Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 132. Terungkap


__ADS_3

Di dalam arena pertarungan, Wu Lihua merasakan tubuhnya semakin melemah. Tangannya juga mulai gemetaran karena sudah tak sanggup lagi mengangkat cambuknya.


Melihat hal tersebut, Chang Ye segera melesat dengan cepat ke arahnya. Dia tidak menggunakan pedangnya melainkan hanya menggunakan tinjunya saja untuk memukul Wu Lihua.


Chang Ye melakukan itu semua karena tak ingin melukai tubuh indah milik Wu Lihua. Sebagai pria yang menyukai keindahan, ia tak akan pernah berniat melakukan hal tersebut.


BAM


"Aaahhh!"


Tetapi sebelum tinjunya menyentuh tubuh Wu Lihua, jerit kesakitan dari mulut Chang Ye sudah terlebih dahulu menggema di dalam arena pertarungan.


Tangannya yang semula terlihat kokoh dan kuat, kini tampak menggelantung tak berdaya. Seluruh tulang pada tangannya tersebut telah patah. Dan semua itu juga terjadi hanya dalam sekejap mata saja.


Sebelumnya, ketika tinju Chang Ye hendak menyentuh tubuh Wu Lihua, tiba-tiba dia merasakan seolah-olah tangannya telah memukul dinding baja yang sangat keras.


Tanpa ada seorangpun yang menyadari, sosok yang terlihat berpenampilan biasa saja telah berada di dalam arena pertarungan untuk melindungi Wu Lihua dengan tubuhnya sendiri.


"Siapa kamu? Mengapa kamu mengganggu jalannya pertarungan ini?" Sebelum wasit dan para hakim lainnya berbicara, Chang Ye sudah terlebih dahulu berteriak ke arah sosok yang berdiri santai di depannya.


Sosok tersebut adalah Ling Tian. Tubuhnya membelakangi Chang Ye dan hanya fokus menyembuhkan Wu Lihua tanpa mempedulikan tatapan terkejut dari semua orang yang melihatnya.


Hanya dalam hitungan 3 detik saja, tubuh Wu Lihua sudah kembali normal seperti sediakala. Api Ilahi dengan sangat cepat telah menghilangkan efek dari Serbuk Pelemah Otot.


"Guru!" sapa Wu Lihua pelan.


"Tenanglah! Semuanya baik-baik saja sekarang," ucap Ling Tian sambil tersenyum tipis.


Kemudian Ling Tian pun melepaskan tangannya dari pundak Wu Lihua, lalu berbalik menghadap ke arah Chang Ye dan berkata, "Kamu telah kalah! Sudah saatnya kamu menepati perjanjian itu dan segera menghancurkan kultivasimu sendiri."


"Omong kosong! Apakah kamu tidak melihatnya dengan matamu sendiri? Semua orang juga ikut menyaksikannya. Jika saja kamu tidak menghalau seranganku, gadis itu mungkin telah terpental jauh karena terkena pukulanku," geram Chang Ye sambil menggeretakkan giginya karena menahan sakit pada tangannya.


"Anak muda! Aku tahu kamu adalah Guru dari peserta yang bernama Wu Lihua. Namun, kamu telah menyalahi aturan karena ikut campur dalam pertarungan ini." Wasit yang memimpin pertarungan tersebut berbicara dengan nada tidak senang.


"Ooh, begitukah? Jika aku tidak datang tepat pada waktunya, mungkin muridku sudah kalah dan akan menjadi istri dari pemuda baj1ngan ini!" keluh Ling Tian sambil menunjuk ke arah Chang Ye.

__ADS_1


"Seharusnya kalian semua bertanya padaku, mengapa aku secara tiba-tiba mengambil tindakan untuk melindungi muridku dari serangannya?"


"Apakah kalian tidak merasakan ada sesuatu yang janggal dan aneh telah terjadi pada pertarungan mereka berdua? Muridku yang sejak awal mendominasi pertarungan ini seketika langsung menjadi lemah tak berdaya."


"Jika dia terkena senjata rahasia dari lawannya, mungkin dia akan berteriak kesakitan saat senjata rahasia tersebut mengenai tubuhnya. Atau bila saja senjata rahasia itu mengandung racun, mungkin tubuhnya yang terkena racun akan segera berwarna kehitaman."


"Namun, semua itu tidak terjadi. Dan juga, mungkin kalian semua telah melupakan satu hal yang dilarang untuk digunakan dalam acara turnamen beladiri ini," lanjut Ling Tian memberikan penjelasan pada sang wasit serta para hakim yang menjadi tim penilai dari pertarungan tersebut.


Mendengar apa yang telah dikatakan oleh Ling Tian, semua orang yang berada di sekitar arena itu tertegun sejenak. Setelah beberapa saat, sang wasit dan para hakim segera bergegas memeriksa tempat terjadinya pertarungan antara Wu Lihua dan Chang Ye.


"Aahh!" Salah seorang hakim langsung terkejut setelah merasakan udara di sekitarnya.


"Hmmm... Ternyata benar, bahwa kita telah melupakan satu hal ini!" ucap hakim lainnya.


"Yaah... Ini adalah Serbuk Pelemah Otot!" kata sang wasit setelah yakin dengan apa yang telah dirasakannya.


"Haaahhh?!"


Semua orang yang berada di sekitar arena tersebut langsung terkejut setelah mendengarkan apa yang baru saja dikatakan oleh sang wasit.


"Ternyata, murid kesayangan dari pemimpin Sekte Bintang Hitam telah melakukan hal memalukan seperti ini!"


"Hmmm... Aku sangat menyesal memasang taruhanku terhadapnya."


"Pemuda yang seperti itu tidak layak dibilang sebagai jenius lagi, melainkan julukan yang pantas untuknya adalah pecundang."


Berbagai komentar dan cemoohan yang ditujukan pada Chang Ye sekaligus Sekte Bintang Hitam mulai terdengar dari mulut para penonton.


Wajah Li Ming yang semula terlihat berseri-seri ketika mengetahui bahwa muridnya akan memenangkan pertarungannya tersebut, langsung berubah merah karena marah. Dia juga tidak menyangka bahwa Serbuk Pelemah Otot yang diberikannya pada Chang Ye akan dapat dideteksi dengan mudah oleh Ling Tian.


Tatapan kebencian dan kemarahan yang sangat kuat telah di arahkan oleh Li Ming kepada Ling Tian.


"Bocah itu telah menggagalkan rencanaku untuk membuat Ye'er menjadi juara pada turnamen beladiri tahun ini," gumam Li Ming dengan nada geram di dalam hatinya.


Sedangkan untuk Ma Hong yang sedari awal duduk di samping Li Ming, hanya menggelengkan kepalanya saja. Dia tahu bahwa masalah ini tidak akan berakhir sampai di sini. Dia juga berpikir bahwa Ling Tian akan terkena imbas dari kemarahan Li Ming.

__ADS_1


Sang wasit yang memimpin pertarungan tersebut segera berbalik menoleh ke arah Chang Ye dan berkata dengan nada tegas, "Kamu telah di diskualifikasi dari pertarungan ini karena sudah menggunakan Serbuk Pelemah Otot. Kultivasimu juga akan dihancurkan sesuai dengan hukum yang berlaku dalam turnamen beladiri ini."


"Tanpa menggunakan hukum perjanjian antara kalian berdua, kultivasimu tetap saja akan dihancurkan karena telah melanggar aturan turnamen," lanjut sang wasit lagi.


"Hahaha... Siapa yang akan berani menghancurkan kultivasi dari muridku?" Li Ming berkata sambil tertawa terbahak-bahak dengan menggunakan energi Qi-nya dan membuat semua orang yang berada di area turnamen beladiri tersebut mendengarnya dengan jelas.


Setelah mengatakan hal itu, Li Ming segera menghilang dari tempat duduknya dan langsung muncul tepat dihadapan Chang Ye.


"Guru!" seru Chang Ye dengan gembira ketika melihat Li Ming telah datang untuk membelanya.


"Tenanglah, Ye'er! Selama Guru ada di sini, tidak akan ada orang yang berani menghancurkan kultivasimu."


Perasaan Chang Ye akhirnya menjadi lega saat mendengar apa yang telah diucapkan oleh Li Ming.


"Pemimpin Li, muridmu telah melanggar aturan dan hukumannya adalah...."


"Ciiihhh... Jadi kenapa jika dia telah melanggar aturan? Apa yang akan kalian perbuat padanya? Apakah kalian berani menghancurkan kultivasinya di depanku?" Sebelum sang wasit melanjutkan kalimatnya, Li Ming segera memotong pembicaraannya dan berkata dengan nada mencibir.


"I-itu...." Sang wasit tidak tahu harus berkata apa lagi dan hanya memandang ke arah para hakim untuk meminta tanggapan mereka.


Para hakim juga hanya diam tanpa bisa melakukan sesuatu. Mereka semua tahu bahwa Li Ming bukanlah lawan yang dapat mereka kalahkan. Sebab, kultivasi Li Ming jauh lebih tinggi dari mereka semua, yaitu pada tahap kelima Bintang Bumi.


"Jika tidak ada di antara kalian yang berbicara, itu berarti kalian telah menyetujui apa yang sudah aku katakan sebelumnya. Kalau begitu, aku akan segera pergi dari tempat ini. Sebab, muridku membutuhkan perawatan karena tulang-tulang pada tangannya telah patah." Li Ming berkata sambil menatap Ling Tian dengan niat membunuh, kemudian berbalik dan berjalan untuk membawa Chang Ye keluar dari dalam arena pertarungan.


"Tunggu dulu!"


Suara tenang dan terdengar santai langsung menghentikan langkah kaki Li Ming.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.

__ADS_1


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.


__ADS_2