Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 144. Meningkatkan Kekuatan


__ADS_3

Jerit kesakitan yang terdengar dari arah Kolam Darah Iblis tersebut mengagetkan Kera Salju. Ia segera bergegas menghampiri Xiaohai dan Xiao Jun dengan wajah yang tampak cemas.


"Mengapa kalian berdua tampak santai saja ketika mendengar jeritan Tuan Muda? Jika kita tak pergi menolongnya, mungkin tubuhnya akan segera dikuasai oleh aura kematian!" Kera Salju berteriak marah pada Xiaohai dan Xiao Jun.


"Kakek Kera Salju, tenanglah! Kamu juga nanti akan terbiasa mendengar jerit kesakitan yang berasal dari mulut Guruku, ketika ia sedang meningkatkan kekuatan tubuhnya. Yang aku tahu, jika Guruku menjerit seperti itu, maka yang dilakukannya adalah sedang menempa seluruh tulangnya," jawab Xiao Jun tenang.


"Ooh... Begitu yah! Aku mengira aura kematian telah menyerang dan mengkorosi tubuhnya, sehingga ia berteriak karena tak mampu lagi menahannya."


"Hmmm... Tunggu dulu! Siapa yang tadi kamu panggil sebagai kakek? Meskipun umurku sekarang sudah lebih dari 2 ribu tahun, namun dalam garis darah keturunanku, aku masih terbilang masih muda," hardik Kera Salju dengan nada sangat tak senang.


"M-maaf, Paman Kera Salju! Aku sungguh tak mengetahuinya," ucap Xiao Jun terbata-bata.


"Apaaa?! Bukankah aku telah mengatakan sebelumnya bahwa diriku ini masih muda! Mengapa kau masih juga memanggilku dengan sebutan paman? Coba perhatikan tampangku ini dengan sebaik-baiknya!"


"Huuhh... Dilihat dari mana pun juga, penampilannya tetap sama saja. Dengan wajah yang penuh bulu-bulu panjang dan berwarna putih seperti itu, semua orang pasti mengira bahwa itu adalah janggut yang sangat lebat," batin Xiao Jun dengan nada mengeluh.


"Mengapa kamu diam saja? Apakah kamu telah menyadarinya setelah melihat tampangku ini? Mulai sekarang, panggil aku dengan sebutan kakak besar." Kera Salju berkata seraya mendengus keras.


Sementara untuk Xiaohai, ia tak menghiraukan apa yang sedang diperbincangkan oleh Kera Salju dan Xiao Jun. Dia sibuk dengan aktivitasnya sendiri, yaitu menyantap daging Serigala Bayangan Bulan sambil menyerap energi Qi yang terkandung di dalamnya.


Di area Kolam Darah Iblis, tubuh Ling Tian bersinar terang dengan cahaya dari Api Ilahi yang selalu melindunginya. Giginya bergeretak menahan sakit yang teramat sangat menyiksa. Jika dia tak mampu lagi menahannya, maka mulutnya secara spontan akan berteriak dengan sekeras-kerasnya.


Saat ini Ling Tian sedang dalam proses menempa tulang-tulangnya. Energi yang sangat kuat dari Kolam Darah Iblis terus-menerus masuk ke dalam tubuhnya dan menghancurkan seluruh tulangnya lalu kemudian memperbaikinya kembali. Proses ini akan terus berulang sampai Ling Tian mencapai tujuannya, yaitu menaikkan kekuatan tulangnya ke tingkat Tulang Naga Bumi.

__ADS_1


Sebelum energi dari kolam tersebut memasuki tubuhnya, Api Ilahi sudah terlebih dahulu memurnikannya. Sehingga, aura kematian yang menyatu pada air Kolam Darah Iblis akan langsung menghilang.


Hari-hari terus berganti. Tak terasa sudah hampir 3 bulan berlalu. Teriakan Ling Tian sesekali akan terdengar menggema di sekitarnya. Kera Salju yang awalnya sangat mencemaskannya, kini akhirnya sudah terbiasa dengan hal itu.


Xiaohai pun telah kembali ke bentuk sejatinya, yaitu Elang Petir Hitam. Untuk menyerap semua energi yang sangat kuat dari inti roh Serigala Bayangan Bulan, itu mengharuskannya kembali ke bentuknya semula.


Sedangkan untuk Xiao Jun, ia terus menyempurnakan teknik pedang kembarnya. Terkadang ia juga meminta petunjuk dengan cara berlatih melawan Kera Salju.


"Kakak besar! Coba terima ini!" seru Xiao Jun langsung menyerang Kera Salju yang sedang berbaring tidur di atas sebuah batu.


Tanpa membuka matanya, Kera Salju mengelak semua serangan yang dilancarkan oleh Xiao Jun dengan sikap yang sangat santai. Seperti orang yang sedang mengigau dalam tidurnya, Kera Salju berkata dengan nada malas, "Hmmm... Rupanya kamu telah menerobos tingkat kultivasimu! Seranganmu juga kini menjadi semakin kuat."


"Apakah Tuan Muda tak mengajarkanmu teknik berteriaknya? Akan sangat menyenangkan jika kamu juga mengetahui teknik tersebut. Sebab, kupingku akan terasa enak dan gatal ketika ia menggunakan teknik itu."


"Ooh... Itu namanya Teknik Auman Naga. Guru tak mengajarkan teknik tersebut padaku karena ia tahu aku takkan sanggup mengolahnya. Lihat saja apa yang telah terjadi pada Guru saat ini. Jika itu aku, mungkin aku telah mati berkali-kali ketika menjalani siksaan seperti yang dialaminya," jawab Xiao Jun sambil terus menyerang Kera Salju.


ROAR


Tiba-tiba suara raungan yang sangat keras terdengar berasal dari area Kolam Darah Iblis. Kera Salju yang semula masih menutup matanya menghadapi serangan dari Xiao Jun, langsung terbelalak dan segera melesat terbang ke udara karena saking sangat terkejut mendengar raungan itu.


"Kekuatan yang berasal dari auman ini telah membuat kupingku berdengung dan terasa sakit. Walaupun jaraknya masih cukup jauh dari tempat ini, namun tekanan yang dihasilkan olehnya membuat tubuhku bergetar," gumam Kera Salju sambil mengernyitkan keningnya.


Xiao Jun yang berada di tanah telah menjatuhkan pedang kembarnya dan segera menutup telinga dengan kedua tangannya. Meskipun ia telah menutup indra pendengaran dengan energi Qi-nya, tapi tetap saja gendang telinganya berdengung sakit.

__ADS_1


Xiaohai juga seketika terbangun dari meditasinya dan langsung menghentikan aktivitasnya dalam menyerap inti roh dari Serigala Bayangan Bulan. Dengan nada menggerutu ia pun berkata pelan, "Sepertinya, kekuatan Bos telah meningkat lagi. Aku lupa menyuruhnya untuk membuatkan Formasi Penyegelan di sekitarku agar proses kultivasiku tak terganggu."


Setelah beberapa saat, area di sekitar hutan tersebut tenang kembali. Xiaohai kemudian menutup semua indranya, lalu melanjutkan berkultivasi tanpa menghiraukan lagi apa yang terjadi di sekitarnya. Xiao Jun pun segera mengambil kedua pedangnya dari tanah lalu memandang ke arah Kera Salju yang masih berdiri di udara.


"Hehehe... Kakak besar! Jika Guru telah menyelesaikan kultivasinya, aku akan memberitahu padanya bahwa kamu ingin sekali mendengarkan Teknik Auman Naga miliknya." Xiao Jun berkata sambil tertawa lirih.


Tiba-tiba Kera Salju langsung muncul tepat dihadapan Xiao Jun dengan wajah cemberut. "Hahaha... Jun, jangan dengarkan apa yang aku ucapkan tadi! Aku hanya sedang bercanda denganmu. Anggap saja aku tak pernah mengatakan hal itu. Ayo, mari lanjutkan latihanmu! Aku akan terus menemanimu berlatih sampai kau puas."


"Jika kakak besar mau mengajarkan aku teknik terkuat dari ras Kera Salju, maka aku akan membungkam mulutku ini," jawab Xiao Jun sambil tersenyum tipis.


"Hmmm... Teknik terkuatku ada banyak. Namun, tak ada yang cocok untuk digunakan oleh kultivator manusia." Kera Salju tertegun sejenak memikirkan beberapa teknik miliknya.


"Aahh! Aku baru ingat! Ada satu teknik yang mungkin cocok untuk digunakan olehmu. Namanya Teknik Salju Pembeku. Tapi ini hanya dugaanku saja karena teknik tersebut bisa digunakan melalui media senjata," lanjut Kera Salju lagi.


"Jika memang begitu, ayo cepat ajari aku, kakak besar!" Xiao Jun berkata dengan nada memelas.


"Aaiihh... Baiklah! Baiklah! Tapi bila tak berhasil, jangan salahkan aku. Sebab, aku juga baru pertama kali mengajarkannya pada manusia. Jika itu tak cocok, berarti teknik ini memang hanya bisa digunakan oleh ras kami sendiri," ucap Kera Salju mencoba menghibur Xiao Jun.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.

__ADS_1


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.


__ADS_2