Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 89. Monster Beraksi Lagi


__ADS_3

Ketika rombongan kultivator tersebut telah sampai di depan Sekte Ling Tian, mereka tidak segera turun dari atas punggung Binatang Roh itu. Dengan pandangan menyelidik, mereka memperhatikan Ling Tian dan yang lainnya sambil terus mengeluarkan aura dari tubuhnya masing-masing.


"Hahaha... Ternyata pemimpin Sekte Teratai Hitam juga berada di sini. Mu Tua, apakah kamu juga datang kemari untuk menghancurkan tempat yang telah meresahkan seluruh Sekte yang ada di Kota Seribu Bunga ini?" salah seorang kultivator yang berusia hampir sama dengan Mu Bai terkekeh, saat melihatnya berada di depan Sekte Ling Tian.


"Maaf, karena telah mengecewakan kalian semua. Aku di sini telah bergabung bersama Sekte ini." jawab Mu Bai tenang namun tegas.


"Haaahhh... Apakah aku tidak salah mendengarnya? Bukankah kamu yang awalnya sangat bersikeras ingin menghancurkan Sekte ini?" tanya kultivator lainnya yang tersentak kaget mendengar pernyataan dari Mu Bai itu.


"Memang benar apa yang kamu katakan, aku juga awalnya seperti kalian semua yang sangat tidak setuju dengan sistem dan aturan yang berlaku di Sekte ini."


"Namun setelah mendengar penjelasan dari pemimpin Sekte, aku akhirnya sadar bahwa sistem dan aturan kita terlalu kuno dan sudah saatnya diganti seperti yang telah di terapkan oleh Sekte ini." lanjut Mu Bai lagi.


"Omong-kosong! Aturan seperti itu hanya akan membuat semua murid menjadi manja, dan akhirnya membuat diri mereka sendiri menjadi sangat lemah karena kurangnya pengalaman bertarung." kultivator yang lainnya juga segera berteriak geram ke arah Mu Bai.


"Hehehe... Itu hanya pendapat pribadi kalian semua saja, kan? Meskipun anggota Sekte ini di manjakan dengan sumber daya yang mereka butuhkan dalam berkultivasi, namun sistem latihan yang di terapkan di sini akan menjadi lebih keras daripada di Sekte lain." Ling Tian yang sedari tadi diam, mulai ikut berbicara juga.


"Tutup mulutmu bocah! Apa yang kamu tahu tentang latihan yang telah di terapkan dalam Sekte kami. Dan juga... Siapa kamu, yang berani memotong pembicaraan dari para senior seperti kami ini?" salah seorang kultivator menunjuk marah kepada Ling Tian.


"Hehehe... Aku adalah pemimpin dari Sekte yang akan kalian hancurkan ini." ujar Ling Tian santai sambil tertawa lirih.


"Haaahhh!


Mendengar apa yang diucapkan oleh Ling Tian, semua kultivator yang baru saja datang ke tempat itu sangat terkejut. Tatapan mata mereka langsung tertuju kepada Ling Tian dan segera memeriksanya.


Meskipun Ling Tian terlihat masih sangat muda dan hanya seperti seorang bocah di mata mereka, namun tidak ada seorangpun dari para kultivator tersebut yang dapat melihat tingkat kultivasinya.


Merasakan tatapan memeriksa dari semua orang-orang itu yang seolah-olah seperti sedang menggerayangi seluruh tubuhnya, Ling Tian tetap tenang sambil menyunggingkan senyum khasnya.


"Hmmm... Jadi kamu adalah pemimpin Sekte ini. Kalau begitu, kami tidak perlu repot-repot lagi untuk mencarimu. Segera bubarkanlah Sekte ini dan jangan pernah untuk mendirikan Sekte semacam ini lagi di Kota Seribu Bunga." kultivator yang sebelumnya telah berbicara dengan Mu Bai, mencibir ke arah Ling Tian.


"Jika aku tidak mau, apa yang kalian lakukan?" tanya Ling Tian yang masih tetap tersenyum.


"Pertama-tama kami akan membunuhmu, dan selanjutnya kami akan menghancurkan Sekte ini." jawab kultivator tersebut.


"Jaga ucapanmu itu! Aku orang yang akan membunuhmu bila kamu berani bergerak pada pemimpin Sekte kami." Mu Bai berteriak marah sambil menunjuk kultivator tersebut.


"Hahaha... Mungkin kekuatanku sedikit lebih lemah dan akan kalah jika harus bertarung sendiri denganmu, Mu Tua. Namun, bagaimana jika kamu melawan beberapa orang dari kami? Apakah kamu berani menanggung konsekuensinya?" kultivator itu tertawa dengan nada menghina pada Mu Bai.


Mendengar hal tersebut, Mu Bai menggeretakkan gigi dan mengepalkan tinjunya dengan keras, lalu akan segera melesat ke arah kultivator itu. Tapi sebelum dia melakukannya, Ling Tian telah mengangkat tangannya untuk menahan pergerakan dari Mu Bai.


"Ciiihhh... Bersabarlah! Kamu juga akan mendapat giliran untuk mati bersama pemimpin Sektemu ini." kultivator tersebut mencemooh ke arah Mu Bai.


"Hehehe... Apakah kalian semua yakin bisa membunuhku hanya dengan jumlah yang sebanyak ini?" tanya Ling Tian dengan tertawa kecil sambil mengangkat bahunya.

__ADS_1


Semua kultivator itu tertegun sejenak ketika mendengar perkataan Ling Tian, namun salah seorang dari mereka segera berkata, "Sepertinya bocah ini hanyalah seekor Katak yang berada di dasar sumur, dan belum pernah melihat luasnya langit hingga membuatnya berani meremehkan kita semua."


"Huuuhhh... Jika kalian tidak percaya dengan apa yang aku katakan, maka majulah semuanya secara bersama-sama. Aku akan menunjukkannya, bahwa kalianlah sebetulnya Katak yang ada di dalam sumur tersebut." Ling Tian berbicara dengan nada mengeluh.


"Hmmm... Baiklah, tak perlu lagi kita banyak bicara. Mari segera bunuh mereka dan hancurkan Sekte ini!" salah seorang kultivator berseru kepada yang lainnya.


Dengan sangat cepat, semua kultivator tersebut meluncur turun bersama Binatang Roh mereka dan menerjang langsung ke arah Ling Tian.


"Kalian semua, mundurlah! Ini akan sedikit merepotkan bagiku." Ling Tian berkata pelan kepada Mu Bai dan yang lainnya.


"Tapi pemimpin...."


ROOAARR


Sebelum Mu Bai menyelesaikan kalimatnya, Ling Tian telah mengaum dengan sangat keras hingga membuat semua orang yang berada didekatnya merasakan telinga mereka seakan pecah dan kesadaran mereka juga seolah-olah akan hilang.


BOOM


Sedangkan untuk tubuh Binatang Roh yang di tunggangi oleh semua kultivator tersebut, seketika meledak bersamaan dengan kultivator yang memiliki kultivasi di bawah tingkat Bintang Bumi, karena Ling Tian langsung mengarahkan Teknik Auman Naga-nya kepada mereka.


Dan bagi semua kultivator tingkat Bintang Bumi, yaitu para pemimpin Sekte Besar yang menerjang ke arah Ling Tian, telinga mereka mengeluarkan darah akibat mendapatkan tekanan yang sangat kuat dari Teknik Auman Naga tersebut.


Namun dengan cepat juga mereka menggunakan energi Qi untuk memasang penghalang dan melindungi telinganya masing-masing.


Huang Fu dan semua anggota Sekte Ling Tian baru saja tiba di depan pintu gerbang, setelah mendengar suara auman yang sangat keras berasal dari depan halaman kediaman Sektenya itu.


Ling Tian segera mengeluarkan Pedang Pelangi dari Cincin Ruangnya dan langsung menggunakannya, sebab dia saat ini akan bertarung dengan sangat serius menghadapi sekitar 60 kultivator tingkat Bintang Bumi.


Dengan menggunakan Teknik Langkah Dewa Naga, Ling Tian menghilang dari tempatnya dan melesat sangat cepat ke arah para pemimpin Sekte tersebut.


Melihat Ling Tian yang langsung menerjang ke arah mereka, semua kultivator itu juga segera mengeluarkan senjatanya dan bersiap menyambut serangannya.


TRANG


TRANG


TRANG


Suara senjata yang saling beradu mulai terdengar menggema di sekitar Sekte tersebut. Bagi kultivator yang memiliki kultivasi dibawa tingkat Bintang Bumi, mereka hanya bisa melihat percikan api yang keluar ketika senjata itu bertemu.


Ling Tian bergerak dengan sangat cepat untuk menghalau setiap serangan yang datang ke arah tubuhnya. Bila ada dari kultivator tersebut yang akan bergerak ke arah Mu Bai dan yang lainnya, Ling Tian juga akan langsung menghalangi pergerakan mereka itu.


"Hehehe... Sepertinya aku harus segera melenyapkan kalian semua!" Ling Tian tertawa pelan di sela-sela pertarungannya.

__ADS_1


Seketika itu pula, dia langsung menggunakan Teknik Pedang Tanpa Nama untuk menyerang semua kultivator yang berada paling dekat dengan dirinya.


Karena gerakan Ling Tian yang tiba-tiba berubah dan menjadi lebih cepat dari sebelumnya, beberapa di antara kultivator tersebut telah memiliki luka yang sangat parah pada tubuh mereka.


"Aaaahhhh..."


Teriakan kesakitan pun mulai terdengar keluar dari mulut para kultivator itu, seiring dengan tebasan pedang Ling Tian yang tepat mengenai anggota tubuh mereka yang tidak terlindungi.


"Inikah kekuatan pemimpin yang sebenarnya?" Mu Bai sangat terkejut di dalam hatinya ketika melihat pemandangan yang ada di depan matanya tersebut.


Dia akhirnya mengetahui bahwa saat dirinya bertarung melawan Ling Tian pada waktu itu, Ling Tian belum menggunakan seluruh kemampuannya dan hanya ingin bermain-main dengannya saja.


Dia juga merasa bersyukur karena tidak memiliki niat membunuh ketika bertempur melawan Ling Tian, sehingga itulah yang membuat Ling Tian mengampuni nyawanya.


"Aaaahhhh..."


Teriakan menyayat hati terus terdengar saat para kultivator tersebut mulai kehilangan sebagian anggota tubuhnya akibat tebasan dari Pedang Pelangi milik Ling Tian.


Beberapa dari mereka telah kehilangan kaki dan juga tangannya. Luka yang disebabkan oleh tebasan pedang Ling Tian sangat rapi, sehingga setiap irisannya tidak menyebabkan darah mengalir keluar.


Gerakan ayunan pedang Ling Tian terus berubah-ubah dan tak ada seorangpun dari kultivator itu yang bisa menebaknya.


Kadang gerakan Ling Tian terlihat sangat lembut seperti sedang menari, namun tebasan pedangnya sangat cepat. Kadang tubuhnya pun juga terlihat seperti sebuah pedang yang sangat tajam.


Beberapa di antara kultivator tersebut tidak sempat untuk berteriak karena kepalanya telah terlepas dari lehernya.


Mata mereka terbelalak seakan tak percaya ketika memperhatikan tubuh mereka yang masih berdiri sejenak di udara, sebelum akhirnya ikut jatuh juga bersama kepala itu.


Ling Tian terus menyerang dengan sangat ganas tanpa mempedulikan sekelilingnya. Pedang Pelangi di tangannya seperti menari dengan gembira setiap kali membunuh para kultivator tersebut.


Wajah sebagian di antara mereka mulai terlihat ketakutan dan mencoba melarikan diri, namun Ling Tian tidak akan pernah melepaskannya begitu saja.


Hanya dalam waktu sekitar kurang dari 1 jam, tubuh 60 orang pemimpin Sekte Besar di wilayah Kota Seribu Bunga itu telah terbaring tak bernyawa di atas tanah.


Suara pertarungan yang semula terdengar sangat ramai, semuanya berubah menjadi hening seketika. Kini hanya tinggal Ling Tian saja yang masih tetap berdiri dengan santai di atas udara sambil memikul Pedang Pelangi di bahunya.


"Monster!" Mu Bai tanpa sadar bergumam pelan.


"Hahaha... Bos memang benar-benar seorang Monster." Huang Fu tertawa sangat gembira.


Sedangkan untuk semua anggota Sekte Ling Tian, mereka menjadi semakin bersemangat melihat pemimpin mereka tersebut sangat kuat dan mampu menanggung beban serta masalah yang datang hanya dengan seorang diri saja tanpa melibatkan yang lainnya.


***

__ADS_1


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.


__ADS_2