
Ling Tian segera membawa semua orang ke kediamannya saat merasakan aura Ayah dan ibunya berada di sana. Ketika mereka sampai, Ling Tian melihat seorang gadis remaja berusia 11-12 tahun sedang berlatih di halaman. Sementara itu, seorang wanita muda sedang duduk sambil memperhatikan gadis remaja tersebut berlatih.
Ling Tian memandang ke arah sang wanita dengan tatapan penuh kerinduan. Sebab, wanita itu adalah Ibu Ling Tian sendiri, yaitu Ling An. Meski telah berusia sekitar 40-an tahun, wajah Ling An tetap terlihat awet muda.
Hal ini dikerenakan Ling Tian telah memberikan Ayah dan ibunya beberapa tetes Susu Stalaktit untuk menjaga kebugaran fisik serta kekuatan tubuh mereka.
Ditambah lagi dengan semua pil yang dibuat oleh Ling Tian mengandung Susu Stalaktit di dalamnya. Sehingga, itu juga bisa menjadikan tubuh mereka selalu awet muda seakan tak termakan oleh usia.
Melihat gadis remaja tersebut berlatih sangat keras di depan ibunya, Ling Tian sejenak mengerutkan alisnya mencoba mengingat siapa sebenarnya sang gadis remaja itu. Kemudian ia pun langsung tersenyum hangat setelah mengenalinya.
"Yuemei'er, pergilah bermain sebentar dengan Bibi Yanyan-mu! Tapi jangan sampai kamu melukainya," ucap Ling Tian pelan, seraya menunjuk ke arah gadis remaja yang tepat berada di bawah mereka.
Ling Yuemeilan memandang ke arah gadis remaja yang ditunjuk Ling Tian. Setelah melihat tingkat kultivasinya hanya berada di tahap kesembilan Bintang Perak, Ling Yuemeilan pun mengangguk dan berkata, "Baiklah, Ayah! Aku akan bermain sangat pelan dengan Bibi Yanyan."
"Hehehe ... Tapi jangan katakan bahwa Ayah ada di sini. Ayah ingin kamu memberikan kejutan pada nenekmu," balas Ling Tian sembari tertawa lirih.
"Baik, Ayah!" ujar Ling Yuemeilan lagi dengan nada bersemangat.
Bahkan sebelum Ling Tian mengirimnya dengan menggunakan energi Qi, Ling Yuemeilan sudah terlebih dahulu melompat dari gendongan Ling Tian dan meluncur ke bawah dengan cepat.
Ling An yang merasakan adanya sebuah aura yang menuju ke arah mereka, langsung menoleh ke atas udara. Seketika dia terperanjat melihat seorang gadis kecil meluncur turun dengan cepat ke halaman kediamannya.
__ADS_1
BOOM
Belum sempat Ling An bereaksi karena masih dalam keadaan terkejut, suara ledakan yang cukup keras terdengar mengagetkannya saat Ling Yuemeilan sudah mendarat dengan keras di atas tanah.
Ayah Ling Tian, yaitu Ling Sheng yang sedang berada di dalam rumah, segera bergegas keluar saat mendengar ledakan keras di halaman rumahnya. Para anggota Klan Ling pun satu per satu muncul dengan menunjukkan wajah garang mereka. Sebab, sebagai klan yang paling disegani dan ditakuti di Ibukota Kekaisaran Jia, tak ada seorang pun yang pernah berani membuat kegaduhan di kediaman mereka.
Namun, ketika mereka semua melihat seorang gadis kecil berusia lima tahun dengan permen lolipop di mulutnya sedang berdiri di atas tanah hancur yang menjadi tempatnya mendarat, kemarahan di wajah semua orang langsung berganti dengan keterkejutan.
Itu karena mereka melihat tingkat kultivasi gadis kecil tersebut sudah berada di tahap pertama Bintang Emas meski usianya masih sangat muda. Hal tersebut merupakan perkara yang sangat wajar.
Jangankan di Benua Langit Tingkat Rendah, bahkan orang-orang di Benua Langit Tingkat Atas akan terperangah jika mereka melihat tingkat kultivasi Ling Yuemeilan yang sudah berada di tahap pertama Bintang Emas pada usianya yang masih lima tahun.
Yanyan yang dipanggil Bibi oleh gadis kecil di depannya itu seketika mengernyitkan alisnya dengan menunjukkan wajah yang kebingungan. Ia berbalik ke arah Ling An seolah meminta jawaban dari pertanyaan yang mengganggu di dalam hatinya. Akan tetapi, Ling An juga tidak tahu harus berkata apa dan hanya menoleh ke arah suaminya yang sudah berdiri di dekatnya.
Semua orang semakin terperangah begitu mereka mendengar ucapan dari Ling Yuemeilan yang memanggil Yanyan sebagai Bibi. Menurut mereka, seharusnya gadis kecil itu memanggil Yanyan dengan sebutan Kakak.
"Siapa dirimu, Adik kecil? Apakah kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya Yanyan dengan nada canggung, karena merasa aneh dengan gadis kecil yang berada di depannya ini bisa mengenali dirinya.
"Itu rahasia!" jawab Ling Yuemeilan sambil terus mengulum permen lolipop yang ada di dalam mulutnya. Kemudian melanjutkan, "Ayo cepat temani aku bermain, Bibi Yanyan! Aku janji tidak akan melukaimu. Aku hanya akan menghindar tanpa memberikan perlawanan sedikit pun."
Yanyan menoleh sekali lagi ke arah Ling An dan berkata, "Bibi! Aku tidak bisa melihat tingkat kultivasi dari gadis kecil ini. Apakah dia lebih kuat dariku?"
__ADS_1
"Mmm ... Dia lebih kuat darimu. Tingkat kultivasinya sudah berada di tahap pertama Bintang Emas. Meski demikian, kamu juga bisa menguji sampai di mana batas kekuatanmu dengan cara bertarung dengannya," ucap Ling An seraya menganggukkan kepalanya.
"Hah?!" Yanyan tersentak kaget saat mendengar penuturan dari Ling An. Wajahnya menunjukkan tampilan terkejut dan tampak seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya.
Setelah tertegun sejenak, Yanyan pun mengangguk pelan dan berkata lagi, "Mmm ... Baiklah, Bibi! Aku akan menguji kemampuanku dengan bertarung bersama gadis kecil itu."
"Hore ... Kalau begitu, ayo kita bermain, Bibi Yanyan!" Ling Yuemeilan melompat-lompat sambil bertepuk tangan kegirangan.
Walaupun Yanyan merasa aneh dengan dirinya yang dipanggil dengan sebutan 'Bibi' oleh gadis kecil yang seharusnya memanggilnya Kakak, namun saat ini ia tidak menggubrisnya lagi karena tahu bahwa gadis kecil tersebut lebih kuat dari dirinya.
"Ayo ... Ayo ... Cepatlah serang aku dengan kekuatan penuhmu, Bibi Yanyan! Atau kamu juga bisa meminta kakak-kakak itu untuk membantumu," seru Ling Yuemeilan sembari menunjuk ke arah para pemuda berusia 17-18 tahun yang tingkat kultivasi mereka berada di tahap keempat Bintang Emas.
"Apa?!"
Mulut semua orang yang mendengar pernyataan Ling Yuemeilan segera terbuka lebar seolah-olah hendak jatuh ke tanah. Sementara untuk para pemuda yang ditunjuknya tersebut, wajah mereka semua langsung menjadi merah karena marah.
Selama ini, belum pernah ada yang berani meremehkan mereka. Sebab, mereka semua merupakan kultivator jenius dari klan paling disegani dan ditakuti di Ibukota Kekaisaran Jia, yaitu Klan Ling.
Dari atas udara, Ling Tian serta yang lainnya hanya bisa tertawa seraya menggeleng-gelengkan kepala mereka ketika melihat tingkah lucu dari Ling Yuemeilan. Ling Tian hanya menyuruhnya untuk bermain dengan Yanyan saja, tapi sekarang dia menantang semua anggota klannya yang memiliki tingkat kultivasi di tahap keempat Bintang Emas.
Sementara untuk Yanyan sendiri, ia hanya tersenyum masam mendengar Ling Yuemeilan memanggil para anggota klannya yang berusia 17-18 tahun dipanggil 'Kakak'. Sedangkan dirinya sendiri yang masih berusia 11-12 tahun telah dipanggil dengan sebutan 'Bibi' oleh Ling Yuemeilan.
__ADS_1