
Kera Salju memegang dadanya yang terasa sangat sakit. Beberapa tulangnya juga telah patah. Dengan menggunakan kekuatannya yang tersisa, ia berusaha bangkit secara perlahan-lahan.
"Hehehe ... Tuan Muda, mungkin ini pengabdianku yang terakhir padamu! Jika kita bertemu di kehidupan selanjutnya, aku ingin kamu tetap menjadi Tuan mudaku," ucap Kera Salju melalui telepati pada Ling Tian, sambil menyeka darah yang mengalir keluar dari mulutnya.
Dengan tubuh yang terlihat sangat goyah, Kera Salju memaksakan dirinya untuk berdiri di atas lapisan dinding Formasi Pelindung. Setelah itu, ia pun mengumpulkan sebagian kekuatannya, lalu segera melesat kembali menerjang ke arah Zhuge Lao.
Melihat tindakan yang dilakukan oleh Kera Salju, Zhuge Lao pun tertawa terbahak-bahak, "Hahaha ... Baiklah! Karena kamu benar-benar ingin mati, maka akan aku kabulkan!"
Setelah mengatakan hal tersebut, Zhuge Lao segera mengangkat tangannya dan mengayunkannya ke arah Kera Salju yang telah mendekatinya.
"Kakak besar! Tidaaakkk!" Xiao Jun tak mampu lagi menahan suaranya. Ia langsung berteriak sangat keras sambil menutup matanya.
BAM
Bunyi yang cukup keras terdengar menggema di sekitar wilayah Asosiasi Alkemis. Tubuh Zhuge Lao terdorong mundur sekitar lima meter. Sementara itu, tubuh Kera Salju terhempas sangat jauh dan langsung masuk ke dalam Formasi Pelidung Kota Primordial tepat di dekat kerumunan tempat Xiao Jun dan Wei Ziqing berada.
"Kalian telah mengganggu waktu kultivasiku dan bahkan berani melukai orang-orangku. Hanya satu kata untuk kalian semua, 'Kematian'!"
Suara dengan nada penuh kemarahan dan mengandung energi Qi yang sangat kuat terdengar menggema di atas udara. Itu adalah suara kemarahan Ling Tian.
Merasakan bahaya yang akan terjadi pada Kera Salju, ia segera meninggalkan ruangannya dan langsung melesat dengan sangat cepat menyusulnya untuk menghalau pukulan yang dilepaskan oleh Zhuge Lao.
"Jun! Segera berikan Pil Penyembuh pada Xiaohou!" seru Ling Tian cepat. Lalu menoleh ke arah Yun Feilong dan berkata dengan nada tegas, "Perintahkan semuanya untuk mundur!"
Setelah mengucapkan hal itu, Ling Tian segera menggerakkan tangannya dengan sangat cepat dan membentuk sebuah segel pada jari-jarinya. Seketika sebuah celah terbuka pada Formasi Pelindung Kota Primordial.
"Baik, pemimpin!"
Tanpa basa-basi lagi, semua anggota Asosiasi Alkemis serta Asosiasi Harta Kuno langsung melesat masuk melalui celah pada Formasi Pelindung tersebut. Para kultivator dari klan Zhuge tak ikut mengejar, karena yang sesungguhnya mereka cari adalah Ling Tian.
Kemudian Ling Tian menggerakkan kembali tangannya sebanyak beberapa kali untuk menutup celah pada Formasi Pelindung itu. Setelah menyelesaikan semuanya, ia pun segera memusatkan energi Qi pada Dantian-nya lalu membuka mulutnya lebar-lebar.
ROOAARR
__ADS_1
Suara auman yang sangat keras serta mengandung energi Qi yang sangat kuat, menggema kencang di sekitar tubuh para kultivator klan Zhuge tersebut.
BOOM ... BOOM ... BOOM
Ledakan beruntun terus terdengar seiring kabut darah yang bertebaran di atas udara. Tubuh para kultivator klan Zhuge seketika meledak menjadi bubur daging setelah terkena Tenik Auman Naga milik Ling Tian.
Kini yang tersisa hanyalah seorang saja, yaitu Zhuge Lao yang memiliki kekuatan terbesar di antara mereka semua, yang tingkat kultivasinya telah berada di tahap ketujuh Bintang Bumi.
Tubuhnya juga sempat goyah ketika terkena Teknik Auman Naga milik Ling Tian. Namun, dengan sangat cepat ia langsung membungkus seluruh tubuhnya dengan energi Qi-nya sendiri untuk menahan tekanan dari suara auman tersebut.
"Huufftt ... Selamat tinggal teman lama!" gumam Dugu Changfeng sambil menghela napas berat, saat melihat bahwa tubuh Zhuge Ming juga ikut meledak karena terkena Teknik Auman Naga milik Ling Tian.
"Hmmm ... Aku memberikan hukuman kematian kepada mereka semua karena telah berani mengusik ketenanganku dalam berkultivasi. Selanjutnya, dirimu juga akan menyusul mereka karena telah berani melukai temanku!"
"Aarrgghh! Kamu telah berani membunuh anakku dan juga membunuh anggota klanku. Hanya kematianmu lah yang bisa menenangkan arwah mereka semua!" teriak Zhuge Lao dengan nada geram yang juga mengandung energi sangat kuat disertai niat membunuh yang sangat besar.
Setelah mengatakan hal itu, dalam sekejap mata Zhuge Lao langsung menghilang dari tempatnya dan seketika itu juga muncul tepat di depan Ling Tian. Ia segera mengayunkan tinjunya ke wajah Ling Tian dengan niat ingin meledakkan kepalanya.
Ling Tian yang sudah bersiap sejak awal, bergegas menghindarinya dengan menggunakan Teknik Langkah Dewa Naga. Sehingga pukulan Zhuge Lao tersebut hanya mengenai udara saja.
Formasi Pelindung pada Kota Primordial terus bergetar hebat akibat dari tekanan energi Qi yang dilepaskan oleh keduanya.
Hanya para kultivator tahap keenam Bintang Bumi yang bisa melihat bayangan mereka berdua ketika sedang bertarung. Sebab, kecepatan yang mereka tunjukan sudah di luar batas indra penglihatan para kultivator yang memiliki tingkat kultivasi di bawahnya.
Namun, jika mereka dapat melihat dengan jelas jalannya pertarungan tersebut, semua orang pasti bisa tahu bahwa saat ini Ling Tian sedang kewalahan menghadapi setiap serangan yang dilepaskan oleh Zhuge Lao. Itu karena kecepatan pergerakan dari Zhuge Lao masih berada di atas Ling Tian. Jarak antara kultivasi mereka pun sangat jauh berbeda.
Tingkat kultivasi Ling Tian saat ini hanya berada di tahap ketiga Bintang Bumi. Dengan mengandalkan Teknik Dewa Naga Surgawi, kekuatannya bisa setara dengan para kultivator keenam Bintang Bumi. Namun, ia dapat mengalahkan mereka dengan sangat mudah karena teknik yang digunakannya adalah Teknik Tingkat Dewa.
Tetapi sekarang, Ling Tian menghadapi Zhuge Lao yang tingkat kultivasinya telah berada di tahap ketujuh Bintang Bumi yang kekuatan serta kecepatannya sudah berada jauh di atasnya.
Hanya dalam beberapa menit saja, Ling Tian sudah menjadi semakin kewalahan menghadapi setiap serangan yang tertuju padanya. Zhuge Lao yang telah dipenuhi oleh niat membunuh tersebut, terus saja melancarkan serangannya dan tak pernah memberikan kesempatan pada Ling Tian untuk memberikan serangan balik terhadap dirinya.
Saat melihat Ling Tian sedang lengah karena tak sanggup lagi mengimbangi kecepatan serangannya, Zhuge Lao segera menggunakan kesempatan itu untuk melayangkan tendangannya ke perut Ling Tian.
__ADS_1
BOOM
Ling Tian langsung meluncur turun dengan cepat dan menabrak tanah dengan sangat keras ketika terkena tendangan dari Zhuge Lao. Tetapi hal tersebut tak membuatnya terluka sedikitpun, karena kekuatan tubuh Ling Tian sudah berada di tingkat Tulang Naga Bumi.
Dengan gerakan yang sangat cepat, Ling Tian segera bangkit dari tanah dan kemudian tertawa gembira, "Hahaha ... Ini baru olahraga yang sesungguhnya. Ayo, lanjutkan!"
Setelah mengatakan hal itu, Ling Tian langsung menghilang dari tempatnya dan melesat dengan sangat cepat menerjang ke arah Zhuge Lao. Pertarungan keduanya pun berlanjut kembali.
BAM ... BAM
Bunyi tangan serta kaki yang saling beradu dapat terdengar dengan jelas oleh orang-orang yang sedang menyaksikan pertempuran itu. Posisi pertarungan keduanya terus berpindah-pindah, hingga membuat fluktuasi udara terlihat ikut beralih tempat mengikuti pergerakan mereka.
Selang beberapa menit, Ling Tian terkena pukulan Zhuge Lao lagi yang membuat tubuhnya terpental jatuh dan menabrak tanah dengan sangat keras.
BOOM
Tanah tersebut memiliki lubang yang dalam dan cukup besar akibat dampak dari bertabrakan dengan tubuh Ling Tian. Pakaian di tubuhnya juga telah compang-camping tak menentu hingga membuat dirinya terlihat seperti seorang pengemis.
"Hahaha ... Sekali lagi! seru Ling Tian dengan nada bersemangat.
Zhuge Lao yang melihat kekuatan pada tubuh Ling Tian, seketika tersentak kaget. Ia tak pernah menyangka bahwa ada seorang kultivator yang memiliki tubuh yang sangat kuat dan sangat keras seperti itu.
Pukulan yang dilepaskannya juga adalah serangan yang mengandung 90% dari seluruh kekuatannya. Jika itu kultivator biasa yang memiliki tingkat kultivasi setara dengannya, yaitu tahap ketujuh Bintang Bumi, mungkin sedari awal tubuhnya telah meledak menjadi bubur daging bila terkena pukulan Zhuge Lao tersebut.
Namun, yang terjadi pada Ling Tian sangat berbeda. Setiap terkena pukulan darinya, Zhuge Lao dapat merasakan kekuatan Ling Tian sedikit demi sedikit semakin meningkat.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
Terima kasih juga buat teman-teman yang telah menghargai karya Author dengan cara memberikan TIP.
Author juga doakan semoga sehat selalu buat semua pembaca, baik itu yang suka maupun yang tidak suka dengan Novel "LSM" ini.
__ADS_1
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.