
Di luar hutan tersebut, Xiao Jun berlatih dan berkultivasi sambil menunggu kedatangan Ling Tian. Sedangkan untuk Xiaohai, ia hanya berbaring di tanah sambil terus menjaga Xiao Jun.
Sementara di kedalaman hutan, pertarungan Ling Tian dan Serigala Bayangan Bulan berlangsung semakin sengit. Keduanya saling menyerang dan bertahan dengan tekniknya masing-masing. Aura kuat yang mereka keluarkan menyebabkan fluktuasi udara dapat terlihat jelas.
TRANG ... TRANG
Bunyi dari peraduan Pedang Pelangi dan sepasang taring milik Serigala Bayangan Bulan terus terdengar menggema di dalam hutan yang sepi itu.
Teknik Pedang Tanpa Nama yang digunakan oleh Ling Tian terlihat lebih unggul dibandingkan teknik dari Serigala Bayangan Bulan. Dengan begitu, Serigala Bayangan Bulan tampak sedikit kewalahan menghadapinya.
Beberapa kali ia sudah terkena pukulan dan tendangan dari Ling Tian. Tetapi karena memiliki tubuh yang sangat kuat, itu sama sekali tidak terlalu memiliki efek yang besar dan hanya meninggalkan luka yang kecil pada tubuhnya.
Serigala Bayangan Bulan hanya berfokus pada setiap serangan pedang yang dilancarkan oleh Ling Tian. Sebab, ia tahu dengan jelas bahwa pedang di tangan Ling Tian sangat berbahaya karena mampu bersaing dengan sepasang taringnya.
Jika saja tebasan pedang milik Ling Tian mengenai tubuhnya, itu pasti akan membuatnya terluka cukup parah. Maka dari itulah Serigala Bayangan Bulan tak pernah melepaskan kewaspadaannya terhadap serangan pedang tersebut.
Dalam pertarungan itu juga, Serigala Bayangan Bulan terus mencoba mencari titik kelemahan dari Teknik Pedang Tanpa Nama yang digunakan oleh Ling Tian untuk melawannya. Namun, ia tak pernah menemukan sedikitpun celah atau pun kecacatan pada Teknik Pedang Tanpa Nama.
Gerakan yang ditampilkan oleh Ling Tian sangat indah, cepat dan juga sangat kuat. Dia terlihat seperti sedang menari bersama Pedang Pelangi yang ada di tangannya. Niat pedang yang sangat intens membuat auranya terpancar keluar membentuk pedang besar. Sehingga tubuhnya juga tampak terlihat seperti sebuah pedang yang sangat hebat.
Serigala Bayangan Bulan tak mau menyerah meskipun ia tak sanggup menemukan kekurangan dari Teknik Pedang Tanpa Nama. Dengan menggunakan seluruh teknik bawaan dari garis darahnya, ia terus menangkis dan melancarkan serangan balasan terhadap Ling Tian.
Ketika Ling Tian bertahan, ia menggunakan Teknik Pedang Kelembutan. Sehingga setiap serangan yang datang padanya dapat di kembalikan lagi kepada Serigala Bayangan Bulan.
Pertempuran tersebut telah berlangsung selama 10 menit. Kecepatan pergerakan dari keduanya masih tetap seimbang dan belum ada salah satu dari mereka yang terlihat melambat.
Tubuh dari kultivator di Tingkat Bintang Bumi memiliki energi Qi yang cukup banyak dan itu pula yang membuat mereka belum kelelahan meskipun telah bertarung menggunakan kekuatan penuhnya.
SRET
Saat pertarungan tersebut sudah memasuki menit ke 15, tebasan Pedang Pelangi milik Ling Tian tepat mengenai punggung Serigala Bayangan Bulan.
__ADS_1
"Aarrgghh!"
Raungan kesakitan yang bercampur dengan geraman kemarahan terdengar keluar dari mulut Serigala Bayangan Bulan tersebut. Ia dengan cepat bergerak mundur ke belakang untuk menghindari tebasan Pedang Pelangi yang berikutnya.
Melihat kesempatan yang ada di depan matanya, Ling Tian tak ingin sedikitpun menyia-nyiakannya. Dia terus melanjutkan serangannya dengan gerakan yang sangat cepat dan terarah pada titik-titik vital yang berada di bagian tubuh Serigala Bayangan Bulan.
Mendapatkan serangan yang sangat kuat tersebut, Serigala Bayangan Bulan mencoba sebisa mungkin untuk bertahan. Dia tak lagi memiliki kesempatan untuk melancarkan serangan balasan terhadap Ling Tian.
SRET ... SRET
"Aarrgghh!"
Jerit kesakitan terus terdengar menggema di sekitar area hutan itu ketika tubuh Serigala Bayangan Bulan telah berkali-kali terkena tebasan dari Pedang Pelangi. Tubuhnya kini telah di penuhi oleh darahnya yang berwarna hijau. Pergerakannya juga sedikit demi sedikit mulai melambat akibat luka yang dialaminya.
"Jika terus berlangsung seperti ini, cepat atau lambat aku akan mati di tangannya! Aku harus segera melarikan diri dari bocah sialan ini." Serigala Bayangan Bulan membatin sambil terus mencoba menangkis serangan Ling Tian dan juga mencari kesempatan untuk melarikan diri.
Ketika tebasan Pedang Pelangi di arahkan ke kepalanya, dengan gerakan yang sangat cepat pula Serigala Bayangan Bulan langsung menunduk dan melesat ke arah pepohonan.
Dan saat dirinya telah berada lebih dekat dari Serigala Bayangan Bulan tersebut, Ling Tian berseru sambil mengayunkan Pedang Pelangi di tangannya, "Rasakan ini!"
SRET
"Aarrgghh!"
Sekali lagi jerit kesakitan terdengar kembali dari mulut Serigala Bayangan Bulan. Ia mencoba terus terbang menjauh dari Ling Tian, namun kecepatannya semakin menurun akibat banyaknya luka yang terdapat pada tubuhnya.
"Aarrgghh! Jangan memaksaku, bocah! Jika aku harus mati di tanganmu, aku akan membawamu ikut serta untuk bertemu dengan Dewa Kematian," geram Serigala Bayangan Bulan yang terus saja menghindari tebasan Pedang Pelangi sambil memberikan ancaman terhadap Ling Tian.
"Kamu terlalu naif! Apakah aku akan membiarkan kamu melakukannya? Hanya orang bodoh saja yang tak tahu apa yang telah kamu pikirkan!" seru Ling Tian yang terus menerus mengayunkan pedangnya ke arah tubuh Serigala Bayangan Bulan.
Dia tahu dengan jelas apa yang di maksud dari ancaman yang dikatakan oleh Serigala Bayangan Bulan. Itu karena Serigala Bayangan Bulan hendak meledakkan tubuhnya sendiri jika Ling Tian membuatnya semakin terpojok.
__ADS_1
GRRR
"Jika kamu tak memberikan aku pilihan lain, maka mari kita mati bersama!" geram Serigala Bayangan Bulan.
Setelah mengucapkan hal tersebut, tubuh dari Serigala Bayangan Bulan langsung bersinar terang. Auranya tiba-tiba meningkat kembali seperti semula. Energi Qi di dalam inti rohnya mulai berkumpul dengan cepat.
Melihat apa yang terjadi di depan matanya, tanpa menunggu lebih lama lagi Ling Tian segera bergegas dengan kecepatan penuhnya dan menusukkan Pedang Pelangi ke arah jantung Serigala Bayangan Bulan seraya berkata pelan, "Maaf, sudah terlambat!"
"Aarrgghh!"
Jerit kesakitan yang terakhir kalinya dan terdengar menyayat hati itu pun menggelegar di sekitar area hutan tersebut. Cahaya yang berasal dari tubuh Serigala Bayangan Bulan secara perlahan memudar. Energi Qi yang sebagian sudah terkumpul di inti rohnya pun mulai terpencar.
Beberapa saat kemudian, tubuh dari Serigala Bayangan Bulan berhenti bergerak. Dia menghembuskan napas terakhirnya dengan mata melotot marah ke arah Ling Tian.
Melihat hal itu, Ling Tian hanya tersenyum tipis. Lalu ia pun mencabut pedangnya dari tubuh Serigala Bayangan Bulan dan kemudian memasukkannya kembali ke dalam Cincin Ruangnya.
"Hehehe... Sepertinya Xiaohai akan menjadi sangat gembira ketika kultivasinya akan meningkat lagi dengan memakan daging dan inti dari Serigala Bayangan Bulan. Mungkin aku juga harus membuatkannya sebuah senjata dari sepasang taring ini," ucap Ling Tian sambil memandang tubuh Serigala Bayangan Bulan.
"Hmmm... Aku harus cepat ke pusat hutan ini untuk menemukan inti dari Formasi Penyegelan Jiwa."
Ling Tian melambaikan tangannya untuk memasukkan tubuh Serigala Bayangan Bulan ke dalam Cincin Ruangnya dan setelah itu ia pun melesat kembali menuju ke pusat hutan tersebut.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.
__ADS_1