
Dengan tergopoh-gopoh Kakek Niel dan Nenek Shiren berjalan masuk ke dalam markas Queen Ma. Mereka begitu syok setelah di beritahu oleh Hansen kalau sekarang Mona sedang dalam kondisi yang sangat tidak baik. Nenek Shiren yang saat itu baru tersadar dari pingsannya, hampir kembali jatuh pingsan setelah mendengar cerita Hansen yang menyebut kalau sebelum dibawa kemari, cucunya sempat menjadi korban penculikan salah satu sekte sesat yang ada di negara ini. Dan di sinilah mereka sekarang, berharap dengan sangat cemas kalau sang cucu baik-baik saja.
"Niel," panggil Greg begitu melihat kedatangan mantan orang kepercayaannya.
"Tuan Besar, dimana cucuku? Bagaimana keadaannya? Dia baik-baik saja, bukan? Hansen bilang Mona diculik oleh orang-orang anggota sekte, apa yang sebenarnya terjadi?" cecar Kakek Niel dengan raut wajah yang begitu panik.
Sambil menarik nafas berat, Greg memberikan pelukan pada Kakek Niel. Dia tidak tega untuk memberitahunya kalau Mona masih dalam keadaan yang sangat kritis. Bahkan sampai sekarang gadis itu masih belum menunjukkan sesuatu yang baik. Greg khawatir kalau hal ini akan membuat Niel dan istrinya down.
"Siapapun tolong beritahu kami seperti apa keadaan Mona. K-kami ingin sekali melihatnya," ucap Nenek Shiren menghiba.
"Bibi Shiren, tolong tenanglah dulu. Saat ini Mona sedang di tangani oleh dokter-dokter terbaik, dia pasti baik-baik saja," sahut Grizelle mencoba menenangkan.
Tubuh Nenek Shiren luruh ke lantai. Kenyataan dimana Mona yang menyukai Rose saja masih sangat mengguncang batin Nenek Shiren, di tambah lagi sekarang gadis itu malah sedang kritis akibat menjadi korban penculikan. Hal ini membuat Nenek Shiren menjadi sangat amat terpuruk. Hidupnya serasa hancur setelah mengetahui dua kenyataan pahit yang di alami oleh cucunya.
Grizelle yang merasa iba segera datang memberikan pelukan pada neneknya Mona. Dia tahu betul kalau perasaan wanita ini sedang sangat hancur. Sama sepertinya yang juga sedang gelisah menunggu Rose tersadar. Mungkin karena terlalu tertekan dengan keadaan Mona, putrinya itu lebih memilih untuk bertahan di alam mimpi sana. Di mata orang lain, apa yang terjadi di diri Rose mungkin di anggap sebagai sesuatu yang berlebihan. Akan tetapi jika di telisik dari awal kejadian, sebenarnya Rose sangatlah menderita. Dia hidup dalam tekanan perasaan malu dan jijik akibat pelecehan yang dilakukan oleh Agler dan anak buahnya. Belum lagi terpaan rasa bersalah atas pengorbanan Mona yang rela menahan sakit karena di gilir demi untuk melindunginya. Siapalah yang mampu menahan beban batin sedalam itu selama hampir belasan tahun lamanya. Dan untung saja Rose masih bisa mempertahankan kewarasannya.
"Niel, bisakah kau memberitahu kami tentang sesuatu hal yang berhubungan dengan cucumu?" tanya Greg setelah keadaan sedikit lebih tenang.
"Tentang Mona?"
Greg mengangguk. Dia kemudian mengajak Niel untuk duduk di salah satu kursi yang ada di sana.
"Apa benar Mona adalah anak dari anggota sekte? Jika benar, siapa di antara anak dan menantumu yang mengikuti jalan sesat seperti itu?"
__ADS_1
Deg
Jantung Niel seakan terhenti saat satu rahasia yang selama ini dia sembunyikan terbongkar. Kini dia paham alasan kenapa cucunya bisa sampai diculik.
"Jujur saja, kau tidak perlu merasa takut."
"Anak dan menantuku bukan anggota seperti itu, Tuan Besar. Akan tetapi menantuku adalah wanita yang melarikan diri dari sebuah keluarga yang menganut ajaran sesat. Dan... dan kematian mereka juga bukan suatu kebetulan saja. Tapi mereka dibunuh karena ingin mengambil Mona sebagai tumbal. Itulah kenapa kami bertiga langsung pindah kemari dan memilih untuk hidup sederhana demi untuk menjamin keselamatan Mona. Maaf jika saya menutupi masalah ini dari kalian semua, saya hanya tidak mau ada orang lain yang terlibat," jelas Niel merasa bersalah.
Terjawab sudah semua masa lalu seorang Mona Kiara. Tidak dinyana, rupanya gadis itu memang telah di takdirkan untuk memiliki garis hidup seperti ini. Pantaslah jika Rose begitu menjaga Mona, rupanya karena dia sudah tahu kalau Mona adalah bagian dari orang-orang seperti itu.
"Tuan Besar, cucuku pasti bisa memiliki kehidupan normal seperti para gadis lainnya bukan? Dia ... dia tidak akan pergi meninggalkan saya dan istri saya kan?" tanya Niel lirih. Wajah tuanya terlihat begitu sendu.
"Yakin dan percayalah kalau Tuhan pasti akan menguatkan Mona. Kau jangan lemah, Niel. Dia butuh kita semua, dia butuh dukungan dan cinta kasih dari semua orang. Jangan khawatir, aku dan keluargaku akan selalu ada untuk kalian," jawab Greg iba akan nasib dari cucunya Niel.
Suara Nenek Shiren tercekat. Rasanya sangat berat ketika ingin bicara tentang kelainan s*ksual yang di idap oleh sang cucu.
"Rose sudah mengetahui semuanya bahkan sebelum kita mengetahui hal ini. Juga ada alasan kuat mengapa Rose sengaja membiarkan Mona terus menyukainya," sahut Grizelle sambil mengusap pelan punggung neneknya Mona. "Bibi Shiren, Mona dan Rose adalah korban dari seseorang di masalalu. Mereka berdua tanpa sengaja telah terikat dengan satu takdir dimana keduanya sama-sama menderita dan tertekan. Bibi mengenal manusia yang bernama Agler bukan?"
"Agler? Maksudmu Tuan Agler?"
Grizelle mengangguk.
"Ya, kami mengenalnya. Dia adalah orang yang telah menyelamatkan Mona saat menjadi korban bully beberapa tahun lalu ketika usianya masih delapan tahun. Em Nona Grizelle, kalau boleh tahu dari mana kau mengenal Tuan Agler? Apa kalian adalah teman dekat?" tanya Nenek Shiren penasaran.
__ADS_1
Sebelum menjawab, Grizelle menatap lama ke arah sang ayah. Dia sedang meminta persetujuan untuk memberitahu kebenaran yang sesungguhnya pada kakek dan neneknya Mona.
"Katakan saja. Sudah saatnya mereka tahu kalau orang yang mereka anggap sebagai dewa penyelamat adalah iblis yang sebenarnya," ucap Greg memberi izin pada putrinya untuk bicara.
Kakek Niel dan Nenek Shiren saling menatap dengan raut wajah penuh kebingungan. Mereka tidak mengerti kenapa keluarga ini mengatakan hal seperti itu tentang Tuan Agler.
"Bibi, Tuan Agler yang kalian kenal bukanlah seseorang yang telah menolong Mona dari bullyan. Justru dialah yang menjadi dalang dari apa yang menimpa Mona dan Rose sekarang. Dulu saat dia membawa Mona pada kalian, dia dan anggotanya baru saja melakukan sesuatu yang hina terhadap mereka berdua. Dia jugalah yang telah mencuci otak Mona agar tidak bisa jatuh cinta pada lawan jenis. Agler adalah iblis yang menyerupai manusia, Bibi. Kalian telah salah menilai orang."
Grizelle kemudian menjelaskan dengan detail tentang awal mula kejadian pada kakek dan neneknya Mona. Saat bercerita, matanya nampak berkaca-kaca. Grizelle ikut merasa sakit karena putrinya juga ikut menjadi korban dalam pelecehan itu meskipun kesuciannya masih terjaga.
"J-j-jadi Agler membohongi kami berdua?" gumam Kakek Niel dengan tatapan mata yang kosong.
"Dialah iblis yang sebenar-benarnya, Niel. Dan dia adalah orang yang telah membuat Mona kritis seperti ini. Aku tidak tahu julukan seperti apa yang paling pantas untuk manusia rendahan seperti dia," sahut Greg geram. "Dalam satu waktu dia membuat cucu-cucu kita berada dalam siksaan batin yang tak terlihat. Aku benar-benar sangat mengutuknya hingga di kehidupan dia yang selanjutnya."
Suasana menjadi sangat hening setelah Kakek Niel dan Nenek Shiren mengetahui kebenaran yang sesungguhnya. Semua orang terluka, sangat tidak menyangka dengan keadaan buruk yang telah di alami oleh Mona dan juga Rose.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
...๐นJangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss ๐ช๐ช๐ช...
...๐นIg: rifani_nini...
__ADS_1
...๐นFb: Rifani...