Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Manusia Keji


__ADS_3

Bruukkk


Zidane jatuh tersungkur di lantai saat tubuhnya di dorong dengan sangat kuat oleh anak buahnya Reina. Dia kemudian mengaduh sambil memegangi hidungnya yang tidak berhenti mengeluarkan darah.


Setelah Karina di bebaskan dari rantai-rantai yang melilit tubuh kurusnya, Reina dan Lorus langsung menghajarnya dengan membabi buta. Dia seakan di jadikan bola sepak yang dengan sesuka hati mereka tendang ke sana kemari. Tak peduli meski dia terus menjerit kesakitan dan meminta ampun, orang-orangnya Rose sama sekali tidak mau melepaskannya. Hingga pada akhirnya setelah Zidane hampir pingsan, barulah mereka menghentikan kebrutalan itu kemudian memasukannya ke dalam sebuah karung yang mengeluarkan aroma begitu busuk.


"Kelakuanmu sama busuknya dengan karung ini, Zidane. Jadi diam dan nikmati saja kebusukan yang selama ini bersemayam di dalam otakmu. Cuihhh."


Kata-kata hinaan seperti itulah yang di lontarkan oleh Reina sesaat sebelum dia mengikat Zidane di dalam karung tersebut. Setelah itu Zidane tidak tahu lagi kemana dia akan di bawa pergi. Dan di sinilah dia sekarang, berada di suatu tempat yang begitu besar dengan ratusan penjaga yang berdiri mengelilinginya.


"Reina, ada apa ini?"


Semua mata langsung tertuju ke arah wanita yang tengah berjalan menuju ke arah mereka.


"Oh, Nenek Liona. Ini, aku datang membawa bedebah busuk yang kami pungut dari got. Lihatlah, dia begitu menjijikkan bukan?" jawab Reina sembari bergidik geli.


Pandangan mata Liona langsung tertuju ke arah wanita jadi-jadian yang tengah terduduk di lantai. Dia kemudian menyeringai.


"Kau rupanya. Kenapa, hm? Apa kau baru saja menjadi bulan-bulanan anak buah cucuku?" tanya Liona sambil berjalan mendekat ke arah Zidane.


"S-siapa kau?" sahut Zidane bingung.


Anak buah dari cucu wanita ini? Bukankah Reina dan teman-temannya adalah anak buahnya Rose? Tapi ...


Oh, ini tidak mungkin. Jangan-jangan Rose adalah cucu dari wanita ini?


"Yang kau pikirkan benar, Tuan Zidane. Rosalinda Osmond, atau yang biasa kau kenal sebagai Rose adalah cucuku. Dia adalah anak dari putriku yang hilang tujuh belas tahun yang lalu. Mungkin selama ini yang kau tahu Rose hanyalah anak yatim piatu yang berasal dari pedesaan dimana dia tinggal hanya bersama kakeknya yang sudah renta. Benar?" ucap Liona sembari duduk berjongkok di hadapan Zidane. "Kau salah, Zidane. Rose, dia adalah anak kesayangan dari Grizelle Shaenette Ma dan Drax Osmond. Juga cucu emas dari kami, Liona Serra dan Greg Ma. Apakah sampai di sini kau paham siapa menantumu yang sebenarnya, hm?"


Glukkkk

__ADS_1


Liona Serra dan Greg Ma? S*hitt.... Kedua orang ini adalah pasangan yang begitu terkenal di Negara N. Lalu bagaimana bisa Rose menjadi bagian dari mereka? Sungguh, Zidane merasa sangat bodoh sekarang. Mencari masalah dengan orang-orang ini rumornya adalah sesuatu yang sangat mengerikan. Sebagai mantan seorang pembisnis, Zidane tentu saja tahu betapa berkuasanya Group Ma saat berada di bawah kepemimpinan Greg Ma maupun Gabrielle Ma. Dan ini ... oh my god, Zidane tidak tahu lagi harus bagaimana sekarang.


"J-jadi Rose itu adalah cucumu yang di kabarkan hilang beberapa tahun lalu?" tanya Zidane tergagap. Dia sampai lupa dengan rasa sakit yang memenuhi sekujur tubuhnya saking kagetnya dia mengetahui identitas Rose yang sesungguhnya.


"Ya, Rose adalah cucuku. Kenapa? Apa kau menyesal karena sudah memiliki niat untuk menyingkirkannya dari sisi Adamar?" jawab Liona.


"A-aku ... aku," ....


Dari arah dalam, terlihat sepasang suami istri yang muncul dengan raut wajah yang sangat tidak bersahabat.


"Waahhhh, lihatlah Drax siapa yang datang. Ckckck, besan kita datang dengan kondisi yang begitu memprihatinkan. Apa hatimu merasa tersentuh, sayang?" tanya Grizelle sinis.


"Tidak sama sekali!" jawab Drax singkat. "Aku tadinya malah berharap kalau besan kita akan datang dalam kondisi tak bertangan. Sepertinya Reina dan yang lain masih berbaik hati dengan membiarkan bagian tubuhnya tetap utuh. Sangat di sayangkan!"


Reina langsung mengerucutkan bibir saat mendapat penilaian kurang bagus dari ayahnya Rose. Dia sebenarnya juga sangat ingin memotong kedua tangannya Zidane, tapi tidak bisa dia lakukan karena Rose dan Adam jauh lebih berhak untuk menentukan hukuman apa yang pantas di terima oleh sampah ini.


"Daddy, tolong jangan salahkan aku dalam hal ini. Aku hanya tidak mau mengambil start lebih dulu dari Rose dan juga Adamar. Memangnya Daddy tidak khawatir ya kalau Rose akan mengamuk padaku?" protes Reina.


"Ya ampun, singkat sekali sih."


Drax tersenyum kecil. Dia kemudian menatap dingin ke arah Zidane yang sedang tercengang diam di lantai.


"Tuan Zidane, selama aku menjadi ketua mafia, tak pernah sekalipun aku tega untuk menyakiti anak-anak dan wanita. Tapi kau, kau begitu tega menyekap Nyonya Karina hingga bertahun-tahun lamanya. Kau bahkan dengan kejinya memperlakukan beliau layaknya anjing yang tidak pernah di beri makan. Jiwamu sakit, hah?" cecar Drax emosi.


"Dia mengkhianati aku! Jadi kau jangan banyak bicara kalau tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Paham tidak!" teriak Zidane ikut terbawa emosi.


Bugghhhhh


"Bersikaplah dengan sopan agar gigi di dalam mulutmu tidak jatuh berhamburan!" gertak Liona setelah melayangkan satu pukulan ke wajah Zidane. Pukulan itu cukup kuat karena mampu menanggalkan dua buah gigi milik pria yang tengah mengaduh kesakitan di depannya.

__ADS_1


"Cuiihhhh... beraninya main keroyokan. Dasar sialan kalian semua!" umpat Zidane sambil menahan sakit di mulutnya.


"Keroyokan? Zidane-Zidane, aku bahkan tidak yakin kau masih mampu bernafas jika kami benar-benar melakukan pengeroyokan padamu. Menghadapi satu pukulan dariku saja kau tidak bisa berhenti merintih kesakitan. Apa jadinya nanti kalau kami sampai menyerangmu secara bersamaan?" ejek Liona kemudian bangkit berdiri. Dia lalu meminta tisu basah untuk mengelap tangannya yang tadi dia gunakan untuk memukul wajahnya Zidane. Jijik.


Meskipun sadar kalau posisinya sudah sangat terjepit, Zidane masih berusaha mencari celah agar bisa melarikan diri dari sana. Matanya yang sudah bengkak dan memar nampak terus bergerak melirik kesana kemari mengawasi keadaan.


Tidak bisa. Aku tidak bisa terus berada di tempat ini. Sebelum Adamar datang, aku sudah harus pergi dari sini. Aku tidak mau dia melihatku sebagai seorang Zalina. Aku tidak mau Adamar membenciku, tidak mau.


Grizelle yang mendengar isi pikiran Zidane nampak tersenyum aneh sambil menoleh ke arah ibunya. Sepertinya Zidane masih belum mengerti juga kalau Adam sebenarnya sudah tahu siapa dia sebenarnya.


"Tuan Zidane, ups maksudnya Nona... Zalina. Ada satu hal yang selama ini mungkin tidak kau ketahui tentang Adamar. Laki-laki yang kau anggap sebagai putramu itu sudah lama tahu kalau kau bukanlah ayah kandungnya. Dia sengaja berpura-pura patuh dan juga menyayangimu dengan tujuan bisa menemukan keberadaan Mamanya. Dan sekarang ... Marcellino Altezza Lorenzo sedang dalam perjalanan kemari untuk menemui wanita yang selama ini dia cari. Jadi aku sarankan kau sebaiknya jangan mempunyai pemikiran untuk pergi dari sini. Karena apa? Karena itu mustahil bagimu!"


"Marcellino Altezza Lorenzo? S-siapa dia? Tidak mungkin Adamar tahu kalau Philippe Lorenzo adalah ayah biologisnya kan?" tanya Zidane dengan wajah pucat pasi. Ini petaka jika memang benar Adam tahu siapa ayah kandungnya.


"Lalu menurutmu darimana menantuku mendapat nama tersebut kalau bukan Tuan Philippe sendiri yang memberikannya?" jawab Grizelle. Dia puas sekali melihat raut syok di wajah perempuan jadi-jadian ini.


"Tidak mungkin!"


"Tidak mungkin kepalamu. Hei Zalina, kau saja yang bodoh karena selama ini tidak mengetahui siapa Adamar yang sebenarnya. Asal kau tahu ya, dia itu tidak selemah yang kau pikirkan. Adamar memiliki kekuasaan yang begitu besar karena dia adalah pewaris dari semua harta milikmu dan juga milik Tuan Philippe!" sergah Reina jengkel.


Tanpa di sadari oleh semua orang, Rose dan Adamar sebenarnya sudah tiba di sana. Mereka hanya berdiri diam sambil menatap dingin ke arah manusia keji yang telah menyekap Mama Karina selama bertahun-tahun lamanya. Geram, itu sudah pasti. Tapi mereka sama-sama menahannya sebelum nanti mereka menciptakan neraka yang sesungguhnya untuk orang keji ini.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like dan comment...


...ya gengss ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...

__ADS_1


...๐ŸŒนFb: Rifani...


__ADS_2