
Setelah Ling Tian kembali ke tempat duduknya dan memberikan uang hasil kemenangan taruhan dari pertarungan Wu Lihua kepada Wu Dunrui, dia pun terus menonton pertandingan selanjutnya sambil menunggu giliran Xiao Jun bertarung lagi.
Satu per satu para peserta keluar dan masuk ke dalam arena. Banyak kultivator jenius muda dari beberapa Sekte besar yang telah memenangkan pertarungan mereka sendiri.
"Peserta berikutnya adalah, Xiao Jun melawan Duan Chen!" Seru wasit yang akan memimpin jalannya pertarungan.
"Cuuiihh... Sampai di sini saja perjalananmu dalam turnamen ini. Aku akan memberikanmu pelajaran yang sangat berarti, hingga kamu mengingat bahwa akulah yang telah mengalahkanmu."
Seorang pemuda yang berusia sekitar 20-21 tahun berdiri dari tempat duduknya, kemudian meludah ke tanah sambil berkata dengan nada sinis ke arah Xiao Jun. Pemuda itu adalah Duan Chen, yang akan menjadi lawan selanjutnya bagi Xiao Jun.
Mendengar hal tersebut, Xiao Jun hanya tersenyum tenang. Lalu dia pun berjalan dengan santai ke arah arena seolah-olah tidak menghiraukan apa yang barusan di ucapkan oleh Duan Chen.
"Hmmm... Lihat saja! Sebentar lagi aku akan menyiksamu di dalam arena itu." Kata Duan Chen dengan nada geram, kemudian segera menyusul Xiao Jun memasuki arena pertarungan.
Melihat kedatangan Xiao Jun dan Duan Chen, wasit yang akan memimpin jalannya pertarung itu segera berkata, "Karena taruhan terhadap para peserta turnamen telah resmi di buka, maka aku akan memberikan waktu selama 5 menit kepada kalian berdua untuk mempersiapkan segala sesuatunya sebelum pertarungan ini dimulai."
"Dengan begitu, aku juga telah memberikan waktu kepada para penonton yang akan ikut memasang taruhan mereka pada salah satu di antara kalian." Lanjut wasit itu lagi.
Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh sang wasit, Xiao Jun berdiri santai di tempatnya sambil memandang ke arah Ling Tian.
"Hmmm... Apakah Guru akan ikut memasang taruhannya kepadaku? Ataukah mungkin sebelumnya dia telah bertaruh, sehingga dia menyuruh aku menyelesaikan pertarungan tersebut dengan cepat?" Xiao Jun bertanya-tanya di dalam hatinya dengan nada kebingungan.
Sementara itu di kursi penonton, Ling Tian menatap sejenak ke arah lawan Xiao Jun yaitu Duan Chen, sambil mengedarkan indra spiritualnya untuk memeriksa tingkat kekuatannya. Lalu dia pun tersenyum kecil, kemudian segera berdiri dari tempat duduknya.
"Hehehe... Paman, Bibi! Aku akan pergi mencari orang yang ingin bertaruh denganku. Apakah kalian juga ingin ikut memasang taruhan pada Jun?" Tanya Ling Tian pelan sambil tertawa lirih.
"Hahaha... Apapun yang terjadi, aku akan selalu memasang taruhan pada Lihua'er dan Xiao Jun. Gairah judiku yang sudah lama hilang, kini telah bangkit kembali." Wu Dunrui juga ikut tertawa pelan, kemudian memberikan 3 miliar koin emas pada Ling Tian.
Xiu Rong yang berada di sampingnya, hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Ling Tian dan Wu Dunrui tersebut.
Setelah itu, Ling Tian pun mulai berjalan ke arah kursi penonton lainnya untuk mencari orang yang akan bertaruh dengannya.
"Permisi! Apakah di sini ada yang ingin bertaruh denganku? Aku memasang taruhan pada pemuda yang bernama Xiao Jun itu." Ling Tian berkata sambil menyunggingkan senyum khasnya ke arah para penonton yang berada di depannya.
__ADS_1
Tak ada satu orang pun di tempat tersebut yang menjawab pertanyaan Ling Tian, sebab mereka juga bingung untuk memilih taruhan mereka.
Melihat keraguan orang-orang itu, Ling Tian berpikir sejenak kemudian berkata, "Bagaimana jika aku memberikan tawaran yang lebih bagus kepada kalian semua?"
"Hmmm... Katakan apa tawaranmu itu?" Tanya salah seorang pria paruh baya yang duduk sambil mengelus-elus janggutnya.
"Yaah... Jika tawaranmu itu menarik, aku akan bertaruh denganmu." Kata pria paruh baya lainnya dengan nada tegas.
"Bila dalam waktu 10 napas, pemuda yang bernama Xiao Jun tersebut tidak mampu mengalahkan Duan Chen, maka aku juga akan mengakui kekalahanku dalam taruhan itu." Ucap Ling Tian pelan, sambil masih menyunggingkan senyum khasnya ke arah semua penonton di sekitarnya.
"Aahh! Apakah itu benar? Apakah kamu tidak akan menarik kata-katamu itu lagi?"
"Jika memang tawaranmu seperti itu, aku akan bertaruh pada Duan Chen."
"Yaah... Aku juga akan memasang taruhanku kepada Duan Chen."
"Aku juga...."
"Hitung denganku juga...."
"Itu memang benar! Aku tidak akan pernah menarik kata-kataku tadi." Ucap Ling Tian dengan nada tegas.
"Hehehe... Baiklah, untuk orang-orang yang bertaruh melawanku, mari kita segera ke tempat hakim. Sebab, tidak lama lagi pertarungan akan dimulai." Lanjut Ling Tian lagi sambil tertawa lirih.
Ling Tian beserta orang-orang yang akan bertaruh melawannya itu, segera bergegas menuju ke arah hakim yang akan menjadi saksi atas pertaruhan tersebut.
Sesampainya di tempat hakim, Ling Tian kemudian menjelaskan padanya bahwa taruhan mereka hanya akan berlangsung selama 10 napas saja. Hakim itupun segera mengerti dengan apa yang di maksud oleh Ling Tian.
Jumlah keseluruhan dari taruhan mereka adalah sebanyak 36 miliar koin emas. Ling Tian memasang taruhan sebanyak 15 miliar koin emas, ditambah dengan taruhan dari Wu Dunrui yang sebanyak 3 miliar koin emas.
"Lima menit telah berlalu dan pertarungan ini akan segera dimulai. Kalian berdua, bersiaplah dan dengarkan aba-aba dariku!"
Setelah beberapa saat, seruan sang wasit yang akan memimpin pertarungan antara Xiao Jun dan Duan Chen, akhirnya terdengar kembali.
__ADS_1
Xiao Jun dan Duan Chen segera berjalan ke posisi mereka masing-masing untuk bersiap melakukan pertarungan.
"Jun! Aku akan memberikanmu waktu selama 20 napas saja untuk mengalahkan lawanmu tersebut. Lebih cepat dari itu juga akan lebih baik lagi."
"Jika kamu melewati batas waktu dari 20 napas tersebut, kamu akan membuat Gurumu ini jatuh miskin. Bila hal itu terjadi, aku akan menyiksamu lebih keras lagi dari yang sebelumnya."
Ling Tian yang berada di sisi arena pertarungan itu, berkata dengan nada sedikit mengancam kepada Xiao Jun.
Mendengar apa yang telah dikatakan oleh Ling Tian, Xiao Jun langsung tersentak kaget dan senyuman di wajahnya pun berubah masam.
"Huuuhhh... Guru benar-benar tidak ingin melihatku bersenang-senang di dalam arena ini. Mungkin dia memang tidak menyukai jika aku meniru cara bertarungnya?" Xiao Jun membatin dengan nada mengeluh.
"Baik, Guru!" Jawab Xiao Jun yang masih terdengar ada sedikit nada keluhan di dalamnya.
Orang-orang di sekitar tempat tersebut yang sempat mendengar percakapan Ling Tian dan Xiao Jun, seakan hendak menertawakan keduanya.
Itu karena mereka semua merasa hal yang dibicarakan oleh keduanya sangat mustahil bisa terjadi. Sebab, mereka juga tahu bahwa Duan Chen adalah seorang kultivator jenius muda dari salah satu Sekte besar, yaitu Sekte Pedang Bintang.
"Cuuiihh... Bahkan jika kalian Guru dan murid melawanku secara bersamaan, aku tetap akan mengalahkan kalian berdua dengan sangat mudah!" Duan Chen meludah ke tanah karena tersinggung setelah mendengarkan perkataan Ling Tian yang sangat meremehkan dirinya tersebut.
Ling Tian hanya tersenyum santai tanpa mempedulikan kemarahan Duan Chen. Sedangkan untuk Xiao Jun, wajahnya langsung berubah menjadi merah karena tidak menerima kalau Gurunya di rendahkan seperti itu.
Dengan gerakan yang sangat cepat, dia segera mengeluarkan salah satu pedangnya dari Cincin Ruangnya.
"Aku Xiao Jun, murid dari pria tertampan di Benua Langit ini. Aku tidak membutuhkan waktu 20 napas untuk mengalahkanmu. Jika aku tidak bisa membuatmu tak sadarkan diri dalam waktu 10 napas saja, aku akan menghancurkan kultivasiku sendiri." Xiao Jun berteriak dengan nada geram sambil menunjuk ke arah Duan Chen.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan Tip.
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
__ADS_1
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.