
Setelah menjauh sekitar 50 km dari wilayah Sektenya, Ling Tian kemudian berhenti dengan santai di udara menunggu kedatangan Mu Bai dan ketiga Tetua yang mengikutinya.
"Junior Ling Tian, mengapa kamu harus memaksa kami melakukan ini? Tidak bisakah kamu mengalah dan mengubah peraturan dari Sektemu itu?" Mu Bai berkata ketika tiba di depan Ling Tian yang berjarak sekitar 30 meter darinya.
"Hehehe... Aku akan menjawab pertanyaanmu itu setelah mengalahkan kalian Semua. Jadi untuk sekarang kita tidak perlu berbasa-basi lagi."
"Kalian kini hanya memiliki 2 pilihan, yaitu maju satu per satu, atau akan maju sekaligus? Itu tidak akan menjadi masalah bagiku, dan aku juga telah siap untuk bermain bersama kalian semua." Ucap Ling Tian dengan tersenyum sambil mengangkat kedua jari tangannya.
"Hmmm... Kamu terlalu meremehkan kami. Baiklah! Kalau begitu maumu, kami tidak akan sungkan lagi." Mu Bai memberi tanda kepada ketiga Tetua untuk menyerang Ling Tian.
Para Tetua itupun segera mengelilingi Ling Tian yang masih tampak terlihat sangat tenang. Tidak ada sedikitpun kepanikan tampak di wajahnya yang membuat mereka semua sangat terkejut.
WHOOSSHH
Salah satu Tetua tersebut melesat dengan sangat cepat lalu melayangkan pukulannya ke arah wajah Ling Tian. Mendapatkan serangan seperti itu, Ling Tian hanya dengan santai mengangkat jari telunjuknya untuk menahan pukulan yang akan mengenai wajahnya.
BAM
Terdengar bunyi yang cukup keras saat jari dan tinju mereka bertemu. Tetua tersebut terpental sejauh 100 meter di udara, sedangkan untuk Ling Tian sendiri, dia masih tetap santai berada di tempatnya.
"Terlalu lemah!" Ling Tian berkata sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Mu Bai yang hanya menonton pertarungan itu sangat tercengang melihat kekuatan yang ditampilkan oleh Ling Tian. Sejak awal dia telah mencoba mengukur tingkat kultivasi dari Ling Tian, tetapi dia tetap saja tidak bisa melihatnya.
Meskipun masih dalam keadaan terkejut, Tetua itu segera mengeluarkan senjatanya yang berbentuk cakram dari Cincin Ruangnya. Lalu dia pun langsung melemparkannya ke arah Ling Tian dan mengontrol kecepatan pergerakan cakram tersebut dengan energi Qi-nya
Kedua Tetua lainnya juga ikut mengeluarkan senjata mereka yang berupa tombak dan kapak, kemudian menyerang secara bersamaan ke arah Ling Tian.
Menghadapi serangan dari ketiga Tetua yang memiliki kultivasi pada tahap kesembilan Bintang Berlian tersebut, Ling Tian masih tetap tenang seolah-olah tidak mempedulikan semua serangan yang ditujukan kepadanya.
Dengan gerakannya yang sangat indah, dia menghindari semua serangan itu tanpa ada sedikitpun dari senjata tersebut yang dapat menyentuh pakaiannya.
Ling Tian hanya menggunakan sekitar 50% saja dari kekuatannya untuk melawan ketiga Tetua itu. Dia cuma ingin bermain-main dengan mereka karena merasa otot-ototnya sudah lama tidak di gunakan untuk bertarung.
"Ayolah! Gunakan seluruh kekuatan penuh kalian untuk menyerangku. Seluruh otot-ototku masih terasa kaku menghadapi serangan yang lemah seperti itu." Ling Tian sengaja memprovokasi para Tetua tersebut agar serangan mereka menjadi lebih sengit lagi.
Ling Tian juga tahu bahwa setiap serangan yang telah ditujukan kepadanya itu, tidak mengandung niat membunuh di dalamnya.
Mungkin para Tetua dari Sekte Teratai Hitam tersebut hanya ingin melukainya saja karena Ling Tian tidak menuruti kemauan mereka.
__ADS_1
Salah satu Tetua yang menggunakan senjata berupa kapak mulai merasa terprovokasi setelah mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Ling Tian.
Dia segera maju dengan cepat dan mengayunkan kapaknya tersebut ke arah bahu Ling Tian yang bertujuan ingin melukainya dengan sangat parah.
Ling Tian dengan santai menggerakkan tubuhnya untuk menghindari kapak yang akan mengenai bahunya itu, lalu melayangkan pukulan pelan ke arah tangan Tetua yang sedang memegang kapak tersebut.
BAM
Kapak itupun langsung terlepas dari pegangan sang Tetua dan dia juga ikut terhempas sejauh 50 meter di udara.
Selanjutnya Ling Tian mengangkat tangannya dengan gerakan yang sangat cepat untuk menangkap cakram yang telah mendekati dadanya, kemudian dia pun melemparkannya kembali ke arah Tetua pemilik cakram tersebut.
Sang Tetua juga segera menggunakan kecepatan penuhnya untuk menangkap cakramnya itu. Namun meskipun dia berhasil menangkapnya, dia tetap ikut terpental sejauh 30 meter bersama dengan cakram tersebut.
Ling Tian lalu bergerak sedikit memutar badannya untuk menghindari serangan tombak yang datang dari arah belakangnya. Kemudian dia mengangkat kakinya dan melayangkan tendangan ke arah dada Tetua pemilik tombak itu.
BOOM
Suara ledakan terdengar ketika Tetua tersebut jatuh terpental dengan keras menabrak tanah. Tapi dia segera bangkit lagi lalu melesat kembali ke udara.
"Hehehe... Ayolah! Aku belum merasa puas bermain-main bersama kalian." Ling Tian tertawa pelan.
Mu Bai hanya diam saja mendengar perkataan Ling Tian itu, namun wajahnya terlihat marah karena merasa bahwa mereka semua telah sangat di remehkan olehnya.
Ketiga Tetua itu mulai kembali melanjutkan serangannya kepada Ling Tian. Kini mereka telah menggunakan seluruh kekuatan penuhnya dalam setiap serangan itu dan tidak lagi ceroboh seperti sebelumnya.
Ling Tian masih tetap tenang dalam menyambut serangan yang terus menerus menerjang ke arahnya. Dia pun kini menggunakan sekitar 60% dari kekuatannya untuk dapat bersaing dalam menghadapi serangan ketiga Tetua tersebut.
Ling Tian yang menjadi sasaran dari setiap senjata milik para Tetua itu, terlihat seperti orang yang sedang menari gembira saat dia bergerak dengan cepat untuk menghindari setiap serangan yang akan mengenai tubuhnya.
"Hahaha... Lanjutkan!" Ling Tian tertawa keras sambil terus berkelit dengan gesit saat mengelak semua serangan yang datang ke arahnya.
Ketiga Tetua tersebut menyerang Ling Tian dengan semakin cepat dan ganas. Kombinasi dari serangan gabungan mereka juga tertata dengan sangat baik, sehingga itu dapat mengurangi celah bagi Ling Tian untuk menghindarinya.
Tetapi karena gerakan Ling Tian yang sangat cepat, semua serangan tersebut seperti permainan anak kecil di matanya.
Setelah merasa bosan dengan hal itu, giliran Ling Tian yang mulai bergerak membalas setiap serangan dari para Tetua tersebut.
BOOM
__ADS_1
Salah satu dari Tetua yang terkena teknik Tapak Dewa Naga milik Ling Tian, jatuh dengan keras menabrak tanah hingga membuat lubang yang cukup besar dan dalam.
Jika saja Ling Tian tidak mengontrol kekuatan dari Tapak Dewa Naga tersebut, mungkin tubuh Tetua itupun akan meledak dan hancur berkeping-keping.
Kemudian Ling Tian langsung menghilang dari tempatnya dan muncul tepat di belakang Tetua yang memegang cakram.
Dengan gerakan yang sangat cepat dan tidak bisa di tangkap oleh mata Tetua tersebut, Ling Tian melayangkan tendangan ke arah punggungnya yang membuat sang Tetua itu juga terpental sangat keras lalu jatuh menabrak tanah.
BOOM
Setelah itu,Ling Tian menghilang lagi dari tempatnya dan muncul di depan Tetua yang tersisa. Tanpa memberikan kesempatan padanya, Ling Tian langsung mengayunkan tinjunya ke arah wajah Tetua tersebut.
Walaupun sang Tetua tidak dapat melihat pukulan Ling Tian yang sangat cepat itu, namun dia masih bisa merasakan energi Qi yang besar menyerang ke arah wajahnya.
Tetua itupun berusaha mencoba menghindari pukulan dari Ling Tian tersebut dengan menggunakan kecepatan penuhnya, tetapi semua hal yang dilakukannya sia-sia saja.
Sebelum dia sempat menghindar, sebuah tinju telah mengenai wajahnya terlebih dahulu yang membuat semua tulang tengkorak kepalanya menjadi retak.
BOOM
Sang Tetua itupun mengikuti kedua Tetua lainnya yang jatuh terkapar tak sadarkan diri di tanah.
"Aahh... Maaf, waktu bermain kita telah habis!" Ling Tian berkata dengan santai, kemudian segera berbalik memandang ke arah Mu Bai sambil menyunggingkan senyum khasnya.
"Hmmm... Aku tidak pernah menyangka kalau pemimpin Sekte Pria Tertampan Di Benua Langit memiliki kemampuan yang sangat kuat."
"Tapi jika hanya itu saja yang kau punya, kamu tidak akan memiliki kesempatan untuk menang melawanku." Kata Mu Bai sambil mencibir ke arah Ling Tian.
"Hehehe... Percayalah! Kamu tidak akan menyesalinya, karena aku akan memuaskanmu dalam pertarungan kita ini. Dan aku juga akan membuka matamu, agar kamu bisa melihat bahwa kalian semua tidak ada apa-apanya di hadapanku." Ling Tian tertawa lirih dengan nada bangga.
"Ciiihhh... Baiklah! Kalau begitu buktikanlah apa yang telah kamu katakan tersebut dengan kekuatanmu."
Setelah mengatakan itu, Mu Bai langsung menghilang dari tempatnya dan melesat dengan sangat cepat menuju ke arah Ling Tian.
Melihat hal tersebut, Ling Tian juga menghilang dari tempatnya untuk menyambut serangan yang datang dari Mu Bai.
***
Terima kasih buat teman-teman yang telah memberikan LIKE dan VOTE nya serta memberikan RATING Bintang Lima, juga buat teman-teman yang telah berkomentar positif. Karena itu semua akan membuat Author lebih bersemangat dalam menulis Novel ini.
__ADS_1
Jika ada Typo dalam setiap chapter di Novel ini, mohon untuk di beritahukan kepada Author agar Author segera merevisinya.