Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 300. Memberikan Teknik Bela Diri


__ADS_3

Setelah menyelesaikan semuanya, Ling Tian pun berkata dengan nada acuh tak acuh, “Ayo kita kembali! Aku juga ingin meningkatkan kultivasi milik teman-temanku.”


Dengan cepat, Yan Qingshan langsung membawa Ling Tian kembali ke puncak gunung milik Meng Wanlian. Sementara yang lainnya juga bergegas menyusul mereka.


Begitu sampai, Ling Tian segera memanggil keempat sahabatnya itu keluar dari tempat pengasingannya masing-masing. Kemudian satu per satu kultivasi milik mereka mulai ditingkatkan oleh Ling Tian hingga naik ke tahap ketiga Bintang Langit.


Hanya kurang dari setahun saja, tingkat kultivasi para sahabat Ling Tian telah meningkat dari tahap kesembilan Bintang Bumi sampai ke tahap ketiga Bintang Langit.


Jika hal ini diketahui oleh semua murid Sekte Cahaya Matahari, mereka pasti akan langsung bersujud di bawah telapak kaki Ling Tian demi memohon kultivasinya untuk ditingkatkan juga. Bahkan seluruh kultivator di Benua Langit Tingkat Atas takkan segan-segan untuk melakukan hal tersebut.


“Qingshan! Sebagai gurumu, sudah saatnya aku memberikan sesuatu yang cukup penting terhadapmu,” ucap Ling Tian ketika selesai meningkatkan kultivasi milik teman-temannya. “Tapi terlebih dahulu, peragakanlah teknik bela diri terkuat yang kamu gunakan.”


Yan Qingshan tampak sangat bersemangat setelah mendengar perkataan Ling Tian. Baru kali ini dia mendengar bahwa gurunya itu ingin memberikan sesuatu yang cukup penting kepadanya.


Sejak awal bertemu dengan Ling Tian, belum pernah sekali pun gurunya tersebut mengatakan hal seperti itu. Padahal menurut Yan Qingshan, pengetahuan tentang meramu pil yang diajarkan oleh Ling Tian sudah merupakan hal yang sangat penting baginya.


“Baik, Guru!” sahut Yan Qingshan singkat.


Tanpa menunda lebih lama lagi, ia bergegas mengeluarkan pedang besar dan berat dari Cincin Ruangnya. Bentuk pedang itu seperti pisau pemotong daging. Ukuran panjangnya mencapai tiga meter. Sedangkan lebarnya mencapai satu menter.


Yan Qingshan pun mulai memperagakan teknik bela diri terkuatnya di depan semua orang dengan tidak menggunakan energi Qi-nya. Meski begitu, Ling Tian masih bisa merasakan kekuatan yang cukup hebat dari setiap tebasan pedang yang ditunjukkan oleh Yan Qingshan.

__ADS_1


“Guru! Apakah ada yang salah?” tanya Yan Qingshan dengan nada keheranan, saat melihat Ling Tian yang sedang termenung seraya menampilkan raut wajah yang tampak masam.


“Fiiuuhh ... Aku hanya mengingat sebuah janji yang belum bisa aku tepati pada seseorang!” jawab Ling Tian sembari menghela napas berat, kemudian melanjutkan, “Kemarilah! Aku akan memberikan teknik bela diri yang sangat cocok bagi para pengguna pedang besar dan berat sepertimu. Walaupun teknik yang kamu peragakan sebelumnya adalah Teknik Bela Diri Tingkat Kaisar, tetapi masih sangat banyak kekurangan dan kelemahan yang terdapat di dalamnya.”


Yan Qingshan dan yang lainnya langsung terkejut mendengar pernyataan dari Ling Tian. Mereka tak menyangka bahwa Ling Tian dapat dengan mudah menentukan tingkat dari teknik bela diri yang baru saja ditampilkan oleh Yan Qingshan, meski itu hanya dengan melihatnya sekali saja. Tanpa basa-basi lagi, Yan Qingshan pun bergegas maju menuruti perintah gurunya tersebut.


Ling Tian juga segera mengulurkan jari telunjuknya ke dahi Yan Qingshan, untuk mengirimkan informasi tentang teknik bela diri yang akan diberikannya. Karena tingkat kultivasinya sudah cukup tinggi, ia tidak perlu lagi menuliskan teknik bela diri itu pada sebuah kertas.


Merasakan sebuah pengetahuan tentang teknik bela diri sedang mengalir di kepalanya, Yan Qingshan pun langsung menutup mata untuk menyerap semua informasi yang terkandung di dalam teknik bela diri tersebut.


Begitu semuanya telah selesai, seketika itu juga mata Yan Qingshan terbelalak kaget. Mulutnya terbuka lebar tetapi tak bisa mengeluarkan sepatah kata pun.


“Huuhh ... Apakah kamu meremehkan gurumu ini dengan hanya memberikanmu Teknik Bela Diri Tingkat Saint?” gerutu Ling Tian dengan nada kesal. “Apakah kamu percaya jika aku mengatakan bahwa itu adalah Teknik Bela Diri Tingkat Dewa?”


“Ti ... Ti ... Ti ... Tingkat Dewa?”


Secara serempak semua orang yang berada di tempat tersebut berseru dengan nada tergagap. Mata mereka juga terbelalak kaget, sama halnya seperti yang dilakukan oleh Yan Qingshan.


Bila ada anak kecil yang lewat di tempat itu, ia akan langsung menangis dan berlari ketakutan saat melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh orang-orang yang berada di sana.


“Hei ... Hei! Ada apa dengan tampang kalian semua? Ini membuatku sangat takut jika kalian terus memandangku dengan ekspresi yang mengerikan tersebut!” ujar Ling Tian dengan tatapan aneh pada semua orang yang berdiri di depannya itu. Lalu menambahkan, “Mengapa kalian semua sangat terkejut? Terlebih lagi itu hanyalah sebuah Teknik Tingkat Dewa saja.”

__ADS_1


BRUK


Sontak semua orang langsung jatuh terduduk di tanah setelah mendengar ucapan santai dari Ling Tian yang mengatakan bahwa itu 'Hanyalah sebuah Teknik Tingkat Dewa saja'.


Ungkapan kata 'Hanya' dan 'Saja' yang diucapkan oleh Ling Tian tersebut membuat semua orang ingin membenturkan kepalanya masing-masing pada sebuah gunung batu yang sangat keras.


Bagi mereka semua, mungkin merupakan hal yang wajar jika menjadi terkejut dengan hal yang sangat penting seperti itu. Namun untuk Ling Tian, itu merupakan hal yang biasa saja baginya.


Sebab, di kepalanya sendiri telah dipenuhi dengan jutaan pengetahuan tentang teknik bela diri. Di antaranya, ada ratusan ribu teknik bela diri dari Tingkat Dewa.


Saking banyaknya teknik bela diri tersebut, Ling Tian bahkan malas untuk mempelajarinya. Ia hanya memilih beberapa teknik yang sangat kuat dan juga sangat cocok bagi dirinya sendiri.


Untuk mengambil jalan pintas dalam berkultivasi, ia akhirnya memilih untuk mengolah teknik tertinggi di antara semua teknik bela diri yang diketahuinya, yaitu Teknik Dewa Naga Surgawi.


Walaupun hal tersebut adalah jalan pintas bagi kultivasi Ling Tian, tapi itu juga merupakan teknik bela diri yang memiliki resiko paling berbahaya.


***


Author meminta maaf kepada semua pembaca novel LSM ini karena baru bisa update sekarang. Soalnya kemarin author memiliki sedikit kesibukan di dunia nyata.


Tak lupa juga author ucapkan TERIMA KASIH kepada i-one, Afang Capeng, Leo Tamalana, riadi arifin, Mita Aryani, I Komang Suparmi dan semua teman-teman yang sudah mendukung novel LSM ini dengan memberikan tips koin, vote serta hadiahnya.

__ADS_1


__ADS_2