
Kerutan di wajah Yan Qingshan langsung menyembul keluar ketika melihat Ling Tian yang tiba-tiba muncul di depan pintu gua. Janggut serta cambang lebatnya juga tampak berkedut kencang. Matanya melotot tajam dan mulutnya ternganga lebar seolah tak percaya dengan apa yang sedang disaksikannya saat ini.
“Hehehe ... Qingshan! Tak perlu terkejut seperti itu. Seharusnya kamu sudah terbiasa dengan kecepatan kultivasiku ini!” ungkap Ling Tian seraya tertawa lirih.
“Bu—bukan begitu, Guru! Aku memang sudah agak terbiasa dengan kecepatan kultivasimu. Namun, kali ini aku sangat terkejut dengan penampilanmu yang ....” Yan Qingshan menghentikan kata-katanya sambil menunjuk ke arah tubuh bagian bawah Ling Tian.
“Aahh!” Ling Tian berseru kaget saat mengetahui bahwa saat ini dirinya masih dalam keadaan telanjang.
Seketika itu juga, ia langsung bergegas masuk kembali ke dalam gua untuk mengenakan pakaiannya. Setelah semuanya selesai, ia pun bergerak ke arah salah satu kolam Susu Stalaktit dan hendak memasukkannya ke dalam Cincin Ruang.
“Hmmm ... Aku hampir melupakan Cincin Ruang ini,” gumam Ling Tian dan langsung mengedarkan indra spiritualnya untuk memeriksa Cincin Ruang yang direbutnya dari Hong Cao Yun.
Di dalam Cincin Ruang tersebut terdapat cukup banyak Batu Roh Tingkat Rendah. Jumlahnya ada puluhan juta. Lalu ada juga Batu Roh Tingkat Menengah yang hanya berjumlah sekitar puluhan ribu saja.
Selanjutnya, ada pula beberapa Ramuan Roh, pil serta Harta Pusaka berupa sebuah kapal. Ini hampir mirip dengan kapal yang dimiliki oleh Niu Lang. Hanya saja, kualitas dari kapal Hong Cao Yun lebih tinggi karena itu merupakan Harta Pusaka Tingkat Kaisar, meski tingkatannya masih berada di level rendah.
Ling Tian mengangguk cukup puas melihat semua hal tersebut. Namun, ia merasa ruang di dalam cincin itu masih agak sempit. Sehingga ia segera berinisiatif untuk membuatnya lebih luas lagi.
“Mmm ... Ini sudah cukup!” batin Ling Tian ketika telah selesai memperluas Cincin Ruangnya.
__ADS_1
Kemudian ia pun segera memasukkan salah satu kolam Susu Stalaktit ke dalam Cincin Ruang tersebut dan menyisakan satu kolam lagi untuk Yan Qingshan.
“Hehehe ... Maaf ... Maaf! Aku tadi terlalu bersemangat sehingga lupa mengenakan pakaianku sendiri.” Ling Tian tertawa canggung saat dirinya telah muncul kembali di depan pintu gua. Lalu menambahkan, “Hmmm ... Bagaimana kemajuanmu dalam meramu pil?”
“Hohoho ... Lihatlah, Guru! Aku telah berhasil membuat Pil Awan Bening dengan efektivitas 97 persen.” Yan Qingshan tertawa senang sambil memperlihatkan pil buatannya kepada Ling Tian.
“Yah ... Itu sudah cukup bagus! Sekarang bisa dikatakan bahwa kamu dan guruku merupakan Alkemis terbaik di Benua Langit Tingkat Atas ini.”
“Aaiihh ... Jangan mengejekku, Guru! Kami tidak ada apa-apanya dibandingkan dirimu,” kata Yan Qingshan dengan nada mengeluh.
“Hehehe ... Nanti aku akan menjelaskannya lagi. Mari kita pergi melihat pil hasil buatan guruku terlebih dahulu,” ucap Ling Tian sembari tertawa kecil menanggapi keluhan dari Yan Qingshan.
Keduanya pun menghilang dari tempat mereka dan segera muncul di puncak gunung kediaman Meng Wanlian. Ketika Yan Qingshan dan Ling Tian sampai di sana, mereka melihat Meng Wanlian sedang fokus dalam meramu pilnya.
“Guru! Coba tingkatkan sedikit lagi intensitas dari panas apinya. Tetapi jangan terlalu berlebihan karena dapat membuat bahan-bahannya mencair lebih cepat sebelum kotoran dan racunnya bisa dimurnikan,” seru Ling Tian pelan.
Meng Wanlian tidak menanggapi perkataan Ling Tian karena terlalu fokus dalam proses meramu pilnya. Namun, ia langsung bergerak mengikuti arahan dari muridnya tersebut sesuai dengan petunjuk yang baru saja dikatakannya.
“Yah ... Tetaplah seperti itu! Guru harus benar-benar bersabar sampai batas di mana api tersebut bisa menghilangkan kotoran dari semua bahan. Jangan sekali pun melakukan tindakan terburu-buru dalam proses pemurnian bahannya,” lanjut Ling Tian lagi mengingatkan Meng Wanlian.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, Ling Tian melihat bahwa api Meng Wanlian sudah mencapai batasnya untuk memurnikan semua Ramuan Roh itu. Tapi masih terdapat beberapa titik kotoran dan racun yang menempel di sana.
Tampak butir-butir keringat telah mengalir deras di wajah Meng Wanlian. Kekuatan spiritualnya sudah banyak terkuras. Jika dia terus melanjutkan memurnikan bahannya, ia tidak akan bisa lagi untuk melakukan proses selanjutnya dalam meramu pil.
Inilah kekurangan terbesar bila menggunakan api dari inti Binatang Roh karena sangat menguras kekuatan spiritual. Jika Meng Wanlian ingin membersihkan bahan ramuan pilnya sampai benar-benar menjadi sangat murni, terlebih dahulu ia harus meningkatkan kekuatan spiritualnya.
“Sepertinya api milik Guru hanya bisa memurnikan bahannya sampai di sini saja. Lakukanlah proses selanjutnya, Guru!” tutur Ling Tian cepat.
Meng Wanlian pun segera melanjutkan ke proses pencairan bahan ramuan pilnya. Kemudian ke tahap pembentukan pil. Semuanya juga dia lakukan sesuai arahan dari Ling Tian.
“Hahaha ... Ini adalah Pil Awan Bening dengan efektivitas 97 persen.” Meng Wanlian tertawa senang ketika ia telah selesai meramu pilnya sendiri.
“Hehehe ... Jika kinerja kalian terus berkembang seperti ini, mungkin tidak akan lama lagi pil yang kalian buat juga bisa mencapai efektivitas 98 persen,” ucap Ling Tian sambil tertawa kecil, kemudian berbalik menoleh ke arah Yan Qingshan, “Qingshan, ayo temani aku untuk bermain sejenak. Selama beberapa bulan ini otot-ototku menjadi kaku karena tidak pernah berolahraga.”
“Baik, Guru! Kalau begitu, aku akan menurunkan tingkat kultivasiku ke tahap pertama Bintang Raja,” jawab Yan Qingshan singkat.
Mendengar hal ini, Meng Wanlian akhirnya baru menyadari bahwa tingkat kultivasi milik Ling Tian kini telah berada di tahap pertama Bintang Raja.
“Hmmm ... Aku benar-benar beruntung memiliki murid seorang Monster! Bahkan mungkin aku adalah guru yang paling beruntung di antara semua guru yang pernah ada di dunia ini,” batin Meng Wanlian seraya tersenyum gembira. Menurutnya, belum ada seorang pun kultivator yang bisa menyamai kejeniusan Ling Tian.
__ADS_1
Walau statusnya saat ini adalah guru dari Ling Tian, tetapi ia tidak pernah mengajarkan satu hal pun kepadanya. Bahkan Ling Tian lah yang tampak bertindak seperti guru bagi Meng Wanlian.