Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Arti Satu Detik


__ADS_3

Di Negara N


Di rumah sakit, saat ini semua orang sedang menunggu dengan cemas hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Hansen. Ini adalah titik penentu yang akan menjadi bukti kenapa Rose bisa sama sekali tidak mengingat keluarganya. Grizzelle yang emosinya sudah stabil nampak duduk diam sembari menyender ke dada suaminya. Sedangkan Drax, tangan pria itu tak henti-hentinya membelai punggung istrinya agar tetap tenang.


"Mom....


Tok, tok, tok


Baru saja Rolland hendak berbicara, pintu ruangan sudah lebih dulu diketuk. Lalu muncullah Hansen yang datang bersama dengan Arion, pamannya Rolland.


"Tidak perlu menyapa. Sebaiknya kalian cepat beritahu kami semua informasi yang kalian bawa!" ucap Greg cepat.


Arion melangkah maju ke arah pamannya. Dia lalu membuka sebuah berkas kemudian menunjukkan satu foto yang ada di dalamnya.


"Siapa dia?" tanya Greg.


"Dia adalah seorang pengkhianat yang kabur dari labolatorium Grisi beberapa tahun lalu, Paman," jawab Arion kemudian beralih menatap sepupunya. "Zel, kau ingat pria ini bukan?"


Tatapan Grizzelle langsung menjadi dingin begitu dia melihat foto pria yang ditunjukkan oleh Arion. Seketika jiwanya langsung terbakar kobaran api yang sangat besar.


"Pantas saja ingatan putriku bisa terhapus total dari otaknya. Ternyata pelakunya adalah orang yang berasal dari organisasi kita sendiri. Aku awalnya sempat curiga kalau hal ini ada hubungannya dengan Organisasi Grisi karena selama yang aku tahu hanya organisasi kita saja yang mampu membuat cairan untuk merusak memori di dalam otak. Tidak kusangka cairan itu akan menyasar pada putriku sendiri. Brengsek!" umpat Grizzelle.


"Arion, apa selama ini kau tidak pernah mencari tahu keberadaannya? Bagaimana bisa kau kecolongan sampai seperti ini?" tegur Liona.


"Bibi, pengkhianat ini menguasai hampir separuh dari kemampuan yang dimiliki oleh orang-orang Grisi. Dengan kemampuan itu dia bahkan selalu berhasil lolos dari kejaran anggota kami yang lain. Karena selama bertahun-tahun pengkhianat itu tak pernah menunjukkan keahliannya, aku pikir dia sudah mati karena sesuatu hal. Tidak kusangka kalau dia masih mengawasi keluarga kita dari jauh!" jawab Arion sembari mendesah panjang.


"Kau tahu Arion, adalah kesalahan besar kalau kita sampai memandang remeh pihak musuh. Dalam medan peperangan, sangat di larang kita lengah meski hanya satu detik. Kau tahu kenapa?"


Arion menggelengkan kepala. Jakunnya nampak bergerak-gerak ketika mendapat teguran dari wanita paling di takuti di keluarga ini.

__ADS_1


"Karena satu detik memiliki arti yang sangat penting. Dalam satu detik kita bisa saja kehilangan banyak hal. Contohnya seperti kehilangan nyawamu sendiri, kebahagiaan, senyum orang-orang terkasih di sekitar kita, juga hancurnya satu pondasi keluarga. Kau terlalu menggampangkan pengkhianatan orang itu, Arion. Bibi kecewa padamu!" ucap Liona sembari melayangkan tatapan yang begitu dingin pada keponakannya.


"Bibi, aku minta maaf. Aku....


"Kau tahu bukan kalau Bibi sangat membenci kata-kata itu?"


Arion mengangguk pelan. Sungguh, dia sangat menyesal karena telah bersikap acuh terhadap bahaya besar yang telah membuat Rose menjadi korban. Andai saja Arion tahu kalau pengkhianat itu masih hidup, Arion pasti akan terus memburunya hingga ke ujung dunia sekalipun. Dia bo doh, benar-benar sangat bo doh.


"Honey, jangan marah. Arion pasti tidak pernah berpikir akan ada kejadian seperti ini di keluarga kita. Sudah ya, lebih baik sekarang kita pikirkan bagaimana cara menangkap pengkhianat itu sebelum dia semakin merajalela. Dengan kemampuan yang dia miliki, aku yakin orang ini pasti akan kembali memburu Rose dan kakeknya. Kabar kalau kita sudah menemukan keberadaan Rosalinda pasti sudah sampai ke telinganya!" ucap Greg mencoba menenangkan istrinya yang sedang marah.


Liona mendengus. Dengan langkah lebar dia beranjak pergi dari sana. Sungguh, Liona sangat amat merasa kecewa pada keponakannya. Entah bagaimana ceritanya hal seberbahaya ini bisa diabaikan begitu saja.


Selepas kepergian bibinya, dengan raut wajah penuh penyesalan Arion datang mendekat ke arah Grizzelle. Dia lalu meraih tangannya, mengenggamnya dengan sangat erat seolah ingin menyampaikan kalau semua kejadian ini berasal dari kecerobohan yang dia lakukan.


"Tidak apa-apa, aku bisa maklum. Kau hanya manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan, Arion. Aku tidak akan marah ataupun menuntutmu. Karena yang terpenting Rosalinda-ku masih hidup. Masalah ingatannya yang hilang aku yakin perlahan-lahan pasti akan segera kembali lagi. Lagipula kita punya Organisasi Grisi, jadi tidak ada yang perlu kita khawatirkan!" ucap Grizzelle dengan tenang.


"Kau sungguh tidak marah padaku?" tanya Arion lirih.


"Zel, apa-apaan kau!" teriak Drax kaget melihat tindakan brutal istrinya.


Grizzelle menyeringai. Berani menyentuh putrinya, berarti artinya mati. Rasa sakit yang dia tanggung selama belasan tahun lamanya tak berarti apa-apa jika di bandingkan dengan perihnya jarum infus yang ditarik paksa dari tangannya. Grizzelle terbakar amarah, jiwanya kembali haus darah.


"Drax, ayo kita singkirkan orang yang sudah membuat putri kita tersiksa selama belasan tahun lamanya. Aku ingin membuat perhitungan padanya dengan kedua tanganku sendiri. Dia harus tahu siapa orang yang telah dia usik. Beraninya memisahkan aku dari putri kandungku sendiri. Cari mati!" geram Grizzelle kemudian melangkah turun dari atas ranjang.


Mata semua orang terbelalak. Bagi mereka yang tidak tahu seperti apa Grizzelle di masa lalu, sudah pasti akan sangat kaget melihat reaksinya yang sekarang. Namun bagi mereka yang ingat dengan kejadian dimana Grizzelle membantai habis seorang wanita bernama Zoya dan Ivana, mereka pasti akan langsung menyeringai puas. Grizzelle memiliki jiwa yang sama dinginnya dengan Liona. Ada n*fsu pembantai yang mengalir kuat di dalam tubuhnya.


"Ayah, apa ini yang di namakan jangan pernah mengusik induk ayam yang sedang membawa anak-anaknya?" tanya Drax usil.


"Sepertinya iya, Drax. Ah, Ayah jadi tidak sabar melihat Grizzelle dan ibunya melakukan perburuan. Ini pasti akan sangat seru mengingat kalau mereka sudah fakum cukup lama dari dunia yang memicu adrenalin ini!" jawab Greg dengan bangganya.

__ADS_1


Rolland yang tidak tahu apa-apa hanya bisa diam menyimak pembicaraan aneh antara kakek dengan ayahnya. Dia tadi lumayan kaget melihat reaksi sang ibu yang terlihat begitu berbeda dengan yang biasa dia lihat. Ibunya seperti memiliki sisi lain yang tidak pernah dia ketahui selama ini. Kendati demikian, Rolland tetaplah merasa senang karena ibunya sekarang sudah tak lemah lagi. Dia jadi ikut merasa penasaran akan seperti apa gaya ibunya saat memburu orang yang telah memisahkan Rose dari keluarga ini.


"Daddy, apa kita perlu memberi bantuan pada Mommy?" tanya Rolland penasaran.


Drax menggeleng. Dia melihat ke arah kamar mandi begitu pintunya terbuka.


"Tanpa bantuan kita, Mommy bahkan mampu untuk membunuh dua atau tiga orang pria dengan tangannya sendiri. Tapi kalau kau khawatir, sebaiknya kau telponlah Paman Priston. Beruang kutub itu pasti akan langsung datang kemari dengan membawa aura kematian yang sangat kental. Jangan lupa juga beritahu Paman Ethan kalau adikmu sudah di temukan. Kasihan mereka!" jawab Drax kemudian menghampiri sang istri yang sedang mengikat rambut.


Grizzelle tersenyum miring.


"Tidak ada yang boleh menyakiti putri kesayanganku, Drax. Dimanapun dia berada, aku pasti akan menemukannya!" ujar Grizzelle. "Dan kau Arion, ikut aku pergi ke labolatorium. Aku curiga di sana ada pengkhianat lain yang selama ini menjadi mata-mata bajingan itu. Masalah ini harus kita usut sampai tuntas!"


Arion mengangguk. Dia segera mengikuti langkah Grizzelle untuk keluar dari ruangan tersebut. Meninggalkan beberapa orang di sana yang sedang tersenyum misterius sambil saling memandang.


"Rolland, waktunya bermain sudah tiba!"


"Aku sudah tidak sabar, Kek!"


"Kalau begitu ayo kita bersiap. Pastikan jantungmu dalam kondisi sehat ya?" ledek Greg sambil menepuk pelan kepala cucunya.


Dan Rolland pun mengangguk penuh semangat.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...

__ADS_1


...๐ŸŒนFb: Rifani...


__ADS_2