Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 189. Kucing Dan Tikus


__ADS_3

Ketika Wen Hao muncul tepat di hadapan peserta kompetisi yang tampak tenang dan tak melarikan diri saat melihatnya datang, ia segera mengayunkan tangannya bermaksud memberikan tamparan keras ke arah wajah peserta itu.


Namun, sebelum tangannya menyentuh wajah peserta kompetisi tersebut, sebuah telapak tangan yang lain sudah terlebih dahulu menempel keras di pipinya.


PLAK


Bunyi tamparan yang cukup keras terdengar di tempat keduanya, diiringi oleh beberapa gigi yang terlempar keluar dari dalam mulut Wen Hao. Wen Hao pun ikut terjungkal dan jatuh terduduk di atas lantai arena.


Kebingungan tampak jelas terlihat dari wajah Wen Hao. Sebelum dirinya tersadar dari keterkejutannya, sebuah tendangan sudah bersarang di dadanya yang membuat tubuh Wen Hao terlempar keluar dari atas arena kompetisi.


"Aarrgghh!" Wen Hao yang telah berada di luar arena berteriak geram penuh kemarahan. Ia merasa tak terima dengan apa yang baru saja terjadi. Itu karena Wen Hao berpikir bahwa dia hanya ceroboh dan belum mengeluarkan seluruh kemampuan bertarungnya, sehingga dirinya dapat dilemparkan dengan mudah dari atas arena.


Wen Hao sangat menyesal karena ia hanya menggunakan tiga puluh persen dari kekuatannya saat melayangkan serangan tamparan ke arah wajah peserta kompetisi tersebut. Kewaspadaannya juga berkurang setelah melihat tingkat kultivasi dari peserta itu hanya berada pada tahap pertama Bintang Berlian.


Hal inilah yang membuat Wen Hao berpikir bahwa dengan tingkat kultivasi yang rendah seperti itu, peserta kompetisi tersebut takkan mampu untuk menghindari serangan yang dilepaskannya. Tetapi semua yang terjadi tak sesuai dengan prediksinya, sehingga membuat dirinya sendiri telah tersingkir dari kompetisi.


Peserta kompetisi yang masih berdiri santai itu sebenarnya adalah Ling Tian. Dia telah mengontrol kekuatannya hingga tak terlalu melukai tubuh Wen Hao. Ling Tian melakukan hal tersebut agar tak menarik perhatian dari semua orang yang melihatnya.


Meski demikian, masih banyak orang yang terkejut dengan kejadian itu. Mereka juga tak menyangka bahwa Wen Hao yang memiliki tingkat kultivasi pada tahap keempat Bintang Berlian telah dikalahkan begitu saja oleh peserta yang tingkat kultivasinya hanya pada tahap pertama Bintang Berlian. Para penonton juga berpikir bahwa Wen Hao terlalu ceroboh karena meremehkan lawannya.


"Hmph ... Sungguh memalukan! Kesempatanmu pada tahun ini untuk memasuki Sekte Kabut Racun telah berakhir karena kecerobohanmu sendiri. Kamu hanya bisa menunggu kesempatan selanjutnya yang akan diadakan pada tahun depan." Seorang pria paruh baya yang muncul di samping Wen Hao berkata dengan nada ketus. "Kembali dan renungkan kesalahan yang telah kamu lakukan hari ini! Itu akan menjadi pelajaran buatmu agar tak pernah lagi meremehkan lawan-lawanmu."

__ADS_1


"Ayah! A-aku ...." ucapan Wen Hao terbata-bata karena dirinya sendiri tak tahu harus berkata apa kepada pria paruh baya yang ada di sebelahnya.


"Hmph!"


Wen Hao hanya mendapatkan dengusan keras dari mulut Ayahnya yang langsung menghilang dari tempat itu. Wen Hao tahu bahwa Ayahnya sangat marah kepadanya dan langsung kembali ke kediaman klan mereka karena tak memiliki wajah lagi untuk tinggal menyaksikan acara kompetisi tersebut sejak dirinya telah dikalahkan dengan cara yang sungguh memalukan.


Dengan mulut yang penuh darah dan tangan yang terkepal erat, Wen Hao pun menghilang dan melesat mengikuti Ayahnya untuk kembali ke klan mereka.


Di atas arena kompetisi, wajah anggota tim Shen Tu jiang sama terkejutnya dengan para peserta yang melarikan diri ketika Wen Hao datang ke arah mereka. Tak ada seorang pun yang mengira bahwa Wen Hao lah yang mengalami kerugian dan terlempar keluar dari dalam arena.


"Inilah akibatnya karena telah meremehkan lawan. Jika saja sejak awal Wen Hao tak berniat bermain-main dengan para sampah itu, sudah pasti dia takkan mengalami hal tersebut," kata gadis bernama Qingxue seraya menunjukkan wajah cemberutnya.


"Aaiihh ... Lupakanlah! Semuanya sudah terjadi dan tak bisa diulang kembali. Biar aku saja yang menghancurkan sampah-sampah itu," ujar salah seorang pemuda yang langsung berjalan keluar dari barisan tim Shen Tu Jiang.


"Mmm ... Baiklah!" Nalan Peng mengangguk tegas. Kemudian melanjutkan, "Yakinlah! Aku akan menghabisi sampah itu secepat mungkin dan segera membersihkan sampah-sampah yang lainnya."


Nalan Peng pun menghilang dari tempatnya dan melesat ke arah Ling Tian menggunakan kecepatan penuhnya. Ketika ia telah berada dekat dengan Ling Tian, Nalan Peng mengayunkan pukulan yang sangat keras. Dia berniat menghancurkan Ling Tian dengan sekali pukul.


Akan tetapi, sebelum tinju Nalan Peng mengenai tubuh Ling Tian, Ling Tian sudah menghilang dari tempatnya dan melesat ke arah para peserta yang sebelumnya telah melarikan diri dari Wen Hao.


"Cuih ... Seperti dugaanku. Wen Hao benar-benar kalah karena melakukan tindakan yang ceroboh. Jika saja dia tak meremehkan sampah itu, pasti dia takkan mengalami kejadian yang memalukan tadi." Nalan Peng meludah ke lantai ketika melihat Ling Tian melarikan diri.

__ADS_1


Menurutnya, itu menunjukkan bahwa kekuatan Ling Tian memang sangat lemah dan hanya beruntung saat dia berhasil membuat Wen Hao terlempar keluar dari atas arena. Walaupun begitu, Nalan Peng juga sangat terkejut melihat Ling Tian yang sanggup menghindari pukulannya ketika ia telah menggunakan kecepatan penuhnya.


"Hmmm ... Sepertinya benar apa yang dikatakan oleh Shen Tu Jiang tadi. Sampah tersebut memang menyembunyikan trik di lengan bajunya. Mungkin sampah itu telah menguasai sebuah teknik gerakan dengan sangat sempurna untuk meningkatkan kecepatan bergeraknya, sehingga dia mampu dan berhasil menghindari pukulanku," gumam Nalan Peng sambil melihat ke arah Ling Tian berlari. "Hmph ... Kalau begitu, mari kita uji seberapa cepat dirimu melarikan diri dari seranganku."


Nalan Peng segera mengejar Ling Tian dengan kecepatan penuhnya lagi. Kali ini dia benar-benar menggunakan seluruh kemampuannya untuk mengunci keberadaan dan pergerakan yang dilakukan oleh Ling Tian.


"Aahh! Mengapa dia berlari ke arah sini?"


"Tak usah bertanya! Ayo, kita juga harus segera berlari untuk menghindar dari kejaran orang tersebut!"


Sementara itu, para peserta lainnya sangat menyesalkan bahwa Ling Tian berlari ke arah mereka. Dengan cepat, mereka pun bergerak dan melesat menjauh dari Ling Tian. Tetapi kecepatan mereka masih sangat lambat sehingga Ling Tian telah berada di depan mereka.


BAM ... BAM ... BAM


"Aaaahhh!"


Di belakang Ling Tian terdengar bunyi ledakan beruntun serta teriakan histeris dari orang-orang yang terkena pukulan Nalan Peng. Para peserta yang menghalangi jalan Nalan Peng ketika ia mengejar Ling Tian segera terkena imbasnya. Beberapa dari mereka langsung terlempar keluar dari atas arena kompetisi.


Ling Tian berpura-pura menampilkan wajah ketakutan dan terus berlari menjauh dari Nalan Peng tanpa menghiraukan apa yang terjadi di belakangnya. Agar muslihatnya terlihat lebih nyata, Ling Tian tak melesat terbang ke udara. Sebab, semua kultivator yang hanya berada pada tahap pertama Bintang Berlian akan cepat menghabiskan energi Qi mereka ketika terbang.


Para peserta lainnya yang masih berada di depan Ling Tian, bergegas melarikan diri ke segala arah agar tak terkena pukulan Nalan Peng. Bahkan ada sebagian dari mereka yang berlari ke arah tempat berlangsungnya pertempuran yang sedang terjadi di atas arena tersebut.

__ADS_1


Kini terlihat jelas oleh semua orang yang menyaksikan kompetisi itu, bahwa Nalan Peng dan Ling Tian tampak seperti sedang bermain kejar-kejaran. Mungkin hal tersebut dapat dikatakan seperti seekor kucing yang sedang mengejar seekor tikus yang akan menjadi mangsanya.


Ling Tian terus berlari mengelilingi arena kompetisi dengan sangat panik dan wajah yang sangat ketakutan. Setiap peserta yang ditemui oleh Nalan Peng ketika mengejar Ling Tian, pasti akan terkapar di atas arena atau langsung terlempar keluar saat mendapatkan pukulan keras darinya.


__ADS_2