
Ling Tian berbalik menoleh kepada keempat Tetua yang berdiri di depannya, lalu melambaikan tangan untuk menghapus Segel Perbudakan yang ditanamkannya kepada mereka. Kemudian bertanya, "Bagaimana dengan kalian?"
Keempatnya saling memandang sejenak, seolah-olah sedang memikirkan tindakan apa selanjutnya yang akan mereka lakukan. Kemudian saling mengangguk, lalu membungkuk memberi hormat kepada Ling Tian dan berkata secara bersamaan, "Kami juga akan mengikutimu, Tuan!"
"Aaiihh ... Jangan memanggilku seperti itu! Aku merasa sangat tua bila kalian menyebutku demikian. Apakah kalian tidak melihat wajahku yang sangat tampan ini?" gerutu Ling Tian, lalu melanjutkan, "Mulai sekarang, kalian harus memanggilku Tuan Muda, atau biar terdengar lebih keren lagi, kalian bisa memanggilku dengan sebutan Tuan Muda tertampan di Benua Langit."
"?@%;!"
"Hmmm ... Baiklah! Karena masalah di sini telah selesai, mari kita pergi ke Lembah Obat terlebih dahulu, lalu ikuti aku kembali ke Kota Primordial!" ujar Ling Tian pelan, kemudian segera menggunakan energi Qi-nya untuk menyelimuti tubuh keenam orang itu, lalu melesat terbang dengan membawa mereka bersamanya.
Ling Tian melakukan hal tersebut karena kecepatan mereka semua sangat lambat dibandingkan dengannya. Dia ingin segera sampai ke Lembah Obat untuk mengambil semua Tumbuhan Roh yang ada di sana.
Hanya dalam waktu beberapa napas saja, mereka semua sudah berada di area Lembah Obat. Ling Tian melambaikan tangannya untuk menghancurkan Formasi Pelindung yang terpasang di sana, kemudian langsung masuk ke dalam lembah.
Ling Tian terus melesat terbang ke arah Rumput Roh Bintang bersama keenam orang tersebut. Setelah sampai, tangannya mulai bergerak ke kiri dan kanan untuk menarik masuk Rumput Roh Bintang itu ke dalam Cincin Ruangnya.
"Tak pernah kumengerti, mengapa aku setampan ini ... Lalalala ... Nananana ...." Ling Tian bernyanyi gembira sambil terus menarik Rumput Roh Bintang ke dalam Cincin Ruangnya, seolah-olah ia sedang memanen Tumbuhan Roh di kebunnya sendiri.
Keenam orang yang bersamanya itu hanya bisa tersenyum canggung mendengar nyanyian Ling Tian. Meskipun suara Ling Tian sangat merdu ketika bernyanyi, namun lirik dalam lagunya tersebut mengandung kalimat yang terdengar sangat narsisme.
Setelah beberapa saat berlalu, Ling Tian telah memasukkan semua Rumput Roh Bintang ke dalam Cincin Ruang. Dia juga mengambil yang lainnya dan tak menyisakan satu pun Tumbuhan Roh di dalam Lembah Obat.
"Baiklah, semuanya telah selesai. Mari kita bergegas kembali ke Kota Primordial!" ucap Ling Tian santai, lalu melesat terbang sangat cepat dengan membawa enam orang bersamanya.
Satu hari pun berlalu. Berita kehancuran Sekte Kabut Racun telah tersebar di Kota Luan. Sekte nomor satu dan terbesar di wilayah mereka tersebut, telah dihancurkan oleh seorang pemuda yang mengikuti kompetisi di Kota Luan pada saat itu.
Rumor dengan cepat menyebar sampai ke kota-kota yang terdekat dengan Kota Luan. Bahkan beberapa sekte besar mengirim anggota sektenya masing-masing ke Kota Luan untuk memastikan apakah informasi yang mereka dengar itu benar adanya.
Akan tetapi, tak ada seorang pun yang berani pergi secara langsung ke wilayah Sekte Kabut Racun untuk memastikannya. Sebab, mereka takut kalau-kalau itu hanyalah sebuah jebakan yang disiapkan oleh Sekte Kabut Racun.
__ADS_1
*****
Di atas udara, Ling Tian terus melesat dengan kecepatan penuhnya tanpa melambat sedikit pun. Meski dia membawa enam orang bersamanya, namun itu tidak menjadi beban bagi Ling Tian. Sebab, dengan kekuatan Ling Tian, mereka semua hanya akan terasa ringan seperti sebuah kapas.
Waktu terus bejalan dengan cepat. Tak terasa telah tujuh hari berlalu. Kini, Ling Tian dan yang lainnya sudah memasuki kawasan terluar dari wilayah Kota Primordial. Saat pertama kali Ling Tian meninggalkan Kota Primordial menuju ke Kota Luan, itu memakan waktu selama sepuluh hari.
Sekarang, ia hanya membutuhkan waktu selama tujuh hari saja untuk kembali ke Kota Primordial karena kultivasinya yang telah meningkat.
Pada saat yang sama, di dalam wilayah Asosiasi Alkemis, Kera Salju yang sedang melihat para Alkemis membuat pil terbaik mereka, langsung bergumam tanpa sadar ketika jiwanya sedikit bergetar saat merasakan keberadaan Ling Tian.
"Tuan Muda telah kembali!"
Lalu ia pun langsung menghilang dari tempatnya dan berdiri di atas udara menunggu kedatangan Ling Tian.
Yun Feilong serta Tetua lainnya yang juga berada di dalam aula pembuatan pil, segera tersentak ketika mendengar apa yang digumamkan oleh Kera Salju. Mereka segera mengedarkan indra spiritualnya masing-masing untuk mencari keberadaan Ling Tian. Namun, tidak ada seorang pun di antara mereka yang dapat merasakan kehadiran Ling Tian di Kota Primordial.
Ini disebabkan jarak yang dapat dicapai oleh indra spiritual mereka semua masih terbatas. Karena tak menemukan apa-apa, mereka hanya bisa menyusul Kera Salju dan bertanya kepadanya.
"Tunggu saja! Sebentar lagi Tuan Muda akan sampai di sini," jawab Kera Salju singkat.
Baru saja dia menyelesaikan kalimatnya, Ling Tian sudah muncul di depan Kera Salju bersama dengan enam orang yang dibawanya.
"Tuan Muda! Sepertinya kultivasimu telah meningkat lagi." Kera Salju berbicara melalui telepati saat mengetahui kecepatan Ling Tian sudah tak bisa lagi diikuti oleh matanya.
"Hehehe ... Yaah ... Begitulah!" balas Ling Tian yang berkata langsung tanpa melalui telepati.
Hal ini membuat Yun Feilong beserta yang lainnya merasa keheranan dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Ling Tian tersebut. Tapi, dengan cepat juga Yun Feilong dan para Tetua Asosiasi Alkemis tersadar dari kebingungannya dan langsung membungkuk memberi hormat pada Ling Tian.
"Salam, pemimpin!"
__ADS_1
Mendengar orang-orang yang berada di depan mereka saat ini memanggil Ling Tian dengan sebutan 'Pemimpin', sontak keenam orang yang dibawa oleh Ling Tian menjadi sangat terkejut. Sebab, Ling Tian belum menceritakan sedikit pun tentang dirinya kepada mereka.
"Mmm ... Mari kita berbicara di dalam," ucap Ling Tian seraya mengangguk pelan.
Mereka pun langsung menuju kediaman Ling Tian yang berada di dalam Asosiasi Alkemis.
"Guru!"
"Tuan Muda!
Xiao Jun dan Wei Ziqing yang sedang berlatih di halaman, berseru secara bersamaan ketika melihat kedatangan Ling Tian. Mereka berdua segera bergegas menghampirinya.
"Hmmm ... Sepertinya kultivasi kalian berdua meningkat dengan pesat." Ling Tian berkata sambil tersenyum senang ketika melihat kultivasi Xiao Jun telah berada di tahap pertama Bintang Berlian. Sedangkan kultivasi Wei Ziqing sudah berada di tahap ketiga Bintang Bumi.
"Hehehe ... Itu karena kami terus berlatih dengan keras meskipun Guru tak ada di sini," jawab Xiao Jun seraya tertawa pelan. Kemudian melanjutkan sambil menoleh ke arah enam orang yang berada di belakang Ling Tian, "Guru! Mereka ...."
"Mari kita berbicara di dalam! Paman Wei, ikutlah juga bersama kami!" balas Ling Tian, lalu langsung berjalan memasuki kediamannya.
Setelah berada di dalam kediamannya, Ling Tian pun mulai memperkenalkan Xiao Jun dan lainnya kepada keenam orang yang dibawanya dari Sekte Kabut Racun itu. Namun, ketika sebaliknya, sewaktu Ling Tian memperkenalkan keenam orang tersebut, tubuh Wei Ziqing bergetar keras saat mengetahui identitas mereka. Rahangnya mengencang dan kemarahan yang sangat besar tampak jelas terlihat dari wajahnya.
"Paman Wei, tenanglah! Sebenarnya, aku sudah menghancurkan Sekte Kabut Racun mengingat dendammu yang sangat dalam terhadap sekte itu. Tetapi, orang-orang yang aku bawa ini benar-benar tidak terlibat dengan pembantaian seluruh anggota klan-mu." Ling Tian segera berbicara ketika merasakan kemarahan Wei Ziqing.
"Keempat Tetua ini diperintahkan untuk mengambil Rumput Roh Bintang yang terdapat di beberapa lembah dan memindahkannya ke Lembah Obat saat anggota Sekte Kabut Racun yang lainnya pergi ke Kota Luan untuk membantai klan-mu. Sedangkan untuk kedua orang ini, yaitu saudara Yan Xifeng dan saudari Ning Qian Qian, mereka baru memasuki Sekte Kabut Racun setelah pembantaian yang terjadi pada klan-mu," lanjut Ling Tian lagi. Kemudian ia mulai menceritakan semua hal yang dilakukannya di dalam Sekte Kabut Racun.
Setelah mendengarkan penjelasan Ling Tian, Wei Ziqing akhirnya tenang kembali. Dengan mata yang tampak berair, ia berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan ke depan Ling Tian, hendak berlutut kepadanya.
Akan tetapi, sebelum lutut Wei Ziqing menyentuh lantai, energi Qi yang kuat langsung menahannya dan mengangkatnya hingga ia berdiri tegak kembali.
"Paman Wei! Jika kamu menganggap aku sebagai keluargamu, jangan pernah lakukan hal itu lagi. Tapi bila kamu menganggapku sebagai orang lain, maka lakukanlah!" ujar Ling Tian dengan wajah cemberut.
__ADS_1
"Ti-tidak! A-aku tidak berani, Tuan Muda! Aku tidak akan melakukannya lagi!" jawab Wei Ziqing dengan tergagap.
Melihat sikap dan tingkah laku Ling Tian yang seperti itu, Yan Xifeng, Ning Qian Qian, serta keempat Tetua menjadi tersentuh. Mereka merasa bahwa keputusan yang mereka ambil untuk mengikuti Ling Tian adalah tindakan yang benar.