan tingkat pertarungan yang bisa mereka hadapi.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.

__ADS_1


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.


__ADS_2