
Rolland dengan gelisah menunggu kedatangan Adam di lokasi proyek. Setelah ibunya tersadar, barulah Rolland datang kemari. Namun apa yang dia dengar dari ayahnya membuat Rolland menjadi sangat gelisah. Ayahnya bilang semalam Brenda bertemu dengan seorang gadis bernama Rose dimana wajah gadis itu terlihat begitu mirip dengan wajah ayahnya. Dan ternyata hal inilah yang sudah membuat sang ibu jatuh tak sadarkan diri saking kagetnya. Rolland yang saat itu masih tidak percaya bahkan sampai mencecar Brenda dengan rentetan pertanyaan tentang gadis bernama Rose itu.
Flasback
"Brenda, apa benar semalam kau bertemu dengan Rose? Kau tidak sedang berbohong kan?" cecar Rolland sembari memegang erat bahu gadis yang selama ini tidak berhenti mengejarnya.
"Aku tidak bohong, Kak. Sungguh" jawab Brenda kemudian mengangkat kedua jarinya ke atas. "Dia sangat cantik dan wajahnya begitu mirip dengan daddy. Awalnya aku hanya merasa familiar saja, tapi setelah tadi berbincang dengan daddy aku baru sadar kalau Rose itu sangat mirip dengannya dalam versi wanita. Kalau Kak Oland tidak percaya coba saja periksa CCTV yang ada di hotel. Kami berdua pasti ada di dalamnya."
"M-mirip dengan daddy?" beo Rolland dengan suara bergetar.
Brenda mengangguk. Dia menatap tak berkedip ke arah Rolland yang matanya kini sudah berkaca-kaca.
"Kak Oland, kalau memang itu adalah benar Rose kembaranmu, boleh tidak aku meminta hadiah dirimu? Satu saja, ya?.
"Katakan!.
Kali ini Rolland sedang berbaik hati. Jadi dia akan memenuhi keinginan Brenda, anggap saja sebagai rasa terima kasih karena telah menemukan adiknya meski semuanya masih belum terbukti.
"Romantic dinner. You and me" ucap Brenda dengan pipi merona.
"Oke, aku akan menyiapkan khusus untukmu. Tapi nanti setelah semua ini selesai."
"Baiklah, aku akan menunggunya."
Flashback now
Rolland yang sedang melamun tersentak kaget saat ada yang menepuk bahunya. Segera dia menoleh.
"Oh, kau kak. Ada apa?.
Dante menarik nafas dalam-dalam.
"Tidak ada rekaman apapun di hotel, Land. Aku jadi ragu dengan perkataan Brenda" jawab Dante dengan suara nafas yang berat.
"Maksudmu bagaimana kak? Tolong jelaskan dengan benar" desak Rolland mulai panik.
__ADS_1
"Aku sudah memeriksa semua rekaman CCTV yang ada di hotel tempat Adam menginap. Tapi di sana tidak ada siapa-siapa seperti yang di maksud oleh Brenda. Bahkan rekaman saat mereka bertabrakan di depan lift pun tidak ada. Entah ada seseorang yang sengaja menghapusnya atau memang Brenda yang hanya mengada-ada saja, aku bingung!.
Rolland terdiam. Kalau Brenda hanya bicara omong kosong untuk mendapat perhatian darinya, rasanya sedikit tidak mungkin karena gadis itu menceritakan dengan detail awal pertemuannya dengan Rose. Pasti ada yang salah dengan rekaman hotel itu.
"Land, bagaimana kalau memang benar Brenda hanya mengada-ada? Aku khawatir hal ini akan membuat keadaan mommy-mu dan Nenek Liona semakin down" tanya Dante gelisah.
"Aku percaya dengan apa yang dikatakan oleh Brenda, kak. Dan untuk membuktikan apakah itu benar Rose atau bukan, aku akan menawarkan makan malam pada Adam dan Cesar" jawab Rolland.
"Kenapa harus Adam dan Cesar?.
Dante penasaran.
"Brenda bertemu dengan Rose di hotel yang menjadi tempat mereka menginap. Besar kemungkinan kalau Rose yang di maksud oleh Brenda adalah Rose kekasihnya Adam. Lagipula waktu itu aku sempat mendengar isi pikiran Adam kalau dia tidak ingin aku bertemu dengan kekasihnya. Entah apa alasannya, yang jelas fillingku kuat mengatakan kalau apa yang dikatakan oleh Brenda bukanlah omong kosong. Rose-nya Adam itu pasti saudariku!" ucap Rolland menggebu-gebu.
Di saat yang bersamaan, mobil yang membawa Adam dan Cesar sampai. Segera Rolland dan Dante menghampiri mereka.
"Waaahh, ada apa ini?" tanya Cesar heran melihat raut wajah kedua rekannya yang terlihat sedikit aneh.
"Biasalah, ada kabar mengejutkan!" jawab Rolland berkilah. "Perusahaan Tuan Kenzo hancur begitu aku sampai di rumah. Aku tidak tahu siapa yang melakukannya, tapi yang jelas orang ini sangat kejam. Dia melenyapkan perusahaan milik Tuan Kenzo hingga tak berbekas. Dan menurut laporan anak buahku, lagi-lagi jejaknya tidak bisa terlacak. Ini membuatku sedikit panik, Dam, Cesar!.
"Astaga, bulu kudukku sampai berdiri semua!" ucap Cesar sambil mengusap-usap tengkuk belakangnya.
"Orang ini pasti Mr.X. Aku yakin itu" ucap Dante.
"Kak, tidak ada alasan untuk kita menuduh Mr.X. Dia tidak ada hubungannya dengan proyek yang sedang kita bangun!" sahut Rolland menolak tuduhan kakaknya.
"Tapi selain dia, tidak ada orang yang mampu menyembunyikan identitas serapi ini, Land. Entah apa motifnya, yang jelas aku yakin kalau dialah pelakunya!" kekeh Dante ngotot dengan tuduhannya.
Adam diam berpikir. Dia mulai tertarik dengan identitas asli si Mr.X ini. Entah hanya perasaannya saja atau bagaimana, Adam merasa kalau orang ini tidak memiliki niat jahat terhadap dirinya maupun Rolland. Atau bisa di artikan kalau Mr.X malah sedang membantunya menyelesaikan masalah.
"Lupakan dulu tentang Mr.X ini. Lebih baik kita fokus pada masalah yang ada!" ucap Adam menengahi. "Rolland, apa orang-orangmu sudah mengganti rugi pada semua pekerja yang menjadi korban?.
"Semuanya sudah beres, Dam. Aku juga sudah mencari pekerja baru untuk membantu mereka di sini" jawab Rolland.
"Baguslah. Untuk masalah Mr.X ini kita akan pikirkan lagi nanti. Ayo, sekarang kita periksa bagaimana keadaan di dalam proyek!" ajak Adam kemudian melenggang pergi menuju ruang pengawas untuk mengambil helm pelindung.
__ADS_1
Saat Adam hendak masuk ke dalam bangunan, tiba-tiba saja lengannya di tarik oleh Rolland. Dia lalu menatapnya heran.
"Ada apa?.
"Dam, malam ini bisakah kau datang ke rumahku? Ibuku sedang tidak enak badan, tapi dia ingin menjamumu dan Cesar" jawab Rolland hati-hati. "Jangan salah paham dulu. Hal ini sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan oleh Ibuku setiap kali ada temanku yang datang ke negara ini. Bagaimana, kau mau tidak?.
Ada semacam perasaan berat ketika Adam ingin menjawab iya atas tawaran yang di ajukan oleh Rolland. Dia bisa melihat dengan jelas di mata pria ini kalau Rolland tengah mengharapkan sesuatu.
Apakah harus?.
Dada Rolland berdebar kuat ketika mendengar apa yang dipikirkan oleh Adam. Jakunnya sampai bergerak naik-turun saking berdebarnya dia menanti kebenaran yang akan segera terkuak.
"Baiklah, malam ini aku dan Cesar akan datang ke rumahmu."
Biarlah, mungkin memang sudah waktunya semua orang tahu kalau Rose adalah permata keluarga Osmond yang hilang tujuh belas tahun lalu. Adam merelakan hal ini setelah menimang perkataan istrinya semalam kalau Rose tidak akan pergi meninggalkannya apa pun yang terjadi. Kini Adam hanya bisa bertaruh pada kenyataan apakah benar Rose tidak akan mengkhianati ucapannya sendiri atau malah akan langsung melupakannya begitu saja.
"Terima kasih, Dam" sahut Rolland seraya menarik nafas lega.
Adam mengangguk. Dia kemudian mengajak Rolland masuk ke dalam bangunan proyek untuk memeriksa keadaan di sana. Tampak para pekerja sudah mulai melakukan aktifitas seperti biasa.
"Dam, nanti di sini aku berencana membuka hari khusus untuk anak-anak yang kurang beruntung agar bisa menikmati pariwisata gratis. Dulu Rose begitu suka berteman dengan mereka, dan aku ingin menjadikan itu sebagai kenangan di resort ini" ucap Rolland mengenang adiknya. "Kau keberatan tidak?.
"Lakukan saja, Land. Aku malah senang kalau resort ini bisa membawa kebahagiaan pada orang lain, terutama mereka yang tidak memiliki biaya untuk datang kemari" sahut Adam mengiyakan.
Setelah itu keduanya berjalan menuju ruang bawah tanah yang mana mengalami kerusakan terparah akibat guncangan buatan yang dilakukan oleh anak buahnya Tuan Kenzo. Sementara Cesar dan Dante, kedua orang itu tengah sibuk menanyakan ini dan itu kepada mandor yang bertanggung jawab terhadap pembangunan resort tersebut.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
...๐นJangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss๐ช๐ช๐ช...
...๐นIg: rifani_nini...
...๐นFb: Rifani...
__ADS_1