Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Suara Ketukan


__ADS_3

Setelah melakukan ritual panas di dalam kamar mandi, Adam membimbing Rose ke pinggiran ranjang kemudian memangkunya. Dia melingkarkan satu tangannya di pinggang Rose, sedangkan satu tangannya lagi dia gunakan untuk membelai rambut panjangnya yang masih basah.


"Bukankah semalam kau bilang baru akan datang besok pagi?" tanya Adam membuka percakapan.


"Salah kalau aku mempercepat waktu?.


Rose merasa sangat nyaman dengan perlakuan Adam. Kekesalan di hatinya jadi sedikit mereda setelah bertemu dengan suaminya ini.


"Owh, tentu saja tidak Hon. Justru aku merasa sangat bahagia dengan kedatanganmu kemari" sahut Adam dengan cepat. "Tapi karena kejutanmu ini kau jadi tahu kalau aku setengah gila karena menganggapmu bayangan yang bisa bernafas. Ck, tadi itu pasti sangat memalukan bukan?.


"Tidak juga" ucap Rose.


Jeda sejenak.


"Aku suka,"


Perasaan Adam seperti di jungkir-balikkan begitu dia mendengar ucapan Rose. Sungguh, wanita ini sangat pandai membuat hatinya menjadi tidak karu-karuan.


"Bagaimana pekerjaanmu di sini?" tanya Rose.


"A-ah, oh pekerjaanku lancar-lancar saja, Hon. Rezeki dari Tuhan karena sekarang aku memiliki tanggung jawab untuk menafkahimu" jawab Adam dengan bangga.


Rose tersenyum. Rasanya sangat membahagiakan karena ada yang memberinya perhatian sedalam ini selain kakeknya. Rose yang saat itu hanya mengenakan handuk mandi tidak menyadari kalau Adam sudah kembali menelan ludah karena melihat isi di dalamnya. Pikirannya sedang sibuk memikirkan satu mimpi yang dilihatnya saat berada di studio tatto milik Raina.


"Hon?.


Suara Adam serak, nafsunya sudah kembali naik ke permukaan.


"Apa?"


"Aku ingin lagi" jawab Adam setengah berbisik.


'Dia baru saja menuntaskan kebutuhannya dan sekarang sudah memintanya lagi? Oh God, sepertinya aku harus mulai terbiasa dengan n*fsu Adam yang lumayan besar.'


"Ya, sebentar saja. Please" rengek Adam.


"Yakin hanya sebentar? Yang tadi saja hampir satu jam" sindir Rose kemudian memegang tangan Adam yang sedang bergerilya di pahanya.


Adam senang bukan main saat Rose membawa tangannya masuk ke dalam gunung kembar kesukaannya. Dia bahagia sekali karena Rose bisa memuaskan apa yang dia mau tanpa ada banyak perdebatan. Sebenarnya Adam tak tega, tapi apa daya, juniornya tidak mau bekerjasama. Dengan songongnya si junior malah berdiri tegak saat Adam tidak sengaja melihat benda kenyal yang tersembunyi di balik jubah mandi yang dikenakan oleh istrinya. Sungguh si junior sangat pandai dalam mencari kesempatan dalam kesempitan.


"Jangan terlalu banyak membuat kismark di dadaku, Dam. Aku masih harus masuk kuliah" bisik Rose sambil menahan nafas ketika milik suaminya mulai masuk ke dalam miliknya.


"Iya Hon, hanya sedikit saja" sahut Adam kemudian sama-sama mendesah panjang ketika milik keduanya menyatu.


Tepat ketika Adam dan Rose mulai mengayuh biduk kenikmatan, pintu kamar di ketuk oleh seseorang. Awalnya mereka tak menanggapi, tapi lama-lama suara ketukan itu makin menjadi. Adam kesal, sangat kesal sampai seperti ingin memakan manusia.


"B-berhenti dulu, Dam. Ada orang" bisik Rose dengan suara tersendat karena suaminya terus menghentak.

__ADS_1


"Biar saja Hon, palingan itu Cesar" sahut Adam kemudian meraup bibir istrinya.


Tok, tok, tok


Sayangnya suara ketukan itu terus saja berbunyi. Adam yang tahu kalau istrinya akan segera sampai benar-benar menulikan telinganya akan gangguan tersebut.


"Daaamm....


"Lepaskan Honey, jangan di tahan.... ๐Ÿ˜…


Dan akhirnya Rose sampai pada titik kepuasan yang kemudian di susul oleh Adam. Nafas keduanya begitu menderu, memenuhi ruang kamar yang terasa panas meski suhu ruangan sudah di atur cukup dingin.


Tok, tok, tok


"Turunkan aku" bisik Rose. "Mungkin itu kabar penting."


"Hufftt, aku benar-benar sangat ingin membunuh orang yang mengganggu kesenangan kita, Hon!" gerutu Adam kemudian membawa Rose masuk ke dalam kamar mandi. "Maaf ya kau harus mandi lagi gara-gara aku yang tidak bisa menahan diri."


Rose tersenyum. Dia sedikit mendesah ketika miliknya Adam seperti menusuk ke dalam rahimnya. Ya, benda tumpul itu kembali bangun dengan gagahnya, seolah tahu kalau tuannya baru saja melakukan percintaan panas di dalam kamar mandi ini.


"Dia sudah bangun lagi, Hon. Ya Tuhan, kenapa aku jadi mesum begini ya."


"Tidak apa-apa, hal yang lumrah" sahut Rose.


Sebelum menurunkan Rose dari gendongannya, Adam terlebih dahulu mengisi bath-up dengan air hangat. Menuangkan aroma terapi ke dalamnya kemudian barulah menurunkan Rose dengan sangat hati-hati. Ya hati-hati, karena sekarang Rose adalah miliknya yang paling berharga.


Rose mengangguk. Dia tersenyum ketika Adam mengomel tidak karu-karuan saat ketukan pintu kian menguat. Mata tajam Rose terus memperhatikan punggung suaminya yang basah tersiram guyuran air shower. Dan... dia sangat menyukai bentuk punggung tersebut.


"Astaga Hon, saking n*fsunya aku sampai lupa untuk menanyakan jenis tatto apa yang ada di punggungmu. Boleh aku lihat tidak?" tanya Adam dengan tubuh yang masih di penuhi busa sabun.


Blusssshhh


Wajah Rose sedikit memerah ketika dia melihat milik suaminya yang tegak mengacung tanpa tertutup apapun. Dia kemudian melihat kearah lain, sedikit malu saat terdengar suara deheman pelan dari mulut suaminya.


"Cieeee, terpesona ya?" ledek Adam tanpa merasa malu sedikit pun ketika juniornya terekspos begitu saja.


"Kau bisa melihatnya nanti setelah menemui orang itu" jawab Rose mengalihkan rasa malunya.


"Tidak bisa sekarang saja Hon?.


"Tidak!.


Tok, tok, tok


"ADAAMMM, CEPAT BUKA PINTUNYA! INI GAWAT!!.


Terdengar suara teriakan Cesar dari luar kamar yang membuat Adam membelalak kaget.

__ADS_1


"Sepertinya ada yang tidak beres, Hon" ucap Adam panik kemudian bergegas membilas tubuhnya.


Rose hanya diam saja. Dia lalu membuka baju handuk di tubuhnya, melemparnya asal ke lantai kemudian mulai menyender ke kepala bath-up. Mata Rose terpejam, dia suka dengan aroma terapi yang sengaja di siapkan oleh Adam untuk menyambut kedatangannya besok.


Entah Rose tertidur atau bagaimana, dia sampai tidak menyadari kalau suaminya tak lagi ada di dalam kamar mandi. Dia baru tersadar ketika merasakan satu kecupan kilat di bibirnya.


"Jangan tidur di sini Hon, nanti kau bisa masuk angin" ucap Adam yang sudah rapi dengan pakaian casualnya.


"Siapa yang datang?.


Rose bertanya. Satu tangannya dia gunakan untuk merapihkan rambut suaminya yang sedikit berantakan.


"Cesar. Ada masalah di proyek, mendadak ada getaran dari perut bumi yang mengakibatkan beberapa pekerja mengalami kecelakaan" jawab Adam. "Malam ini sepertinya aku akan terlambat pulang. Tidak apa-apa kan?.


Rose mengangguk.


"Hati-hati. Pastikan memakai topi pengaman."


"Itu pasti. Aku pergi dulu ya?.


"Iya,"


"I love you" bisik Adam yang lagi-lagi mencium bibir istrinya.


Tak menjawab, namun Rose membalasnya dengan satu senyuman yang sangat manis. Hatinya sedikit tergelitik ketika melihat raut wajah Adam yang terlihat enggan untuk pergi dari sana.


"Pergilah. Aku akan menunggumu di sini."


Adam menghembuskan nafas dengan kuat. Dia menatap lama ke wajah istrinya, sangat tidak rela untuk berpisah. Namun sekarang nyawa para pekerja harus di utamakan terlebih dahulu, dan Adam mau tidak mau harus bersikap professional dengan mengesampingkan urusan pribadinya.


"Tunggu aku ya. Aku akan berusaha menyelesaikan semua ini secepat mungkin!.


"Iya" sahut Rose singkat kemudian tersenyum lagi saat suaminya mulai melangkah keluar dari kamar mandi dengan tergesa-gesa.


Sepeninggal Adam, Rose bergegas keluar dari sana. Dia mengambil ponselnya, menekan nomor Resan yang langsung mendapat respon dengan cepat.


"Cari tahu penyebab kecelakaan di pembangunan proyek milik Adam dan Rolland. Jika ada yang tidak beres, segera urus sampai tuntas. Aku tidak mau ada orang yang mencoba mengambil keuntungan dari masalah ini!.


"Baik nona, segera kami laksanakan!.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...

__ADS_1


...๐ŸŒนFb: Rifani...


__ADS_2