
Di perusahaan, Adam tengah sibuk memeriksa banyak berkas pekerjaan. Dia bahkan sampai tidak menyadari kalau Cesar kini sudah berdiri di sampingnya.
"Ckck, semangat sekali kau, Dam. Ada apa?" tanya Cesar usil.
"Sejak kapan kau berada di sini? Seperti jin saja," sahut Adam sedikit kaget.
"Aku sudah ada di sini sejak tadi. Kau saja yang terlalu sibuk dengan berkas-berkas itu sampai tidak menyadari kalau ada pria tampan yang masuk kemari."
Adam berdecih kesal mendengar omongan Cesar. Dia lalu meregangkan otot tubuhnya, setelah itu menjadikan kedua tangannya sebagai tumpuan kepala saat menyender ke kursi kerjanya.
"Rose akan bergabung di perusahaan ini, Ces. Dia akan menjadi sekertaris pribadiku nanti," ucap Adam sambil tersenyum-senyum.
"Whhaaattt?? Sekertaris pribadi? Lalu nasibku bagaimana, Dam? Jangan bilang aku akan di tendang dari CL Group ya!" pekik Cesar syok mendengar perkataan sahabatnya.
"Isshhh, tidak perlu berlebihan begitu lah Ces. Aku kan tidak bilang kalau aku akan menendangmu keluar dari sini!"
"Lalu apa? Ayo cepat jelaskan!"
Adam tertawa melihat Cesar merajuk. Dia kemudian berpindah duduk di sofa.
"Kau akan tetap menjadi kaki tanganku, Ces. Hal ini tidak akan berubah sampai kapanpun. Sedangkan Rose, aku yakin dia tahu apa yang harus dan tidak harus dia lakukan."
"Kau yakin tidak akan membiarkan Rose menggeserku?" tanya Cesar curiga. "Kau itu kan tergila-gila padanya. Aku takut aku akan di korbankan dalam hal ini."
"Sialan kau. Memangnya aku ini apa sampai harus mengorbankanmu. Dasar bodoh!" gerutu Adam kesal.
Cesar tertawa. Setelah itu wajahnya langsung berubah serius. Adam yang melihat perubahan ekpresi di wajah temannya ini pun langsung tahu kalau sekarang bukan waktunya untuk bercanda.
"Ada apa?"
"Orang yang menggunakan namamu untuk bergabung dalam sekte itu mati, Dam. Identitas aslinya terbongkar. Dan kemungkinan besar kau akan di buru oleh mereka!" ucap Cesar cemas.
"Mati?? Oh, pantas saja kemarin orang-orang mereka mengikutiku sampai di kampusnya Rose. Rupanya karena identitasnya sudah terbongkar," sahut Adam tak terlalu kaget mendengar ucapan Cesar.
"Mereka mengikutimu? Astaga!!!....
"Rose yang menyadarinya. Dan sekarang penguntit itu berada di tangan anak buah istriku. Kemungkinan besar dia tidak akan selamat karena Rose cukup posesif padaku!" ucap Adam memanas-manasi Cesar.
Benar saja, Cesar langsung melemparkan bantal ke wajahnya Adam setelah mendengar bualannya. Dia sedang dalam mode serius malah sahabatnya ini mempermainkannya. Membuat kesal saja.
"Tenang saja. Masalah ini pasti bisa kuatasi sampai tuntas. Kau tidak perlu cemas memikirkannya," ucap Adam kembali serius.
__ADS_1
"Bagaimana mungkin aku tidak cemas, Dam. Mereka itu kejam, aku khawatir mereka nekad kemudian melakukan hal buruk padamu," sahut Cesar dengan raut wajah yang sangat khawatir.
"Tidak akan pernah terjadi apapun padaku, Ces. Karena setelah ini aku dan Rose akan melenyapkan sekte sialan itu. Jangan khawatir, kami berdua sudah merencanakannya dengan matang."
Terdengar helaan nafas panjang dari mulutnya Cesar begitu Adam selesai bicara. Antara lega dan juga resah, Cesar mencoba mengalihkan pembicaraan ke topik lain. Dia cukup sadar diri kalau kemampuan Rose tidak bisa di bandingkan dengan kemampuannya sendiri. Rose terlalu kuat dan juga berbahaya, terlebih lagi dengan orang-orang yang menjadi anggotanya. Mereka gila, itu yang Cesar pikirkan.
"Oh ya Dam, aku dengar Rolland dan keluarganya akan kembali ke Negara N hari ini. Kau tidak pergi ke sana?" tanya Cesar saat teringat dengan rekan bisnisnya.
"Mereka tidak jadi pulang, Ces. Dia mengirimiku pesan dua jam yang lalu."
"Kenapa?"
"Entahlah. Tapi aku rasa ada yang sedang di sembunyikan oleh neneknya Rose. Dengan tidak pulangnya mereka ke Negara N pasti memiliki alasan kuat di baliknya. Kau tahu bukan kalau nenek dan ibunya Rose itu adalah dua orang wanita yang sangat misterius? Aku sangat yakin kalau mereka pasti akan melakukan sesuatu yang besar di sini."
"Kira-kira hal besar apa yang ingin mereka lakukan, Dam? Apakah ini menyangkut Rose atau tentang bisnis? Bisa saja kan Rolland dan keluarganya ingin mendirikan perusahaan di negara ini mengingat kalau sekarang Rose tinggal di sini?" tanya Cesar penasaran.
Adam menarik nafas. Satu tangannya dia mainkan untuk menggerak-gerakkan dasi di lehernya.
"Aku rasa bukan itu, Res. Ini pasti lebih besar dari yang kau sebutkan barusan. Aku yakin itu,"
Ruangan menjadi sunyi saat Adam dan Cesar sibuk dengan pikiran masing-masing. Mereka saling menebak alasan apa yang membuat Rolland dan keluarganya gagal kembali ke negara mereka.
Tok tok tok
Setelah itu pintu terbuka. Salah satu karyawan berjalan masuk kemudian melaporkan jika di luar ada tamu yang ingin berkunjung.
"Selamat siang, Tuan Adamar, Tuan Cesar. Di luar ada Nona Gheana, beliau meminta izin untuk bertemu dengan Tuan Adamar."
Satu alis Cesar terangkat ke atas begitu nama Gheana di sebut. Dia kemudian melirik ke arah Adam yang terlihat biasa-biasa saja.
"Biarkan dia masuk kemari!" ucap Adam sambil merogoh ponsel di saku jasnya.
"Baik, Tuan."
Honey, Gheana datang menemuiku di kantor.
"Wah wah wah, sepertinya bibit pelakor mulai muncul dalam rumah tanggamu, Dam. Aku tidak yakin kalau wanita ini benar-benar rela melepaskanmu begitu saja!" sindir Cesar sambil terkekeh pelan.
"Kalau dia berani berurusan dengan Rose ya silahkan saja mengusik ketentraman rumah tangga kami," sahut Adam santai.
Tak lama kemudian Gheana datang. Wanita cantik ini tersenyum ramah ke arah Adam sebelum akhirnya menyapa Cesar.
__ADS_1
"Halo Tuan Cesar, tidak di sangka akan bertemu denganmu di sini."
"Halo juga, Nona Lesham. Kau ternyata jauh lebih cantik dilihat secara langsung daripada melihatnya hanya dari foto," sahut Cesar di barengi dengan senyum menggoda.
"Terima kasih banyak atas pujiannya, Tuan Cesar. Boleh aku duduk?" tanya Gheana sambil tersenyum manis.
"Silahkan, nona cantik. Atau jika kau mau, kau boleh duduk di atas pangkuanku."
"Akan kulakukan suatu hari nanti, Tuan Cesar."
Jiwa Casanova di diri Cesar langsung aktif begitu melihat lekuk tubuh Gheana yang begitu sexy. Adam yang melihat gelagat mesum di diri Cesar hanya menggelengkan kepala. Buaya ini benar-benar tidak tahu tempat.
Drrttt drrttt
Adam langsung membuka ponselnya untuk membaca pesan yang baru masuk. Dia tersenyum senang begitu tahu kalau itu adalah balasan pesan dari istrinya.
Rose: Temui saja, Dam. Tajamkan matamu agar bisa membedakan mana berlian asli dan mana berlian palsu.
"Ekhhmm, yang sibuk dengan istri cantiknya," sindir Gheana seraya terkekeh pelan.
"Biasalah. Pengantin baru," sahut Adam tanpa merasa canggung.
"Ishhh, membuat iri saja."
"Kalau begitu menikahlah. Kau akan rasakan sendiri bagaimana sensasinya."
Gheana dan Cesar sama-sama berdecih pelan. Mereka tentu saja merasa tersindir. Adam yang melihat kekompakan kedua orang ini nampak terkekeh lucu. Sepertinya mereka cukup serasi jika di jodohkan.
"Oh ya Gheana, apa ada masalah penting yang membawamu datang kemari?" tanya Adam penasaran.
"Hmmm, sama sekali tidak ada sesuatu yang penting, Dam. Aku kemari hanya untuk membungkam mulut dua orang wanita yang terus saja membuat rusuh. Telingaku sampai mau pecah mendengarkan rengekan ibuku dan juga Bibi Vanya yang terus mendesak agar aku segera datang menemuimu. Benar-benar memusingkan!" jawab Gheana sembari menekan tulang hidungnya.
Cesar dan Adam saling melirik begitu mendengar jawaban Gheana. Setelah itu mereka bertiga membahas beberapa pekerjaan dan juga rencana Gheana yang akan segera bergabung dengan perusahaan milik ayahnya.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
...๐นJangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss ๐ช๐ช๐ช...
...๐นIg: rifani_nini...
__ADS_1
...๐นFb: Rifani...