
Grizelle dengan penuh sayang menyuapkan rujak ke mulut putrinya yang sedang terbaring dengan wajah pucat. Setelah insiden siang tadi, baik Grizelle maupun Adam tidak ada yang mengizinkan Rose terlalu banyak bergerak. Bahkan saat Rose merengek meminta beberapa jenis makanan aneh Adam dengan susah payah membujuknya agar tidak ikut pergi mencari. Mereka semua khawatir terjadi sesuatu pada calon penerus mereka.
"Mau lagi?" tanya Grizelle saat rujak di tangannya sudah habis tak bersisa.
"Aku ingin minumanku, Mom," jawab Rose sembari mengunyah sisa mangga muda di dalam mulutnya.
"Emmm sayang, kau belum makan nasi. Apa perutmu akan baik-baik saja meminum minuman seperti itu?" tanya Drax khawatir. Mengidam makanan aneh yang dulu di alami oleh istrinya ternyata menurun juga pada putri mereka.
Rose diam tak menjawab pertanyaan ayahnya. Tapi sedetik kemudian, matanya sudah berkaca-kaca. Hatinya sakit sekali.
Plaaakkkk
"Dasar kau calon kakek yang jahat. Apa kau ingin kembali mengulang kegilaan yang sama seperti yang pernah kau lakukan padaku dulu, hah?" omel Grizelle setelah memukul lengan suaminya. "Rose itu sedang mengidam. Lihat, gara-gara pertanyaanmu sekarang dia jadi sedih kan? Cepat lakukan sesuatu. Tanggung jawab kau, Drax!"
Adam diam menyaksikan kedua mertuanya yang tengah bertengkar hebat. Setelah itu dia menatap istrinya, merasa lucu karena Rose ternyata bisa bersikap manja pada orang lain. Tak tega melihat Rose menahan tangis, Adam pun segera mengambil jus aneh yang kini menjadi minuman favorit istrinya.
"Jangan menangis, ya. Ini, minumlah. Jangan sedih, Daddy hanya mengkhawatirkanmu dan calon anak kita," hibur Adam penuh kesabaran membantu istrinya untuk duduk.
"Dam, aku sebenarnya tidak ada niat seperti ini. Tiba-tiba saja air mataku keluar sendiri, dan hatiku terasa sangat sedih mendengar pertanyaan Daddy. Daddy seperti sengaja melarangku agar tidak meminum jus ini. Padahal kan aku sangat ingin menikmatinya. Kau tahu itu kan?" tanya Rose yang bingung akan perubahan emosi di dirinya. Dia kemudian mulai menyesap jus kesukaannya itu sambil memejamkan mata. Benar-benar sangat enak. Moodnya Rose langsung kembali setelah menghabiskan minuman tersebut.
Drax hanya bisa menatap syok saat menyadari kalau Rose telah menghabisi minuman aneh itu. Ingin marah, tapi tidak berani. Karena di sampingnya sekarang ada singa betina yang terus memelototkan mata mengawasinya.
"Senang, hm?" tanya Adam sembari menyeka sisa minuman di sudut bibirnya Rose. Dia tersenyum.
"Sangat. Dan sekarang hatiku sudah tidak sedih lagi, Dam. Aneh sekali kan?" jawab Rose kegirangan.
Grizelle yang melihat raut bahagia di wajah putrinya tak kuasa untuk tidak tersenyum. Dalam hatinya, Grizelle tak henti mengucap syukur karena Tuhan tidak membiarkannya melewatkan masa-masa ketika Rose sedang hamil muda. Grizelle tak bisa membayangkan betapa sedihnya dia jika harus kembali melewatkan moment penting seperti ini. Cukup masa kecilnya Rose saja yang terlewat, tidak dengan cucunya.
"Dam, apa kau tahu bagaimana kabar Gheana sekarang?" tanya Rose. Tiba-tiba saja dia teringat dengan wanita yang ingin merebut suaminya.
"Dia ada di rumah sakit setelah Reina dan Lorus membuat mobilnya terjun ke sungai. Sepertinya dia patah tulang!" jawab Adam.
"Hanya patah tulang? Aku pikir mereka melakukan sesuatu yang lebih daripada itu. Hmmm, mengecewakan."
__ADS_1
Kalau saja sekarang Lorus dan Reina ada di sana, mereka pasti akan menggigil ketakutan melihat tatapan mata Rose yang begitu gelap. Ya, Rose tidak puas hanya dengan mendengar kabar kalau Gheana patah tulang. Dia ingin lebih karena wanita itu sudah lancang menemui kakeknya. Untung saja Gheana hanya menghasut kakeknya saja. Jika dia sampai berani melukainya, maka sebagai gantinya Rose menginginkan kepalanya. Kakek Frans adalah bagian penting di hidupnya Rose. Dia tidak akan membiarkan satu orang pun mengusik ketenangan sang kakek.
Tok tok tok
Pucuk di cinta ulampun tiba. Saat Rose tengah menyayangkan pekerjaan anak buahnya yang sedikit mengecewakan, Lorus dan Reina datang menghadap. Kedatangan mereka berdua langsung di sambut dengan tatapan dingin dari wanita yang sedang menyandar di kepala ranjang.
"Nona!" sapa Lorus.
"Sayangku, apa kabar? Sepertinya kau sedang marah. Iya kan?" tanya Reina sembari menoel bahu Adam agar sedikit bergeser. Dia kemudian duduk di sebelahnya Rose. "Ada apa, hm? Apa yang membuatmu merasa tidak puas?"
"Sepertinya kalian jadi lemah setelah aku hamil. Malaskah?" tanya Rose penuh nada tersirat.
"Maafkan kelalaian saya, Nona!" ucap Lorus tanggap akan kemarahan Nona-nya.
"Jelaskan kesalahan apa saja yang sudah kau lakukan. Aku yakin pasti ada kesalahan lain selain cara mengecewakan kalian dalam memberi pelajaran pada Gheana!"
Reina menggigit ujung jarinya pelan. Dia lalu melirik ke arah Lorus, memberi tanda agar rekannya ini segera mengakui kesalahannya sebelum ketua mereka semakin murka.
Rose tertawa. Namun suara tawanya membuat semua orang yang ada di sana bergidik ngeri. Termasuk Adam, bulu kuduknya sampai berdiri karena Rose jarang sekali menampilkan tawa seperti ini. Sekarang Lorus benar-benar berada dalam masalah yang sangat besar.
"Apa aku perlu mengeluarkan otak dari dalam kepalamu lalu menggantinya dengan otak keledai? Sejak kapan kau jadi selalai ini, Lorus!" sentak Rose murka.
"Maafkan saya, Nona!"
"Dan sejak kapan anggota Queen Ma bisa dengan mudah mengucapkan kata maaf. Sudah bosan hidup, heh?!"
Prraaanngg buuk
Lorus diam tak bergeming saat keningnya mengucurkan darah segar setelah di lempar vas bunga oleh Nona-nya. Ini belum seberapa, karena hukuman yang sudah menantinya jauh lebih menyakitkan daripada luka ini. Reina yang melihat rekannya terluka hanya bisa menarik nafas panjang. Inilah akibatnya jika mereka main hati dalam menjalankan tugas. Dan setelah Lorus, maka giliran Reina akan segera tiba. Takut-takut saat dia ingin menoleh ke arah Rose yang Reina yakini sudah memegang belati di tangannya.
"Kemarikan lenganmu, Reina. Sekalipun kau adalah kaki tanganku, salah tetap saja salah dan hukuman tetaplah menjadi hukuman. Aku tidak terima kalian hanya membuat Gheana patah tulang saja. Aku ingin lebih dari itu, Reina. Kau dengar aku kan?"
"Aku akan membunuhnya malam ini!" sahut Reina sembari menyodorkan lengan pada Rose. Dia diam saja saat belati itu mulai menari-nari hingga mengeluarkan cairan pekat dari dalam tubuhnya.
__ADS_1
Adam, Grizelle dan juga Drax menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri betapa kejamnya Rose dalam mendidik anak buahnya. Ranjang yang tadinya berwarna biru langit kini berubah menjadi merah darah saat tangannya tidak berhenti mengukir kulit di lengan Reina. Mungkin jika hal ini terjadi pada orang lain, mereka pasti sudah menjerit kesakitan. Tapi jerit kesakitan seperti itu sama sekali tidak berlaku untuk Reina dan Lorus. Mereka santai-santai saja, bahkan terkesan seperti tidak merasakan apa-apa.
"Jangan membunuhnya. Cukup buat Gheana merasakan apa yang di sebut neraka dunia. Pergi kalian berdua, jangan kembali tanpa kabar gembira untukku!" usir Rose setelah puas menyiksa Reina. "Dan kau Lorus, bersiaplah. Membiarkan Vanya melihat orang-orangku, itu artinya kau harus merasakan kematian. Urus Gheana, setelah itu kembali padaku!"
"Baik, Nona!"
Sebelum pergi, Rose meminta Lorus mendekat lalu meletakkan belati berdarah itu di telapak tangannya. Dengan tanpa perasaan Rose menyayatnya, sekali lagi membuat darah di tubuh Lorus kembali mengucur keluar.
"Jangan membuatku kecewa dua kali, Lorus. Nyawamu taruhannya!"
"Baik, Nona. Kalau begitu saya permisi."
Rose mengangguk. Dia menatap kepergian Reina dan Lorus dengan raut wajah yang begitu dingin.
"Kau terlalu sadis, Honey," bisik Adam takjub.
"Orang-orang seperti kita hanya akan menjadi sampah tak berguna jika tidak berani menantang maut, Dam. Kau paham maksudku bukan?" tanya Rose.
Adam mengangguk. Dengan penuh perhatian Adam menyeka noda darah yang menempel di wajah istrinya. Setelah itu dia menjilatnya, menampakkan satu seringai yang mana membuat Rose dan kedua orangtuanya tersenyum aneh.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
Jangan lupa mampir ke novel baru emak ya. Alurnya bakal bikin adrenalin kalian naik-turun. Ada GIVEAWAY-NYA juga lho. Yuk mampir
...๐นJangan lupa vote, like dan comment...
...ya gengss๐ช๐ช๐ช...
...๐นIg: rifani_nini...
...๐นFb: Rifani...
__ADS_1