Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Satu Alasan


__ADS_3

Di kost milik Rose, terlihat Adam yang sedang duduk mengobrol dengan Cesar. Wajah mereka terlihat begitu serius, menandakan kalau mereka sedang membicarakan sesuatu yang sangat penting.


"Sepertinya Rose mulai mencurigaiku, Ces. Dia semalam bertanya padaku!" ucap Adam sembari menghisap rokoknya dalam-dalam. Dia lalu meniupkan asapnya ke atas.


"Bertanya tentang apa?"


Cesar membuang puntung rokoknya ke dalam asbak. Setelah itu dia meminum segelas sampanye yang dia bawa dari Negara N. Oleh-oleh dari Dante, kakaknya Rolland dan Rose.


"Dia bertanya rahasia apa yang sedang aku sembunyikan. Mulutnya memang menjawab iya saat aku memberitahu kalau aku belum bisa mengatakan tentang rahasia ini, tapi aku tahu kalau hatinya berkata lain. Aku yakin sekali dia pasti sudah meminta anak buahnya untuk menyelidiki aku!"


"Dam, kau sebaiknya jujur saja pada Rose. Aku khawatir masalah ini akan berujung panjang kalau kau tidak segera memberitahunya. Tapi benar kan kalau Rose itu adalah ketua dari organisasi Queen Ma?" tanya Cesar memastikan.


"Iya, Rose menjawabnya dengan jujur. Dia adalah Mr.X, pemilik saham terbanyak kedua di perusahaan kita, juga menjadi pemilik dari beberapa tambang minyak di negara bagian timur. Rose sangat kaya, Ces. Sahamnya ada di mana-mana dan bisnisnya juga menggurita hampir di semua benua. Aku bahkan curiga kalau harta kekayaannya telah melampaui kekayaan yang aku miliki. Belum lagi sekarang dia adalah pewaris dari L&S Company warisan dari ibunya. Juga ada 35% saham miliknya di Dantian Group yang kini di kelola oleh Rolland dan Dante. Kau bayangkan saja sendiri taipan jenis apa yang sudah aku nikahi!" jawab Adam sambil menekan tulang hidungnya.


Cesar mendesah panjang setelah mendengar hal itu. Menjadi ketua organisasi Queen Ma saja sudah membuat Rose mandi uang, di tambah lagi sekarang dia kejatuhan durian montong dari harta kekayaan milik orangtuanya. Adam benar-benar sangat beruntung karena tidak sengaja menikahi seorang konglomerat yang luar biasa kaya. Namun di balik semua kekayaan tersebut Rose juga memiliki resiko yang cukup besar. Organisasinya telah menjadi target beberapa kelompok sekte.


"Cesar, apa menurutmu tidak berbahaya jika aku mengumumkan pernikahanku dengan Rose ke hadapan publik? Aku takut sekte-sekte itu akan memburunya."

__ADS_1


"Untuk sekarang ini lebih baik jangan di umumkan dulu, Dam. Kau masih belum memberitahunya tentang maksudmu bergabung dengan mereka. Aku khawatir Rose akan salah mengira karena yang aku dengar ketua organisasi Queen Ma tak pernah mau terlibat dengan hal-hal semacam ini. Rose dan kelompoknya hanya bersedia menjual senjata pada pihak sipil yang benar-benar melindungi negara. Kau belum lupa kan dengan kejadian dua tahun lalu saat Rose menghabisi kedua orang penting itu? Meski dia adalah pemimpin sebuah organisasi besar, dia selalu menolak tindakan yang tidak benar. Hati Rose bersih, kau akan rugi jika tidak berterus terang padanya, Dam!" ucap Cesar mengingatkan.


"Tapi Ces, aku masih belum mendapat jawaban atas kematian Mama-ku. Hatiku selalu berkata kalau Papa diam-diam telah menjadi bagian dari sekte-sekte itu. Gelagatnya terkadang sangat aneh, dia juga sering pergi keluar tanpa alasan yang jelas. Aku takut Mama-ku meninggal karena menjadi tumbal untuk sekte mereka, Ces!" sahut Adam seraya mendesah panjang.


"Kau jangan berprasangka buruk dulu pada Papa-mu, Dam. Bisa saja dia keluar untuk menjernihkan pikiran bukan? Lagipula sekte-sekte itu tidak menumbalkan orangtua. Yang akan mereka jadikan persembahan adalah janin-janin bekas korban a*orsi. Jadi aku rasa kematian Mama-mu tidak ada hubungannya dengan mereka. Dan jika memang benar Mama-mu meninggal karena di sengaja, bisa jadi Mama-mu mengetahui sesuatu yang tidak seharusnya dia ketahui. Makanya dia di paksa mati agar rahasia tersebut tidak bocor ke khalayak ramai."


Adam termenung setelah mendengar perkataan Cesar. Jika memang benar begitu, kira-kira rahasia apa yang aku sudah di ketahui oleh ibunya? Sepenting itukah rahasia tersebut sampai-sampai nyawa ibunya harus di hilangkan? Andai benar kalau hal ini adalah perbuatan ayahnya, maka selamanya Adam tidak akan pernah memberinya maaf. Terlalu kejam jika memang benar ibunya di jadikan tumbal.


"Dari informasi yang aku baca, sekte-sekte tersebut selalu mengincar para remaja. Mereka akan di iming-imingi sesuatu seperti ponsel, uang saku, atau apalah itu. Dan jika mereka bisa membawa banyak teman untuk bergabung bersama, maka para remaja tersebut akan mendapat banyak tambahan uang saku sebagai bonus. Kenapa hanya para remaja yang mereka targetkan? Karena kejiwaan para remaja itu rata-rata masih labil. Berbeda dengan orang yang sudah dewasa, mereka akan sulit di kelabui karena sudah bisa membedakan mana yang masuk akal dan mana yang di luar nalar manusia. Jadi rasanya sedikit tidak masuk akal kalau Papa-mu adalah anggota mereka. Itu hanya pemikiranku saja sih Dam!"


"Pemikiranmu tidak salah, Ces. Tapi kau tahu sendiri bukan betapa Papa-ku sangat mengagungkan kejayaan dan juga kekuasaan yang dia miliki? Dia bahkan tidak keberatan untuk mempertahankan wanita medusa itu meski dia tahu kalau Vanya telah berkhianat dengan para daun muda di luar rumah."


"Hah, ini benar-benar rumit, Dam. Saranku segeralah bicara jujur pada Rose. Siapa tahu kau dan dia bisa bekerjasama untuk membongkar penyebab kematian Mama-mu. Rose memiliki orang-orang jenius di belakangnya dan aku rasa ini akan memudahkan jalanmu menemukan semua bukti itu. Percayalah, aku yakin Rose tidak akan mungkin membiarkanmu kesusahan seorang diri!" ucap Cesar sembari menatap dalam ke arah Adam.


"Kau yakin tidak apa-apa kalau aku bicara jujur padanya?"


"Lalu apa kau akan lebih memilih membiarkan Rose salah paham jika anak buahnya sampai menangkap basah namamu dalam perkumpulan sekte itu? Jangan main-main dengan istrimu, Dam. Kau tahu sendiri kalau istrimu itu penuh dengan misteri. Kita berdua saja hampir gila saat ingin menggali semua informasi tentangnya selama ini. Jadi aku harap kau jangan sampai salah melangkah. Ajak dia bicara kemudian sampaikan alasanmu bergabung menjadi anggota sekte sesat itu. Jangan lupakan juga keberadaan Nyonya Liona, wanita tua itu cukup berbahaya dan matanya sangat jeli!" jawab Cesar sambil bergidik ngeri saat teringat dengan cerita Dante tentang kekejaman dan kebengisan neneknya Rose.

__ADS_1


"Menurutmu kapan waktu yang baik untuk memberitahu Rose?"


"Semakin cepat maka akan semakin baik, Dam. Jangan mengulur waktu, karena hasil akhirnya bisa sangat menyakitkan."


Adam mengangguk setuju dengan perkataan Cesar. Dia kemudian melihat jam di tangannya.


"Sudah waktunya aku pergi mengantarkan Rose ke kampus. Kau pergilah ke perusahaan dulu, nanti aku akan menyusul!" ucap Adam seraya bangkit berdiri.


Cesar segera mengikuti jejak Adam yang sudah melangkah keluar dari dalam kost. Tak lupa sebelum itu dia membersihkan bekas minum dan rokok mereka. Setelahnya barulah Cesar pergi ke CL Group untuk mengurus pekerjaan yang ada di sana.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...

__ADS_1


...๐ŸŒนFb: Rifani...


__ADS_2