Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Hukuman Setimpal


__ADS_3

Rose berjalan melewati Zucca dengan raut wajah yang begitu dingin. Dia kemudian duduk di atas pangkuan Adam lalu memainkan dasi di lehernya.


"Aku ingin membunuhmu," bisik Rose.


Adam tersenyum.


"Lakukan saja. Dan aku tidak akan membiarkanmu menjadi wanita yang tidak memiliki suami."


"Terlalu percaya diri!"


"Itu harus. Karena istriku sangat cantik. Jadi aku mana mungkin rela membiarkanmu jatuh ke pelukan pria selain aku!" sahut Adam.


Terdengar helaan nafas panjang setelah Rose mendengar ucapan suaminya. Dia lalu menoleh ke arah Resan, mengulurkan tangan meminta sesuatu darinya.


"Hmm, kau yakin ingin melakukan ini pada suamimu?" tanya Adam sambil memperhatikan istrinya yang sedang mengoleskan sesuatu pada pinggiran gelas yang sedang dia pegang.


"Ini setimpal karena kau sudah berani membohongiku," jawab Rose tanpa ragu.


Zucca begitu kaget saat mendengar Adam menyebut dirinya sebagai suami dari wanita yang baru saja datang. Dia kemudian berniat meminta penjelasan darinya. Namun baru saja dia menarik nafas, dari arah belakang sudah ada senjata tertempel di kepalanya. Zucca kemudian memejamkan mata, sadar kalau sekarang dia sedang berada dalam kepungan musuh yang tidak dia kenal.


"Siapa kalian?" tanya Zucca penasaran.


"Menurutmu?" sahut Rose dingin.


Reina, Resan, dan Lorus diam melihat ketua mereka menyodorkan gelas pada Adamar. Mereka sudah tidak sabar melihat pria itu mengejang kesakitan setelah mencicipi racun yang tadi di oleskan oleh si ketua.


"Hmm Tuan Zucca, kalau kau ingin tahu kami siapa, maka aku dengan senang hati akan memberitahumu," ucap Reina.


Ingin rasanya Zucca menoleh ke belakang. Namun tidak bisa dia lakukan karena senjata itu menekan kepalanya dengan cukup kuat. Dia sungguh tidak mengerti mengapa tidak ada satupun anak buahnya yang datang menolong. Padahal mereka semua ada di depan pintu apartemennya Adam.


"Kau lihat wanita cantik yang duduk di atas pangkuannya Tuan Adamar?" tanya Reina.


"Ya,"


"Namanya Rose. Dia adalah istri kesayangan dari partner bisnismu itu. Dan juga ... Rose adalah ketua dari kelompok yang sedang kau cari," ucap Reina memberitahu. "Dia adalah pemilik kelompok Queen Ma, atau yang biasa kalian kenal sebagai pria berhodie. Sedangkan aku dan kedua rekanku ini adalah bagian dari kelompok Queen Ma juga. Dan kedatangan kami kemari adalah untuk menghabisimu yang sudah berani menyinggung ketua kami."


"A-apa???? K-kalian adalah anggota kelompok Queen Ma?"


Zucca langsung menelan ludah begitu tahu kalau orang-orang yang sedang dia cari kini berada tepat di hadapannya. Sayangnya Zucca tidak bisa melakukan apapun pada mereka karena sekarang nyawanya sendiri sedang dalam bahaya.

__ADS_1


"Aku sebenarnya tidak ingin berurusan denganmu, Tuan Zucca. Tapi karena kau berencana ingin mengusik ketenangan kelompokku, maka aku perlu untuk menyingkirkanmu!" ucap Rose tanpa melihat ke arah Zucca.


"Honey, jangan menakut-nakuti rekan bisnisku. Kasihan dia!" tegur Adam sambil menatap penuh sayang ke arah istrinya. Dia sedikit mengulur waktu untuk meminum racun yang ada di gelasnya.


"B*ngsat kau, Dam. Bagaimana bisa kau mengkhianati aku hah!" umpat Zucca tak habis pikir.


"Aku sama sekali tidak mengkhianatimu, Zucca. Hanya saja aku lebih mencintai istriku yang cantik ini!" sahut Adam sambil menarik wajah Rose agar mendekat ke wajahnya. "Bagiku tidak ada yang lebih berharga daripada wanita ini. Aku bahkan rela meminum racun demi meredam kemarahannya."


Ya, saat di perjalanan menuju apartemennya, Adam memang telah mengatakan semuanya pada Rose. Dia tidak mau ada kesalahpahaman jika istrinya ini sampai mengetahui kalau dia dan Zucca memiliki hubungan bisnis yang cukup dekat. Dan sebagai gantinya, Adam harus mau meminum racun sebagai penebusan dosa karena telah berbohong.


"Brengsek! Kenapa kau tidak bilang kalau telah menikahi ketua dari kelompok Queen Ma hah! Kau mempermainkan pertemanan kita, Dam. Kau k*parat!"


Zucca benar-benar tidak menyangka kalau Adam ternyata telah menikah dengan ketua kelompok yang sedang dia kejar. Hal ini membuatnya merasa seperti keledai dungu yang bisa dengan mudah di kelabui olehnya.


Awas saja kau, Dam. Begitu aku terbebas, kau adalah orang pertama yang akan kubunuh. Beraninya kau berkhianat padaku!" geram Zucca dalam hati.


"Nona, mau kita apakan mafia ini?" tanya Lorus yang masih setia menempelkan senjatanya ke kepala Zucca.


"Pasang bom di tubuhnya kemudian bawa ke markas. Satukan dia dengan kedua temannya!" jawab Rose.


"Baik, Nona!"


"Lalu aku dan Resan bagaimana Rose? Apa yang harus kami lakukan?" tanya Reina dengan wajah memelas.


"Kau terbaik!"


Zucca hanya bisa pasrah ketika pakaiannya dibuka. Tidak di sangka dia akan mengetahui sendiri alasan kenapa kelompok Queen Ma sangat di takuti oleh semua orang. Benar-benar sangat berbahaya.


Setelah bom terpasang di tubuh Zucca, Lorus menggerakkan senjatanya meminta Zucca untuk berjalan keluar. Dia lalu memperlihatkan remot kecil di tangannya untuk memberi peringatan agar mafia ini tetap patuh dan tidak memancing keributan.


"Kenapa masih belum di minum?" tanya Rose setelah Zucca dan Lorus keluar dari sana.


"Aku menunggu ciuman darimu, Hon," jawab Adam berseloroh.


"Apa kau berharap aku akan melakukannya?"


Adam mengangguk. Dia terus memandangi wajah cantik istrinya.


"Aku akan menciummu kalau kau mau memberitahuku rahasia apalagi yang sedang kau sembunyikan!" bisik Rose tepat di depan bibir suaminya. Dia geram sekaligus marah pada pria ini.

__ADS_1


"Masih ada beberapa. Dan aku percaya kau akan segera sampai pada tahta dimana aku menjadi penguasanya," jawab Adam sambil menelan ludah. Dadanya langsung bergelenyar ketika merasakan nafas hangat yang keluar dari bibir sang istri. N*fsu Adam menggila.


"Minum racunnya setelah itu istirahatlah di sini. Aku tidak mau bertemu denganmu sampai kau benar-benar berhenti untuk membohongiku!" ancam Rose kemudian membantu suaminya menikmati racun yang sudah dia siapkan sejak tadi.


Mungkin cara ini adalah cara paling aneh yang terjadi pada sepasang suami istri ini. Reina dan Resan yang melihat kegilaan ketua mereka hanya bisa diam tanpa berani berkomentar. Mereka menahan nafas ketika melihat darah segar tersembur keluar dari mulutnya Adamar.


"Nikmatilah hukumanmu, sayang. Aku pergi dulu!" pamit Rose kemudian mencium hidung suaminya yang sedang menahan sakit.


Cup


Tanpa merasa kasihan sama sekali, Rose mengajak Reina dan Resan untuk pergi dari sana. Dia benar-benar pergi meninggalkan Adam seorang diri tanpa menoleh sedikitpun ke arahnya. Dan ketika pintu apartemen terbuka, mereka bertiga berpapasan dengan Cesar yang datang dengan nafas terengah-engah.


"Rose, kau tidak benar-benar meracuni Adamar kan?" tanya Cesar sambil menahan lengan Rose yang ingin berlalu dari sana.


Bugghhhh


"Arrgghhhh!"


"Jangan sembarangan menyentuh Nona kami atau kau akan kehilangan tanganmu, Tuan Cesar!" gertak Resan setelah melayangkan satu pukulan ke wajah Cesar.


"Brengsek!" umpat Cesar sambil memegangi pipinya yang baru saja mendapat bogem mentah.


"Tuan Cesar, kau sebaiknya segera pergi menolong Tuan Adamar. Dia sedang sekarat di dalam sana!" ucap Reina kemudian berlari kecil menyusul Rose dan Resan yang sudah masuk ke dalam lift.


Cesar langsung berlari masuk ke dalam apartemen Adam begitu mendengar ucapan Reina. Dan begitu dia sampai di dalam, bola matanya hampir melompat keluar melihat kondisi temannya yang sedang memuntahkan darah segar.


"Shiiittt! Istrimu benar-benar gila, Dam. Sulit di percaya Rose tega meracuni suaminya seperti ini!"


"Akhhh, i-ini setimpal, Ces. K-kau jangan me-memaki istriku, a-aku yang salah!" sahut Adam terbata-bata.


Cesar mendengus kasar. Setelah itu dia membawa Adam berbaring di kasur lalu membantunya meminum obat. Untung saja sebelum naik kemari salah satu anak buah Rose memberinya obat penawar yang bisa menyelamatkan Adam dari kematian. Kekejaman kelompok Queen Ma benar-benar sangat mengerikan.


Kau gila, Rose. Batin Cesar.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...

__ADS_1


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...


...๐ŸŒนFb: Rifani...


__ADS_2