
Bantu bom komentar dong gengs di novel PESONA SI GADIS DESA 💜
Rose menikmati rujak sambil sesekali melirik ke arah Adamar yang tengah berdiri sambil menunggu jus favoritnya selesai di buat. Andai ada orang yang bisa memahami arti sesungguhnya dari lirikan mata Rose, orang itu pasti akan langsung tahu kalau sebenarnya Rose dan pemilik rujak tersebut terlibat satu hubungan yang hanya di ketahui oleh mereka saja. Ya, rujak yang dimakan Rose adalah jenis rujak yang tidak akan bisa di nikmati oleh orang lain karena di dalamnya ada satu ramuan khsusus yang memang hanya di buat untuknya saja. Mungkin selama ini kalian heran dan bertanya-tanya darimana Rose memperoleh semua harta kekayaan yang dia miliki. Dan jawabannya adalah ....
Tok tok tok
"Honey, ini minumannya," ucap Adam setelah kaca jendela mobil terbuka. Dia tersenyum senang melihat rujak yang hanya tinggal sedikit. "Setelah ini kita makan nasi dan sayuran ya? Walaupun tidak enak, kau harus tetap menjaga kesehatanmu. Oke?"
"Ya."
Adamar terus memperhatikan Rose yang dengan tidak sabarnya menyesap minuman jahanam yang rasanya sangat sulit untuk di gambarkan. Jujur, sebenarnya Adam merasa sangat khawatir. Akan tetapi dia juga tak kuasa membiarkan Rose tidak terpenuhi keinginannya saat mengidam.
"Kau mau?" tawar Rose.
"Tidak, Honey. Untukmu saja," jawab Adam dengan lembut menolak.
"Kenapa terus menatapku?"
"Karena kau terlihat sangat cantik saat sedang menikmati minuman itu."
"Jadi di hari biasanya aku tidak cantik?"
Adam terkekeh. Setelah itu dia bergegas masuk ke dalam mobil kemudian mengelus rambutnya Rose. Hati Adam membuncah setiap kali melihat perubahan di wajah istrinya yang semakin hari semakin terlihat berisi. Di mata Adam itu terlihat sangat menggemaskan, membuatnya jadi ingin terus berada di sisinya Rose.
"Jam berapa Cesar akan menemui Gheana?" tanya Rose ketika Adam mulai melajukan mobil.
"Aku belum tahu, Hon. Sekarang Cesar sedang berada di perusahaan, mungkin saat jam makan siang nanti dia baru akan menemui Gheana," jawab Adam tak pasti.
__ADS_1
Kenapa aku merasa ada hubungan tak biasa antara Cesar dengan Rose ya? Ah tidak mungkin. Mereka tidak mungkin berkhianat di belakangku. Itu mustahil.
"Dam, aku ingin mengirim Gheana ke suatu tempat. Jadi nanti mutan itu akan aku tukar untuk menggantikan posisinya sementara waktu. Baru setelah Gheana merasakan apa yang namanya hukuman aku akan membebaskannya. Kira-kira kau keberatan tidak dengan ideku?"
"Sama sekali tidak, Honey. Asalkan itu membuatmu senang, maka lakukan saja."
"Em, benarkah? Lalu jika suatu hari nanti kau menemukan satu hal yang tak pernah kau bayangkan sebelumnya, apa kau juga akan menjawab terserah saja seperti sekarang?"
Pertanyaan yang di lontarkan oleh Rose sarat akan maksud tertentu. Dan hal ini sangat di sadari oleh Adamar. Namun sekeras apapun Adam berusaha untuk memahami, tetap dia tidak menemukan apa-apa. Entah apa yang terjadi. Dalam beberapa waktu belakangan ini Adam jelas merasakan kalau hubungan antara Rose dengan Cesar jadi terlihat sangat dekat. Sangat dekat hingga membuatnya perlahan-lahan mulai menaruh rasa curiga.
"Aku tidak seperti yang kau pikirkan, Adam. Kau suamiku, selamanya akan tetap seperti itu," ucap Rose tanggap akan kebungkaman sang suami.
"Hmmm, baiklah, Honey. Aku tidak akan berpikiran macam-macam lagi."
Setelah itu Adam dan Rose tak membicarakan apapun lagi. Hanya ada kesunyian di dalam mobil sampai akhirnya mereka tiba di markas Ma Queen. Reina dan Resan yang memang sudah menunggu kedatangan ketua mereka pun segera berjalan mendekat.
"Biar aku saja, Res!" cegah Adam ketika Resan hendak membukakan pintu mobil untuk istrinya.
"Bagaimana?"
"Mutan itu sudah sampai di sini, Nona. Mereka tiba beberapa menit yang lalu."
Rose tersenyum. Cukup mengesankan, tidak seburuk yang dia pikir selama ini. Sambil di rangkul oleh Adam, Rose berjalan masuk ke dalam markas dengan Reina dan Resan berjalan di belakang mereka. Sebelum Rose sempat memastikan keberadaan para mutan itu, ibu dan neneknya sudah lebih dulu menghentikan langkahnya.
"Rose, bagaimana kabarmu hari ini?" tanya Grizelle.
"Aku sangat baik, Mom. Suamiku begitu siaga, dia baru saja membawaku pergi ke tempat penjual makanan favoritku," jawab Rose tanpa ragu memuji Adam di hadapan ibu dan neneknya.
__ADS_1
Eh, kenapa sikap Rose terlihat sedikit berbeda ya? Aneh.
"Benarkah? Tapi kau sudah makan makanan lain dulu bukan sebelum menikmati makanan favoritmu itu?" tanya Grizelle mengesampingkan rasa curiga yang dia rasa.
"Sebenarnya apa yang ingin kau katakan, Mom? Langsung saja pada intinya. Jangan berbelit-belit!" ucap Rose seraya menatap tajam pada wanita yang bicaranya terkesan berputar-putar. Padahal jelas terlihat kalau ibunya ini seperti hendak mengatakan sesuatu padanya. Tapi terkesan ragu.
Grizelle menghela nafas.
"Rose, lusa kami semua akan kembali ke Negara N. Dantian Group akan berulang tahun, dan kami tidak setega itu membiarkan kakakmu mengerjakan semua urusan seorang diri. Kau tahu bukan kalau Dante masih harus tinggal di sini untuk membantu memulihkan kesembuhan Mona?" jawab Grizelle.
"Baiklah. Akan ku usahakan saat acara itu berlangsung kami yang ada di sini akan datang ke sana. Kau jangan khawatir, Mom. Adam dan yang lainnya pasti akan menjagaku dengan sangat baik di sini. Pulanglah dengan hati yang tenang," sahut Rose. Andai ada yang bisa memahami, sebenarnya ada makna tersembunyi di balik perkataan Rose barusan.
"Em, Rose. Tidak bisakah kau pulang saja bersama kami? Mommy ... tidak ingin berjauhan denganmu dan juga calon cucu Mommy?" tanya Grizelle memberanikan diri mengungkapkan keberatan hati yang dia rasa sejak hari di mana suami dan orangtuanya mengajak pulang ke negara mereka.
Paham akan kesedihan yang di rasakan oleh sang ibu, tanpa ada angin dan tidak ada hujan Rose tiba-tiba memeluknya. Dan tindakannya ini membuat semua orang sampai ternganga-nganga. Mereka semua takjub akan kepekaan seorang Rose terhadap ibunya.
"Mom, kembalilah. Tunggu aku di sana dan lihat kejutan apa yang akan aku berikan pada kalian semua. Jangan katakan hal ini pada siapapun. Dulu ada seseorang yang bilang padaku bahwa orang yang paling bisa kita percaya hanyalah orang yang telah melahirkan kita ke dunia ini. Dan itu adalah kau, Mommy. Tolong jaga rahasia ini dari siapapun ya, termasuk Daddy," bisik Rose sembari mengusap-usap punggung sang ibu.
Liona tersenyum samar. Dia tentu tahu kalau anak dan cucunya tengah saling membisikan kata rahasia.
Relaks, Grizelle. Sepertinya Rose mulai menaruh kepercayaan padamu. Kau jangan sampai kehilangan kepercayaan itu. Tenang, setujui apapun yang dia minta.
Meski sedikit bingung dengan permintaan Rose, Grizelle akhirnya tetap menganggukkan kepala setelah mendengar isi pikiran ibunya. Setelah itu dia tersenyum ketika Rose mengurai pelukan mereka.
"Jangan sedih, Mom. Akan ada waktunya untuk kita bisa berkumpul seperti ini lagi. Untuk sekarang aku tidak bisa ikut pulang ke Negara N dulu karena aku masih harus membereskan Gheana dan juga Zidane. Juga masih harus merawat Mama Karina agar bisa sembuh dari trauma yang di alaminya selama ini. Dia adalah orangtuaku juga, tidak mungkin kan aku hanya membiarkan Adam yang merawatnya sendirian?" ucap Rose.
"Baiklah. Meskipun berat Mommy akan tetap menunggu hari itu tiba, sayang," sahut Grizelle pasrah.
__ADS_1
Setelah itu semua orang akhirnya pergi melihat mutan yang akan segera bertugas siang ini. Dan untuk Gheana, bersiaplah. Karena sebentar lagi kau akan segera tahu dengan siapa kau berhadapan.
*****