Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Sebuah Insting


__ADS_3

Sudah hampir satu jam lamanya Adam hanya diam menatap wajah cantik istrinya yang tengah tertidur nyenyak di kursi mobil. Ya, saat ini Adam masih berada di parkiran apartemen. Dia tidak langsung keluar dari sana karena lebih tertarik mengagumi kecantikan Rose yang begitu mempesona meski tanpa polesan make-up. Di tambah lagi sekarang istrinya sedang hamil muda. Membuat kecantikannya semakin menguar kuat.


Drrrttt drrrttt


Adam menarik nafas pelan saat mendengar suara getaran ponsel yang dia simpan di dalam dasbor mobil. Dia menggerakkan satu tangannya untuk meraih ponsel tersebut kemudian menekan tombol yang ada di layar tanpa melihat siapa yang menelpon.


"Ada apa?"


"Dam, barang kita sudah hampir tiba di negara ini. Tapi sepertinya ada pihak yang sengaja bekerja sama dengan orang kepolisian untuk mengacaukan transaksi kita. Kau ingin aku bagaimana sekarang?"


Tangan Adam terkepal kuat saat mendengar kabar yang di sampaikan Cesar padanya. Masih berusaha menjaga emosi agar tidak menggangu tidur istrinya, Adam memberikan perintah pada Cesar.


"Tetap seperti rencana semula. Cari tahu juga siapa penghianat yang coba-coba mengacaukan bisnisku. Habisi dia, termasuk juga para polisi yang terlibat. Aku tidak suka barangku di endus anjing jalanan seperti mereka!"


"Oke."


Panggilan terputus. Adam menarik nafas, kembali meletakkan ponselnya ke atas dasbor mobil. Tatapan mata Adam menjadi sangat dingin, dia memandang lurus ke arah depan.


"Siapapun kau, sebaiknya segera bersembunyi di tempat yang paling aman di mana kau tidak bisa di temukan oleh anak buahku. Karena jika hal itu sampai terjadi, maka tamatlah riwayatmu. Mengganggu seorang Marcellino, maka itu artinya mati. Dengan cara yang sangat mengerikan!" geram Adam sembari mengeratkan gigi.


Terdengar lenguhan lirih yang membuat Adam langsung merubah raut emosi di wajahnya menjadi raut manis yang membuatnya terlihat semakin tampan. Dia kemudian mengusap-usap bagian tengah antara mata kanan dan mata kirinya Rose dengan harapan kalau istrinya ini akan kembali tertidur nyenyak seperti tadi.


"Apa aku mengusik tidurmu, hm?" tanya Adam saat Rose malah membuka mata alih-alih terlelap.


Mendengar pertanyaan suaminya membuat Rose tersenyum kecil. Dia kemudian menutup mulutnya saat akan menguap. Setelah itu Rose menggeliat pelan.


"Jangan terlalu kencang, Hon. Nanti bayi kita terjepit."

__ADS_1


"Dia masih sangat kecil, Adam. Bahkan ukurannya saja baru sebesar biji-bijian. Jadi mana mungkin bayi kita terjepit sementara ruangan di dalam perutku saja masih sangat lebar. Kau ini," sahut Rose sambil tertawa pelan.


"Aku hanya mengkhawatirkannya saja, Hon. Lagipula aku kan tidak tahu seperti apa posisi tempat dia tinggal sekarang. Wajar kan kalau aku bicara seperti itu," ucap Adam.


"Wajar saja."


Hening. Rose menatap lekat ke manik mata suaminya. Instingnya mengatakan ada masalah besar yang sedang terjadi.


"Ada apa?" tanya Rose.


"Hmm?"


Terdengar helaan nafas berat dari mulutnya Adam saat dia menyadari maksud dari pertanyaan Rose barusan. Apakah sejelas itu dia memikirkan masalahnya sampai-sampai Rose langsung tahu tanpa sempat dia bicara lebih dulu? Sungguh sangat mengerikan insting seorang wanita. Penciuman mereka sangat tajam seperti indra penciuman ikan hiu.


"Seseorang ingin coba-coba menjadi pengkhianat dengan mengacaukan bisnisku, Hon. Hari ini barangku datang, tapi orang ini dengan sengaja melibatkan orang dari kepolisian untuk menggagalkan transaksiku. Cesar yang menghubungiku barusan," ucap Adam jujur.


"Iya, Hon. Aku sudah memerintahkan Cesar untuk segera menghabisinya. Kau tidak usah khawatir."


Rose diam sembari mengelus-ngelus perutnya. Dia mulai resah, sedikit mengkhawatirkan nasib anaknya yang akan menjadi anak dari seorang bandar narkoba terbesar di bisnis hitam ini. Walaupun Rose sendiri memiliki kelompok yang tak kalah jahat seperti kelompoknya Adam, setidaknya dia tidak pernah bermain bubuk menyesatkan itu. Rose lebih tertarik untuk melakukan jual-beli senjata ilegal ketimbang harus menjajahi bisnis yang memang memiliki keuntungan yang sangat besar. Tapi ya sudahlah, semua ini sudah takdirnya menjadi istri seorang bandar narkoba, atau bisa kita sebut sebagai mafia kelas kakap karena Adam tak hanya menggeluti satu bisnis hitam saja. Masih ada beberapa bisnis mengancam nyawa yang di miliki oleh suaminya itu. Termasuk juga bisnis jual-beli senjata api, sama seperti yang kelompoknya lalukan.


"Honey, ada apa? Kau sedang memikirkan apa?" tanya Adam ingin tahu.


"Sedang memikirkan masa depan anak kita, Dam. Kau mempunyai pekerjaan yang sangat beresiko. Aku khawatir keselamatannya akan terancam," jawab Rose mengungkapkan kegundahannya.


"Itu tidak akan pernah terjadi selama aku masih hidup di dunia ini, Hon. Kau dan anak-anak kita tidak akan pernah tersentuh bahaya dari bisnis-bisnis hitam yang aku jalani. Karena itulah aku sengaja mengulur waktu dengan membiarkanmu datang sendiri ke singgasanaku. Jalanmu sudah aku amankan bahkan sebelum kau sampai di singgasana tersebut. Kau adalah ratuku, aku tidak akan mungkin membiarkanmu tertimpa bahaya. Tidak akan, Honey!" ucap Adam meyakinkan Rose yang sedang di dera kekhawatiran akan nasib anak-anak mereka.


Mungkin karena pengaruh hormon ibu hamil, juga karena jiwa keibuan yang mulai muncul, istrinya ini jadi terkesan sedikit lebih penakut. Tapi Adam maklum, karena bagaimana pun Rose lah akan menjadi seorang ibu. Wajar saja kalau dia sampai sekhawatir ini memikirkan keselamatan anak mereka mengingat bisnisnya yang memang selalu bergelut dengan bahaya kematian. Tapi karena tak ingin rasa khawatir tersebut berdampak pada kehamilan Rose, Adam berusaha untuk terus meyakinkan kalau semuanya akan baik-baik saja.

__ADS_1


"Honey, aku tidak sekejam itu membiarkan kalian tersakiti. Lagipula tidak hanya aku yang akan menjadi tameng untuk melindungi anak-anak kita nanti. Masih ada Mommy, Nenek Liona, Rolland, dan juga organisasi milik kakek buyutmu. Belum lagi para sepupumu yang ada di Negara N. Aku yakin mereka tidak akan tinggal diam jika tahu ada seseorang yang ingin menyakiti kalian. Tidak usah semua keluargamu, cukup hadapi aku dan kemurkaan Nenek Liona saja aku jamin mereka akan langsung mati di tempat. Jadi kau jangan terlalu banyak pikiran dulu ya? Kasihan jagoan kita. Nanti dia ikut gelisah di dalam sini," ucap Adam sembari mengelus-ngelus perut Rose.


"Kau yakin sekali kalau bayi kita adalah jagoan, Dam. Bagaimana kalau ternyata nanti dia adalah seorang princess? Apa kau akan membencinya?" tanya Rose yang langsung mengalihkan kekhawatiranya pada sebuah candaan. Dia takut bayinya kenapa-napa jika terlalu banyak pikiran.


"Omong kosong. Mau dia jagoan ataupun seorang princess, dia tetap anak kita, Honey. Dia adalah darah dagingku. Aku masih waras untuk tidak mengakuinya sebagai anak. Sudah gila apa!"


Rose tertawa mendengar perkataan Adam. Lucu juga mengerjai suaminya ini. Hatinya jadi terasa sangat bahagia. Mood ibu hamil memang sangat sulit di tebak ya bunda? Sedetik ketakutan, sedetik kemudian tertawa lepas.


"Ini sudah malam, Dam. Kita sebaiknya segera masuk ke dalam saja. Kasihan Gracia, dia pasti sedang menangis kesakitan setelah seharian di siksa oleh Cesar," ajak Rose setelah melihat jam di tangannya.


"Biar saja. Itu sudah menjadi resikonya jika ingin tetap bersama kita. Aku tidak pernah memaksa," sahut Adam seraya membuka setbealt di tubuhnya dan juga di tubuhnya Rose.


"Kalian memang tidak memiliki ikatan darah. Tapi apa salahnya kalau kau bisa sedikit lebih perhatian pada Gracia. Anggaplah dia seperti anggota keluarga kita sendiri, Dam. Jangan buang dia, kasihan."


Adam diam tak membalas perkataan Rose. Dia kemudian keluar dari dalam mobil lalu berlari memutar untuk membukakan pintu samping. Sambil menutupi kepala Rose agar tidak terantuk bagian atas mobil, Adam dengan penuh perhatian membimbingnya keluar. Dia terkekeh saat perlakuannya itu mendapat imbalan berupa satu buah kecupan di pipinya.


Istriku manis sekali. Aku suka.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like dan comment...


...ya gengss ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...


...๐ŸŒนFb: Rifani...

__ADS_1


__ADS_2