Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Keraguan Rose


__ADS_3

"Honey, kau kenapa?" tanya Adam heran melihat Rose yang terus bungkam setelah kembali dari makan malam bersama Mona dan Brenda. Saat ini mereka sedang berbaring di ranjang sambil berpelukan.


"Tidak apa-apa, Dam. Aku hanya sedikit kelelahan saja."


Bohong. Rose sengaja berkata bohong untuk menutupi apa yang sedang dia pikirkan. Tadi setelah dia selesai makan malam bersama Brenda dan Mona, Rose tiba-tiba di beri pertanyaan oleh ibu dan neneknya tentang sesuatu yang tidak pernah dia bayangkan. Hamil. Ya, kata ini membuat pikirannya menjadi tidak fokus. Rose bingung kenapa ibu dan neneknya bisa beranggapan seperti itu terhadapnya. Padahal kan perut Rose sama sekali tidak membesar, tapi kenapa kedua orang itu berpikir kalau dirinya sedang hamil?


"Aku tahu kau sedang menutupi sesuatu dariku, Hon. Karena jika kau hanya diam melamun biasanya menandakan ada satu masalah yang sedang terjadi. Ada apa, hm? Ceritalah, jangan di pendam sendiri!"


Adam terus menatap lekat manik mata istrinya yang terlihat seperti orang bingung. Aneh, tidak biasanya Rose bertingkah seperti ini. Adam yakin sekali pasti telah terjadi sesuatu di markas Queen Ma yang tidak dia ketahui.


"Dam, Brenda bilang padaku kalau dia akan menikah dengan Rolland setelah lulus kuliah nanti. Jika hari itu tiba apa kita akan pergi ke Negara N?" tanya Rose mengalihkan perhatian Adam dari pertanyaan yang tadi.


"Tentu saja," jawab Adam. "Rolland adalah saudaramu. Jadi mana mungkin kita tidak hadir di hari paling bahagia dalam hidupnya. Kenapa kau bertanya seperti itu, Hon? Apa kau berniat untuk tidak pergi ke sana?"


"Bukan, maksudku bukan begitu. Tadi saat Brenda mengatakan hal itu tiba-tiba aku merasa ada yang aneh dengan perasaanku. Semacam ada bayang-bayang kejadian yang membuat nafasku menjadi sangat sesak. Iya Dam, seperti itu. Aneh kan?"


Tatapan Adam menjadi begitu dalam setelah mendengar perkataan Rose. Dia mulai menerka apakah ini adalah suatu pertanda kalau Rose akan mendapatkan kembali ingatannya yang sudah lama hilang? Jika iya, maka kebahagiaan besar itu tidak akan lama lagi akan segera terjadi. Keajaiban yang sangat di nanti-nantikan oleh semua orang sudah ada di depan mata. Membayangkan kalau Rose akan kembali mengingat siapa keluarganya membuat Adam merasa sangat senang. Dia lalu menciumi puncak kepala Rose dengan sayang kemudian mengecup keningnya pelan.


"Kau kenapa, Dam?" tanya Rose heran.


"Tidak apa-apa, Honey. Aku hanya sedang jatuh cinta padamu saja," jawab Adam berkilah. "Hmm, lebih baik kau jangan terlalu memikirkan apa yang kau katakan tadi ya. Biarkan saja semuanya mengalir seperti yang seharusnya."


"Maksudnya bagaimana?"


"Tidak ada maksud apa-apa. Aku hanya tidak mau kau terluka jika terlalu larut memikirkan bayang-bayang yang kau lihat tadi."


Rose diam. Dia tidaklah bodoh, jadi dia sangat tahu maksud dari perkataan suaminya. Sedetik kemudian Rose kembali teringat dengan perkataan sang ibu. Diam-diam Rose menggerakkan tangan untuk mengusap perutnya yang masih begitu rata.


Apakah benar aku sedang hamil? Jika benar, apakah Adam akan mengakui bayi ini sebagai anaknya? Akankah dia bahagia menerima kehadiran bayi ini di tengah-tengah hubungan kami? Bagaimana ya, apa aku tanyakan langsung padanya saja sekarang. Ah, masa iya aku hamil?


"Honey, kau melamun lagi," bisik Adam sambil meniup daun telinga istrinya.

__ADS_1


"Em Dam, apa aku boleh menanyakan sesuatu padamu?"


Adam langsung mengangguk.


"Apa kau mau memiliki anak dariku?"


Rose menelan ludah saat Adam tak langsung menjawab pertanyaannya. Dia gugup, benar-benar sangat gugup. Ini adalah pertama kalinya Rose merasa tidak tenang setelah melayangkan pertanyaan. Aneh sekali bukan?


"Katakan alasan kenapa kau bertanya seperti itu padaku. Baru setelahnya aku akan menjawab apakah aku bersedia memiliki anak darimu atau tidak!" ucap Adam dingin tanpa ekpresi. Jelas terlihat kalau Adam sangat kesal mendengar pertanyaan yang di lontarkan oleh istrinya barusan.


"Tidak ada alasan apapun yang mendasari pertanyaanku barusan. Sebelumnya kita menikah tanpa ada rasa saling menginginkan. Dan selama ini kita tidak pernah memakai pengamanan setiap kali berhubungan. Aku bukan dewa yang bisa mendengar isi hatimu, Dam. Jadi aku perlu memastikan apakah kau menginginkan anak dariku atau tidak. Bukannya aku tidak menghargaimu, tapi aku hanya menginginkan kepastian. Kita awalnya hanya orang asing yang di persatukan oleh suatu kejadian yang tidak terduga. Wajar bukan kalau aku menyimpan sedikit keraguan atas status pewaris yang mungkin saja terlahir dari rahimku?"


Penjelasan Rose begitu menohok perasaan Adam. Dia sampai tergugu saking kagetnya mendengar kata-kata tersebut. Sungguh, Adam benar-benar lupa dengan awal penyatuan mereka. Saking nyaman dan bahagianya Adam dengan pernikahan ini membuatnya lupa akan fakta kalau Rose juga membutuhkan suatu kepastian untuk calon anak-anak mereka kelak.


"Dam, kau bisa memahami arti dari penjelasanku tadi kan?" tanya Rose dengan suara yang begitu lembut.


"Honey, aku minta maaf."


"Maaf?"


"Ya. Karena aku sudah egois dengan tidak memikirkan perasaanmu. Harusnya aku tidak lupa begitu saja dengan kejadian yang membuat kita bisa bersama seperti sekarang. Kau sangat berhak untuk meminta kepastian dariku karena itu sudah sewajarnya kau lakukan. Aku saja yang bodoh karena tidak terfikir ke arah sana. Dan alasan kenapa aku bisa jadi seperti ini adalah karena rasa cintaku padamu. Aku begitu terbuai dalam hubungan kita sampai-sampai melupakan sesuatu yang sangat penting seperti status calon anak-anak kita. Aku benar-benar minta maaf, Hon. Aku tidak sengaja melakukannya!" jelas Adam dengan raut yang di penuhi sesal.


"Jadi?"


Adam sedikit mendorong tubuhnya Rose agar tidur terlentang di atas ranjang. Setelah itu dia menindihnya, tapi masih dalam posisi tangan sebagai penyangga. Sambil menatap mata indah milik istrinya, Adam menegaskan status yang akan di sandang oleh anak-anak mereka nanti.


"Hanya kau satu-satunya wanita yang berhak melahirkan keturunanku, Honey. Dan aku sama sekali tidak keberatan menjadi Ayah dari jagoan-jagoan kita nanti. Saat mereka lahir, aku akan mengumumkan pada dunia kalau mereka adalah pewaris hebat dari seorang Adamar Clarence dan juga Rosalinda Osmond. Aku juga akan memastikan kalau mereka akan menjadi raja dan ratu yang di hormati oleh semua orang. I'm promise."


Bahagia? Itu sudah pasti. Rose begitu lega karena Adam sama sekali tidak keberatan jika seandainya dia benar-benar hamil seperti anggapan ibu dan neneknya. Khawatir kalau benar di dalam perutnya sudah di tinggali sesosok mungil bernama janin, Rose dengan hati-hati mendorong tubuh Adam agar segera turun dari atas tubuhnya. Dia takut janin itu terjepit kemudian mati.


"Kenapa mendorongku, Hon?" tanya Adam tak suka.

__ADS_1


"Em itu, Dam. Sebenarnya aku tidak yakin, tapi aku rasa aku perlu jaga-jaga untuk mencegah hal buruk terjadi pada ... pada," ....


"Pada?"


Rose gugup. Dia bingung apakah harus memberitahu Adam atau tidak tentang kehamilannya yang masih belum jelas.


"Hon?"


"Mommy dan Nenek Liona bilang aku sedang hamil, Dam. T-tapi aku masih ragu karena perutku tidak mengalami perubahan apapun. Menurutmu bagaimana? Aku hamil atau tidak?"


Sunyi. Ruangan kamar itu menjadi sangat sunyi setelah Rose memberitahukan pada Adam tentang kehamilannya. Sedangkan Adam, pria itu tiba-tiba menjelma menjadi sosok patung dengan mulut ternganga dan mata yang membelalak lebar.


"H-h-hamil, Hon?" tanya Adam terbata-bata.


"Aku tidak tahu, Dam," jawab Rose bingung.


"Kau hamil?"


Belum sempat Rose menjawab, Adam sudah lebih dulu melompat turun dari ranjang. Setelah itu dia berjalan keluar, tapi lima detik kemudian kembali masuk ke dalam kamar. Adam lalu menatap dalam ke arah Rose yang sedang duduk menyender di kepala ranjang dengan raut wajah yang kebingungan.


"Kau hamil, Honey?" tanya Adam. Dia lalu ******* rambutnya dengan kuat. "Astaga, jadi aku sudah menghamili istriku sendiri? Benarkah?"


Dan malam itu berakhir dengan Adam yang terus bertanya-tanya apakah Rose benar hamil atau tidak. Hingga pada akhirnya pria itu tertidur di ruang tamu saat matahari hampir terbit. Membiarkan Rose tidur sendirian dalam keraguan akan kehadiran seorang bayi di dalam perutnya.


๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน๐ŸŒน


...๐ŸŒนJangan lupa vote, like, dan comment...


...ya gengss ๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช๐Ÿ”ช...


...๐ŸŒนIg: rifani_nini...

__ADS_1


...๐ŸŒนFb: Rifani...


__ADS_2