Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Pinggiran Sungai


__ADS_3

Brraaakkkk


Kepala Gheana terbentur stir saat ada sebuah mobil yang tiba-tiba menabrak mobilnya dari arah belakang. Dia yang tidak tahu kalau akan ada kejadian seperti ini pun merasa sangat amat kaget. Untuk beberapa saat Gheana sempat bleng sebelum akhirnya dia memekik kesakitan ketika kepalanya mulai berdenyut.


"Awwwhhhh, sakit sekali," gumam Gheana lirih.


Setelah itu Gheana melihat ke arah belakang melalui kaca spion. Keningnya mengerut ketika mendapati ada sebuah mobil hitam yang terus berusaha memepet mobil yang sedang dia kendarai.


"Apa-apaan orang itu. Dia sudah gila atau bagaimana sih. Ini kan jalanan umum, kenapa dia malah menabrakku? Apa matanya sudah buta sampai tidak bisa melihat jalan. Brengsek!" umpat Gheana sambil membanting stir ke arah samping saat mobilnya akan kembali di tabrak.


Hari yang sudah gelap, di tambah lagi jalanan yang cukup lenggang membuat Gheana dan mobil hitam tersebut terlibat kejar-kejaran yang cukup sengit. Mungkin jika hal ini terjadi pada wanita lain, mereka pasti sudah panik, atau bahkan menangis ketakutan. Namun hal tersebut tidak berlaku untuk Gheana. Dia dengan santai meladeni ulah oknum yang tiba-tiba menyerangnya. Sesekali dia juga menyempatkan diri untuk melontarkan umpatan kasar yang mana hanya dia sendiri yang mendengarnya.


"Owh, kau ingin main-main denganku rupanya. Gheana-Gheana, mentalmu lumayan juga. Aku jadi bersemangat untuk memacu adrenalin bersamamu," ucap Reina seraya menyeringai tipis.


"Hmmm, benar-benar wanita bermuka dua. Orang-orang di luaran sana pasti tidak ada yang tahu kalau dia sebenarnya sangat liar dan menjijikkan. Cihhh, dengan rupa seperti itu ingin bersaing dengan Nona. Membayangkan saja rasanya sudah sangat mustahil!" celetuk Lorus sambil menambah kecepatan mobil.


"Hei Lorus, jika suatu hari nanti ada wanita yang satu spesies dengan Gheana, kira-kira kau bersedia untuk menjadi kekasihnya tidak?" tanya Reina iseng.


"Aku lebih memilih untuk menembak mati wanita tersebut daripada harus menjadi kekasihnya. Kau yang benar saja kalau ingin bertanya, Rein. Di dalam hidupku hanya ada satu wanita, yaitu Nona Rose. Selain itu, semuanya sama rata!" jawab Lorus cetus. Dia dongkol sekali mendengar pertanyaan Reina yang sungguh errr... membagongkan.


Mata Reina langsung memicing tajam saat statusnya yang sebagai seorang wanita yang tak di anggap oleh rekannya ini. Dia tidak terima. Namun ketika Reina hendak melakukan protes, tiba-tiba saja Lorus kembali menabrak mobil Gheana. Sontak saja hal itu hampir membuat moncong Reina terbentur dasbord mobil.


"Sialan kau!"


"Sekarang waktunya untuk bersenang-senang, Rein. Jangan menggangguku!"


"Tapi kan kau bisa memberi aba-aba dulu padaku sebelum menabrak mobilnya Gheana. Untung saja aku sigap. Kalau tidak, tulang hidungku pasti sudah penyok gara-gara ulahmu barusan."


Lorus tertawa kecil. Setelah itu dia kembali fokus berkejaran dengan mobilnya Gheana. Bak pembalap profesional, mereka meliuk-liukkan mobil di tengah jalan raya. Reina yang menjadi saksi dari kejar-kejaran tersebut hanya bisa bersorak gembir setiap kali Lorus berhasil menyenggol mobil musuh.


Di mobil lain, Gheana tidak berhenti mengumpat saat belakang mobilnya terus di tabrak. Jujur saja, sedikit banyak dia mulai kewalahan menghadapi tekanan yang di arahkan kepadanya. Juga karena kepalanya yang mulai terasa berat akibat benturan yang tadi.

__ADS_1


"Sialan. Orang ini sebenarnya punya masalah apa sih denganku? Kenapa dia seolah tidak rela melepaskan aku? Kalau terus seperti ini, bisa-bisa aku yang celaka. Tidak boleh di biarkan. Aku harus mencari cara untuk menyelamatkan diri. Ayo berfikir, Gheana. Nyawamu sedang di ujung tanduk sekarang!" ucap Gheana mulai panik saat mobilnya lagi-lagi di tabrak.


Saat Lorus sedang gencar menargetkan Gheana, tiba-tiba saja ponsel miliknya berdering. Segera dia menjawab panggilan tersebut begitu tahu kalau Nona-nya lah yang menelfon.


"Halo, Nona."


"Ini aku. Bagaimana? Apa kau sudah mulai bersenang-senang?"


"Sudah, Tuan Adam. Dan Gheana ternyata cukup bernyali juga untuk adu kekuatan denganku di jalanan. Sejak tadi dia hampir selalu berhasil menghindari serangan dariku. Tapi sepertinya sekarang dia mulai kewalahan, laju mobilnya mulai tidak stabil!" jawab Lorus sambil tersenyum kecil melihat mobil Gheana yang oleng ke samping.


Sambil menelepon, Lorus kembali menabrak mobil Gheana saat mereka memasuki terowongan. Dia sama sekali tidak memberi ampun, terus memepet mobil Gheana hingga bergesekan dengan dinding terowongan. Karena posisi mobil mereka yang bersebelahan, Lorus dan Reina jadi bisa melihat betapa paniknya Gheana yang tengah berusaha menyelamatkan diri. Mereka berdua tertawa senang, melupakan fakta kalau sambungan telepon masih belum terputus.


"Kalian bersenang-senanglah. Jika sudah selesai, segera kembali ke markas. Ada hal penting yang ingin aku bicarakan dengan kalian bertiga."


"Oh, baiklah, Tuan Adam. Kami akan langsung kembali ke sana setelah memberi pelajaran pada wanita tidak tahu diri ini!" sahut Lorus.


Setelah itu panggilan terputus.


"Apa kau sedang meremehkan aku, Rein?" protes Lorus.


"Iya."


"Ck."


Gheana berusaha mati-matian keluar dari posisi berbahaya yang sedang dia rasakan. Sungguh, dia tidak habis pikir kenapa orang ini begitu bern*fsu ingin mencelakainya. Gheana kemudian ingat kalau di depan terowongan ini ada sebuah sungai yang alirannya cukup deras. Dia menelan ludah, sadar kalau tubuh dan mobilnya sedang di arahkan ke lubang bahaya besar tersebut.


"Arrhgghh, bagaimana ini. Aku yakin sekali kalau mereka pasti ingin menjatuhkan aku di sungai itu. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Bagaimana cara membebaskan diri dari pepetan mobil mereka?" ujar Gheana sembari menoleh ke arah samping.


Kening Gheana langsung mengernyit saat dia tidak


sengaja melihat seorang wanita cantik yang sedang duduk di dalam mobil hitam tersebut. Wajah wanita ini seperti familiar, Gheana seperti pernah bertemu dengannya. Tapi dimana? Kenapa wanita ini bisa sampai menargetkannya?

__ADS_1


"****! Bukankah wanita ini adalah wanita yang tidak sengaja aku tabrak di sebuah restoran saat aku ingin bertemu dengan Bibi Vanya? Tapi kenapa dia tiba-tiba menyerangku sampai seperti ini? Kita kan tidak saling kenal, kenapa dia bisa menargetkan aku? Apa masalahnya?" gumam Gheana kebingungan.


Brrraaaakkkk ciiiitttt...........


Karena melamun, Gheana tidak menyadari kalau mobilnya sudah keluar dari dalam terowongan. Dia menjerit kencang saat mobil hitam itu dengan gilanya terus mendorong mobilnya hingga hampir melewati pembatas jalan. Petaka, hal ini akan benar-benar menjadi petaka jika Gheana tidak segera menghentikan mobilnya karena sekarang dia sudah bisa mendengar suara arus sungai dari arah depan.


"Sedikit lagi, Gheana."


Lorus yang tahu kalau musuhnya hendak mematikan mobil segera mengambil tindakan cepat dengan semakin mendorong mobil Gheana ke arah depan. Dia berpindah-pindah menabrak dari arah samping dan belakang, memastikan Gheana dan mobilnya terjun ke dalam sungai yang tidak jauh dari posisi mereka sekarang.


"Huffttt, menegangkan juga ya ternyata?" celetuk Reina sambil memperlihatkan wajah pura-pura sedih. Dia mencebikkan bibir seperti akan menangis saat Gheana menatap dari balik kaca jendela mobilnya. "Ochh, dia melihat wajahku, Lorus. Ayo cepat tenggelamkan!"


"Haisshhhh, kau ini. Berisik sekali sih!" sahut Lorus jengkel.


"Sudah ayo cepat tenggelamkan. Aku malu."


"Malu kepalamu."


Dalam kebingungannya, Gheana hanya bisa pasrah saat mobilnya di dorong masuk ke dalam sungai. Satu-satunya hal yang bisa dia lakukan hanyalah mengirim pesan pada seseorang agar segera datang menolongnya.


Kali ini aku mungkin kalah, Nona. Tapi setelah itu, aku bersumpah akan mencarimu sampai ke ujung dunia sekalipun. Berbahagialah, lalu jemputlah ajalmu di tanganku nanti. Cuiihhh.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like dan comment...


...ya gengss ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...


...๐ŸŒนFb: Rifani...

__ADS_1


__ADS_2