
"Aahh.. Di mana ini..?"
Ling Tian yang telah terbangun dari kelelahannya karena kekuatan spiritualnya telah habis, tampak bingung. Sebab dia kini sedang terbaring dalam ruangan yang cukup besar.
Dia kemudian bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan keluar dari ruangan tersebut.
"Tian'er ternyata kamu sudah bangun."
Ling Tian berbalik ke arah suara yang berbicara kepadanya dan melihat itu adalah Kakaknya beserta kedua orang tuanya dan juga Lin Yue.
Ling Han segera berlari ke arahnya dan kemudian memukul dadanya.
Saat tinju Ling Han mengenainya, Ling Tian segera terpental sejauh 20 meter. Melihat itu, Ayah dan Ibunya akan berlari tetapi segera di tahan oleh Lin Yue lalu berkata.. "Paman.. Bibi..! Biarkan saja.. dia itu hanya pura-pura."
Mendengar ucapan Lin Yue itu, Ling Han yang telah bersiap untuk pergi memeriksa keadaan Ling Tian, langsung berhenti dan berteriak kepada Ling Tian.. "Kamu telah mengerjaiku anak nakal..!"
"Hahahaha.."
"Sudah lama aku tidak melihat wajah panikmu itu Kakak.." Kata Ling Tian sambil tertawa terbahak-bahak.
"Huuhh..! Aku baru sadar kalau sekarang kamu lebih kuat dari aku." Ling Han mendengus kesal.
Kultivasi Ling Han telah kembali seperti semula tetapi dia hanya pada tingkat keempat Bintang Perak. Walaupun dia termasuk salah satu jenius, tapi dia kekurangan sumber daya yang membuat kultivasinya sulit untuk meningkat.
Klan Ling hanyalah Klan kecil seperti tiga Klan yang telah di musnahkan oleh Ling Tian, sumber daya yang mereka hasilkan juga sangat terbatas.
Kultivasi Patriark Klan Ling juga hanya pada tahap kedua Bintang Emas dan itu pun menjadi tingkat kultivasi tertinggi di kota kecil seperti kota Daun Wangi. Sedangkan untuk kultivasi Patriark tiga Klan yang telah di musnahkan oleh Ling Tian itu hanya pada tahap pertama Bintang Emas, sehingga mereka bergabung untuk menghancurkan Klan Ling.
"Kakak..! Apakah kamu akan mengikuti Turnamen di kota Bulan Biru..?" Ling Tian berjalan ke arah Ling Han dan bertanya.
"Aku sangat ingin mengikutinya, karena itu dapat menambah pengalamanku saat bertarung dengan kultivator-kultivator kuat dari berbagai wilayah. Tetapi kultivasiku telah tertinggal jauh dari kultivator lainnya." Nada Ling Han terdengar sangat sedih.
"Tenanglah Kakak..! Adikmu yang sangat tampan ini ada di sini."
"Apakah kamu tidak akan mengikuti Turnamen itu juga..?"
__ADS_1
"Aku malas mengikuti hal seperti. Aku lebih suka jadi penonton saja."
"Besok aku akan menaikkan kultivasimu dan melatihmu dengan sangat keras." Ucap Ling Tian lagi.
Ling Han hanya bisa menghela nafas panjang mendengar perkataan Ling Tian. Dulu dia yang selalu melindungi Ling Tian, tapi sekarang malah sebaliknya.
Ling Tian berbalik ke arah Ayahnya dan berkata.. "Apakah kakimu terasa baik-baik saja Ayah..?"
"Aku merasakan kakiku lebih baik dan lebih kuat dari yang sebelumnya." Ling Sheng menendang ke udara, memperlihatkannya kepada Ling Tian.
"Baguslah jika Ayah menyukainya. Ayah juga harus segera berkultivasi lagi agar lebih kuat, supaya kejadian itu tidak terjadi lagi."
Ling Tian telah berniat untuk menaikkan tingkat kultivasi keluarganya, agar dia tidak khawatir lagi jika dia tidak ada di sini.
Kemudian Ling Tian berbalik ke arah Ibunya dan akan berkata sesuatu, tetapi dia melihat sebuah kalung yang sangat indah melingkar di lehernya.
"Kalung Ibu sangat indah. Kapan Ibu membelinya..?" Ling Tian merasa heran, karena dia tahu keuangan keluarganya yang dulu tidak akan sanggup membeli perhiasan mewah seperti itu.
"Ooo.. Ini pemberian dari Yue'er." Kata Ling An senang.
"Aahh.. Aku hampir lupa..! Aku juga telah membawakan oleh-oleh untuk Ayah dan Ibu." Ling Tian segera berjalan ke arah mereka dan mengeluarkan pakaian yang dia beli untuk Ayah dan Ibunya.
"Hmmmm.. Mengapa pakaian untukku terlihat biasa saja, sedangkan untuk Ibumu sangat bagus sekali." Protes Ling Sheng.
"Aahh.. Itu karena aku sendiri yang memilihnya dan menurutku itu sangat cocok untuk Ayah." Jawab Ling Tian canggung.
"Waaahh.. ini sungguh indah Tian'er, apakah kamu juga yang memilihkan untuk Ibu..?" Tanya Ling An yang terus melihat-lihat kelima pakaian itu.
"Ooo.. Kalau untuk pakaian Ibu, itu temanku yang memilihkannya."
"Apakah temanmu itu seorang wanita..?" Lin Yue segera menatap menyelidik dengan menggunakan insting kewanitaannya pada Ling Tian.
"Itu benar..! Karena aku tidak tahu tentang pakaian wanita, aku memintanya untuk membantuku memilihkan pakaian untuk Ibu." Jawab Ling Tian santai.
"Siapa..?" Tanya Lin Yue lagi yang mulai mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Namanya Su Mei yang katanya kecantikan Nomor Satu di kota Bulan Biru, kamu pasti mengenalnya." Kata Ling Tian yang masih santai seperti tidak terjadi apa-apa.
Setelah mendengar itu, kini terlihat jelas kemarahan dari wajah Lin Yue, dia seperti akan memakan Ling Tian.
"Apa yang terjadi padamu..?" Tanya Ling Tian yang terkejut melihat perubahan dari ekspresi Lin Yue.
Lin Yue tidak menjawab pertanyaannya, dia malah terus menatap tajam kepada Ling Tian.
Ling An yang merasa atmosfer di sekitarnya mulai berubah, segera tahu bahwa Lin Yue sedang cemburu. Dia segera memasukkan semua pakaian tersebut ke dalam Cincin Ruangnya yang hanya seluas 2 meter itu.
Kemudian Ling An berusaha untuk mencairkan suasana tersebut dan berkata sambil memegang kalung pemberian Lin Yue.. "Hmmmm.. Kalung dari Yue'er masih yang terbaik di antara semuanya."
Lin Yue segera merasa sedikit tenang mendengar ucapan dari Ling An.
Ling Tian yang masih belum tahu apa yang sedang terjadi, mengangkat tangannya dan mengacak-acak rambut Lin Yue kemudian berkata.. "Yaa.. Itu memang benar..! Yue'erku memang yang terbaik."
Ling Tian tidak mengerti bahwa dengan perlakuannya seperti itu, dan dengan kalimat sederhana yang dia ucapkan, telah membuat Lin Yue segera memerah dan mulai menunduk memainkan jarinya.
Ling Han dan Ling Sheng yang sedari tadi melihat semua itu, hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala mereka.
Mungkin kultivasi dari Monster ini sangat tinggi, tetapi dengan urusan yang beginian, dia masih tertinggal jauh di belakang.
Ling Tian pun menoleh ke arah Ling Han, lalu mengeluarkan pedang berwarna merah dari Cincin Ruangnya dan melemparkannya kepada Ling Han.
"Kakak.. ! Itu untukmu.."
Ling Han segera menangkap pedang itu dan merasakan aura yang kuat dari pedang tersebut. Itu adalah pedang pusaka Klan Ji, Pedang Haus Darah.
Ling Han pun sangat gembira menerima pedang tersebut, dia mengira Ling Tian tidak membawa oleh-oleh untuknya. Tapi ternyata di antara semua, pedang itulah yang terbaik dari apa yang telah di bawa oleh Ling Tian
"Besok.. Semuanya akan mulai berlatih dengan sangat keras. Aku juga akan memberikan beberapa teknik kepada Patriark, agar Klan kita bisa menjadi semakin kuat." Ucap Ling Tian sambil menyunggingkan senyum khasnya.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
__ADS_1