
Ling Tian yang telah selesai berkultivasi, segera keluar dari gua dan melesat terbang ke langit. Sambil berdiri di atas udara, ia mulai memikirkan arah mana yang harus dipilihnya.
"Utara, timur, selatan, barat, utara, timur, selatan, barat, utara, timur ... Nah, mari kita ke timur saja!" ujar Ling Tian yang mengundi dengan kesepuluh jarinya, untuk memilih ke arah mana ia harus pergi.
Setelah mengatakan hal itu, Ling Tian langsung menghilang dari tempatnya dan melesat terbang ke arah timur. Kecepatan terbang Ling Tian saat ini telah berkali-kali lipat dari kecepatan yang sebelumnya.
Jarak 500 kilometer yang dulu bisa ditempuhnya selama beberapa menit dengan menggunakan kecepatan penuh, kini hanya memerlukan beberapa detik saja. Tetapi, setelah terbang selama dua hari, ia belum menemukan satu pun kota atau tempat pemukiman penduduk lainnya.
"Apakah tempat ini hanya dipenuhi dengan hutan saja? Ataukah tempat ini memang benar-benar sangat luas?" batin Ling Tian dengan nada kebingungan.
Ling Tian terus melesat terbang tanpa mengendurkan kecepatannya. Indra spiritualnya juga terus memeriksa keadaan di sekitarnya. Setelah sehari lagi berlalu, akhirnya indra spiritual Ling Tian merasakan begitu banyak aura kehidupan yang ada di depannya.
"Hmmm ... Sepertinya ada sebuah kota di depan sana!" gumam Ling Tian pelan, sambil terus melesat terbang.
Beberapa detik kemudian, ia pun sampai di depan pintu gerbang kota tersebut. Tapi yang membuat Ling Tian sedikit terkejut adalah tulisan yang terpampang di pintu gerbangnya. Itu bertuliskan Kota Kekaisaran.
"Ah! Apakah ini ibukota kekaisaran yang ada di Benua Langit Tingkat Menengah? Ataukah ...." Ling Tian membatin sembari mengerutkan alisnya.
"Seribu Batu Roh Tingkat Rendah!" seru penjaga gerbang yang menyadarkan Ling Tian dari termenungnya.
"Aahh ... Yah ... Apa? Bisa kamu ulang kembali?" Ling Tian yang baru tersadar dari keterkejutannya menjadi lebih terkejut lagi ketika ia mendengar apa yang dikatakan oleh penjaga gerbang. Ling Tian menyuruh sang penjaga gerbang untuk mengulang kembali perkataannya, karena merasa ragu apakah telinganya telah salah dalam mendengar.
"Apakah kamu tuli! Biaya masuk ke dalam Kota Kekaisaran adalah Seribu Batu Roh Tingkat Rendah," ujar penjaga gerbang tersebut dengan nada sedikit marah.
"Aahh ... Aku tidak memiliki Batu Roh Tingkat Rendah," jawab Ling Tian sambil tersenyum canggung.
__ADS_1
"Hmph ... Kalau begitu, segera menyingkir dari sini! Lihatlah di belakangmu! Masih banyak orang yang sedang mengantre untuk masuk ke dalam," balas sang penjaga gerbang dengan ketus.
"Hahaha ... Dari penampilannya saja, semua orang sudah dapat menebaknya bahwa dia benar-benar miskin."
"Hei, cepatlah menyingkir! Jangan menghalangi jalan! Kamu hanya akan membuat antrean menjadi lebih panjang lagi."
"Anak muda, menyingkirlah! Kamu sudah menghalangi jalanku."
Beberapa orang telah menjadi marah saat merasa Ling Tian telah memperlambat mereka untuk masuk ke dalam Kota Kekaisaran. Ada juga yang menertawakannya dan bahkan ada pula yang menghinanya.
Tetapi, Ling Tian tetap berdiri santai seolah tak menghiraukan mereka semua. Dengan tenang, ia pun berkata kembali, "Bisakah Batu Roh Tingkat Rendah tersebut digantikan dengan hal yang lain? Contohnya, seperti koin emas atau apa pun yang nilainya setara dengan Batu Roh Tingkat Rendah."
"Ya! Itu bisa. Satu Batu Roh Tingkat Rendah setara dengan seribu koin emas. Jadi, kamu harus membayarnya dengan satu juta koin emas untuk menggantikan seribu Batu Roh Tingkat Rendah." Sang penjaga gerbang menjelaskan dengan nada sedikit keheranan.
Apa yang dipikirkan oleh orang-orang yang berada di tempat tersebut juga sama seperti yang ada di benak sang penjaga gerbang. Bahkan ada yang berpikir bahwa Ling Tian adalah orang udik yang berasal dari desa terpencil dan tidak pernah mengenal dunia luar.
"Ooh ... Begitu yah!?" ucap Ling Tian sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Lalu bergegas mengeluarkan sebuah Cincin Ruang yang berisi satu juta koin emas. Kemudian melanjutkan, "Ambilah! Di dalamnya ada satu juta koin emas."
Penjaga gerbang tersebut segera memeriksa Cincin Ruang yang diberikan oleh Ling Tian. Setelah merasa jumlahnya benar, ia pun berkata singkat, "Hmmm ... Masuklah!"
Ling Tian dengan cepat berjalan masuk tanpa memedulikan tatapan aneh dari semua orang yang berada di tempat itu. Setelah mendengar penjelasan dari sang penjaga gerbang, ia akhirnya tahu bahwa mata uang yang di pakai di tempat ini bukanlah koin emas lagi, melainkan dengan Batu Roh.
Dengan begini, Ling Tian juga menyimpulkan bahwa dia tak lagi berada di Benua Langit Tingkat Menengah. Namun, untuk lebih memastikannya, ia harus bertanya pada penduduk di kota itu.
Suasana di Kota Kekaisaran sangat ramai. Itu berkali-kali lipat lebih ramai dari Kota Primordial. Sebab, Kota Kekaisaran juga lebih besar dari Kota Primordial. Gedung-gedung yang sangat besar dan bertingkat berjejer di sepanjang jalan.
__ADS_1
Seperti biasa, Ling Tian terlebih dahulu mencari sebuah penginapan yang memiliki restoran, ketika memasuki sebuah kota yang sangat asing baginya. Karena restoran bisa juga dijadikan sebagai tempat mencari informasi.
Akan tetapi Ling Tian tidak menemukan penginapan yang seperti itu. Sebab, di Kota Kekaisaran ini, penginapan dan restoran sengaja di buat terpisah.
"Hmmm ... Mungkin pemilik restoran merasa dirugikan jika ada penginapan yang juga memiliki restoran di dalamnya," gumam Ling Tian di dalam hati, lalu melanjutkan, "Mungkin sebaiknya aku pergi ke sebuah restoran terlebih dahulu untuk mencari informasi yang aku butuhkan."
Dengan menggunakan indra spiritualnya, Ling Tian mencari sebuah restoran yang sangat ramai. Setelah menemukannya, ia langsung bergegas menuju ke sana.
Ketika Ling Tian sampai di restoran tersebut, dengan cepat ia mencari tempat duduk kosong dan terlihat tidak terlalu mencolok dari pandangan orang-orang yang berada di dalamnya. Kemudian Ling Tian memesan makanan dan anggur agar ia tampak terlihat seperti pelanggan yang lainnya.
Dengan indra pendengaran yang sangat peka di tambah indra spiritual yang sangat tajam, Ling Tian dapat mengetahui apa yang sedang diperbincangkan oleh semua orang yang berada di dalam restoran itu.
"Tahukah kalian bahwa beberapa hari yang lalu Terowongan Spasial yang menuju ke arah Benua Langit Tingkat Menengah telah terbuka?" tanya seorang pemuda kepada beberapa teman yang duduk bersamanya.
"Ya! Aku juga telah mendengar rumor tersebut. Dikatakan bahwa Terowongan Spasial itu akan terbuka sekali setiap 500 tahun dan hanya dalam beberapa menit saja itu akan menutup kembali," jawab pemuda lainnya.
"Sungguh disayangkan bahwa itu hanya terbuka sebentar saja. Jika terbuka dalam waktu yang lama, mungkin banyak orang dari Benua Persimpang ini yang akan pergi untuk melihat-lihat apa yang ada di dalam Benua Langit Tingkat Menengah." Salah satu pemuda juga ikut berbicara.
"Ciihh ... Untuk apa pergi ke Benua Langit Tingkat Menengah?! Jika ada Terowongan Spasial yang menuju ke Benua Langit Tingkat Atas, aku akan lebih memilih untuk pergi ke sana. Sebab, sumber daya yang berada di Benua Langit Tingkat Atas lebih banyak dibandingkan dengan Benua Langit Tingkat Menengah. Di sana juga dapat membuat tingkat kultivasi kita meningkat dengan pesat," balas pemuda yang lainnya dengan nada mencibir.
"Hmmm ... Sebagai wilayah perbatasan antara Benua Langit Tingkat Menengah dan Tingkat Atas, tempat ini juga pasti memiliki Terowongan Spasial yang menuju ke Benua Langit Tingkat Atas. Hanya saja, semua orang di Benua Persimpangan Langit ini belum menemukannya. Atau mungkin saja telah ditemukan, namun mereka tak mau memberitahukannya."
Ling Tian yang mendengarkan percakapan dari orang-orang tersebut akhirnya mengerti, bahwa tempatnya berada sekarang ini dinamakan Benua Persimpang Langit. Terowongan Spasial yang terbuka sekali dalam 500 tahun itulah yang membawanya ke tempat ini.
"Huuhh ... Aku tak bisa menunggu selama 500 tahun lagi untuk bisa kembali ke Benua Langit Tingkat Menengah. Aku harus segera meningkatkan kekuatanku dan mencari cara untuk kembali secepat mungkin," gerutu Ling Tian di dalam hatinya.
__ADS_1