Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 200. Menerobos Ke Dalam Lembah Obat


__ADS_3

Ling Tian yang sedang melesat terbang di atas udara, tidak sedikit pun mengendurkan kewaspadaannya. Indra spiritualnya terus memeriksa keadaan di sekitar tempat yang hendak dilaluinya. Setelah merasa semuanya aman, ia pun segera melewatinya.


Di sepanjang perjalanannya, Ling Tian melihat beberapa Murid Inti Sekte Kabut Racun yang sedang bertarung melawan Binatang Roh di dalam pegunungan. Namun, dia tak menghiraukannya dan terus saja melesat ke arah Lembah Obat.


Setelah beberapa saat berlalu, Ling Tian secara tiba-tiba berhenti di atas udara. Sebuah lembah yang besar dan luas muncul dalam garis pandang Ling Tian. Sebuah Formasi Pelindung yang transparan tampak terlihat mengelilingi lembah tersebut.


"Hmmm ... Di sinilah tempatnya! Inilah Lembah Obat yang tergambar dalam gulungan peta saudara Yan Xifeng," seru Ling Tian di dalam hatinya.


Indra spiritualnya langsung bergerak ke arah lembah yang masih berjarak cukup jauh di depannya. Ling Tian tak lupa juga menyembunyikan auranya agar keberadaannya sulit untuk dideteksi oleh para Tetua yang menjaga lembah itu.


Ketika indra spiritual Ling Tian telah menyelimuti seluruh area Lembah Obat, empat orang kultivator dengan tingkat kultivasi yang berada pada tahap keenam Bintang Bumi segera masuk ke dalam visinya. Keempat kultivator tersebut duduk di tiap titik area terluar lembah untuk menjaga setiap jalan masuk yang menuju ke dalamnya.


Masing-masing dari keempat kultivator itu berjaga di bagian utara, timur, selatan dan barat. Sehingga akses menuju ke dalam Lembah Obat benar-benar tertutup rapat dan harus melalui salah satu dari mereka.


"Hmmm ... Mari kita lihat, apakah benar-benar ada Rumput Roh Bintang di dalam Lembah Obat ini!?" Ling Tian membatin seraya mengedarkan indra spiritualnya untuk masuk ke dalam Formasi Pelindung.


Teknik Jiwa Naga milik Ling Tian sangatlah hebat sehingga membuat indra spiritualnya hanya bisa terdeteksi oleh para kultivator yang tingkat kultivasinya telah berada di tahap Bintang Langit.


Namun, tidak ada seorang pun di Sekte Kabut Racun yang memiliki tingkat kultivasi seperti itu karena mereka semua masih berada di tahap Bintang Bumi. Hal inilah yang membuat Ling Tian lebih leluasa memeriksa seluruh keadaan Lembah Obat dengan indra spiritualnya.


Setelah beberapa menit berlalu, melalui persepsinya akhirnya Rumput Roh Bintang masuk ke dalam visi Ling Tian yang membuat tubuhnya bergetar karena sangat gembira. Sebab, ia menemukan ada cukup banyak Rumput Roh Bintang dan Tumbuhan Roh lainnya yang berkualitas sangat baik di dalam Lembah Obat tersebut.


"Hmmm ... Ini semua benar-benar harta yang sangat langka," gumam Ling Tian pelan di dalam hatinya. Kemudian melanjutkan, "Tetapi akan sangat sulit juga untuk mendapatkannya. Aku harus memikirkan beberapa cara agar bisa mengambil Rumput Roh Bintang tanpa diketahui oleh para Tetua itu."


Ling Tian pun termenung memikirkan ide yang bisa digunakannya untuk dapat masuk ke dalam Lembah Obat dengan lancar. Meskipun auranya saat ini cukup sulit ditemukan oleh para Tetua yang menjaga Lembah Obat tersebut, akan tetapi tidak menutup kemungkinan mereka dapat mendeteksi kehadirannya jika dia berada sedikit dekat dengan mereka.

__ADS_1


Bila Ling Tian melesat dengan kecepatan penuhnya, ia bisa dengan sangat cepat memasuki Lembah Obat. Namun, energi Qi-nya akan membuat udara berfluktuasi sehingga membuat para Tetua lebih mudah lagi melihat kedatangannya.


"Huuhh ... Apa yang harus aku lakukan?" batin Ling Tian dengan nada mengeluh sambil terus memikirkan berbagai cara yang keberadaannya memiliki kemungkinan kecil dapat terdeteksi oleh para Tetua itu.


Beberapa menit lagi berlalu dengan cepat. Akan tetapi, Ling Tian belum menemukan cara yang tepat untuk masuk ke dalam Lembah Obat tanpa diketahui.


"Fiiuuhh ... Benar-benar tak ada cara lain lagi," gumam Ling Tian sangat pelan sembari menghela napas panjang, lalu melanjutkan, "Kalau begitu, aku hanya dapat menerobos masuk secara paksa. Hmmm ... Mari kita lihat apa yang bisa di lakukan oleh keempat pria tua itu terhadapku!?"


Setelah berkata demikian, Ling Tian segera menghilang dari tempatnya dan melesat terbang dengan kecepatan penuh ke arah Lembah Obat. Hanya beberapa detik saja, ia telah berada di bagian terluar dari Formasi Pelindung yang mengelilingi lembah tersebut.


Keempat Tetua yang menjaga areanya masing-masing itu, seketika menyipitkan mata mereka saat merasakan adanya keberadaan kultivator lain di wilayah Lembah Obat.


Tidak ada di antara para Tetua tersebut yang bisa melihat kedatangan Ling Tian karena pergerakannya sangat cepat. Namun, indra spiritual mereka bisa merasakan kehadirannya. Dan juga, fluktuasi pada udara yang ditimbulkan oleh energi Qi dari tubuh Ling Tian membuat semuanya tampak jelas di mata para Tetua, bahwa ada seseorang yang telah menerobos masuk ke area Lembah Obat.


"Siapa yang berani menginjakkan kakinya di lembah ini?!" teriak salah seorang Tetua menggunakan energi Qi-nya.


"Tetua Bei! Ke mana perginya penyusup itu?" tanya salah seorang Tetua dengan nada keheranan.


"Aahh ... Tetua Nan! Aku hanya bisa melihat bayangannya saja yang menabrak Formasi Pelindung. Setelah itu, keberadaannya langsung lenyap," jawab pria tua yang dipanggil sebagai Tetua Bei tersebut dengan wajah kebingungan.


"Apa?!"


Ketiga Tetua yang baru saja datang itu langsung berseru kaget secara bersamaan. Karena menurut pengetahuan mereka, sangat mustahil bagi seorang kultivator tingkat Bintang Bumi untuk bisa menerobos masuk ke dalam Formasi Pelindung tanpa menghancurkannya terlebih dahulu.


Akan tetapi, apa yang baru saja dikatakan oleh pria tua bernama Tetua Bei itu telah membuat ketiga Tetua lainnya menjadi sangat terkejut. Jika saja yang mengatakan hal tersebut adalah orang lain, mungkin mereka akan langsung menghajarnya karena tidak percaya dengan apa yang dikatakannya.

__ADS_1


Namun, mereka bertiga mendengarnya secara langsung dari mulut Tetua Bei, yang merupakan teman mereka sendiri selama bertahun-tahun tinggal dan mengabdi di dalam Sekte Kabut Racun. Ketiga Tetua itu juga sangat mengenal sifat Tetua Bei yang selalu jujur dalam berkata.


"Kita tidak bisa memeriksa keadaan di dalam lembah dengan indra spiritual, karena terhalang oleh Formasi Pelindung. Sebaiknya, kita berempat segera membuka pintu Formasi Pelindung ini dan bergegas ke dalam untuk memeriksanya," ujar Tetua Bei dengan nada serius.


"Hmmm ... Baiklah. Mari kita lakukan dengan cepat!" Pria tua yang dipanggil sebagai Tetua Nan tersebut menjawab tegas.


Keempatnya kemudian menggerakkan tangan dan membentuk segel pada jari-jarinya secara bersamaan. Beberapa detik kemudian, sebuah pintu langsung terbentuk pada Formasi Pelindung di depan mereka.


"Ayo!" seru Tetua Bei, lalu segera melesat masuk ke dalam Formasi Pelindung.


Tiga Tetua yang lainnya pun bergegas menyusulnya. Mereka semua langsung mengedarkan indra spiritualnya masing-masing untuk memeriksa keadaan di dalam Lembah Obat.


"Di sana!" Tetua Bei berseru sekali lagi.


---------------


Di dalam Lembah Obat, Ling Tian melesat dengan sangat cepat ke arah tempat Rumput Roh Bintang berada. Ketika ia melintasi area di depannya, daya isap sangat kuat yang berasal dari tangannya terus bergerak menarik beberapa Tumbuhan Roh untuk masuk ke dalam Cincin Ruangnya.


Ling Tian juga mengetahui bahwa keempat Tetua telah masuk ke dalam Formasi Pelindung dan sekarang sedang mengejarnya.


"Hehehe ... Mereka cukup cepat juga menyadari keberadaanku. Tapi sayangnya kecepatan pergerakan mereka masih sangat lambat," ujar Ling Tian seraya tertawa kecil.


Semua Tumbuhan Roh yang dilewati oleh Ling Tian terus masuk ke dalam Cincin Ruangnya dan hanya menyisakan tanah kosong yang terlihat berlubang.


Melihat hal ini, para Tetua yang sedang mengejar Ling Tian menjadi sangat murka. Amarah yang begitu besar tampak jelas terlihat dari wajah mereka.

__ADS_1


"Kecepatan pergerakan dari penyusup ini sangat luar biasa. Kita semua tidak akan mungkin bisa untuk mengejarnya. Aku memperkirakan bahwa tingkat kultivasi penyusup tersebut berada di atas kita semua." Pria tua yang melesat terbang di sebelah Tetua Bei berkata dengan napas terengah-engah karena menahan emosinya yang akan meledak. Dia juga adalah salah satu Tetua yang menjaga area di bagian timur Lembah Obat. Ia dipanggil sebagai Tetua Dong.


__ADS_2