Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Saling mengancam


__ADS_3

Tok tok tok


"Masuk!"


Gheana melihat ke arah pintu saat sekertarisnya masuk ke dalam ruangan. Dia yang saat itu tengah memeriksa berkas langsung menghentikan pekerjaannya guna mendengar laporan apa yang ingin di sampaikan oleh bawahannya ini.


"Ada apa?" tanya Gheana dengan suara yang sangat anggun. Dia terbiasa menjaga image di hadapan para karyawannya.


"Maaf mengganggu, Nona. Di luar ada seorang gadis yang memaksa untuk bertemu dengan anda. Saya sudah mengatakan kalau anda sedang tidak bisa menerima tamu, tapi dia tetap ngotot dengan keinginannya."


"Seorang gadis? Siapa?"


Kening Gheana mengernyit. Aneh. Gadis mana yang tiba-tiba memaksa untuk bertemu dengannya. Seingat Gheana dia tidak pernah memiliki masalah dengan gadis manapun. Selain Rose tentunya.


"Namanya Nona Gracia Clarence, Nona."


Whaattt? Gracia? Untuk apa dia datang kemari? Apa jangan-jangan ini ada hubungannya dengan kedatangan Rose ke rumahnya. Makanya dia datang untuk meminta bantuanku agar Adam berpisah dariRose? Hahahaha, luar biasa. Ternyata tidak hanya Paman Zidane dan Bibi Vanya saja yang tidak menyukai wanita desa itu. Rupanya Gracia juga tidak menerima kehadirannya di sana. Rose-Rose, malang sekali nasibmu. Aku jadi kasihan.


"Bawa dia masuk kemari. Gracia adalah orang yang sangat penting untukku!" ucap Gheana setelah puas membatin.


"Baik, Nona."


Sambil menunggu calon adik iparnya masuk ke dalam ruangan, Gheana dengan penuh gembira memesankan makanan yang di sukai oleh Gracia. Mengincar posisi sebagai Nyonya Clarence tentu saja membuat Gheana harus mencari tahu semua hal yang berhubungan dengan keluarga tersebut. Termasuk juga dengan kebiasaan dan makanan, serta hobi yang di gemari oleh dari masing-masing keluarga Clarence. Gheana tidak ingin melakukan kesalahan sekecil apapun dalam proses mendapatkan posisi itu. Makanya dia sampai rela membayar mahal seseorang hanya agar dirinya bisa menemukan segala hal yang bisa memuluskan tujuannya.

__ADS_1


Ceklek


"Oh Gracia, silahkan masuk!" ucap Gheana ramah saat mempersilahkan calon adik iparnya untuk masuk ke dalam ruangan. Dia sendiri segera berdiri kemudian berjalan menghampiri Gracia untuk sekedar memberi peluk-sapaan.


Gracia hanya diam saja tanpa berniat membalas pelukan Gheana. Dia marah, benar-benar sangat marah karena wanita inilah ibu dan ayahnya ingin memisahkan Rose dari kakaknya. Sejak di awal Gracia tahu dengan siapa sang kakak akan di jodohkan, dia sebenarnya sudah sangat tidak setuju. Terlepas dari sikap kakaknya yang selalu dingin dan acuh, dia tetap tidak rela membiarkan sang ibu menghancurkan kebahagiaan kakaknya dari dalam. Gracia tentu tahu dengan sangat jelas kalau tujuan perjodohan itu hanyalah akal bulus sang ibu agar bisa merong-rong harta milik kakak dan ayahnya. Di tambah lagi sekarang Gracia tahu kalau Gheana adalah wanita bermuka dua. Semakin dia tidak akan membiarkan wanita ini menghancurkan keluarga kecil kakaknya yang sebentar lagi akan segera memiliki anak. Gracia tidak akan membiarkan rencana Gheana dan ibunya berjalan lancar. Tidak akan.


"Kau tidak perlu berpura-pura baik jika sedang bersamaku, Gheana. Tunjukkan saja wajah aslimu. Aku tidak keberatan untuk melihatnya," ucap Gracia sarkas. Dia jengah karena wanita ini tak kunjung melepas pelukannya.


"Apa maksudmu, Grace? Kenapa kau tiba-tiba bicara seperti itu padaku?" tanya Gheana bingung. Dia kemudian melepaskan pelukannya, menatap lekat wajah Gracia yang terlihat begitu dingin. Seketika Gheana kaget. "Grace, ada apa dengan raut wajahmu? Apa yang salah?"


"Tidak ada yang salah dengan raut wajahku!"


Gracia mundur menjauh dari Gheana kemudian menyilangkan kedua tangan ke depan dadanya. Dengan tatapan sinis, dia menelusuri seluruh bagian tubuh dari wanita yang tengah menatapnya bingung. Gracia menyeringai, baru kali ini dia merasa taramat sangat jijik pada seorang wanita. Bahkan raja jijik tersebut melebihi apa yang dia rasakan ketika masih bermusuhan dengan Rose.


"Grace, aku tidak tahu apa yang terjadi padamu. Tapi jika memang ada kesalahpahaman di antara kita berdua, sebaiknya kita bicarakan dengan cara baik-baik. Kau tidak harus memandangku dengan cara sehina itu. Kita ini bukan musuh!" tegur Gheana yang merasa tersinggung melihat cara Gracia menatap tubuhnya.


Sial. Dasar gadis ingusan, berani-beraninya kau datang dengan membawa perintah tak masuk akal begini. Arrggghhhhh.


"Aku baru tahu kalau Adam sudah menikah setelah Mamamu yang memberitahu, Grace. Jadi tolong kau jaga ucapanmu. Aku dan Adam tidak sedekat itu untuk saling membicarakan masalah pribadi!" ucap Gheana mencoba berkilah.


"Halah, sudah kubilang kau tidak perlu berpura-pura baik di hadapanku, Gheana. Aku sangat tahu bagaimana cara kakakku memperlakukan Rose yang bagaikan ratu di hidupnya. Mustahil kalau Kak Adam tidak memberitahumu tentang pernikahan mereka. Heh, di hadapan Mamaku kau berpura-pura menolak saat ingin di jodohkan dengan Kak Adam. Tapi di belakang kami semua, diam-diam kau mengatur rencana agar bisa merusak pernikahan mereka. Iya kan? Jawab jujur!"


Gheana menggeretakkan gigi saat Gracia melayangkan tuduhan yang memang benar adanya. Sungguh, Gheana sangat tidak menyangka kalau gadis manja dan bodoh ini berani menggertaknya. Padahal yang Gheana tahu, Gracia tidak pernah memiliki hubungan yang dekat dengan Adam. Tapi kenapa tiba-tiba gadis ini bisa begitu liar ketika membelanya? Terlebih lagi mengenai Rose. Dari laporan yang Gheana terima, Gracia dan Rose adalah musuh bebuyutan di kampus mereka. Tapi kenapa sekarang mereka malah terlihat seperti kakak dan adik ipar yang begitu dekat? Mungkinkah ada informasi yang Gheana lewatkan?

__ADS_1


"Dengar, Gheana. Kalau aku sampai tahu kau masih berkeinginan merusak rumah tangga kakakku, maka jangan salahkan aku jika aku mengambil tindakan yang tegas untuk menghalau tujuanmu. Aku tidak akan membiarkan siapapun merusak kebahagiaan mereka, baik itu kau ataupun Mamaku. Aku Gracia Clarence, akan menjadi orang pertama yang harus kalian hadapi!"


"Apa kau sedang mengancamku?" tanya Gheana yang akhirnya terpancing emosi. Tangannya sudah sangat gatal ingin menampar mulut kurang ajar gadis ingusan ini.


"Ya. Aku mengancammu secara terang-terangan. Kenapa? Takut?" jawab Gracia dengan sangat berani.


"Apa? Takut?"


Sebuah smirk jahat muncul di bibir Gheana setelah dia mendengar ucapan Gracia yang begitu meremehkannya. Sambil melemparkan tatapan sinis, Gheana balik mengancam gadis yang seharusnya menjadi calon adik iparnya. Bukan Gheana Lutfer namanya jika dia takut pada ancaman seorang cecenguk seperti ini.


"Grace-Grace, awalnya aku pikir kita bisa menjadi ipar yang baik. Tapi melihat temperamenmu yang begitu buruk, sepertinya kita lebih cocok menjadi musuh. Benar kalau aku sudah tahu dari awal tentang pernikahan Rose dan Adam. Dan kau juga benar kalau aku dan Mamamu sama-sama berencana untuk menghancurkan hubungan mereka. Karena apa? Karena aku mencintai kakakmu. Aku ingin akulah yang menjadi Nyonya Clarence di rumah kalian. Dan apa tadi? Kau ingin mengambil tindakan tegas untuk menghalangi rencanaku? Hahahaha, tidak semudah itu, Gracia. Kau salah mencari lawan, sebab aku tidaklah selemah yang kau pikir!"


"Oh ya? Kalau begitu aku tunggu tanggal mainnya!" ucap Gracia kemudian melenggang pergi dari sana.


Jangan tanya seperti apa reaksi Gheana saat Gracia mengacuhkannya begitu saja. Dia langsung mengumpat marah sambil mengepalkan kedua tangannya dengan kuat.


"Brengsek! Kau cari mati, Grace. Awas saja kau!"


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...

__ADS_1


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...


...๐ŸŒนFb: Rifani...


__ADS_2