Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Manis Di Akhir Yang Pahit


__ADS_3

"Mom, Lose sangat jahat. Dia memasukkan anak kepiting ke dalam celanaku."


"Benarkah? Lalu apa Rose memberitahumu kenapa dia melakukan itu?"


"Iya. Dia bilang itu hukuman kalena aku tellahir lebih dulu dalinya. Lose juga bilang kalau dia akan mengubulku di dalam istana pasil yang dia buat kalau aku tidak mau memanggilnya kakak. Kenapa sih aku halus memiliki saudala yang begitu jahat? Kenapa Lose tidak pelgi saja dali hidupku!"


"Oland, siapa yang mengajarimu bicara seperti itu? Rose adalah adikmu, dia saudaramu yang harus kau lindungi. Mommy tidak mau ya kau bicara seperti itu lagi tentang adikmu. Paham?"


"Tapi Mom, Lose benal-benal jahat. Dia sangat nakal."


Oland kecil menangis saat mendapat omelan dari sang ibu. Lalu datanglah Rose yang langsung memeluknya.


"Maaf ya kalau aku nakal. Aku hanya merasa gemas karena memiliki kakak yang bodoh. Nanti saat kau besar tolong jadilah kakak yang bisa melindungiku. Oke?"


"Apa jika aku menjadi plia hebat kau tidak akan nakal lagi sepelti sekalang?"


"Akan aku pikirkan nanti. Sekarang kau diam, ingusmu membuat bajuku menjadi kotor."


"LOSEEE!"


****************


Mata Rolland terbuka setelah dia memimpikan satu kejadian lucu di masa kecilnya. Dia tersenyum kecut.


"Meskipun aku sudah menjadi pria dewasa nyatanya aku masih tidak bisa melindungimu, Rose. Sepertinya aku memang tidak pantas menjadi seorang kakak," gumam Rolland lirih.


Setelah sampai di markas Queen Ma, Rolland langsung jatuh tak sadarkan diri akibat kehabisan darah dari luka sayatan di perutnya. Yang dia ingat, Brenda juga dalam keadaan pingsan ketika ditemukan oleh Lorus. Brenda seperti itu bukan karena terluka, tapi karena gadis itu syok melihat penyiksaan yang di alami oleh Mona.


"Kak Oland, Kakak sudah sadar?" tanya Brenda dengan mata berbinar.


Rolland menoleh. Dia menatap lama ke arah gadis yang sedang duduk di sisi ranjang sambil memegangi tangannya.


"Aku akan menghukummu setelah keluar dari sini!" ancam Rolland saat teringat dengan kelakuan Brenda yang membuatnya panik setengah mati.


"Isshh, baru juga sadar sudah langsung mengancam orang saja. Aku ini gadis yang sangat baik dan patuh, Kak. Jadi untuk apa kau menghukumku?"

__ADS_1


"Oh, jadi kau adalah gadis yang baik dan patuh ya?"


Brenda mengangguk.


"Lalu sebutan apa yang cocok untuk gadis yang diam-diam mengikuti gadis lain masuk ke sarang penjahat tanpa membawa ponselnya?" sindir Rolland gemas.


Brenda meringis sambil menggaruk keningnya yang tak gatal setelah di sindir oleh Rolland. Ya, dia akui kalau dia memang sedikit ceroboh karena tidak membawa ponsel ketika mengikuti Mona yang di bawa oleh orang-orang asing. Tapi Brenda melakukan semua itu bukan karena di sengaja, melainkan karena tidak tahu kalau akan ada kejadian mengerikan seperti tadi. Terbayang dengan kejadian tersebut, tiba-tiba saja wajah Brenda memucat. Perutnya bahkan sampai bergejolak ketika dia terbayang bagaimana tubuh Mona di sayat-sayat yang mana darahnya di alirkan ke sebuah wadah.


Rolland yang melihat reaksi ketakutan di wajah gadisnya pun langsung mencoba untuk duduk. Dia tahu kalau mental Brenda sedikit terguncang setelah melihat kejadian di hutan tadi.


"It's oke. Mona baik-baik saja dan orang sesat itu sudah di bereskan. Jangan takut, ada aku di sini," ucap Rolland sambil mengusap pipi Brenda yang sudah berubah dingin sedingin es.


"Kak, apa setelah ini aku masih bisa hidup normal? Aku ... aku benar-benar menyaksikan sebuah kejadian yang sangat mengerikan. Mereka menyiksa Mona dengan begitu kejam, mereka juga menelan tetesan darah yang keluar dari jari-jari Mona. Mereka ....


"Ssttt, jangan di ingat lagi. Lihat mataku Brenda, mulai sekarang kau hanya boleh memikirkan tentang aku saja. Lupakan apa yang sudah kau lihat saat di hutan tadi, dan juga jangan pernah membayangkan apa yang Mona rasakan. Bisa?" sela Rolland sedikit cemas. Dia khawatir kalau mental Brenda akan bermasalah jika kejadian itu sampai mempengaruhi pikirannya.


Tok tok tok


"Apa Nenek mengganggu?" tanya Liona sambil menatap ke arah ranjang. Dia menarik nafas lega karena cucunya ternyata sudah sadar.


Nek, bisakah tolong aku untuk mengalihkan pikiran Brenda dari kejadian yang menimpa Mona? Sepertinya dia sangat syok dengan apa yang dia lihat. Aku khawatir batinnya terguncang.


Liona langsung memperhatikan Brenda dengan seksama begitu dia mendengar isi pikiran Rolland. Benar juga, saking sibuknya dia mengawasi Rose, Liona sampai lupa tentang Brenda yang saat itu menyaksikan dengan jelas apa yang terjadi di sana. Khawatir terjadi sesuatu, Liona pun segera datang mendekat. Dia lalu mengelus rambut gadis yang secara tidak sengaja telah menjadi dewi pemecah masalah yang terjadi dalam keluarganya.


"Brenda, kau baik-baik saja sayang?"


Pertanyaan pertama tak ada respon, lalu Liona menepuka bahu Brenda sedikit lebih kuat lagi. Dan setelah mendapat tepukan beberapa kali, barulah Brenda tersadar dari lamunannya. Dia mengerjapkan mata sambil menatap bingung ke arah neneknya Rolland.


"You oke?"


"Tidak, Nenek. Aku baru saja melihat sesuatu yang sangat mengerikan. Aku jadi bingung mereka itu manusia atau setan. Kalau manusia, kenapa mereka tidak merasa jijik sedikitpun saat menikmati darah yang menetes dari tubuhnya Mona?" jawab Brenda masih syok.


"Brenda, terima kasih karena kau selalu menjadi penyelamat dari setiap masalah yang datang. Darimu kami semua bisa tahu dimana Rose, darimu juga kami bisa mengetahui arti dari nama kelompok Queen Ma. Dan sekarang, berkatmu Mona berhasil di temukan. Sebagai ucapan terima kasih, Nenek akan mengabulkan satu permintaan yang selama ini kau impikan. Asalkan itu masih dalam jangkauan, Nenek pasti akan menepatinya. Bagaimana? Permintaan apa yang kau inginkan?" tanya Liona mengalihkan ketakutan Brenda.


Rolland tersenyum kecil begitu melihat perubahan ekpresi di wajah Brenda. Gadis ini benar-benar sangat lucu. Awalnya Brenda begitu ketakutan, tapi saat sang nenek menawarkan satu permintaan, raut ketakutan itu langsung menghilang. Dan Rolland sangat yakin kalau Brenda pasti akan meminta untuk di nikahkan dengannya.

__ADS_1


"Aku ingin menikah dengan Kak Oland," jawab Brenda dengan penuh semangat.


Benarkan?


"Selesaikan kuliahmu dulu. Setelah itu Nenek sendiri yang akan mengatur pernikahan kalian," ucap Liona dengan bangga.


"Nenek tidak sedang membohongiku kan?" tanya Brenda antara percaya dan tidak percaya kalau keinginannya langsung di kabulkan.


"Bukankah sejak dulu kau memang sudah menjadi calon mantu di keluarga Osmond ya?"


Blussshhh


Pipi Brenda merona. Dia lalu melirik ke arah Rolland yang ternyata sedang menatapnya. Brenda jadi gugup sekarang.


"Saat ulang tahun Dantian Group aku akan mengumumkan pertunangan kita," ucap Rolland menimpali. Dia sudah sangat yakin untuk mengikat gadis yang selama ini tidak lelah mengejarnya. Juga karena dia telah memiliki perasaan istimewa pada gadis nakal yang telah menjadi dewi penyelamat untuk keluarganya.


"T-tu-tunangan?"


"Iya, dan setelah kau lulus kuliah aku akan langsung menikahimu."


"Apa aku boleh mengabari teman-teman di grup chatku sekarang?" tanya Brenda kegirangan.


"Lakukan saja. Oh, sekalian kita berfoto dengan Nenek sebagai bukti kalau ucapanmu bukan bualan," jawab Rolland sambil mengedipkan mata ke arah sang nenek.


Dan akhirnya, penantian Brenda selama ini berbuah manis. Cintanya bersambut, bahkan langsung mendapatkan pengakuan.


Liona yang melihat Brenda sudah bisa melupakan kejadian mengerikan itu pun merasa lega. Dia awalnya datang kesini ingin memberitahu Rolland tentang keadaan Rose, tapi melihatnya yang juga sedang mengkhawatirkan Brenda membuat Liona mengurungkan niat. Biarlah, lagipula di sisi Rose ada banyak orang yang menjaganya. Jadi dia memutuskan untuk menemani Rolland dan Brenda saling menebar rasa. Bukan Brenda sih, lebih tepatnya Rolland karena selama ini rasa cinta gadis ini sudah menyebar kemana-mana. Sungguh cinta yang manis di akhir cerita yang pahit.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...

__ADS_1


...๐ŸŒนFb: Rifani...


__ADS_2