Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Dia Bukan Manusia


__ADS_3

BOM KOMENTAR KALAU MAU CRAZY-UP 😏


"Apa yang kau inginkan dariku?" tanya Rose dengan ekpresi yang begitu dingin. Ingin rasanya dia mencungkil bola mata Gheana lalu memberikannya pada anjing di jalanan.


"O o o, Rose. Santai saja, jangan setegang ini bicara padaku," sahut Gheana sambil memutar-mutarkan botol di tangannya. "Hmmm, karena kau bertanya apa yang kuinginkan darimu, maka aku akan menjawabnya sekarang. Jadi tolong dengarkan baik-baik karena aku tidak memiliki waktu untuk kembali mengulangnya. Paham?"


Jeda sejenak. Raut wajah Gheana yang tadinya terlihat biasa saja kini perlahan-lahan mulai berubah menjadi bengis. Rose yang melihat hal itupun menjadi sedikit panik. Dia tidak sebodoh itu untuk tidak mengerti obat apa yang sedang di pegang oleh Gheana. Itu ... obat penggugur kandungan.


"Kau ... kau jangan coba-coba menyentuh bayiku, Gheana. Adamar akan sangat marah padamu jika tahu kau ingin menyakiti buah cinta kami!" ucap Rose mulai gelisah.


"Hahahahaha. Apa kau bilang? Adamar marah padaku? Ya ampun, Rose-Rose. Apa kau pikir aku akan seidiot itu untuk mengumpankan diri pada Adamar? Tentu saja tidak, sayang. Tujuanku menculikmu kemari adalah untuk membuat hubunganmu dengan Adamar terpisah. Jadi tidak mungkin bukan kalau aku tidak menyiapkan rencana yang sangat matang?"


Gheana menyeringai. "Minum ini. Maka aku mungkin akan sedikit berbaik hati untuk membiarkanmu tetap hidup. Aku menginginkan Adamar, dan keberadaan bayi ini bisa menjadi penghalang tujuanku. Jadi sekarang kau minumlah. Oke?"


Rose tertegun. Dia ingin melawan, tapi tidak bisa karena tubuhnya di ikat dengan sangat kuat. Dalam kondisi yang sudah sangat putus asa, Rose akhirnya menanyakan pada Gheana tentang tujuannya melakukan semua ini.


"Apa yang sebenarnya kau inginkan dariku, Gheana? Bukankah kau sendiri yang mengaku pada Adamar kalau kau tidak mencintainya?"


"Karena ini adalah hari terakhirmu, maka aku akan mengatakan semuanya padamu," jawab Gheana dengan begitu yakin. "Ya, aku memang pernah berkata seperti itu di depan Adamar. Akan tetapi itu hanya alibiku saja untuk mengelabuinya. Asal kau tahu, Rose. Aku sudah sangat lama menyimpan rasa pada suamimu itu. Dan saran perjodohan yang ingin dilakukan oleh Bibi Vanya adalah ide dariku. Aku menyukai Adamar karena dia sangat matang, dia panas, dan dia juga memiliki semua hal yang aku dambakan dari seorang pria. Adamar sangat sempurna, Rose. Jadi mana mungkin aku melepaskannya untuk wanita miskin sepertimu? Itu mustahil."


"Lalu usaha apa saja yang sudah kau lakukan untuk merebut Adamar dariku?" tanya Rose lagi.


"Banyak, salah satunya adalah dengan mencuri kepercayaan orang yang selalu berada di sisinya."


"Maksudmu Cesar?"


Gheana mengangguk.


"Bahkan orang yang telah menculikmu adalah dia. Aku dan Tuan Cesar diam-diam menjalin kerjasama untuk menyingkirkanmu dari sisi Adamar. Dia bilang sudah sangat muak karena semenjak kau datang, Adamar berubah menjadi sosok yang lemah. Dan tidak hanya itu saja. Aku pernah menemui kakekmu yang buta itu, Rose. Aku memberitahunya kalau di sini kau sibuk menjual diri demi memiliki kehidupan yang mewah. Satu lagi. Aku pernah mengirim preman untuk memberi pelajaran pada Gracia karena dia berani membelamu. Tapi sayang, dia berhasil selamat karena ada orang yang menolongnya!"

__ADS_1


Dengan gamblang Gheana memberitahu Rose tentang kegilaan apa saja yang sudah dia lakukan demi merebut Adamar darinya. Tak terkecuali dengan tujuannya yang ingin melenyapkan ibu tiri dan juga ayahnya Adamar. Gheana begitu percaya diri, dia sama sekali tidak sadar kalau apa yang dia ucapkan telah terekam oleh banyak alat penyadap yang terpasang di semua sudut ruangan.


"Kau ... apa yang sudah kau lakukan pada Kakekku, Gheana? Brengsek! Aku akan membunuhmu kalau Kakekku sampai kenapa-napa. Dasar sialan kau, Gheana. Sialan!" teriak Rose sambil terus berontak ingin membebaskan diri dari ikatan tali yang membelenggu tubuhnya.


Plaaaakkk


Cesar mengepalkan kedua tangannya ketika Gheana menampar pipinya Rose. Sungguh, berpura-pura seperti ini rasanya sangatlah tidak enak. Tapi apa mau di kata, kejadian ini harus tetap terjadi sebelum kesenangan yang sebenarnya muncul. Saat Gheana sedang sibuk menghajar Rose, Cesar melirik ke arah salah satu ruangan di mana ada banyak mata yang sedang mengawasi. Dia lalu menganggukkan kepala ketika salah satunya menggerakkan jari sebagai kode kalau pengakuan Gheana sudah lebih dari cukup.


"Tamat riwayatmu, Gheana," gumam Cesar sambil berjalan mendekat ke arah Rose dan Gheana.


Tangan Gheana berhenti di udara ketika Cesar menahannya. Dia kemudian menoleh, merasa tak terima ada yang mengganggu kesenangannya.


"Nona Gheana, ini sudah terlalu lama aku pergi dari perusahaan. Lebih baik sekarang kita bereskan urusan ini dengan segera sebelum Adamar curiga. Kau sudah puas menghajarnya 'kan?" tanya Cesar seraya melirik ke arah Rose yang hanya diam dengan wajah datar.


Kau benar-benar sangat bodoh, Gheana. Bagaimana bisa matamu tidak memperhatikan kalau tidak ada sedikitpun noda darah yang keluar dari mulutnya Rose setelah kau menamparnya beberapa kali. Cihhh, memalukan sekali aku menjalin kerjasama dengan orang lemah sepertimu.


"Sebenarnya aku masih belum puas, Tuan Cesar. Tapi mengingat kalau waktumu bisa mengundang kecurigaan Adamar, maka mari kita selesaikan sekarang," jawab Gheana mencoba untuk menekan emosinya. Dia tidak boleh egois dengan tidak mendengarkan perkataan Cesar. Karena hal ini juga bisa berimbas pada dirinya jika Adamar sampai menyadari kalau ada yang tidak beres pada Rose.


"Biar aku saja. Ini adalah urusan sesama wanita, jadi aku rasa sedikit aneh kalau harus kau yang turun tangan."


Cesar mengangguk. Dia lalu membantu Gheana berpindah ke sisi Rose, membiarkan wanita ini sibuk menghitung beberapa pil yang akan dimasukkan paksa ke dalam mulutnya Rose. Setelah itu Cesar membantu mengambilkan air putih supaya Rose tidak kesulitan saat akan menelan obat tersebut.


"Nah, minumlah obat ini, Rose. Tidak apa-apa, rasanya mungkin hanya seperti sedang di gigit semut. Jadi jangan takut ya," ucap Gheana sambil memencet hidungnya Rose agar dia mau membuka mulutnya.


Dan


Hap


Obatpun akhirnya tertelan. Setelah itu Gheana tertawa sambil mengelus-elus kepalanya Rose yang tertunduk. "Rose, minum airnya dulu. Tenggorokanmu bisa sakit jika tidak di barengi dengan meminum air."

__ADS_1


"Tidak perlu."


Rose mendongak. Dia lalu menyeringai sambil mengunyah obat di dalam mulutnya. Gheana yang menyadari ada yang salah di diri Rose pun langsung menoleh ke arah Cesar. Dia lalu mengerutkan keningnya ketika Cesar menampilkan satu smirk licik di sudut bibirnya.


"Ada apa, Nona Gheana? Apa sekarang kau takut pada Rose?" tanya Cesar dengan ekspresi wajah yang begitu datar.


"Tuan Cesar, apa maksudmu? Jangan bilang kau mengkhianati aku ya!" hardik Gheana mulai merasa cemas.


"Kapan-kapan aku pernah menjadi bawahanmu, Nona? Jangan bermimpi terlalu tinggi, nanti kau akan sangat kesakitan jika keadaan tidak berjalan seperti yang kau inginkan!"


Dan setelah Cesar berkata seperti itu, tiba-tiba saja Rose melepas semua ikatan tali yang melilit di tubuhnya. Sontak saja hal ini membuat Gheana merasa sangat kaget. Dia tidak mengerti kenapa Rose bisa baik-baik saja setelah meminum pil yang jumlahnya melebihi takaran yang seharusnya. Terlebih lagi sekarang Rose bisa membebaskan diri dengan begitu mudah.


"Kenapa, Gheana? Apa kau kaget melihatku yang baik-baik saja?"


"Ini ... ini. Tuan Cesar, ini apa yang sebenarnya terjadi, hah? Obat apa yang sebenarnya diminum oleh Rose?" teriak Gheana panik. Dia baru sadar kalau Cesar tak pernah ada di pihaknya. Gheana tertipu mentah-mentah.


"Tentu saja obat penggugur kandungan. Apalagi memangnya?" sahut Cesar santuy.


"Tapi kenapa tidak ada efek apa-apa di tubuhnya Rose?"


"Karena dia bukan manusia!"


Bulu kuduk Gheana langsung meremang saat dia mendengar suara seorang wanita dari arah belakang. Dia lalu memberanikan diri untuk berbalik badan sebelum akhirnya Gheana diam mematung dengan wajah pucat pasi.


Prok prok prok


"Long time no see, Gheana Lutfer. Apa kabar?"


😏

__ADS_1


*****


__ADS_2