Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 201. Tetua Agung Sekte Kabut Racun


__ADS_3

Keempat Tetua yang berada sangat jauh di belakang Ling Tian, merasakan bahwa pengejaran mereka sia-sia belaka. Sebab, mereka tak bisa sedikit pun mengimbangi kecepatan pergerakan Ling Tian.


"Tetua Bei! Apa yang harus kita lakukan?" tanya Tetua Nan dengan nada cemas, kemudian melanjutkan, "Jika terus-menerus seperti ini, seluruh Tumbuhan Roh di dalam lembah akan habis diambil oleh penyusup itu."


"Sebaiknya cepat beritahukan kepada Tetua Agung bahwa ada penyusup yang telah memasuki lembah ini. Jika tidak, aku takut semuanya akan terlambat karena masalah ini bukan lagi sesuatu yang bisa kita atasi," ujar Tetua Dong menambahkan.


"Hmmm ... Baiklah!" jawab Tetua Bei singkat, lalu segera mengeluarkan sebuah medali kecil dari Cincin Ruangnya. Kemudian dengan cepat ia pun langsung menghancurkannya.


Medali itu memiliki sebuah formasi di dalamnya yang disebut dengan Formasi Penanda Jiwa. Jika medali itu dihancurkan, maka orang yang menempatkan Formasi Penanda Jiwa ke dalam medali tersebut akan langsung mengetahuinya.


Namun, jarak yang dapat digunakan pada Formasi Penanda Jiwa tidaklah terlalu jauh. Ini hanya akan dapat berfungsi sekitar 200 kilometer saja. Sehingga itu tidak begitu efisien bila digunakan pada jarak yang sudah melebihi batas 200 kilometer.


---------------


Di sebuah ruangan bawah tanah yang berdinding batu, seorang pria tua berpakaian abu-abu sedang duduk berkultivasi. Janggut panjang yang berwarna putih serta tertata rapi ikut menghiasi dagunya.


Mata pria tua itu tertutup rapat karena dirinya sedang tenggelam dalam meditasinya. Energi Qi di dalam tubuhnya sedikit demi sedikit meningkat secara perlahan, seiring dengan energi pil yang semakin habis karena terserap masuk ke dalam tubuh pria tua tersebut.


Kedua telapak tangannya berwarna hitam pekat karena dipenuhi dengan racun yang sangat mematikan. Bahkan darah yang mengalir di dalam tubuhnya pun ikut menjadi berwarna hitam setelah bergabung dengan racun itu.


Bila ada seseorang yang tersentuh sedikit saja oleh telapak tangan dari pria tua tersebut, dalam hitungan 10 detik orang itu akan langsung mati jika tidak segera diberikan obat penawar racunnya.


Pria tua tersebut bernama Du Qiang. Dia adalah Tetua Agung di Sekte Kabut Racun dan merupakan orang terkuat di dalam sekte itu. Tingkat kultivasinya telah berada di tahap kedelapan Bintang Bumi.


Pendiri dari Sekte Kabut Racun juga adalah Du Qiang, yang kini sekte tersebut dipimpin oleh anaknya sendiri yang bernama Du Shijie.


Du Qiang yang sedang tenggelam di dalam meditasi, secara tiba-tiba langsung membuka matanya. Ia merasakan jiwanya bergetar keras.

__ADS_1


"Hmmm ... Apa yang terjadi?!" Du Qiang mengerutkan kening sejenak, kemudian langsung menghilang dari tempatnya.


---------------


Tanpa peduli dengan apa yang dipikirkan oleh para Tetua yang sedang mengejarnya, Ling Tian terus saja mengambil semua Tumbuhan Roh yang ditemuinya. Hingga dirinya sendiri tak sadar bahwa ia hampir mengosongkan seluruh isi Lembah Obat dari Tumbuhan Roh. Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya dia pun sampai ke tempat Rumput Roh Bintang berada.


"Hahaha ... Sungguh menakjubkan! Akhirnya aku berhasil menemukanmu. Ini adalah panen terbesar dalam hidupku." Ling Tian tertawa gembira ketika melihat ada cukup banyak Rumput Roh Bintang di depannya.


Rumput Roh Bintang tersebut ditanam secara terpisah-pisah dengan jarak yang sedikit berjauhan sekitar 700-800 meter dari Rumput Roh Bintang yang lainnya. Hal ini dikarenakan Rumput Roh Bintang tak dapat tumbuh dan bahkan mati bila ditanam secara bersama-sama atau terlalu berdekatan.


Sebab, Rumput Roh Bintang akan saling berebut menyerap energi kehidupan satu sama lainnya, hingga salah satu di antara mereka menjadi layu karena kehabisan energinya sendiri dan akhirnya mati.


Maka dari itu, para Tetua Sekte Kabut Racun tidak berani menempatkan Tumbuhan Roh yang lain berdekatan dengan Rumput Roh Bintang. Karena Tumbuhan Roh tersebut akan segera mati dalam waktu yang singkat disebabkan energi kehidupan mereka terserap habis.


"Hah!" Ling Tian yang sebelumnya tampak bersemangat, secara tiba-tiba tersentak kaget saat indra spiritualnya merasakan adanya bahaya yang melesat sangat cepat ke arah Lembah Obat. Saking begitu cepatnya, bahaya yang dirasakannya itu sudah masuk melewati Formasi Pelindung.


Seketika itu juga, ia pun langsung bergegas mengambil beberapa Rumput Roh Bintang yang berjarak cukup dekat dengannya. Kemudian, Ling Tian langsung menghilang dari tempatnya dan melesat terbang menggunakan kecepatan penuh meninggalkan lembah tersebut.


Namun, meskipun Ling Tian telah bereaksi dengan sangat cepat, akan tetapi, bahaya yang datang ke arahnya bergerak lebih cepat lagi darinya. Ketika Ling Tian baru saja hendak menerobos keluar dari Formasi Pelindung, sebuah telapak tangan berwarna hitam pekat sudah terlebih dahulu memukul punggungnya.


BAM


Ling Tian terpental jauh karena tak sempat menghindar. Tubuhnya menabrak keras pada Formasi Pelindung hingga membuat formasi tersebut hancur berkeping-keping.


Sosok pria tua dengan pakaian berwarna abu-abu berdiri tak jauh dari tempat Ling Tian berada. Aura yang terpancar keluar dari tubuhnya memberikan tekanan yang cukup kuat terhadap Ling Tian.


Pria tua itu adalah Du Qiang, Tetua Agung di Sekte Kabut Racun. Setelah mengetahui bahwa Formasi Penandaan Jiwa yang terdapat pada medali kecil di tangan Tetua Bei telah dihancurkan, Du Qiang pun akhirnya bergegas menuju ke Lembah Obat.

__ADS_1


Saat Du Qiang melihat bahwa pintu Formasi Pelindung di Lembah Obat telah terbuka, ia dengan cepat memeriksa keadaan lembah tersebut menggunakan indra spiritualnya.


Dalam sekejap, Du Qiang menemukan ada keberadaan lain di dalam Lembah Obat yang sedang mengambil Rumput Roh Bintang. Tanpa bertanya lagi pada keempat Tetua yang ada di situ, Du Qiang langsung melesat terbang dengan kecepatan penuhnya untuk mengejar penyusup yang berani masuk ke dalam lembah tersebut.


---------------


Ling Tian bangkit dengan cepat dan menghapus darah yang mengalir di sudut bibirnya, kemudian berbalik menatap tajam ke arah Du Qiang tanpa menghiraukan punggungnya yang terasa sangat sakit.


Melihat hal itu, Du Qiang sedikit mengernyitkan alisnya dengan tampilan wajah yang tampak terkejut. Dia seolah-olah tak percaya dengan apa yang sedang dilihatnya saat ini.


Jika itu orang lain, mungkin tubuhnya telah meledak dan hancur berkeping-keping ketika mendapatkan pukulan dari Du Qiang. Namun, tubuh orang yang ada di depannya ini terlihat baik-baik saja.


Bahkan racun di telapak tangan Du Qiang yang sangat mematikan tersebut seakan tidak berpengaruh terhadapnya. Yang paling mengejutkannya lagi, itu hanyalah tubuh seorang pemuda yang tampak masih berusia sekitar 21-22 tahun.


"Siapa kamu?! Mengapa kamu mencuri Tumbuhan Roh di dalam Lembah Obat milik Sekte Kabut Racun?" tanya Du Qiang seraya menyipitkan matanya yang tampak memiliki niat membunuh di dalamnya.


"Ciihh ... Kakek tua bangka tak tahu malu! Menyerang seorang junior dari belakang. Apakah kamu tak memiliki harga diri lagi sebagai seorang kultivator yang sudah sangat tua?" cibir Ling Tian dengan nada tajam karena merasa tidak senang.


"Kamulah sebenarnya yang tak tahu malu karena telah berani mencuri Tumbuhan Roh yang ada di sini!" sergah Du Qiang.


"Aku tidak mencurinya, tetapi hanya mengambilnya saja," bantah Ling Tian dengan suara sedikit bergetar.


"Hmph ... Rupanya kamu masih mau mengelak. Bahkan tak ingin memberitahu siapa kamu sebenarnya!? Kalau begitu, sebaiknya kamu mati saja!"


Setelah mengatakan hal tersebut, aura yang sangat kuat terpancar keluar dari tubuh Du Qiang. Dalam sekejap, tubuhnya telah muncul tepat di depan Ling Tian dan langsung meluncurkan serangan telapak tangan ke arah dadanya.


Ling Tian yang sedari tadi telah waspada, segera bergerak mundur ke samping mencoba menghindari serangan yang datang padanya. Pedang Pelangi segera muncul di tangan Ling Tian dan langsung menusuk ke arah bagian perut Du Qiang.

__ADS_1


Namun, pergerakan Du Qiang begitu cepat. Ia hanya memiringkan sedikit tubuhnya hingga membuat tusukan dari Pedang Pelangi hanya mengenai udara saja.


__ADS_2