Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 61. Memancing Ikan Besar


__ADS_3

Ling Tian berbalik ke arah Lin Yue dan Su Mei, lalu berkata.. "Kalian berdua tunggu di sini..! Kakak dan Paman Zhang akan mengikuti aku untuk pergi bermain."


"Kalian berdua juga harus segera bersiap berolahraga jika kalian melihat kami di serang oleh prajurit dari kekaisaran Ma.


"Mmm.." Lin Yue dan Su Mei mengangguk meskipun mereka tidak mengerti maksud dari perkataan Ling Tian.


Ling Tian kemudian berjalan ke arah kultivator pria dari generasi muda, lalu mengangkat tangannya dan mulai menunjuk ke arah beberapa pemuda tampan. "Kamu, kamu, kamu, dan kamu, ikuti aku..!"


Para pemuda yang di tunjuk oleh Ling Tian tampak heran, mereka kemudian berbalik menoleh ke arah Tetua mereka masing-masing dan melihat para Tetua itu hanya menganggukkan kepalanya kepada mereka.


Dengan keheranan yang tampak jelas dari wajah mereka, para pemuda itu berdiri dan berjalan ke arah Ling Tian.


"Baiklah.. Mari kita pergi ke tempat para prajurit kekaisaran Ma..!" Ucap Ling Tian sambil tersenyum kepada mereka semua.


"Aahh.. Tian'er..! Apa yang akan kita lakukan di sana..?" Ling Han berkata dengan nada terkejut, dan itu juga mewakili pertanyaan yang ada di benak semua orang.


"Hehehe.. Kita akan pergi bermain di tempat mereka." Ling Tian tertawa pelan.


"Baiklah.. Mari kita kesana..!" Ling Tian berbalik dan segera berjalan ke arah para prajurit kekaisaran Ma.


Ling Han dan yang lainnya mengikuti Ling Tian meskipun beberapa pertanyaan masih mengganggu pikiran mereka.


Perbatasan kekaisaran Jia dan Kekaisaran Ma dipisahkan dengan jarak sekitar 10 km. Prajurit dari kekaisaran tersebut masing-masing menjaga perbatasan wilayah mereka.


Ling Tian dan yang lainnya bergerak dengan cepat dan segera tiba di dekat perbatasan kekaisaran Ma.


Para prajurit dari kekaisaran Ma yang melihat kedatangan Ling Tian dan yang lainnya itu masih tetap bersantai dan tersenyum tenang ke arah mereka.


Ling Tian kemudian mendekat ke arah mereka, tetapi tidak memasuki wilayah perbatasan kekaisaran Ma.


"Hahaha.. Aku mendengar bahwa Pangeran kekaisaran Ma adalah seorang yang wajahnya sangat jelek dan cacat mental, yang dalam bahasa kerennya disebut sebagai idiot..! Aku kesini untuk memastikannya, dan setelah melihat kalian, aku sekarang yakin bahwa semua yang aku dengar itu benar." Ling Tian terkekeh.


"Apa maksudmu dengan berkata begitu..?" Seorang prajurit berteriak kepada Ling Tian.

__ADS_1


"Itu karena aku melihat wajah kalian semua sangat jelek dan tidak enak untuk dipandang. Mungkinkah wajah Yang Mulia Kaisar Ma juga sangat jelek sehingga itu menurun kepada anaknya dan juga kepada warganya..?" Ling Tian berkata dengan nada sedih yang dibuat-buat.


"Kurang ajar.. Kamu telah menghina Kaisar kami..!" Seorang prajurit melompat dan akan menyerang Ling Tian, tapi cepat ditahan oleh prajurit lainnya.


"Aku tidak menghina, tapi aku hanya ingin memastikannya saja dari kalian. Coba kalian perhatikan wajah kami semua yang berasal dari kekaisaran Jia..! Wajah kami semua sangat tampan karena itu menurun dari Kaisar kami sendiri yang juga sangat tampan." Ucap Ling Tian sambil mengangkat bahunya.


Walaupun mereka sangat marah, tetapi para prajurit itu tetap memperhatikan wajah Ling Tian dan yang lainnya.


"Benar kan apa yang aku katakan..? Tidak ada satupun di antara kami yang wajahnya terlihat jelek. Lihatlah wajah Kakek ini, dia tetap terlihat tampan walaupun telah berumur 197 tahun." Ling Tian menunjuk ke arah Zhang Xuan.


"Haaahhh..! Sejak kapan aku jadi seperti seorang Kakek yang berumur 197 tahun..?" Zhang Xuan membatin kesal.


"Kami sangat bersyukur telah terlahir di kekaisaran Jia, sehingga wajah kami semua bisa menjadi setampan ini." Ling Han yang akhirnya mengerti tujuan Ling Tian, segera menambahkan untuk memanas-manasi prajurit dari kekaisaran Ma.


"Aahh.. Itu benar..! Aku merasa beruntung karena tidak terlahir di kekaisaran Ma." Kata seorang pemuda yang juga mulai mengerti dengan maksud Ling Tian mengajak mereka ke tempat ini.


"Aahh.. Jika seperti itu, apakah Yang Mulia Kaisar Ma juga seorang idiot sehingga keturunannya ikut idiot juga..? Mungkinkah penyakit idiot ini sangat menular sehingga penduduk kekaisaran Ma juga mulai menjadi idiot seperti Kaisar mereka..?" Pemuda lainnya mulai berbicara dengan gerakan pura-pura merinding.


"Kurang ajar.. Mati kalian semua..!" Semua prajurit yang berada di tempat itu mulai menyerang Ling Tian dan yang lainnya.


Para prajurit dari kekaisaran Ma tidak mempedulikan apapun lagi, mereka terus mengejar Ling Tian dan yang lainnya dengan niat membunuh yang menggebu-gebu.


Melihat bahwa Ling Tian dan yang lainnya dikejar oleh prajurit kekaisaran Ma, para prajurit dari kekaisaran Jia segera berdiri dan bersiap dalam posisi tempurnya.


Lin Yue dan Su Mei yang telah mendengar perkataan Ling Tian sebelumnya, langsung melompat dan berdiri di depan para prajurit kekaisaran Jia, untuk menunggu Ling Tian dan yang lainnya.


"Toloooong.. Para keturunan Kaisar jelek dan idiot ini ingin membunuh kami..!" Ling Tian berlari sambil berteriak pura-pura panik.


Mendengar teriakan Ling Tian, para prajurit yang mengejarnya semakin geram. Para prajurit tersebut tidak menyadari bahwa mereka sudah melewati batas wilayah kekaisaran Ma dan telah memasuki wilayah kekaisaran Jia.


Sebelum para prajurit kekaisaran Jia menyerang, Lin Yue dan Su Mei sudah bergerak terlebih dahulu dan mulai membunuh prajurit dari kekaisaran Ma itu. Jia Xiulan juga tidak mau kalah, dia pun langsung melompat dan ikut menyerang para prajurit tersebut.


Ling Han dan Zhang Xuan juga turut membantu mereka. Sedangkan untuk Ling Tian, dia hanya bergerak menjauh dan membiarkan mereka mengamuk sesukanya.

__ADS_1


"Aaaahhhh..!"


Teriakan yang menyayat hati terus terdengar seiring dengan korban yang terus berjatuhan dari para prajurit kekaisaran Ma.


Semua orang sangat terkejut dengan kinerja yang dilakukan oleh kelima orang itu, terutama kecepatan Ling Han, Lin Yue dan Su Mei dalam membunuh para prajurit kekaisaran Ma.


Hanya dalam beberapa menit saja, 10 ribu prajurit kekaisaran Ma yang ditugaskan untuk menjaga perbatasan itu telah terbunuh semuanya.


Ling Tian tetap tersenyum tenang melihat semua itu. Kemudian dia berjalan dengan santai ke tempat Kaisar berada, lalu berkata pelan.. "Yang Mulia..! Kita kini memiliki alasan untuk menyerang kekaisaran Ma, dan begitupun sebaliknya mereka juga kini memiliki alasan untuk menyerang kita."


"Hehehe.. Kita hanya perlu menunggu ikan besar akan memakan umpan. Aku sengaja membiarkan seekor ikan kecil lolos untuk melapor kepada ikan besar itu. Mungkin tidak lama lagi mereka akan berada di sini." Lanjut Ling Tian sambil tertawa kecil.


**


Beberapa saat kemudian..


Sekitar 500 km dari perbatasan wilayah kekaisaran Ma..


Seorang pria paruh baya berlari dengan cepat ke arah perkemahan yang cukup besar. Setelah sampai, dia segera berjongkok dengan satu kakinya menyentuh tanah kemudian membungkuk memberi hormat.


"Lapor Yang Mulia..! Pasukan penjaga perbatasan kita telah masuk dan menyerang ke wilayah perbatasan kekaisaran Jia." Kata pria paruh baya itu dengan nada panik.


"Bedebah..! Bukankah aku telah memerintahkan kepada kalian semua untuk tetap tenang agar membuat musuh menjadi lengah..?" Suara marah terdengar dari dalam perkemahan. Itu adalah suara dari Kaisar Ma, yaitu Ma Jun.


"Itu karena beberapa pemuda dari kekaisaran Jia telah menghina Yang Mulia, sehingga prajurit kita langsung mengejar dan menyerang mereka sampai ke wilayah kekaisaran Jia."


"Huuuhhh.. Dengan kejadian ini, kita tidak bisa lagi menunggu di sini. Segera perintahkan semua orang untuk bersiap. Katakan kepada mereka, bahwa kita akan menyerang kekaisaran Jia dengan seluruh kekuatan penuh kita..!" Kaisar Ma berkata dengan nada geram.


"Baik Yang Mulia..!"


***


Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.

__ADS_1


Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.


__ADS_2