
Melihat tingkah Ling Tian yang tetap saja meremehkan mereka, ketiga tetua klan Zhuge menjadi kalap dan segera menyerangnya dengan sangat ganas. Senjata mereka bertiga di arahkan ke seluruh bagian tubuh Ling Tian untuk mengunci setiap pergerakannya.
Ketika mendapatkan serangan yang ganas seperti itu, Ling Tian hanya bergerak dengan santai untuk menghindarinya. Pergerakan yang ditampilkannya pun terlihat asal-asalan saja. Meski demikian, tak ada senjata dari ketiga tetua klan Zhuge tersebut yang bisa menyentuh pakaiannya.
Desiran angin terdengar saat senjata mereka bertiga terus menari di sekitar tubuh Ling Tian. Fluktuasi udara yang diakibatkan oleh energi Qi yang terpancar dari ketiga senjata itu pun dapat terlihat dengan cukup jelas.
"Hmmm ... Kecepatan dari gerakan yang ditampilkan oleh bocah ini sama dengan kecepatanku. Apakah kultivasinya juga sudah berada di tahap keenam Bintang Bumi?" batin Zhuge Changlai seraya mengerutkan alisnya.
"Seharusnya ia tetap kewalahan menghadapi serangan yang dilancarkan oleh ketiga tetua klanku tersebut, meski tingkat kultivasinya berada di tahap keenam Bintang Bumi. Namun, bocah ini masih tetap terlihat santai seolah-olah semua serangan yang tertuju padanya hanyalah serangan biasa saja."
Zhuge Changlai terus mengamati pertarungan itu sambil mencoba mengukur tingkat kekuatan Ling Tian. Ia juga berpikir, jika seandainya ia yang melawan ketiga tetua itu, mungkin saat ini dirinya akan sedikit mengalami kesulitan saat menghadapi mereka.
Namun berbeda dengan pemikiran orang-orang Sekte Tulang Abadi dan juga Sekte Tangan Baja. Kekuatan mereka jauh lebih tinggi dibandingkan dengan orang-orang dari klan Zhuge.
Sebab, walaupun tetua sekte mereka memiliki tingkat kultivasi yang sama dengan para tetua klan Zhuge, tetapi karena mereka mengolah teknik penguatan tubuh, maka kemampuan mereka juga lebih di atas dari para kultivator yang hanya mengolah teknik kultivasi biasa.
Taman tempat pertarungan itu sudah tampak porak-poranda. Beberapa kultivator yang lewat di tempat tersebut segera menyingkir dan hanya memperhatikan pertempuran mereka dari jarak jauh, karena takut bila ikut terlibat di dalamnya.
"Mungkinkah aku harus membantu mereka bertiga, ataukah sebaiknya aku meminta bantuan dari salah satu Sekte itu?" Zhuge Changlai termenung memikirkan langkah yang harus ia ambil ketika melihat bahwa ketiga tetua klannya masih belum bisa sedikitpun melukai Ling Tian.
Setelah berpikir sejenak, Zhuge Changlai segera menghilang dari tempatnya dan seketika muncul tepat di depan Formasi Pelindung. Mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Zhuge Changlai, Ling Tian hanya menggelengkan kepala sambil terus mengelak setiap serangan yang datang padanya.
BAM
Bunyi yang cukup keras terdengar ketika tinju Zhuge Changlai bertemu dengan Formasi Pelindung buatan Ling Tian. Tetapi, Formasi Pelindung itu tak bergeming sedikitpun dan bahkan memberikan serangan balik terhadap Zhuge Changlai.
__ADS_1
BAM ... BAM
Zhuge Changlai terus mencoba untuk menghancurkan Formasi Pelindung tersebut. Namun, hasilnya masih tetap sama saja meski ia telah melepaskan serangan dengan menggunakan kekuatan penuhnya.
Orang-orang dari Sekte Tulang Abadi dan Sekte Tangan Baja sangat terkejut ketika melihat bahwa Formasi Pelindung itu benar-benar sangat kuat seperti apa yang telah dikatakan oleh Ling Tian sebelumnya. Kedua pemimpin Sekte itu bahkan tak yakin lagi untuk dapat menghancurkan formasi tersebut, meski kemampuan mereka sedikit lebih kuat dari Zhuge Changlai.
"Aaiihh ... Benar-benar katak di dalam sumur!" gumam Ling Tian pelan, lalu bergerak sangat cepat dan melepaskan pukulan santai ke arah tiga tetua klan Zhuge.
BOOM ... BOOM ... BOOM
Suara ledakan beruntun terdengar saat tubuh ketiga tetua klan Zhuge berubah menjadi bubur daging bersamaan dengan kabut darah yang tersebar di udara. Sembari menyunggingkan senyum khasnya, Ling Tian melambaikan tangan untuk mengambil ketiga Cincin Ruang milik para tetua klan Zhuge tersebut.
Wajah Zhuge Changlai berubah sangat merah karena menahan amarahnya ketika melihat apa yang telah terjadi di depan matanya. Giginya bergeretak dan tinjunya terkepal erat.
Ia ingin sekali untuk langsung menyerang dan membunuh Ling Tian. Tetapi, ia juga tahu bahwa hal itu takkan mudah dilakukannya setelah ia mengamati setiap pergerakan Ling Tian saat bertarung dengan ketiga tetua klannya.
***
"Sepertinya pemimpin Sektemu itu sangat kuat, ketua Yun! Sudah empat aura kehidupan yang menghilang ketika bertarung dengannya dan semua aura tersebut memiliki tingkat kultivasi di tahap kelima Bintang Bumi." ujar Dugu Changfeng yang juga ikut memantau situasi pertarungan Ling Tian dengan menggunakan indra spiritualnya.
"Benar-benar Monster! Di usianya yang masih sangat muda ia sudah memiliki kekuatan yang sangat hebat. Kira-kira tingkat kultivasinya telah berada di tahap ke berapa, ketua Yun?" lanjut Dugu Changfeng lagi.
"Aku pun tak tahu, ketua Dugu! Aku tak bisa melihat tingkat kultivasinya meskipun sudah berkali-kali aku mencoba untuk memeriksanya. Sebenarnya aku ingin bertanya padanya karena aku sangat penasaran. Namun, aku takut itu akan membuat pemimpin Sekteku marah."
"Mari kita terus memantau keadaannya, ketua Yun! Jika pemimpin Sektemu dalam bahaya, kita harus segera bertindak untuk menolongnya."
__ADS_1
Orang-orang di dalam Kota Primordial pun merasakan ada pertempuran yang terjadi di taman itu. Beberapa kultivator tingkat tinggi sudah melesat ke langit karena penasaran ingin mengetahui siapa yang sedang bertarung. Tapi mereka tetap menjaga jarak dan hanya ingin menyaksikan pertarungan tersebut dari kejauhan.
"Hehehe ... Para kakek tua ini tetap saja mengkhawatirkan aku," batin Ling Tian yang sedari awal merasakan bahwa indra spiritual Yun Feilong dan yang lain terus memantau keadaannya.
"Ayo! Siapa lagi selanjutnya yang ingin bermain denganku?" tanya Ling Tian sambil tersenyum kecil.
Mendengar pertanyaan Ling Tian tersebut, Zhuge Changlai segera memandang ke arah orang-orang dari Sekte Tulang Abadi serta Sekte Tangan Baja.
"Hmmm ... Jika patriark klan Zhuge belum ingin bergerak, biarkan para tetua Sekteku yang berurusan dengan bocah itu! Aku juga ingin melihat sampai di mana kekuatannya!" Pemimpin Sekte Tangan Baja berinisiatif terlebih dahulu untuk menanggapi tatapan dari Zhuge Changlai.
"Hmph ... Aku bukanlah orang yang bodoh, pemimpin Zhao! Aku tahu apa yang ada di dalam pikiranmu. Para tetua Sektemu akan merebut Buah Roh dari tangan bocah tersebut ketika kalian berhasil membunuhnya, kemudian mengklaim bahwa Buah Roh itu sudah menjadi milik kalian." Pemimpin Sekte Tulang Abadi berkata sambil mendengus ke arah orang-orang Sekte Tangan Baja.
"Jika begitu, aku juga akan menyuruh para tetua Sekteku untuk menyerang bocah tersebut! Mari kita lihat, siapa di antara mereka yang berhasil mendapatkan Buah Roh dari tangan bocah itu!" lanjutnya lagi.
"Ciihh ... Begitukah? Kamu kira aku takut untuk bersaing denganmu, pemimpin Xu?! Mari kita buktikan! Kamu pasti akan menyesal pada akhirnya ketika kami berhasil mendapatkan Buah Roh tersebut." balas pemimpin Sekte Tangan Baja dengan nada mencibir.
Nama sebenarnya dari pemimpin Sekte Tulang Abadi adalah Xu Dong. Sedangkan untuk nama pemimpin Sekte Tangan Baja adalah Zhao Baofeng. Sejak dulu keduanya sering bersaing untuk mendapatkan hal-hal yang mereka inginkan. Dan keduanya juga sangat terkenal di Kota Primordial sebagai rival karena memiliki kekuatan yang seimbang.
"Hehehe ... Mengapa tak sekaligus saja kalian semuanya maju secara bersama-sama? Mungkin dengan begitu kalian semua bisa tahu, bahwa tak ada seorangpun di antara kalian yang bisa mengambil Buah Roh tersebut dariku," ucap Ling Tian seraya mengangkat bahunya.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.
__ADS_1
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.