Legenda Sang Monster

Legenda Sang Monster
Chapter 187. Dimulainya Kompetisi


__ADS_3

Sekte Kabut Racun mengadakan acara kompetisi beladiri di area pusat Kota Luan. Kompetisi ini juga hanya diperuntukkan bagi para kultivator jenius muda yang berusia di bawah 30 tahun. Sejak pagi hari, tempat berlangsungnya acara tersebut telah dipenuhi oleh berbagai anggota dari setiap klan yang datang untuk menonton maupun yang ingin ikut serta di dalam kompetisi itu.


Ling Tian juga berada di antara kumpulan orang-orang tersebut. Dia mengenakan pakaian yang berwarna biru langit dan tampak biasa saja seperti ciri khasnya yang selalu terlihat sangat sederhana.


"Aku akan menggunakan seluruh kemampuanku untuk bersaing dengan semua orang yang hendak mengikuti kompetisi ini. Sebab, ini adalah kesempatan terakhirku untuk bisa masuk ke dalam Sekte Kabut Racun. Karena tahun depan usiaku sudah melewati batas yang ditentukan oleh mereka." Seorang pemuda jangkung yang berada di samping Ling Tian bergumam sangat pelan pada dirinya sendiri sambil mengepalkan tinjunya dengan kencang.


"Aaiihh ... Tenanglah, Saudara Luo Shang! Aku yakin dengan tingkat kultivasimu yang sekarang, kamu pasti akan lolos dan berhasil dalam kompetisi ini. Aku juga akan berusaha sekuat tenaga untuk memperebutkan posisi sepuluh besar agar bisa diterima sebagai murid di Sekte Kabut Racun."


"Tapi aku masih merasa sedikit gugup menghadapi kompetisi ini, Saudara Liang Han. Sebab, lawan-lawan kita adalah para kultivator jenius dari beberapa klan besar. Teknik beladiri yang mereka gunakan juga pasti berada di atas teknik beladiri kita."


"Yah ... Aku tahu ini memang sangat sulit. Tetapi bagaimanapun juga kita berdua harus mengeluarkan semua kemampuan untuk bersaing dengan mereka. Jangan menyerah sebelum bertanding, Saudara Luo Shang!"


Ling Tian sedikit menekuk sudut-sudut bibirnya memperlihatkan senyum tipis ketika mendengar percakapan dari kedua pemuda yang berada di sebelahnya itu. Kemudian ia pun kembali memfokuskan pandangannya kedepan dan tak menghiraukan mereka lagi.


Beberapa saat kemudian, tiga pria paruh baya berpakaian hitam tiba-tiba muncul di udara sekitar lima ratus meter tepat di atas panggung arena kompetisi. Mereka berdiri dengan bangga di udara sambil menatap ke bawah ke arah semua orang yang berada di tempat tersebut.


"Kompetisi beladiri pada tahun ini akan sedikit berbeda dari kompetisi beladiri pada tahun-tahun yang sebelumnya!" Salah seorang dari ketiga pria paruh baya itu mulai berbicara dengan nada yang terdengar sedikit angkuh, lalu ia pun melanjutkan, "Untuk mempersingkat waktu, semua kultivator muda yang berusia di bawah 30 tahun dan akan berpartisipasi dalam kompetisi tahun ini, segera naik ke atas arena pertarungan!"


"Bagi sepuluh orang yang mampu bertahan hingga akhir, maka merekalah yang akan terpilih untuk memasuki Sekte Kabut Racun kami. Namun, aturannya masih tetap sama. Yang terlempar keluar dari atas arena atau pun yang menyerah dinyatakan kalah. Sedangkan bagi mereka yang tak sengaja terbunuh, itu sudah menjadi resiko mereka sendiri dan bukan tanggung jawab dari Sekte Kabut Racun. Jadi, bagi siapa pun yang merasa dirinya tak sanggup untuk mengikuti kompetisi ini, sebaiknya menyerah saja. Sebab, sekte kami tak akan menerima orang-orang yang lemah."


Begitu pria paruh baya tersebut telah selesai menyampaikan semua yang ingin dikatakannya, seketika suasana di sekitar arena kompetisi menjadi riuh. Tak ada yang pernah berpikir bahwa perubahan cara bertarung di dalam arena akan menjadi seperti itu.

__ADS_1


Para kultivator jenius dari setiap klan besar mulai mencari beberapa orang yang memiliki tingkat kultivasi yang tinggi untuk membentuk sebuah tim hingga berjumlah sepuluh orang. Sementara bagi kultivator yang memiliki tingkat kultivasi rendah, tak ada yang berani untuk memilih mereka.


Sama seperti yang dialami oleh Ling Tian. Orang-orang yang sedang membentuk sebuah kelompok itu hanya melewatinya saja dan tak ada seorang pun yang memilih dirinya. Itu karena Ling Tian telah menurunkan tingkat kultivasinya ke tahap pertama Bintang Berlian. Sehingga, meskipun mereka melihatnya sebagai seorang kultivator jenius, namun itu takkan cukup untuk bersaing di atas arena kompetisi mengingat hanya sepuluh orang saja yang akan terpilih untuk menjadi murid Sekte Kabut Racun.


Namun, itu berbeda dengan pemuda jangkung bernama Luo Shang yang berdiri di sebelah Ling Tian. Dengan tingkat kultivasinya yang berada di tahap keempat Bintang Berlian, banyak orang yang ingin membentuk tim bersamanya walau mereka tahu bahwa usia Luo Shang sudah mencapai 30 tahun.


Begitu pula dengan pemuda yang berdiri di dekatnya, yaitu Liang Han. Kultivasi dan usianya juga sedikit lebih rendah dibandingkan Luo Shang. Dia berusia 29 tahun dan tingkat kultivasinya berada di tahap ketiga Bintang Berlian. Meski demikian, ia masih tetap terpilih dalam kelompok yang sama dengan Luo Shang.


Beberapa menit kemudian, para kultivator yang memiliki tingkat kultivasi pada tahap pertama dan kedua Bintang Berlian seperti diabaikan begitu saja dan tak ada satu pun dari mereka yang memiliki tim, termasuk Ling Tian.


"Hmph ... Apa lagi yang kalian tunggu? Cepatlah naik ke atas arena!" Pria paruh baya itu kembali berbicara dan memerintahkan semua peserta kompetisi untuk segera memasuki arena, setelah dia melihat sudah banyak tim yang terbentuk dari berbagai kultivator kuat.


"Yaah ... Itu memang benar! Biarkan saja orang-orang dalam tim tersebut saling bertarung dengan tim lainnya. Kita akan menyerang saat mereka lengah," balas pemuda yang berdiri di sampingnya.


Para kultivator yang telah memiliki timnya masing-masing segera melompat ke atas arena kompetisi dan kemudian diikuti oleh Ling Tian serta yang lainnya. Karena tak ingin terlihat mencolok, Ling Tian tetap bersama dengan para kultivator yang tak membentuk sebuah tim tersebut.


Setelah melihat bahwa tak ada lagi yang memasuki arena kompetisi, pria paruh baya itu pun dengan sangat cepat menggerakkan tangannya sebanyak beberapa kali untuk memasang sebuah Formasi Pelindung.


Dinding pembatas transparan dan sangat kuat segera terbentuk di sekitar arena pertarungan. Orang-orang yang berada di dalamnya dapat keluar dari Formasi Pelindung itu. Namun, mereka takkan bisa masuk lagi ke dalam Formasi Pelindung tersebut, sama seperti orang-orang yang sejak awal telah berada di luar arena.


Pria paruh baya itu pun melirik ke bawah ke arah para peserta kompetisi. Kemudian ia berteriak dengan nada berat menggunakan energi Qi-nya, "Mulailah!"

__ADS_1


WUUSSHH ... WUUSSHH


Hembusan angin menderu kencang ketika beberapa peserta kompetisi melesat ke arah tim yang telah menjadi target mereka. Masing-masing dari peserta tersebut menyerang tim yang dianggap paling lemah. Sedangkan untuk orang-orang yang terlihat memiliki kultivasi rendah seperti Ling Tian, mereka semua diabaikan seolah-olah mereka tak pernah ada di dalam arena itu.


TRANG ... TRANG


Pertarungan pun akhirnya dimulai. Suara senjata yang saling bentrok terdengar menggema di dalam Formasi Pelindung. Teriakan serta geraman mengiringi jalannya pertempuran yang semakin sengit.


Ling Tian berdiri tenang di tempatnya seakan tak terganggu dengan pertarungan yang sedang berlangsung. Ia menempatkan kedua tangan di belakang punggungnya sambil melengkungkan sudut-sudut bibirnya menampilkan senyum kecil.


"Ayo, saatnya kita menyerang! Gunakan peluang dengan sebaik-baiknya," bisik salah seorang pemuda kepada temannya yang berdiri tak terlalu jauh dari Ling Tian. "Perhatikan dengan saksama para peserta yang terlihat lengah."


"Jangan! Sebaiknya kita menunggu sedikit lebih lama lagi. Biarkan mereka bertarung sepuasnya sampai benar-benar lelah hingga kekuatan mereka terkuras habis sepenuhnya," jawab pemuda lainnya dengan nada yang setengah berbisik.


"Mmm ... Baiklah kalau begitu!"


Keduanya kembali memfokuskan pandangan mereka ke arah pertempuran yang sedang berlangsung, sambil memperhatikan setiap gerakan yang dilakukan oleh para peserta yang sibuk bertarung. Beberapa di antara para peserta tersebut telah terluka. Tubuh mereka sepenuhnya diwarnai oleh darah yang terus mengalir.


"Aaaahhhh!"


Sebuah teriakan nyaring terdengar ketika salah satu dari para peserta itu terpental keluar dari dalam Formasi Pelindung. Tubuhnya terlihat bergetar keras sebelum akhirnya jatuh terkapar di tanah dan tak sadarkan diri.

__ADS_1


__ADS_2