Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Sulit Tertebak


__ADS_3

Adam duduk di sisi ranjang sambil terus menggenggam tangan Rose yang masih belum sadar. Wajahnya terlihat murung, sesekali dia juga mencium punggung tangan istrinya yang terasa begitu dingin.


"Dam, kau istirahat saja. Rose biar Mommy yang urus," ucap Grizelle tak tega melihat keadaan menantunya.


"Tidak apa-apa, Mom. Aku ingin tetap di sini sampai Rose sadar," sahut Adam enggan untuk beranjak.


Grizelle menghela nafas. Dia lalu menatap wajah putrinya yang masih pucat meski sudah tidak sepucat di awal kesakitan. Andai saja ada obatnya, Grizelle pasti tidak akan membiarkan putrinya menderita seperti ini. Sayang, obat dari perusak ingatan masih belum bisa di temukan. Meski Organisasi Grisi adalah dalang di balik penciptaan obat tersebut, mereka masih belum mampu menciptakan penawarnya karena pencipta dari obat tersebut sudah meninggal dunia. Jika kalian penasaran, pencipta dari obat perusak ingatan itu adalah kakek buyutnya Rose, Christ Harrison.


"Nyonya Liona, bolehkah saya bertanya?" tanya Resan yang masih setia menunggu nonanya sadar.


"Kau ingin bertanya apa?"


Liona menatap datar ke arah Resan. Dia bisa melihat kalau pria ini begitu terdidik dan juga berpengalaman. Sungguh, Liona benar-benar sangat penasaran darimana cucunya bisa memiliki orang-orang terbaik seperti mereka yang dia yakini kalau ini belum semuanya muncul.


"Apa penyebab Nona Rose bisa terpisah dari keluarganya? Melihat dari kekuasaan keluarga anda, harusnya bukan hal yang sulit untuk menemukan keberadaan Nona Rose. Tapi kenapa bisa kalian bisa sampai terpisah hingga tujuh belas tahun lamanya?"


Bukannya Resan ragu, dia hanya merasa tidak masuk akal dengan kisah yang di alami oleh nonanya. Keluarga Ma dan keluarga Osmond buknlah keluarga sembarangan. Mereka begitu kuat dan juga berkuasa. Rasanya sedikit janggal dengan kemampuan sebesar itu mereka tidak bisa menemukan keberadaan satu anggota keluarga mereka. Apalagi nonanya hilang di saat usianya masih sangat kecil.


"Kau percaya dengan cenayang?" tanya Liona.


"Cenayang? Sihir?" sahut Resan dengan sebelah alis terangkat keatas. "Saya baru akan percaya jika sudah menyaksikannya sendiri, Nyonya."


Liona mengangguk. Orang yang sangat menggunakan logika.


"Salah satu anggota keluargaku bisa melihat masa depan. Tentang kecelakaan yang menimpa Rose pun sebenarnya sudah di ketahui sejak awal. Hanya saja waktu itu belum di ketahui siapa di antara Rolland dan Rose yang akan menjadi korban dalam kecelakaan tersebut. Itu baru di ketahui tepat ketika mobil kami tersambar petir lalu tergelincir ke pinggir tebing. Rose jatuh ke laut dan hilang terbawa ombak. Kalau kau berfikir kami tidak melakukan pencarian, maka kau salah besar. Seandainya bisa, kami semua rela menyerahkan segala kekayaan yang kami miliki asalkan Rose bisa kembali. Tapi, cenayang yang ada di rumah kami mengatakan kalau Rose sudah terjebak di dalam suatu ruangan yang sangat gelap. Sekarang aku tanya padamu, dua tahun setelah kecelakaan itu terjadi apa yang terjadi pada cucuku. Kenapa Rose beranggapan kalau dirinya berusia dua puluh dua tahun di saat saudara kembarnya sudah berusia dua puluh empat tahun. Bisa kau jelaskan padaku kemana perginya waktu dua tahun itu?"


Grizelle dan Adam mendengarkan dengan seksama percakapan antara Liona dan Resan. Mereka berdua juga sangat penasaran kenapa Rose bisa memiliki umur yang berbeda dengan Rolland.


"Untuk hal ini saya tidak tahu jawabannya, Nyonya. Tapi saya yakin Kakek Frans bisa menjelaskan karena dialah yang merawat Nona Rose sejak kecil," jawab Resan.

__ADS_1


"Resan, obat apa yang kau berikan pada cucuku tadi?" tanya Liona ingin tahu.


"Itu hanya semacam obat penghilang rasa sakit yang sudah di campur dengan obat penenang, Nyonya. Sebenarnya kami semua sudah berusaha semampu mungkin untuk membuat obat yang bisa menghilangkan rasa trauma Nona Rose. Tapi sekeras apapun kami berusaha, kami tetap tidak bisa membuatnya. Bahkan salah satu dari kami berakhir dengan bunuh diri karena merasa gagal tidak bisa menolong Nona Rose dari kesakitannya."


Adam yang ingat tentang kejadian yang membuatnya menikahi Rose segera membuka suara. Dia tentu saja tak lupa kalau waktu itu istrinya terlihat begitu ketakutan saat hujan turun. Adam juga belum lupa saat Rose memintanya untuk mengambilkan obat yang sama seperti tadi.


"Nenek, apa mungkin trauma yang di alami oleh Rose berasal dari kecelakaan itu? Aku pernah menyaksikannya yang begitu ketakutan dan juga kesakitan saat hujan turun di sertai dengan badai petir," ucap Adam.


"Kemungkinan besar iya. Sebelum Rose terjatuh ke lautan, dia memang menangis ketakutan sambil terus memejamkan mata saat petir tidak berhenti menyambar. Posisinya yang waktu itu terbalik membuat air hujan dan kilatan petir terlihat jelas di matanya. Mungkin inilah yang membuatnya sampai merasa trauma," sahut Liona dengan airmata menggenang.


Saat semua orang sedang berbincang, pintu kamar di ketuk dari luar. Ethan yang berdiri tak jauh dari sana pun segera membukanya. Keningnya mengerut melihat sesosok wanita gemulai tengah tersenyum di hadapannya.


"Halow tuan tampan, boleh aku masuk ke dalam?" tanya Raina sembari mengerling nakal.


"Siapa kau?" tanya Ethan. Bulu kuduknya berdiri melihat senyum aneh di bibir wanita tersebut.


Ekor mata Reina melirik ke arah dalam kamar. Seandainya saja pria yang menghadangnya sadar, dia pasti akan langsung mundur saat menyadari kalau sekarang Reina sedang sangat marah melihat tuan kesayangannya sedang terbaring tak berdaya di atas ranjang.


Kreeekkk


Liona, Grizelle dan Adam kaget saat Ethan berjalan mundur dengan satu senjata tertodong di keningnya. Mereka lalu menatap tajam ke arah wanita gemulai yang terus melihat ke arah ranjang.


"Jangan begitu Reina, dia adalah orangnya Nyonya Liona!" ucap Resan mencoba menenangkan amarah si wanita jadi-jadian ini.


"Ck, Resan, kau selalu yang terbaik. Pria ini benar-benar tidak berguna!" keluh Reina kemudian beralih duduk di sisi ranjang.


Adam rasanya sangat ingin meninju wajah wanita ini ketika melihat tangannya yang dengan lancang memijit kakinya Rose. Kalau saja Resan tidak menahannya, saat ini pasti sudah terjadi baku hantam di antara mereka. Suami mana yang rela melihat istrinya di sentuh pria lain. Ini Adam sadari ketika melihat jakun yang bergerak-gerak di leher wanita bernama Reina.


"Sayangku, aku sungguh tidak suka melihatmu lemah begini. Rasanya seperti ada yang kurang ketika tidak mendengar suaramu yang dingin dan juga tajam. Cepatlah bangun Rose, aku temani kau berburu binatang yang sudah berani mengusikmu. Oke?" ucap Reina dengan tatapan sendu.

__ADS_1


Sendu ini bukan sendu biasa. Dan yang tahu maksudnya hanya Resan seorang. Seperti yang kalian tahu kalau Renia adalah bawahan Rose yang sangat tidak bisa di tebak alur pikirannya. Jika tidak benar-benar jeli, orang pasti akan langsung terkecoh dengan tutur katanya yang manis. Tapi, ada tapinya. Jika di perhatikan dengan baik, di setiap tatapan dan kata-kata yang terucap mengandung jarum beracun yang siap menyerang jika sampai membuatnya merasa tersinggung. Reina adalah salah satu bagian Queen Rose yang sangat di takuti nomor dua setelah ketuanya, yaitu Nona Rose. Bahkan Resan dan Lorus saja tidak di izinkan untuk menyinggung orang bernama Reina ini. Terlalu amis, begitu ketua mereka saat mengingatkan.


"Tuan Adam, kenapa sayangku bisa begini?" tanya Reina.


"Aku tidak tahu pastinya. Tapi yang jelas, Rose jadi seperti ini saat bertatapan dengan Ethan," jawab Adam seraya mendesah pelan.


Reina langsung menoleh ke arah pria yang tadi menghadangnya. Dia kemudian menarik nafas dalam-dalam.


"Apa dia dekat dengannya di masa lalu?"


"Iya Reina. Ethan bahkan merawat Rose seperti anaknya sendiri. Mereka selalu bersama setiap hari, bahkan Ethan lebih banyak tahu tentang Rose ketimbang kami yang orangtuanya. Mereka sangat dekat," jawab Grizelle.


"Owh Nyonya, maaf belum menyapa secara resmi. Aku tadi terlalu syok melihat kesayanganku tidur cantik di atas ranjang ini," ucap Reina lalu mengulurkan tangan ke arah wanita yang mengaku sebagai ibu dari tuannya. "Perkenalkan, namaku Reina, sahabat dekatnya Rose."


Grizelle dan Liona bergantian menerima uluran tangan Reina. Mereka tersenyum samar saat mendengar isi pikiran Reina yang sedikit cukup agresif yang mana tidak sesuai dengan penampilan luarnya.


Siapapun kalian, jika Rose tidak menyukainya maka aku akan menguliti kalian lalu menato seluruh tubuh kalian semua sampai kalian mati.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


โœ… Hayoo siapa yang udah nonton part 8 dari PESONA SI GADIS DESA??? Masih aman kan perut kalean?? Yang kangen sama kelakuan Mattheo dan Abigail wajib banget tuh mampir ke sana. Kocak abisnya pokoknya. Yuk mampir ke chanel yutup emak, namanya Mak Rifani..


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...


...๐ŸŒนFb: Rifani...

__ADS_1



__ADS_2