
Di sebuah bangunan yang menyerupai banker terbengkalai, terlihat ada banyak orang yang sedang sibuk berlalu lalang melakukan aktifitas masing-masing. Penampilan mereka terlihat sedikit berbeda dengan kebanyakan orang lainnya. Wajah orang-orang yang ada di tempat ini terlihat sangat datar dan juga dingin. Seolah tidak ada tanda-tanda kehidupan ataupun aliran darah di tubuh mereka.
Di salah satu ruangan yang sedikit lebih besar dari ruangan lainnya, ada seorang pria tua yang sedang duduk sendirian. Namanya Flyn, pria tua itu terlihat sedang sangat sibuk meracik cairan-cairan yang tertata rapi di dalam botol kaca. Sesekali kening pria ini mengerut saat cairan yang dia racik mengeluarkan asap tebal. Flyn, dulunya dia adalah salah satu orang dalam dari Organisasi Grisi. Dia kemudian memutuskan untuk berkhianat saat tahu kalau keluarga Ma tidak akan pernah memberikan kepemimpinan organisasi tersebut selain pada keturunan keluarga mereka. Flyn tentu saja merasa sangat tidak terima karena tujuannya bergabung dengan organisasi tersebut adalah untuk menguasainya. Karena sudah kepalang basah menjadi anggota mereka, jadi Flyn memutuskan untuk mencuri segala kejeniusan yang tersembunyi di labolatorium Grisi. Dan hasilnya, sekarang dia bisa memiliki labolatorium sendiri lengkap dengan puluhan mutan hasil karya tangannya. Flyn juga berhasil membuat beberapa obat mujarab yang dia jual dengan harga yang sangat tinggi. Dari hasil penjualan inilah Flyn bisa memiliki apa yang dia punya sekarang. Belajar dari pengalamannya yang menjadi seorang pengkhianat, Flyn sama sekali tidak mau mempekerjakan manusia normal di tempat ini. Dia khawatir kalau ilmu-ilmunya akan di curi seperti apa yang dia lakukan pada organisasi yang dulu menaunginya.
"Tuan Flyn, di sekitar kediaman Kakek Frans ada beberapa pergerakan yang mencurigakan. Perlukah saya menghabisi mereka satu-persatu?"
Gerakan tangan Flyn langsung terhenti. Dia lalu menoleh ke arah mutan yang baru saja memberikan laporan.
"Apa mereka berasal dari anggota Grisi?" tanya Flyn penasaran.
Sejak Flyn meminta Kakek Frans memotong lidahnya, dia tak lagi memperhatikan keberadaan pria tersebut. Hanya saja kemarin dia mendapat laporan dari mata-mata yang masih berada di labolatorium Grisi kalau keluarga Ma kembali melakukan pencarian terhadap cucu perempuannya yang hilang tujuh belas tahun lalu. Flyn tentu saja merasa sangat terancam. Dulu, tanpa sepengetahuan siapapun dia telah melakukan penelitian terhadap DNA gadis bernama Rosalinda Osmond. Gadis itu ternyata memiliki potensi yang cukup mengerikan di mata Flyn. Itulah kenapa dulu dia mati-matian mengatur rencana agar gadis itu menghilang dari tengah-tengah keluarga Ma dan juga keluarga Osmond. Karena dengan begitu, keinginannya untuk menguasai Organisasi Grisi bisa berjalan mulus meski kini usianya tak lagi muda. Bagi Flyn, kepemimpinan seorang Arion Thampson bukanlah sesuatu yang membahayakan. Dia bisa dengan mudah menyingkirkan pria itu di saat Organisasi Grisi sudah jatuh ke tangannya. Akan tetapi jika Rosalinda yang menjadi pewaris selanjutnya, maka Flyn akan berada dalam masalah yang sangat besar. Rosalinda Osmond adalah ancaman yang sangat mematikan bagi orang-orang yang ingin mencari masalah dengan keluarga pendiri oraganisasi itu. Tak terkecuali juga dengan Flyn yang jelas-jelas telah menjadi seorang pengkhianat. Dia bisa saja menjadi domba bakar di tangan cicitnya Christ Harrison, seorang ilmuwan gila yang berada di balik berdirinya Organisasi Grisi.
"Sepertinya bukan, Tuan."
"Kau yakin mereka bukan mutan sepertimu?"
Kening Flyn langsung mengerut saat mutan yang dia tanya menggelengkan kepala. Orang-orang dari keluarga Ma tidak mungkin mengirim manusia asli jika ingin menyelidiki sesuatu. Mereka pasti akan mengirim mutan terlebih dahulu untuk memeriksa keadaan.
"Mereka menikmati makanan dan juga saling menjaga saat beristirahat. Saya yakin mereka adalah manusia murni, Tuan."
Brengsek! Darimana asalnya orang-orang ini? Mustahil mereka bisa menemukan Kakek Frans yang jelas-jelas tinggal di negara yang berbeda. Tapi kalau bukan anggota Grisi lalu mereka siapa? Kenapa mereka bisa sampai mengawasi kediaman Kakek Frans? Mungkinkah itu adalah anak buahnya Rosalinda? Ah, ini tidak mungkin. Rosalinda adalah gadis lemah yang tidak bisa apa-apa. Dia mana mungkin bisa memiliki anak buah seperti mereka. Aku yakin sekali mereka pasti datang atas perintah Arion dan Grizelle. Atau jangan-jangan kakek tua itu sudah berkhianat dengan mengatakan kalau Rosalinda tinggal bersamanya? Hmm, kalau memang benar begitu artinya dia sudah bosan hidup. Kau sepertinya sudah tidak sabar ingin segera menyusul anak dan menantumu ke alam baka, Frans. Tunggu saja, aku pasti datang untuk menghabisimu.
__ADS_1
"Kau awasi terus siapa-siapa saja yang sedang mengintai kediaman tua bangka itu. Segera laporkan padaku kalau mereka datang dari Organisasi Grisi!" ucap Flyn dengan mata berkilat marah.
"Baik, Tuan!"
"Pergilah!"
"Tuan....
Sebelah alis Flyn terangkat ke atas. Dia menatap kesal ke arah mutan yang masih belum pergi dari sana.
"Apalagi? Bukankah aku sudah memberikan perintah padamu?"
"Saat saya baru sampai di sana, Nona Rosalinda pulang ke kediaman Kakek Frans. Tapi hanya sebentar saja karena setelahnya dia kembali pergi dari desa tersebut."
"Dia datang bersama seorang pria biasa, Tuan. Sepertinya mereka hanya rekan sekolah karena keduanya terlihat cukup akrab."
"Kau yakin tidak ada yang salah dengan gadis itu?" cecar Flyn penuh selidik.
"Tidak, Tuan!"
Flyn terdiam. Benaknya tiba-tiba saja di penuhi rasa gelisah begitu tahu kalau Rosalinda kembali ke rumah kakeknya dengan di temani oleh seorang pria. Flyn tentu tidak lupa kalau gadis itu memiliki kecerdikan yang sangat mematikan. Meski memori ingatannya sudah dia rusak, tetap saja hal itu tidak bisa membuat Rosalinda menjadi seorang gadis idiot yang bo doh dan juga dungu. Darah pembantai jelas mengalir kuat di tubuhnya.
__ADS_1
"Jangan langsung percaya begitu saja pada apa yang kau lihat. Bisa jadi orang yang datang bersama Rosalinda adalah orang yang berbahaya. Gadis itu sangat cerdik, kita tidak boleh sampai terkecoh!" ucap Flyn gusar.
"Lalu apa yang harus saya lakukan, Tuan? Perlukah saya menyelidiki identitas pria yang datang bersama Nona Rosalinda?"
Flyn terdiam. Dia tengah menimang satu di antara dua pilihan. Menghabisi Kakek Frans dulu atau memburu pria yang datang bersama Rosalinda. Kedua pilihan ini sama-sama mempunyai resiko yang berbahaya. Meskipun bisu, Kakek Frans masih bisa menulis dengan tangannya. Rahasia tentang rusaknya ingatan Rosalinda akan langsung di ketahui oleh musuhnya jika hal ini sampai bocor keluar. Juga sangat tidak memungkinkan bagi Flyn untuk menghabisi Kakek Frans karena sekarang ada banyak mata yang mengawasi. Tapi jika Flyn memerintahkan anak buahnya untuk menyelidiki pria yang datang bersama Rosalinda, akan ada banyak kemungkinan buruk yang terjadi. Contohnya saja kalau pria itu ternyata adalah orang-orangnya Rosalinda, maka matilah dia. Tempat ini bisa hancur berkeping-keping jika Flyn sampai salah melangkah. Karena kedua pilihan ini sama sulitnya, Flyn akhirnya memutuskan untuk diam di tempat. Dia harus bisa membaca situasi sebaik mungkin karena musuh yang akan dia hadapi bukanlah musuh sembarangan. Baik Organisasi Grisi maupun Rosalinda, keduanya sama-sama sangat berbahaya. Salah sedikit saja bisa di pastikan kalau hidup Flyn dan anggotanya akan langsung tamat detik itu juga.
"Jangan lakukan apa-apa pada Kakek Frans maupun pada pria yang datang bersama Rosalinda. Kita cukup memantaunya dari jauh," ucap Flyn setelah sekian menit menimang keputusan.
"Tuan yakin tidak akan mencari tahu mengenai pria itu?"
Flyn menggelengkan kepala. Dia lalu kembali menyibukkan diri dengan cairan-cairan aneh yang tadi di raciknya.
"Pergi dan awasi mereka. Segera laporkan padaku jika ada tanda-tanda kehadiran anggota itu di sana."
"Baik, Tuan!"
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
...๐นJangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss ๐ช๐ช๐ช...
__ADS_1
...๐นIg: rifani_nini...
...๐นFb: Rifani...