
Rose duduk diam di samping Adam yang terus memandanginya. Pikirannya sedang tidak karu-karuan sekarang. Dia terus dibuat bingung dengan kemunculan bayangan-bayangan aneh yang seperti mengajaknya masuk pada masa yang belum terjadi. Dalam bayangan tersebut Rose melihat Mona yang tengah menangis ketika tubuhnya di sayat oleh beberapa orang berjubah hitam. Juga dengan lingkaran kerumunan yang mengelilingi api unggun dalam ukuran yang sangat besar.
"Honey, kau baik-baik saja?" tanya Adam cemas melihat sang istri seperti sedang kebingungan.
"Ya, aku baik-baik saja."
"Katakan jika itu membuatmu merasa tidak nyaman. Kau tidak sendirian, Hon. Jangan menutup diri,"
"Aku ... aku bingung, Dam. Aku tidak tahu gambaran apa yang terus muncul di mataku. Aku ....
Ucapan Rose terjeda. Dia lalu memukul kepalanya saat bayangan-bayangan itu semakin banyak bermunculan. Melihat reaksi aneh di diri istrinya, Adam pun segera mengabarkan hal tersebut pada mertuanya. Sepertinya ada sesuatu yang terlupakan dalam hidup istrinya ini. Sambil menunggu balasan, Adam membantu memijit kepala Rose. Tatapan mata istrinya sedikit kosong, yang mana hal ini membuat Adam menjadi sangat khawatir.
"Dam, Rose sebenarnya memiliki kemampuan untuk melihat masa lalu dan masa depan. Tapi sepertinya semua itu sudah hilang dari ingatannya sejak Flyn memberi racun itu. Dan kemungkinan besar bayangan yang sedang mengganggu pikirannya adalah bayangan apa yang akan terjadi nanti. Tolong kau jaga dia dengan baik ya. Jangan biarkan Rose terjebak oleh serpihan ingatan itu dulu sebelum masalah ini selesai. Efeknya akan sedikit berbahaya untuknya. Mommy mohon."
Adam menatap tak percaya ke arah Rose setelah membaca pesan balasan dari mertuanya. Sungguh, dia tidak menyangka kalau istrinya ini memiliki keistimewaan yang sangat luar biasa. Rose-nya memiliki kemampuan yang tidak orang lain miliki. Ini benar-benar sangat mengejutkan.
Andai saja Adam tahu kalau Nenek Liona, Mommy Grizelle dan Rolland memiliki kemampuan membaca pikiran, mungkin dia akan jauh lebih syok lagi. Belum juga dengan Aunty dan Uncle Rose yang masing-masing memiliki kemampuan membaca pikiran dan melihat masa depan. Tidak bisa terbayangkan akan betapa terkejutnya Adam begitu tahu kalau keluarga istrinya adalah keluarga yang sangat-sangat istimewa.
"Sayangku, kita hampir sampai," ucap Reina yang duduk di sebelah Resan. "Apakah ada perintah khusus untuk kami, hm?"
"Tidak ada. Kalian tetaplah bersamaku menyerang para bajingan itu. Dan Resan, tolong kau perintahkan Lorus mencari keberadaan Brenda. Hati-hati, jangan sampai mengacaukan rencanaku!" jawab Rose sambil mengerjapkan mata.
Resan yang melihat gelagat tidak biasa di diri nonanya pun segera menepikan mobil. Dia kemudian menoleh ke kursi belakang untuk memastikan keadaan si ketua kelompok Queen Ma.
"Nona, anda baik-baik saja?"
"Akan memburuk kalau kau menunda waktu untuk menyelamatkan Mona," jawab Rose dingin. "Resan, aku tidak akan mati hanya karena sakit kepala ini. Kau segeralah bawa kita semua ke tempat sialan itu. Aku sangat mengkhawatirkan keadaan Mona."
__ADS_1
"Baik, Nona."
Sementara itu di belakang mobil Rose, rombongan mobil yang membawa keluarganya tampak bergerak perlahan. Liona, si jendral pentolan dari Dinasti Ming itu terus diam memikirkan sesuatu.
"Bu, apa yang sedang Ibu pikirkan? Ada apa?" tanya Grizelle penasaran.
"Zel, menurut Elea Rose memiliki kemampuan untuk melihat masa lalu dan masa depan kan? Entah kenapa Ibu merasa sedikit curiga kalau sebenarnya Rose sudah melihat gambaran tentang kecelakaan yang terjadi malam itu. Jika hal ini memang benar, ada kemungkinan besar juga kalau Rose sebenarnya sudah tahu tentang semua ini. Benar tidak?" ucap Liona dengan raut wajah yang sangat serius.
Greg, Grizelle, Drax, Rolland, Priston, Ethan dan Hansen sama-sama menunggu dengan sangat penasaran kelanjutan dari ucapan Liona. Jujur saja, ada sedikit kengerian di benak masing-masing jika benar kalau Rose sebelumnya telah mengetahui hal ini, tapi tidak di sadari akibat ingatannya yang telah rusak. P*elecehan, kesepian, kesulitan, kepedihan, tekanan dan juga airmata... rasanya sungguh merinding membayangkan kalau selama ini Rose telah melihatnya lebih dulu.
"Lalu kita harus bagaimana, Bu?" tanya Grizelle mulai gusar.
"Kalian jangan berpikiran buruk dulu. Yang sedang Ibu pikirkan sekarang adalah," ....
"Adalah apa, Bu?"
"Nek, sebentar lagi Dantian Group akan berulang tahun. Perlukah kita mengundang Adam dan Rose untuk datang ke Negara N? Siapa tahu dengan Rose muncul di Dantian Group, dia bisa mengingat sesuatu yang sering kami lakukan di sana. Ada banyak kenangan yang tersimpan di setiap sudut Dantian Group ketika aku dan Rose masih kecil dulu," ucap Rolland yang tiba-tiba terpikir tentang satu kenangan indah yang pernah dia lakukan bersama adiknya sebelum perpisahan itu terjadi.
"Benar, Nyonya Liona. Saya sangat setuju dengan idenya Rolland. Biar nanti saya dan Priston yang akan mengatur tempatnya!" imbuh Ethan dengan penuh semangat.
"Jangan lupa bawa semua barang kesayangan milik Rose, Ethan. Walaupun kemungkinannya kecil, tidak ada salahnya bukan jika kita mencoba menggali ingatannya dengan menunjukkan barang-barang yang dulu selalu Rose mainkan?" timpal Drax ikut menimbrung.
Liona diam memikirkan. Sepertinya ide sang cucu untuk membuat Rose mengingat ingatannya sedikit memiliki alasan yang cukup meyakinkan. Karena bagaimanapun Rose dan Rolland adalah saudara kembar, kedua anak ini pasti memiliki ikatan batin yang sangat kuat.
"Kita coba saja nanti. Tapi jangan memaksa jika seandainya Rose menolak untuk datang. Mari kita bantu memulihkan ingatannya secara perlahan-lahan!" ucap Liona memberi tanggapan atas ide sang cucu.
"Sekarang kita sudahi dulu percakapan ini. Lihat, sepertinya kita sudah sampai di tempat tujuan. Bersiaplah, saatnya kita bermain!" ucap Greg mengingatkan.
__ADS_1
Semua mata langsung tertuju ke arah depan dimana Rose dan Adam sedang berdiri di samping mobil mereka. Grizelle yang memang sudah menahan emosinya sejak tadi langsung melangkah keluar sambil menarik pelatuk senjata api di tangannya.
Matilah kau kali ini, Agler. Kau sangat salah karena menyentuh mawar kesayangan kami. Lihatlah, lihat bagaimana malaikat pencabut nyawa datang merenggut nafasmu dengan cara yang sangat mengerikan yang bahkan tidak pernah kau bayangkan selama ini. Berani-beraninya kau menyakiti darah dagingku, geram Grizelle.
Rose dan Adam memperhatikan keluarga mereka yang sedang berjalan mendekat. Dan tatapan mata Rose tertuju pada Rolland yang berjalan sambil memegangi luka di perutnya.
"Land, kau baik-baik saja?" tanya Rose khawatir. Ada sedikit sesak di dadanya melihat saudara kembarnya menahan sakit.
"Jangan khawatirkan aku, Rose. Luka ini tidak akan bisa membunuhku kecuali kau membubuhkan racun sebelumnya," jawab Rolland berkelakar. Hatinya terasa begitu hangat karena di khawatirkan oleh sang adik.
"Kalaupun aku membubuhkan racun, maka aku juga yang akan memberi obat penawarnya," sahut Rose seraya tersenyum kecil.
"Kau yang terbaik!"
"Jadi bisakah kita mulai sekarang? Sepuluh menit lagi bulan purnama akan berada dalam posisi sempurna. Dan itu adalah waktu terbaik untuk Agler menjemput kematiannya!" ucap Rose yang sudah berubah dingin saat memandang cahaya bulan di langit.
Dan tanpa membuang waktu lagi, semua orang langsung bergerak masuk ke dalam hutan. Tak lupa juga Resan terus menatap layar tabletnya agar tidak melangkah ke jalur yang salah. Sementara Lorus, dia dan beberapa anak buahnya sudah pergi lebih dulu untuk menjemput Brenda, gadis nakal yang sialnya selalu menjadi dewi penyelamat dari semua masalah yang terjadi.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
...๐นJangan lupa vote, like, dan comment...
...ya gengss๐ช๐ช๐ช...
...๐นIg: rifani_nini...
...๐นFb: Rifani...
__ADS_1