
Saat Rolland beserta ayah dan kakeknya datang, Rose baru saja terbangun dari tidurnya. Dia lalu menatap lekat wajah pria yang menjadi saudara kembarnya.
"Rose, apa ada yang sakit?" tanya Rolland hati-hati.
"Kenapa kita tidak mirip?" ucap Rose balik memberi pertanyaan.
Untuk beberapa saat Rolland diam mematung. Dia sedikit kaget mendengar nada suara adiknya yang terdengar sedikit lembut. Padahal tadi dia sudah bersiap diri jika seandainya Rose akan kembali melakukan penolakan seperti waktu itu.
"Kenapa diam? Jika benar kita adalah kembar, bukankah seharusnya kita itu mirip? Tapi kenapa wajahmu dan wajahku sangat berbeda?"
Reina terkikik pelan mendengar pertanyaan tuannya. Dia bukannya tidak tahu kalau Rose ini tengah bercanda. Hanya saja gaya bercanda tuannya terdengar sedikit aneh karena lebih terkesan seperti sedang menuduh seseorang. Wajarlah kalau pria tampan yang menjadi saudara kembar tuannya itu sampai tertegun diam.
"Rose sayang, kau dan kakakmu bukan kembar identik. Jadi wajah kalian tidak mirip. Tapi itu bukan berarti kalian tidak kembar, kau dan kakakmu hanya berbeda lima menit saat terlahir ke dunia ini. Daddy-mu saksinya. Iya kan Drax?" ucap Grizelle menjelaskan.
Di tanya seperti itu oleh istrinya membuat Drax merasa serba salah. Bagaimana mungkin dia di jadikan saksi sedangkan pada saat si kembar di lahirkan dia hanya berdiri kaku di pojok ruangan bersalin. Drax tentu saja belum lupa bagaimana tragedi kepala bayi membuatnya merasa trauma sampai sekarang. Bahkan karena ketakutannya itu, Drax sampai harus mendapat beberapa jahitan di kepalanya karena di pukuli menggunakan tongkat oleh mendiang ayahnya dulu. Mengingat hal tersebut tiba-tiba saja membuat nyali Drax menciut. Akan sangat memalukan jika si kembar sampai mengetahui hal ini, terlebih lagi Rose.
"Eii tuan tampan, kenapa diam saja, hm? Jangan-jangan kalian semua berbohong ya kalau Rose adalah anggota keluarga kalian? Buktinya sekarang tuan tampan itu tidak bisa menjawab pertanyaan Mommy Grizelle. Iya kan Rose?" ledek Reina dengan santai memanggil ibunya Rose dengan sebutan Mommy.
Semua orang nampak mengulum senyum melihat cara Reina meledek Drax. Bahkan Rose saja sampai tertawa hingga suaranya terdengar cukup jelas. Adam yang melihat istrinya seperti itu terbengang takjub di sampingnya. Rose-nya terlihat begitu cantik jika sedang tertawa seperti ini. Membuatnya jadi semakin jatuh cinta saja.
"Reina, kakiku sakit," keluh Rose.
"Oh, sakit ya? Ya sudah biarkan jari-jari lentikku memijitnya, sayangku," sahut Reina seraya tersenyum penuh maksud.
Wajah Adam langsung berubah masam saat Reina menyentuh kaki istrinya dengan begitu lembut. Dia cemburu, tentu saja. Karena bagaimanapun Reina adalah seorang laki-laki meski bentuk fisiknya sama persis seperti perempuan.
"Jangan marah, Reina tidak akan mungkin membawaku kabur darimu," ucap Rose saat menyadari kalau suaminya sedang cemburu.
"Kenapa harus dia yang memijitmu sih Hon? Kenapa bukan aku atau Mommy Grizelle saja? Begini kan aku jadi sakit hati melihatmu di sentuh pria lain!' bisik Adam kesal.
"Hei Tuan Adam, kecilkan suaramu jika ingin berbisik-bisik. Dan satu lagi, aku ini bukan laki-laki ya. Namaku adalah Reinaldewis, seorang wanita tulen yang kecantikannya hampir sama dengan kecantikan istrimu!" protes Reina sembari membuat pola di bagian telapak kaki tuannya.
__ADS_1
Rose yang menyadari ada kode rahasia yang coba di sampaikan oleh Reina pun akhirnya mengangguk. Dia lalu melirik ke arah Resan, mencoba memberitahunya bahwa ada tugas penting yang akan mereka lakukan setelah ini.
"Oh ya Dam, bukankah siang ini kau ada janji temu dengan Gheana?" tanya Rose.
Semua mata langsung menatap tajam ke arah Adam begitu Rose selesai bicara. Dan di antara semua orang Drax-lah yang bereaksi paling cepat. Dia dengan marah menghampiri Adam kemudian menarik kerah bajunya.
"Beraninya kau menemui wanita lain di saat kau sudah menjadi suami putriku! Kau ingin mati ya. Hah!!!"
"Dad, sabar dulu. Bukan begini jalan ceritanya!" sahut Adam santai.
"Bukan bagaimana. Jelas-jelas Rose berkata kalau kau ingin menemui wanita bernama Gheana. Tidak mungkin kalau Gheana itu adalah seorang pria kan?" amuk Drax tak terima.
Perdebatan antara Drax dengan Adam di gunakan Reina untuk berkirim kode dengan Resan dan juga Rose. Namun mereka tidak menyadari kalau gerak-gerik mereka terus di pantau oleh Nyonya Liona. Wanita tua itu terlihat begitu tenang, tapi sorot matanya memancarkan suatu radar yang mampu membaca situasi dengan begitu akurat.
"Iya benar kalau Gheana itu adalah seorang wanita, Dad. Rose pun tahu akan hal ini. Maksudku ingin menemui wanita itu bukan untuk sesuatu yang buruk, Dad. Melainkan untuk menjelaskan kalau sekarang aku sudah memiliki istri. Aku sudah menikah!" jawab Adam. "Gheana adalah gadis yang ingin di jodohkan oleh keluargaku. Dan aku sengaja ingin pergi menemuinya hanya untuk menegaskan kalau aku tidak akan pernah mau menikah dengannya. Begitu ceritanya."
Drax terdiam. Dia merasa ada yang salah dengan pernikahan putrinya. Bagaimana mungkin orangtuanya Adam menjodohkannya dengan wanita lain di saat Adam sendiri sudah menikah? Ini penolakan secara terang-terangan atau bagaimana?
"Jadi kalian berdua menikah diam-diam?" tanya Grizelle kaget.
Rose menggeleng.
"Bukan diam-diam, tapi karena tidak sengaja," jawab Rose kemudian melihat ke arah suaminya. "Adam, kau saja yang cerita. Aku lemas."
Adam segera melepaskan tangan mertuanya yang masih berada di kerah bajunya. Dia kemudian kembali duduk di sampingnya Rose. Mengabaikan keberadaan Reina yang masih asik mengelus-elus betis mulus istrinya.
"Begini ceritanya, Mom."
Grizelle dan semua orang menyimak dengan seksama bagaimana awal kejadian yang membuat Adam akhirnya menikah dengan Rose. Ekpresi di wajah mereka nampak berbeda-beda setelah mereka tahu kalau Adam dan Rose menikah karena di gerebek oleh orang-orang asing. Ingin menghakimi, tapi Adam terlihat begitu mencintai Rose. Dan Rose sendiri terlihat begitu patuh dan menghargai suaminya. Ujung-ujungnya mereka semua jadi dilema antara ingin marah atau bersyukur karena mawar mereka menikah dengan pria yang tepat.
"Jadi sekarang Daddy sudah tahu kan alasan kenapa aku ingin menemui Gheana?" tanya Adam setelah selesai bercerita.
__ADS_1
"Tapi kenapa kau tidak bilang saja pada orangtuamu kalau kalian sudah menikah?" tanya Drax ingin tahu.
"Bukan tidak, Dad. Tapi belum. Rencananya setelah wisuda nanti aku akan mengenalkan Rose pada keluargaku. Juga sekalian ingin mengumumkan kalau kami sudah menikah," jawab Adam lalu mencium kening istrinya dengan sayang. "Benar begitu kan Hon?"
"Iya,"
Mata Rose dan Reina saling menatap. Dia lalu menggerakkan dagunya ke arah pintu. Memberi tanda kalau waktunya sudah tiba.
"Ekhm, sepertinya aku sudah harus kembali ke studioku para tuan dan nyonya. Kalian tidak keberatan bukan jika aku pergi dari sini?" tanya Reina seraya beranjak dari sisi ranjang.
"Bermainlah dulu di sini, Reina. Untuk apa buru-buru pergi," jawab Liona mewakilkan yang lain untuk bicara.
"Aduh, aku sangat sibuk, Nyonya Liona. Ada beberapa pekerjaan yang perlu di urus sekarang juga. Wajarlah, kebutuhan seorang wanita cantik sepertiku sangat banyak. Belum meni-pedinya, skincarenya, perawatan rambut... aduuhh, pokonya banyak Nyonya. Jadi maaf ya untuk hari ini sepertinya sudah cukup. Lain waktu aku pasti akan mengajak kalian untuk mengobrol lagi. Aku pamit dulu ya semua."
Selain Rose dan Resan, semua orang menganggukkan kepala saat Reina keluar dari kamar tersebut.
"Dam, kau pergilah temui Gheana dulu. Kasihan dia jika di biarkan menunggu di sana sendirian," ucap Rose.
"Ya sudah kalau begitu aku pergi dulu ya. Dan sebaiknya kau di sini saja bersama Mommy dan yang lainnya. Aku tidak akan tenang jika membiarkanmu sendirian di kost dalam kondisi sakit begini. Ya?" sahut Adam penuh harap.
"Baiklah."
Setelah itu Adam mencium keningnya Rose selama mungkin sebelum akhirnya pergi keluar untuk menemui Gheana. Sementara Rose, dia terus mencoba untuk membuka hati pada keluarganya meski tak ada ingatan apapun tentang mereka.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
...๐นJangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss ๐ช๐ช๐ช...
...๐นIg: rifani_nini...
__ADS_1
...๐นFb: Rifani...