Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Pesona Sang Ketua


__ADS_3

"Aku akan pergi keluar. Kau jagalah restoran ini dengan baik!" ucap Rose pada manager restoran.


"B-baik, Nona. S-saya, saya pasti akan menjaganya dengan baik."


Rose yang hendak melangkah pergi langsung berhenti saat dia mendengar suara si manager yang tergagap. Dia memutar badan kemudian menatapnya dingin.


"Ada apa dengan suaramu?"


"T-tidak ada apa-apa, Nona. Saya... saya hanya sedang menahan sakit perut saja. Makanya suara saya sedikit gemetaran."


"Oh,"


Si manager langsung menarik nafas lega ketika melihat bosnya berlalu pergi dari sana. Dia sebenarnya bukan sedang menahan mulas di perut, tapi sedang ketakutan setelah melihat kemarahan atasannya saat mengamuk pada seorang gadis culun. Meski itu sudah terjadi sejak satu jam yang lalu, si manager masih saja ketakutan. Dia dibuat parno bahkan hanya dengan mendengar suara bosnya yang dingin itu.


"Nona!"


"Ke markas," sahut Rose setelah duduk di kursi mobil.


Anak buahnya mengangguk. Rose kemudian mengambil ponsel dari dalam tas. Dia mencari nomor Reina kemudian menelponnya.


"Dimana kau?" tanya Rose begitu panggilan tersambung.


"Aku di markas, Rose. Ck, kukuku rusak parah saat berburu kemarin. Resan bilang dia akan memboking satu salon terbaik untukku, tapi dia berkhianat. Sekarang aku malah diminta untuk menjaga anjing itu di markas. Pria itu sangat menyebalkan bukan?"


Rose langsung memutuskan panggilan setelah dia tahu dimana Reina berada. Kali ini Rose kembali dibuat kesal. Rose sangat marah begitu mendengar laporan dari anak buahnya kalau orang-orang itu kembali membuat masalah. Hanya karena Rose yang menolak untuk menjual beberapa senjata khusus pada kelompok mereka, tiba-tiba saja mereka berbelok pada kelompok lain yang bersedia mengabulkan apa yang mereka minta. Kalau hanya sekedar berbelok sih tidak masalah. Tapi ini, mereka seperti sengaja membawa-bawa nama kelompok Ma Queen miliknya. Sebagai ketua, Rose tentu saja tidak terima. Jadi dia harus segera turun tangan untuk membereskan masalah ini sebelum ada korban berjatuhan.


Cukup lama Rose dan anak buahnya menempuh perjalanan hingga pada akhirnya mereka sampai di markas milik Ma Queen. Semua anggota yang melihat kedatangan ketua mereka segera datang menghampiri kemudian menunduk hormat. Rose yang memang sudah sangat marah tak mempedulikan sapaan anak buahnya. Dia langsung melangkah masuk untuk menemui Reina.


"Dimana anjing itu?"


Reina yang sedang sibuk bersolek berjengit kaget saat mendengar suara dingin milik kesayangannya. Dia cepat-cepat meletakkan lipstik ke dalam tas make-up kemudian menghampiri sang ketua yang terlihat begitu marah.

__ADS_1


"Tenang, Rose. Jangan marah-marah."


"Aku sedang tidak mau bercanda, Reina. Tunjukkan padaku dimana kalian menyimpan bajingan itu!" sahut Rose geram.


Sadar kalau sang ketua sedang dalam mode ingin membunuh, Reina tak berani lagi untuk bercanda. Dia kemudian menarik satu tangan Rose ke arah ruang bedah dimana Flyn berada. Setelah sampai, Reina segera menyalakan lampu khusus agar wajah Flyn bisa terlihat jelas dari luar kaca.


Flyn yang saat itu sudah mulai melemah nampak sangat kaget melihat siapa yang datang. Sungguh, dia tidak percaya kalau musuh yang selama ini coba dia singkirkan kini tengah berdiri di hadapannya. Sedangkan Rose, di matanya nampak kilat kemarahan yang begitu kentara. Selain karena dia sedang emosi gara-gara ulah kelompok brengsek itu, juga karena dia yang begitu benci melihat kakek tua yang sebentar lagi akan segera mati di tangannya. Rose sungguh tak habis fikir kenapa ada orang sekeji ini yang tega menghilangkan ingatan orang lain. Dia benar-benar sangat murka sekarang.


"Kau tahu apa kesalahanmu, Flyn?"


"Aih Rose, dia mana bisa mendengar suaramu. Bagaimana kalau kita keluarkan saja dia dari sana, sepertinya akan sangat asik kalau kau sedikit bermain-main dengannya!" ucap Reina menawarkan kesenangan untuk si ketua.


"Aku ingin membunuhnya di hadapan keluargaku. Tidak sekarang!" sahut Rose dingin. "Sambungkan tegangan listrik ke dalam tabung itu, Reina. Dia harus tahu penderitaan yang aku rasakan ketika bayang-bayang itu muncul di kepalaku!"


"Oh, baiklah sayangku!"


Mata Flyn melotot lebar begitu dia mendengar apa yang ingin dilakukan oleh Rosalinda. Meski di dalam tabung, dia bisa mendengar dengan jelas pembicaraan orang lain. Dengan kondisi tubuh yang sudah sangat lemah, Flyn mencoba berteriak agar Rosalinda bersedia untuk memberikan pengampunan. Flyn adalah seorang ilmuwan, dia sudah sering melakukan uji coba pada manusia menggunakan tegangan listrik seperti yang di maksud oleh Rosalinda. Walaupun belum pernah mencobanya, Flyn bisa menebak kalau rasanya pasti akan sangat menyakitkan. Apalagi sekarang dia sedang berada di dalam air. Tak terbayangkan akan seperti apa jadinya nanti.


"Tidak!"


Zzzzzzzzztttttt


Dan begitu remot berada di tangannya, Rose langsung menekan tombolnya. Mata Rose sama sekali tak berkedip saat air di dalam tabung mulai bergejolak begitu tubuh Flyn menggelepar tersengat arus listrik. Rose kemudian melepaskan tombol, memberi jeda untuk Flyn bernafas. Setelah beberapa detik melepaskannya, dia kembali menekan tombol hingga tubuhnya Flyn kembali menggelepar tak berdaya. Reina yang menyaksikan hal itu hanya bisa menyeringai puas. Ini belum seberapa, masih akan ada keganasan yang jauh lebih kejam lagi yang akan dilakukan oleh Rose malam nanti. Sungguh, Flyn nasibnya sangat buruk. Berniat membunuh penerus dari Organisasi Grisi, sekarang malah harus mati di tangan orang yang ingin dia bunuh. Flyn sangat to lol. Sangat tidak berguna walaupun mempunyai otak yang cerdas.


"Keluarkan dia dari sana!" perintah Rose ketika melihat Flyn yang sudah tidak sadarkan diri.


Tiga anak buah Rose bergegas mengeluarkan Flyn dari dalam tabung kaca. Mereka kemudian memberikan pertolongan untuk tetap mempertahankan nafasnya Flyn.


"Aku mau vodka!"


"Oke Baby, segera datang!"

__ADS_1


Rose menarik nafas dalam-dalam sebelum keluar dari sana. Dia kemudian membuka laci, mengambil sebungkus rokok kemudian duduk di dekat jendela. Seolah paham, Resan yang baru saja muncul segera mengambil satu puntung rokok, memasukkan ke dalam mulut nonanya kemudian memantik api.


Andai kalian bisa membayangkan, saat ini Rose tengah berdiri di dekat jendela dengan rokok menyala di mulutnya. Reina yang datang sambil membawa sebotol vodka nampak terkesima melihat Rose yang begitu keren saat menghisap rokok. Dia langsung menggigit bibir bawahnya sambil melangkah maju.


"Kalau kau seperti ini lama-lama aku bisa jatuh cinta padamu, Rose!"


"Hih!"


Mata Reina langsung memicing ke arah Resan saat mendengar decihannya. Namun sedetik kemudian dia langsung memasang wajah kemayu ketika Rose melirik ke arahnya.


"Mana vodkanya?" tanya Rose dingin.


Dengan cepat Reina menuangkan vodka ke dalam gelas kemudian menyerahkannya pada Rose. Dia menelan ludah melihat gaya keren ketuanya saat meneguk vodka sambil menikmati rokok. Sungguh, Rose benar-benar terlihat seperti mafia itali yang dingin dan arogan.


"Lihat satu hari lagi bagaimana perkembangannya. Jika mereka masih tetap mencari masalah, bersiaplah mengatur serangan. Cari dan dapatkan informasi tentang siapa dalang di balik semua ini. Sepertinya aku perlu mengingatkan lagi pada mereka kalau aku ini sangat tidak suka disinggung jika mengenai hal-hal yang bertentangan dengan hati nuraniku!"


"Baik, Nona!" sahut Resan.


"Dimana Lorus?"


"Saya sudah memerintahkannya untuk berjaga di sekitar rumah Kakek Frans, Nona."


Rose mengangguk. Satu pemikiran tiba-tiba melintas di kepalanya. Adamar Clarence, Rose mulai tertarik akan rahasia yang di sembunyikan oleh suaminya.


"Retas semua hal yang berhubungan dengan suamiku. Entah kenapa aku merasa identitasnya tidak sesederhana yang kita lihat. Aku khawatir kalau kesuksesan yang dia raih ada hubungannya dengan perkumpulan sesat itu."


Resan mengangguk. Dia kemudian pamit untuk melaksanakan perintah yang baru saja di terimanya. Meninggalkan nonanya bersama Reina yang masih sibuk mengangumi pesona ketua dari kelompok Ma Queen Rose.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


✅Hai gengsss... PESONA SI GADIS DESA EPISODE 12 sudah tayang ya di yutub ya. Yuk mampir untuk olahraga perut bersama Luri, Fedo, dan Nania. Nama Chanelnya @Mak Rifani... Atau kalau nggak ketik aja Pesona Si Gadis Desa...

__ADS_1


__ADS_2