
Pertarungan antara Ling Tian dan Putri Qing Ruan menimbulkan beberapa pendapat yang berbeda dari semua orang yang berada di tempat acara kompetisi tersebut.
Bagi para kultivator yang memiliki tingkat kultivasi sedikit lebih rendah seperti para peserta kompetisi, mereka akan mengatakan bahwa Ling Tian berada dalam situasi yang terdesak, sehingga dia hanya bisa terus menghindar tanpa mampu memberikan serangan balasan kepada Putri Qing Ruan.
Sedangkan bagi para kultivator tingkat tinggi, mereka berpikir bahwa Putri Qing Ruan lah yang saat ini tidak sanggup untuk melukai tubuh Ling Tian meski telah menggunakan kekuatan penuhnya.
"Hahaha ... Lihatlah pemuda bernama Ling Tian itu! Dia tidak memiliki sedikit pun celah untuk membalas serangan dari Tuan Putri Qing Ruan."
"Puiih! Sejak awal di hanya memiliki mulut besar saja untuk menantang Tuan Putri. Aku sangat yakin bahwa tidak lama lagi dia akan menderita karena terkena serangan dari Tuan Putri yang begitu ganas dan sangat mematikan itu."
"Aku masih berharap bahwa Tuan Putri akan menghancurkan wajah pemuda itu menjadi seperti kepala b4bi hingga orang tuanya sendiri tak dapat mengenalinya."
Segala keluhan dan kutukan terhadap Ling Tian dilontarkan oleh para peserta kompetisi. Tetapi itu berbeda dengan para kultivator tingkat tinggi. Mereka terus melihat pertarungan tersebut dengan saksama.
Di atas platform, Kaisar Qing mengerutkan alisnya dalam-dalam saat menyaksikan pertarungan antara Putri Qing Ruan dan Ling Tian.
"Hmmm ... Bagaimana menurutmu?" tanya Kaisar Qing meminta pendapat pada pria tua yang berdiri di belakangnya.
"Sepertinya Tuan Putri takkan bisa melukai pemuda yang bernama Ling Tian itu, Yang Mulia!" jawab pria tua tersebut.
"Hmmm ... Aku juga berpikir seperti itu," balas Kaisar Qing sambil terus menyaksikan pertarungan yang berlangsung di dalam arena.
Serangan yang sangat kuat dari Putri Qing Ruan mengarah tepat ke titik-titik vital di tubuh Ling Tian. Namun, hasilnya masih tetap sama saja. Dia tidak bisa menyentuh sedikit pun pakaian Ling Tian.
Sementara Ling Tian sendiri, dia terus tersenyum kecil seraya menghindari semua serangan yang datang ke arahnya, yang membuat Putri Qing Ruan menjadi semakin kesal.
"Apakah kamu sudah merasa lelah, Tuan Putri? Jika belum, mari teruskan pertarungan ini!" tanya Ling Tian pelan.
"Hmph!" Putri Qing Ruan hanya menjawabnya dengan dengusan dingin dan terus menyerang Ling Tian tanpa mengendorkan sedikit pun serangannya.
Mendengar perkataan Ling Tian, para peserta kompetisi semakin menghujaninya dengan cercaan.
__ADS_1
"Ciihh! Pemuda bernama Ling Tian itu masih terus saja berpura-pura bahwa seakan-akan dialah yang terus membiarkan Tuan Putri menyerangnya. Padahal, dia sendiri yang dalam keadaan terdesak sehingga tak mampu memberikan serangan balik pada Tuan Putri."
"Puiih! Jika itu aku, mungkin sudah sejak awal telah menghajar Ling Tian ini hingga dia tidak bisa bangun dari tempat tidurnya selama berbulan-bulan."
"Huuhh ... Aku jadi tiba-tiba ingin menginjak-injak wajah tebal Ling Tian ini."
"Dasar orang-orang bodoh! Seharusnya kalian bersyukur dengan adanya pemuda Ling Tian itu. Coba kalian perhatikan baik-baik! Energi Qi dari Tuan Putri semakin berkurang. Pertarungan selanjutnya pasti Tuan Putri akan benar-benar kehabisan energi Qi-nya."
Di dalam arena pertarungan, kekuatan serta kecepatan serangan dari Putri Qing Ruan sedikit demi sedikit tampak melambat. Bahkan kini tebasan serta tusukan pedangnya tidak lagi terarah dengan baik. Sedikit keringat terlihat mengalir di wajahnya hingga membasahi cadarnya.
"Sudah saatnya!" gumam Ling Tian dalam hati, kemudian berkata kepada Putri Qing Ruan, "Maaf, Tuan Putri!"
Setelah mengucapkan hal itu, Ling Tian bergerak maju ke depan menghindari semua serangan yang menerjang ke arahnya. Kemudian ia segera mengulurkan lengannya dan melepaskan serangan telapak tangan ke bagian dada Putri Qing Ruan.
Tubuh Putri Qing Yuan langsung terpental mundur ke belakang, lalu jatuh ke tanah dengan keadaan setengah berlutut dan terlihat sulit untuk bisa bangkit kembali.
"Apa?! Bagaimana bisa Tuan Putri terkena pukulan dari si Ling Tian ini?"
"Aahh ... Coba kalian perhatikan! Sepertinya Tuan Putri terlihat sulit untuk berdiri kembali."
"Apakah Tuan Putri akan kalah?"
"Hah! Ini tidak mungkin!"
Suasana di area kompetisi menjadi riuh dengan berbagai macam komentar yang dilontarkan oleh orang-orang yang berada di sana.
Bagi semua orang yang menyaksikan pertarungan itu, serangan Ling Tian tersebut terlihat cepat dan kuat hingga membuat Putri Qing Ruan terpental. Namun yang sebenarnya, ketika serangan telapak tangannya akan menyentuh dada Putri Qing Yuan, Ling Tian segera menghilangkan kekuatannya dan hanya mendorongnya saja.
Setelah itu, Ling Tian segera mengunci pergerakan Putri Qing Ruan menggunakan energi Qi-nya dan mendorongnya jatuh ke bawah dengan keadaan setengah berlutut.
"Aaiihh ... Ma-maaf ... Maaf, Tuan Putri! Aku benar-benar tidak sengaja," ujar Ling Tian dengan terbata-bata.
__ADS_1
Tubuh Putri Qing Ruan tak bisa bergerak karena terkunci oleh energi Qi Ling Tian. Namun, matanya melotot tajam pada Ling Tian dengan penuh kemarahan. Sebab, Telapak tangan Ling Tian benar-benar telah menyentuh salah satu dari dua gunung kembar yang ada di dadanya.
Melihat keadaan Putri Qing Ruan yang setengah berlutut di tanah dan tampak sulit untuk berdiri, pria paruh baya yang sebelumnya telah membuka acara kompetisi tersebut segera menghilangkan Formasi Pelindung dan langsung masuk ke dalam arena pertarungan.
Ia berdiri di tengah-tengah antara Ling Tian dan Putri Qing Ruan. Kemudian berkata, "Aku akan mulai menghitung sampai sepuluh. Jika Tuan Putri Qing Ruan belum bangkit, itu tandanya Tuan Putri Qing Ruan telah kehilangan dan dinyatakan kalah dalam pertarungan ini."
"Satu ... Dua ... Tiga ...."
Setiap hitungan dari pria paruh baya tersebut membuat jantung para peserta kompetisi berdegup kencang seperti suara sebuah gendang yang sedang dipukul di dalam tubuh mereka.
Sebab, mereka semua berharap agar Putri Qing Ruan segera bangkit kembali dan menghajar Ling Tian hingga kalah. Kemudian, mereka yang akan memanfaatkan kesempatan itu mengalahkan Putri Qing Ruan ketika energi Qi-nya benar-benar telah habis terkuras.
"Sembilan ... Sepuluh! Aku umumkan bahwa pemenang dari acara kompetisi ini adalah Ling Tian," ujar sang pria paruh baya dengan sedikit menggunakan energi Qi dalam suaranya.
Namun, harapan mereka benar-benar telah lenyap dan musnah. Karena hingga hitungan kesepuluh, Putri Qing Ruan tidak mampu lagi untuk berdiri kembali.
"Ah! Ini ... Ini tidak mungkin 'kan?!" tanya seorang peserta kompetisi pada pemuda yang ada di sampingnya, seolah tak percaya dengan apa yang telah terjadi di depan mereka.
"Coba kamu bertanya pada orang lain karena aku juga tidak percaya dengan apa yang aku lihat saat ini," balas pemuda tersebut tanpa memalingkan pandangannya dari arena pertarungan.
"Hah! Tuan Putri telah kalah? Jenius nomor satu di Benua Persimpangan Langit benar-benar telah kalah? Ini mustahil! Ini sungguh mustahil!"
"Lihatlah itu! Pemuda bernama Ling Tian ini hanya berusia sekitar 22-23 tahun, tapi dia telah mengalahkan jenius nomor satu di Benua Persimpangan Langit."
Suasana di sekitar area kompetisi semakin hiruk pikuk dengan berbagai komentar dan tanggapan dari semua orang yang berada di tempat tersebut.
Kaisar Qing sendiri bahkan berada dalam dilema. Raut wajahnya tampak berubah-ubah antara senang dan sedih. Di satu sisi ia senang karena mendapatkan seorang menantu jenius dan kuat. Di sisi lain ia sedih karena putrinya yang merupakan jenius nomor satu di Benua Persimpangan Langit, telah kalah.
Wajah Ling Tian tersenyum kecut ketika mendengar berbagai macam komentar dan tanggapan dari semua orang, tentang hasil pertarungannya dengan Putri Qing Ruan.
Untuk menjaga agar harga diri Putri Qing Ruan yang seorang Tuan Putri dari Kekaisaran Qing dan juga seorang jenius nomor satu di Benua Persimpangan langit itu tidak jatuh, Ling Tian dengan cepat menggunakan energi Qi untuk mendorong keringatnya keluar di wajahnya. Lalu ia berkata sambil berpura-pura menghela napas lega seraya mengusap keringatnya, "Fiiuuhh ... Aku benar-benar sungguh beruntung. Andai saja energi Qi Tuan Putri tidak berkurang drastis karena telah bertarung dengan banyak orang, mungkin saat ini aku telah terkapar tak sadarkan diri di lantai arena ini."
__ADS_1
Setelah berkata demikian, Ling Tian segera menghapus energi Qi-nya yang telah mengunci pergerakan dari Putri Qing Ruan.