Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 112. Transformasi Xiaohai


__ADS_3

Waktu terus berputar dengan cepat, tak terasa sudah sekitar 7 bulan Ling Tian dan yang lainnya berada di dalam hutan. Demi meningkatkan kultivasi Xiaohai, Ling Tian mengorbankan waktunya dalam mencari sumber dayanya sendiri.


Kultivasi Xiaohai pun sekarang telah berada di tahap kesembilan Bintang Berlian setelah menghabiskan beberapa ekor Binatang Roh tingkat 5.


Sedangkan untuk Xiao Jun sendiri, kultivasinya kini berada di tahap kedelapan Bintang Emas. Tidak akan pernah ada kultivator di Benua Langit tingkat menengah yang dapat mengalahkan kecepatan menerobos dari orang-orang yang mengikuti Ling Tian, meskipun itu adalah para kultivator jenius.


Xiao Jun yang awalnya cuma berada di tahap pertama Bintang Emas, namun hanya dalam waktu sekitar dua tahun bersama Ling Tian, kultivasinya sudah meningkat sebanyak tujuh tahapan.


Jika para kultivator jenius lainnya mengetahui bahwa tingkat kecepatan kultivasi dari orang-orang yang bersama Ling Tian itu sangat cepat dibandingkan dengan mereka semua, maka mungkin para kultivator jenius tersebut akan merasa sia-sia berkultivasi di sepanjang hidup mereka.


Untuk para kultivator jenius di Benua Langit tingkat menengah, mereka hanya bisa menaikkan tingkat kultivasi mereka sebanyak 2 sampai 3 tahapan dalam setahun dan itupun sudah terbilang sangat cepat.


Tetapi untuk Ling Tian, hal tersebut sangat lambat baginya. Sebab, selama ada sumber daya yang tersedia, maka dirinya pun bisa kapan saja dapat meningkatkan kultivasinya dalam waktu yang lebih cepat.


Dan dengan menggunakan seluruh pengetahuan yang berada di dalam kepalanya, Ling Tian juga bisa dengan cepat meningkatkan kultivasi semua orang yang mengikutinya, terutama orang-orang terdekatnya.


Saat ini, Xiao Jun yang sedang berlatih memperagakan teknik pedang kembarnya tersebut, segera menghentikan latihannya ketika merasakan energi kuat yang secara perlahan mulai keluar dari dalam tubuh Xiaohai.


"Hmmm... Sepertinya dia akan menerobos lagi. Namun, ini terasa sangat kuat dari yang sebelumnya." Gumam Xiao Jun pelan.


Dengan cepat, Xiao Jun bergerak lebih menjauh dari Ling Tian dan Xiaohai. Dia tidak ingin terkena dampak dari energi yang terpancar keluar dari tubuh Xiaohai tersebut, sebab itu bisa membuat dirinya terluka parah.


Ling Tian yang berada di atas punggung Xiaohai, masih tetap tenang dan santai merasakan hal tersebut. Itu karena dia telah melindungi dirinya sendiri dengan dinding penghalang dari energi Qi-nya.


Tubuh Xiaohai mulai bergetar keras, yang menandakan dia akan segera menerobos tingkat kultivasinya.


KRAK ... KRAK


Suara gemeretak dari tulang-tulangnya pun terdengar cukup keras.


"Huuffttt... Akhirnya selesai juga!" Ucap Ling Tian sambil menghela napas lega.


Setelah itu dia pun menghilang dari atas punggung Xiaohai dan muncul tepat di samping Xiao Jun.


"Hehehe... Mari kita biarkan Xiaohai menikmati sensasinya saat menerobos ke tingkat Bintang Bumi." Ling Tian tertawa lirih.


"Guru! Apakah dirimu juga merasakan hal yang sama ketika menerobos ke tahap pertama Bintang Bumi?" Tanya Xiao Jun dengan nada ingin tahu.


"Untuk kita para kultivator manusia, perasaan saat menerobos ke tingkat Bintang Bumi itu terasa sangat hebat. Karena kita sudah bisa terbang bebas di udara tanpa menguras energi Qi yang sangat banyak."


"Semakin tinggi kultivasi kita, maka semakin bisa meminimalkan pengeluaran energi Qi yang tidak perlu, agar energi Qi kita sendiri tidak terbuang secara percuma."


"Sedangkan untuk para Binatang Roh seperti Xiaohai, mereka akan dapat mengubah tubuhnya menjadi kecil saat telah mencapai tingkat Bintang Bumi. Itu juga merupakan sensasi yang sangat hebat bagi ras mereka."


"Jika kultivator yang memiliki tingkat kultivasi lebih rendah seperti dirimu melihat tubuh Xiaohai yang telah berubah menjadi kecil itu, maka kalian akan berpikir bahwa Xiaohai hanyalah seekor burung biasa saja."

__ADS_1


"Meskipun tubuh Xiaohai nantinya akan menjadi kecil, tetapi kekuatannya masih tetap sama dengan tubuh besarnya yang seperti ini. Bahkan mungkin dia akan sedikit lebih leluasa bergerak saat dalam bentuk tubuh kecilnya itu."


"Mari kita lihat saja apa yang akan terjadi ketika dia mencapai tahap pertama Bintang Bumi!"


Setelah menjelaskan semuanya kepada Xiao Jun, Ling Tian pun kembali fokus memperhatikan perubahan yang akan terjadi pada tubuh Xiaohai.


Zzz ... Zzz


KRAK ... KRAK


Energi yang sangat kuat terpancar keluar dari tubuh Xiaohai. Bunyi gemeretak tulang-tulangnya juga terus terdengar seiring tubuhnya yang bergetar kian keras.


Tanah di sekeliling Xiaohai pun mulai terlihat retak dan berbentuk seperti sebuah jaring laba-laba. Auranya juga terasa makin melonjak tajam.


Kwaaakkk


Pekikan yang keras dari Xiaohai menggema di dalam Formasi Penyegelan. Energi yang sangat besar terus berputar-putar hingga membentuk seperti kabut dan membungkus seluruh tubuhnya.


Lalu dengan secara perlahan energi itu semakin mengecil mengikuti tubuh Xiaohai yang kian menyusut. Setelah beberapa saat kemudian, gumpalan energi yang berbentuk kabut tersebut segera menghilang.


Akhirnya, Xiaohai berhasil menerobos kutivasinya ke tahap pertama Bintang Bumi.


Ling Tian menunjukkan wajah cemberutnya ketika melihat transformasi yang terjadi pada tubuh Xiaohai. Itu tidak seperti apa yang telah dibayangkannya.


"Hahaha... Bos! Apakah kamu terkejut dengan penampilanku yang tampan ini? Mengapa wajahmu terlihat tampak tidak bersemangat seperti itu? Apakah karena wajahku kini telah mengalahkan ketampananmu itu?" Xiaohai terkekeh sambil membusungkan dadanya, lalu berjalan menghampiri Ling Tian.


Mendengar perkataan Xiaohai tersebut, mulut Ling Tian dan Xiao Jun ternganga lebar seolah-olah rahang mereka akan jatuh ke tanah.


"Kalian pasti terkejut juga karena aku sudah bisa berbicara menggunakan bahasa dari ras manusia. Itu diakibatkan oleh api yang berasal dari dalam tubuhmu, Bos!"


"Sepertinya aku mendapatkan sedikit pengetahuan dari api itu, sehingga walaupun kultivasiku masih rendah seperti ini, aku telah dapat berbicara langsung dengan kalian."


"Menurutku ini sangat menyenangkan, karena aku bisa mengatakan kepada semua orang bahwa aku XIAOHAI, adalah Binatang Roh tertampan di Benua Langit."


"Mungkin sekarang aku juga adalah pria tertampan dari semua ras yang ada. Setelah aku bertransformasi seperti ini, julukan pria tertampan di Benua Langit akan menjadi milikku."


"Hehehe... Jadi, Bos! Kamu kini harus puas berada di posisi kedua di bawahku." Lanjut Xiaohai sambil tertawa pelan.


Ling Tian segera menutup mulutnya, kemudian menoleh kepada Xiao Jun yang masih ternganga. Lalu dia pun bertanya dengan nada canggung, "Jun! Apakah kamu membawa batu cermin di dalam Cincin Ruangmu?"


"Aku membawanya Guru!" Xiao Jun tersentak kaget mendengar pertanyaan tersebut, lalu dengan cepat dia mengeluarkan sebuah batu cermin dan kemudian memberikannya kepada Ling Tian.


"Xiaohai! Aku memang sangat terkejut setelah mendengar bahwa kamu kini dapat berbicara dengan kami. Tetapi, untuk hal yang menyangkut masalah ketampananmu itu, kamu bisa melihatnya sendiri." Ling Tian masih berkata dengan nada canggungnya, sambil menyerahkan batu cermin kepada Xiaohai.


Setelah beberapa saat memperhatikan pantulan wajahnya di batu cermin tersebut, Xiaohai tersenyum senang dan berkata dengan nada yang sangat gembira, "Woah! Aku tidak menyangka bahwa wajahku akan lebih tampan dari apa yang telah aku bayangkan."

__ADS_1


"...................."


BRUK


Ling Tian dan Xiao Jun langsung jatuh terduduk di tanah mendengar apa yang baru saja diucapkan oleh Xiaohai. Mereka berdua saling memandang dengan wajah keheranan tanpa tahu harus berkata apa-apa.


"Jun! Bisakah kamu memukul kepalaku? Mungkin ada yang salah dalam otakku ini."


"Aku tidak akan berani, Guru! Mungkin Gurulah yang harus memukul kepalaku, karena aku merasa pikiranku sedikit berputar-putar dan tak tentu arah tujuannya."


Mendengar apa yang dikatakan oleh Ling Tian dan Xiao Jun, Xiaohai segera berkata dengan nada mencibir, "Ciiihhh... Aku tahu kalian berdua sangat iri dengan wajahku yang sangat tampan ini. Terutama untukmu, Bos! Kamu tidak bisa menerima kenyataan bahwa aku telah merebut posisimu sebagai pria tertampan di Benua Langit."


"...................."


Ling Tian dan Xiao Jun kembali saling memandang dengan mulut yang bergerak-gerak seakan hendak mengatakan sesuatu.


"Guru! Aku tidak tahan lagi!" Xiao Jun segera berlari membenturkan kepalanya pada salah satu batu besar yang berada di sekitar tempat tersebut.


BAM


Batu itu pun langsung hancur berkeping-keping ketika mendapat sundulan dari kepala Xiao Jun.


"Aahh, Guru! Akhirnya pikiranku jernih kembali. Ternyata cara ini sangat efektif."


"Baiklah, aku juga akan melakukannya!"


Ling Tian pun berlari dengan sangat cepat lalu membenturkan kepalanya ke batu yang lebih besar lagi dari yang dihancurkan oleh Xiao Jun.


BOOM


Batu tersebut langsung meledak menjadi serpihan debu sebab tak mampu menahan kekuatan dari tulang kepala Ling Tian.


"Hahaha... Apa yang kamu katakan ternyata memang benar, Jun! Pikiranku sekarang telah kembali normal."


Xiaohai seakan tak mempedulikan apa yang dilakukan oleh Ling Tian dan Xiao Jun. Dia masih terus saja tersenyum sambil memperhatikan wajahnya pada batu cermin yang ada di tangannya.


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.


Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.


Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.

__ADS_1


__ADS_2