
Setelah menyelesaikan semuanya, Dugu Changfeng kembali ke ruangan di mana Yun Feilong dan Ling Tian berada. Kini, pandangannya terhadap Ling Tian juga telah berubah secara drastis.
Meskipun Yun Feilong belum menjelaskan tentang siapa Ling Tian sebenarnya, namun Dugu Changfeng setidaknya mengerti bahwa karakter orang seperti Ling Tian pasti memiliki latar belakang yang sangat luar biasa.
Dugu Changfeng juga berpikir, jika saja ia bisa bekerja sama dengan Ling Tian, maka dapat dipastikan bahwa wilayah bisnis Asosiasi Harta Kuno akan menjadi semakin meluas dan bahkan mungkin bisa sampai ke wilayah Ibukota kekaisaran.
"Silakan diambil, Tuan Muda! Ini semua adalah uang dari hasil penjualan teknik beladiri milikmu," ucap Dugu Changfeng sambil memberikan sebuah Cincin Ruang pada Ling Tian.
"Terima kasih!"
Ling Tian mengambil Cincin Ruang itu lalu memeriksanya. Tetapi, wajahnya langsung berubah keheranan karena uang yang ada di dalam Cincin Ruang tersebut masih utuh dengan jumlah 65 miliar koin emas.
"Hmmm... Bukannya uang di dalam Cincin Ruang ini seharusnya berkurang karena telah dipotong pajak penjualan oleh Asosiasi Harta Kuno?"
"Yaah... Itu memang benar bahwa setiap barang yang dijual di pelelangan akan mendapatkan potongan pajak sebesar 5%. Namun khusus untuk Tuan Muda, Asosiasi kami takkan mengambilnya sepeser pun dari hasil penjualan tersebut," jawab Dugu Changfeng sambil tersenyum.
"Mmm... Kalau begitu, aku ucapkan terima kasih lagi, Tuan!" ucap Ling Tian dengan menganggukkan kepalanya.
"Aahh! Jangan memanggilku dengan sebutan 'Tuan'! Sebab, itu akan terdengar sangat formal. Aku adalah teman dekat dari ketua Yun. Jadi, Tuan Muda bisa memanggilku sama seperti panggilan pada ketua Yun juga, yaitu dengan sebutan 'saudara'."
"Huuhh... Satu lagi seorang kakek tua yang ingin dipanggil sebagai saudara olehku," batin Ling Tian dengan nada mengeluh.
"Baiklah! Kalau begitu, aku akan memanggilmu sebagai saudara Dugu," jawab Ling Tian pelan.
"Nah, seperti itu akan terdengar lebih baik, Tuan Muda!"
"Hmmm... Bolehkah aku bertanya, saudara Dugu? Apakah ada Rumput Roh Bintang pada acara pelelangan hari ini?"
"Tidak ada, Tuan Muda! Sejak 5 tahun yang lalu, aku tak pernah lagi melihat Rumput Roh Bintang selain yang ada pada ketua Yun."
"Huufftt... Ternyata aku tak bisa menemukan Rumput Roh Bintang di acara pelelangan ini," batin Ling Tian seraya menghela napas panjang saat mendengar apa yang dikatakan oleh Dugu Changfeng.
Di atas panggung, Ning'er kembali melanjutkan memimpin acara pelelangan. Benda-barang yang di lelang selanjutnya tak ada yang menarik perhatian Ling Tian. Beberapa Ramuan Roh serta material untuk menempa senjata Pusaka, semuanya dibeli oleh Yun Feilong.
"Baiklah! Kita lanjutkan lagi acara pelelangan ini. Barang berikutnya adalah Buah Roh Spiritual berumur 5000 tahun. Buah ini cukup langka dan jumlahnya hanya ada 3 buah. Kami akan melelang semuanya sekaligus."
"Sebagai seorang kultivator, kalian semua pasti mengetahui kegunaannya. Fungsi dari Buah Roh Spiritual dapat meningkatkan kekuatan jiwa serta indra spiritual para kultivator yang memakannya. Namun, ini hanya memiliki efek sekali saja."
"Jika kalian memakannya untuk kedua kalinya, Buah Roh Spiritual tersebut hanya akan menjadi seperti buah yang biasa saja dan takkan memiliki efek untuk meningkatkan kekuatan spiritual kalian lagi."
"Harga awal untuk ketiga Buah Roh Spiritual ini adalah sebanyak 1 miliar koin emas. Setiap penawarannya akan memiliki kelipatan 50 juta koin emas."
__ADS_1
Mendengar hal tersebut, Xiao Jun segera menoleh ke arah Ling Tian dengan tatapan seolah-olah sedang memohon padanya.
"Aaiihh... Tak perlu melihatku seperti itu, Jun! Meskipun kamu tak mengatakannya, Gurumu yang tampan ini pasti akan membelikannya untukmu."
Wajah Xiao Jun langsung bersemangat ketika mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Ling Tian. Bila ia memakan Buah Roh Spiritual, kekuatan jiwa serta indra spiritualnya juga akan semakin meningkat.
"1,1 miliar...."
"1,2 miliar...."
"1,3 miliar...."
Para tamu sudah mulai bersaing meneriakkan tawaran mereka. Beberapa klan dan Sekte besar pun sudah ikut memperebutkannya juga. Sebab, dengan 3 Buah Roh Spiritual tersebut, itu berarti akan dapat meningkatkan kekuatan spiritual pada tiga orang anggota klan ataupun anggota Sekte mereka masing-masing.
Hanya dalam waktu singkat, harga ketiga Buah Roh Spiritual telah menjadi 3,5 miliar koin emas.
"Ayah! Kamu harus mendapatkan buah itu untukku serta untuk Liang'er juga!" Di dalam ruangan khusus bagi klan Zhuge, Zhuge Liuyun yang juga ikut dalam acara pelelangan tersebut berkata pada ayahnya yaitu Zhuge Changlai dengan nada memohon.
"Tenanglah, Yun'er! Ayah pasti akan berusaha untuk mendapatkannya karena Ayah juga membutuhkan buah itu."
"Terima kasih, Ayah!" Zhuge Liuyun tersenyum senang mendengar jawaban dari Zhuge Changlai.
"3,7 miliar...."
"3,9 miliar...."
"Kami dari klan Han akan memberikan penawaran 4 miliar!"
"Klan Jiu kami akan menaikkan tawarannya menjadi 4,1 miliar!"
"Sekte Gunung Kembar kami juga akan memberikan harga 4,3 miliar!"
"Kami dari Sekte Tulang Abadi akan menawarkan 4,5 miliar!"
"Klan Zhuge kami menawarkan 5 miliar!
Persaingan untuk mendapatkan Buah Roh Spiritual terus berlangsung dengan sengit. Suasana di dalam aula jadi memanas kembali karena masih banyak orang-orang yang belum mau menyerah meneriakkan penawaran mereka.
"10 miliar!" Ling Tian yang mulai merasa bosan, langsung menaikkan harga penawarannya.
"Ciihh... Suara pemuda ini lagi! Apa hubungannya dengan ketua Yun Feilong sehingga ia bisa berada dalam ruangan yang sama dengannya?" Pemimpin Sekte Tulang Abadi berkata dengan nada kesal.
__ADS_1
"Mungkin pemuda itu adalah murid dari ketua Yun Feilong!" jawab salah seorang tetua dari Sekte Tulang Abadi.
"Hmph... Kita bisa menyerah kalah pada Buah Roh Spiritual ini karena memandang reputasi dari ketua Yun Feilong. Tetapi, kita harus merebut Buah Roh Petir yang ada padanya. Sebab itu sangat penting untuk meningkatkan kekuatan tubuhku."
Sementara di dalam ruangannya, Zhuge Changlai mengepalkan tinjunya erat-erat ketika mendengar Ling Tian menyebutkan nilai penawarannya.
"Ayah! Ini...."
Zhuge Changlai segera mengangkat tangannya untuk menghentikan perkataan Zhuge Liuyun. Giginya terdengar bergeretak serta wajahnya pun telah berubah menjadi merah karena menahan amarahnya.
Seperti halnya pemimpin Sekte Tulang Abadi, Zhuge Changlai juga mengetahui bahwa Yun Feilong dan Ling Tian berada dalam ruangan yang sama. Karena ketika Yun Feilong meneriakkan penawarannya untuk membeli beberapa Ramuan Roh serta material bahan menempa senjata, suaranya pun terdengar berasal dari ruangan tempat Ling Tian berada.
"Patriark! Mata-mata kita sebelumnya telah mengatakan, bahwa pemuda yang melukai anggota klan kita serta Tuan Muda kedua terlihat bersama ketua Yun Feilong saat memasuki aula pelelangan."
"Hmmm... Mungkinkah pemuda yang baru saja meneriakkan penawarannya adalah pemuda tersebut?" tanya Zhuge Changlai.
"Jika bukan pemuda itu, mungkin pemuda yang satunya lagi, patriark! Sebab, di antara rombongan ketua Yun Feilong, hanya dua orang pemuda saja yang bersamanya. Sedangkan sisanya lagi adalah para tetua dari Asosiasi Alkemis."
Zhuge Changlai terlihat berpikir keras saat mendengarkan penjelasan dari tetua klannya. Bila ia bertindak gegabah, itu hanya akan membuat klannya menyinggung perasaan Yun Feilong.
Meskipun klan Zhuge tak takut jika harus bertarung dengan Yun Feilong atau dengan para anggota Asosiasi Alkemis, tapi ia harus berhati-hati karena klannya juga membutuhkan pil buatan mereka.
"Ciihh... Kita harus terus menyelediki setiap pergerakan yang dilakukan oleh kedua pemuda tersebut. Jika saja ada peluang, kita harus segera bertindak secara sembunyi-sembunyi agar Asosiasi Alkemis tak sampai mengetahuinya!"
"Baik, patriark!"
Melihat situasi aula berubah menjadi canggung, Ning'er dengan cepat berkata, "Karena sudah tak ada lagi yang hendak melakukan penawaran pada ketiga Buah Roh Spiritual ini, maka aku akan mulai menghitungnya."
"10 miliar, pertama!"
"10 miliar, kedua!"
"10 miliar, ketiga! Terjual! Ketiga Buah Roh Spiritual ini telah dimenangkan oleh Tuan pada ruangan nomor 8."
"Hmph... Kita biarkan saja dulu pemuda sombong tersebut memegang Buah Roh itu. Saat lelang ini berakhir, kita akan segera merebut Buah Roh tersebut dari tangannya." Pemimpin Sekte Tulang Abadi mendengus geram.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.
__ADS_1
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.