Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Tentang Ingatan


__ADS_3

Tok, tok, tok


Rose yang saat itu sedang tertidur langsung bangun saat pintu kamar kosnya diketuk oleh seseorang. Dia melihat ke arah dinding. Pukul empat dini hari. Khawatir ada sesuatu yang mendesak, Rose akhirnya bergerak turun untuk melihat siapa yang datang bertamu di pagi-pagi buta begini.


"Si... Adam! Apa yang kau lakukan di sini?"


Tanpa menjawab pertanyaan sang istri, Adam langsung menarik Rose ke dalam pelukannya. Dia begitu lega karena istrinya yang cantik ini dalam kondisi baik-baik saja.


"Terjadi sesuatu di sana?" tanya Rose sembari mengusap-usap punggung suaminya.


"Tidak,"


"Lalu?"


Lama tak ada jawaban yang keluar dari mulut Adam. Paham kalau sang suami sedang gelisah, dengan penuh perhatian Rose mengajak Adam masuk ke dalam. Dia sedikit kesulitan karena Adam tak mau melepaskan pelukannya.


"Biar seperti ini saja, Hon," ucap Adam saat istrinya ingin mengendurkan dekapannya. "Aku sangat merindukanmu. Biar begini saja dulu."


"Tapi aku sulit berjalan, Dam. Bagaimana kalau kita berdua jatuh?"


"Tidak akan,"


Sudut bibir Rose tertarik ke atas. Dia lalu membiarkan tubuhnya tetap dipeluk seperti yang diinginkan oleh Adam. Dengan satu tangannya, Rose perlahan-lahan menutup pintu kamar. Dia lalu melangkah mundur ke arah ranjang.


"Istirahatlah. Kau pasti lelah."


"Hon....


"Hm?"


"Rolland adalah benar saudara kembarmu. Mereka sudah melakukan tes DNA, dan hasilnya positif seratus persen kalau kau adalah bagian dari mereka!" ucap Adam tak ingin berbasa-basi.


Rose terdiam. Kali ini Rose sudah tidak bisa mengelak lagi dari fakta yang ada. Di tambah penjelasan dari sang kakek, membuat penolakan di diri Rose berangsur-angsur menghilang. Namun masih ada satu hal yang mengganjal di benak Rose, yaitu tentang ingatannya.


"Kalau mereka bisa membuatku mengingat kenangan bersama mereka, aku baru akan mengakui mereka sebagai keluargaku, Dam. Bukannya aku menolak fakta ini, hanya saja aku sudah memiliki keluarga sendiri. Orangtuaku bernama Ayah Avon dan Ibu Murni, dan kakekku bernama Kakek Frans. Di dalam pikiranku sama sekali tidak ada nama orang lain selain mereka bertiga."

__ADS_1


Adam segera mengurai pelukannya kemudian mengajak istrinya untuk berbaring di ranjang. Sungguh, Adam benar-benar sangat mengutuk perbuatan orang yang telah menghilangkan ingatan istrinya.


"Honey, menurut penjelasan keluargamu, dari hasil tes DNA ditemukan satu zat asing di dalam tubuhmu. Dan kemungkinan besar zat tersebutlah yang telah membuatmu kehilangan memori saat masih tinggal bersama Rolland serta Mommy Grizelle dan Daddy Drax. Saat ini keluarga besarmu sedang menyelidiki motif dari orang yang telah membuatmu jadi seperti ini. Karena kami semua menduga orang tersebut berasal dari musuh yang pernah bersinggungan dengan salah satu dari mereka di masalalu!" ucap Adam memberitahu istrinya tentang percakapan di rumah sakit.


Tubuh Rose sedikit menegang.


"Dam, ada seseorang yang terus mengancam kakekku. Dan tadi siang aku juga sudah mendengar dari kakek kalau keluarga Osmond dan keluarga Ma adalah benar keluargaku. Apa kau tahu kalau kakekku tidak bisa bicara?" tanya Rose memastikan sudah sejauh mana suaminya melakukan penyelidikan.


"Cesar yang memberitahuku. Namun itu masih kilasan saja, masih samar-samar. Dan pemikiran kami semua merojok kalau kakekmu sengaja dibuat tak bisa bicara agar tidak ada yang tahu kalau kau masih hidup," jawab Adam.


Rose diam menyimak perkataan Adam. Dia bukannya tidak tahu, tapi harus berpura-pura tidak tahu agar suaminya tak merasa curiga. Bahkan sejak dia kembali dari desa, anak buahnya langsung bergerak cepat untuk mencaritahu siapa yang telah mengancam kakeknya selama ini. Tangan Rose terasa sangat gagal karena sudah lama tidak menyentuh darah setelah kejadian di taman saat dia bersama dengan Mona. Dan dia sudah menargetkan orang ini sebagai korban berikutnya.


"Bagaimana dengan proyek yang ada di Negara N? Bukankah itu sangat penting bagimu?" tanya Rose mengalihkan pembicaraan.


"Keselamatanmu jauh lebih penting dari itu semua, Hon. Juga semua keluargamu memintaku agar segera kembali ke negara ini untuk menjagamu. Mereka semua sangat cemas."


Adam menundukkan kepala saat tak mendengar suara istrinya. Dia tertegun. Karena ternyata Rose sedang menatapnya dalam diam.


"Ada apa, hm?"


"Kapan kau akan memberitahu keluargamu?"


Pertanyaan Rose bagai belati tajam yang langsung menusuk jantungnya Adam. Ya, dia butuh kepastian ini agar identitasnya sebagai ketua dari organisasi Queen Ma tidak terbongkar. Rose tentu saja sadar jika wanita yang bernama Liona Serra Zhu bukanlah orang yang bisa dia remehkan. Dengan berlindung di bawah nama keluarga Clarence Rose rasa rahasianya akan tetap aman.


"Maafkan aku, Hon. Secepatnya aku akan segera memberitahu keluargaku. Maaf, aku lalai," jawab Adam penuh rasa bersalah.


Rose istrinya berasal dari keluarga yang amat di segani di Negara N. Adam yakin ibu tirinya tidak akan berani mengusik istrinya jika pernikahan mereka di publikasikan.


"Apa ada masalah yang membuatmu merasa ragu?"


"Kenapa kau bertanya seperti itu, Hon?" tanya Adam sedikit kaget.


"Terlihat jelas di matamu,"


Adam menelan ludah. Istrinya ternyata sangat pintar membaca keadaan. Adam lalu menghujani wajahnya Rose dengan banyak ciuman. Dia gemas karena wanita ini selalu saja membuatnya sulit berkata-kata.

__ADS_1


"Sepertinya aku memang sudah tidak bisa lagi mengelak dari kebobrokan keluargaku. Dasar nakal,"


Rose tersenyum.


"Ibu tiriku selama ini selalu merecoki hidupku, Hon. Akan tetapi aku tidak bisa memberinya pelajaran."


"Kenapa begitu?"


"Karena Ayah sangat mencintainya. Ayah juga adalah orang yang sangat ketat terhadap reputasi keluarga, dia tak mau orang luar sampai mengetahui kalau hubunganku dengan istrinya tidak baik. Sebenarnya aku bisa saja nekad, Hon. Aku bahkan pernah hampir membunuh wanita medusa itu. Entah karena kaget atau bagaimana, Ayah langsung masuk UGD setelah melihat kami bertengkar hebat. Sejak saat itu aku memutuskan untuk tinggal di luar, juga selalu mengawasi gerak-gerik wanita itu karena diam-diam dia menyebar banyak penguntit agar aku bisa selalu dia awasi. Biasalah, kepewarisan yang menjadi penyebabnya!" jawab Adam seraya menarik nafas dalam-dalam.


Manik mata Rose menatap datar ke wajah suaminya. Ada yang janggal di sini.


Kenapa kedengarannya seperti dibuat-buat ya? Bahkan ibunya Adam tidak bisa melakukan apa-apa saat melabrakku di kampus waktu itu. Mungkinkah ada seseorang yang sengaja menggunakan tubuh Nyonya Vanya untuk melindungi kedok aslinya? Tapi siapa? Apa iya dalang di balik itu semua adalah ayahnya Adam? Tapi untuk apa dia melakukannya?


Rose yang sedang diam berpikir berjengit kaget saat Adam tiba-tiba membenamkan wajah ke ceruk lehernya.


"Aku rindu,"


Bulu kuduk Rose meremang saat Adam berbisik lirih dengan suara nafas yang sedikit serak. Suaminya ini benar-benar. Baru saja sampai sudah langsung ingin melakukan hal yang melelahkan. Dasar pria.


"Apa kau tidak lelah?" tanya Rose sembari menikmati sentuhan tangan Adam di titik-titik sensitif tubuhnya. "Kau bahkan baru tiba beberapa menit yang lalu."


"Tidak ada yang melelahkan jika itu bersamamu, Hon. Bahkan aku masih sanggup melakukannya sampai kau lemas dan meminta ampun padaku," jawab Adam kemudian segera menindih tubuh sexy istrinya.


Rose menatap lama ke arah Adam sebelum akhirnya menganggukkan kepala. Dia mengalungkan kedua tangannya lalu menarik Adam untuk mendekat.


"Lakukanlah. Kau bebas memilikiku malam ini."


Satu seringai mesum muncul di bibir Adam begitu dia mendapat izin dari si pemilik tubuh. Seperti biasa, Rose-nya tak pernah mengecewakan. Istrinya ini akan selalu membuatnya merasa sangat di agungkan sebagai seorang suami. Adam sangat beruntung bukan?


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...

__ADS_1


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...


...๐ŸŒนFb: Rifani...


__ADS_2