
Adam terus menarik nafas panjang saat berada di parkiran rumah sakit. Setelah insiden dia ketiduran di ruang tamu, Adam kembali di buat gelisah oleh kata-kata Rose semalam. Mungkin kalian berpikir kalau Adam sangat bodoh dan kejam karena meninggalkan Rose begitu saja setelah menerima kabar baik. Tapi dia melakukan semua itu karena tak tahu lagi harus dengan cara apa mengungkapkan rasa bahagianya ketika tahu kalau junior Clarence sedang tumbuh di dalam rahim istrinya. Adam gelisah bukan karena marah ataupun tidak mau menerima kehamilan Rose, tapi dia terlalu gugup. Gugup sampai-sampai melupakan fakta kalau Rose baru saja mempertanyakan kesediannya untuk memiliki keturunan bersama.
"Dam, kita ini hanya ingin pergi ke dokter kandungan. Kenapa kau begitu gugup seakan ingin di hukum pancung?" tanya Rose heran. Sudah hampir tiga puluh menit mereka berada di dalam mobil, tapi suaminya ini tak kunjung mengajaknya keluar.
"Hon, kau tidak boleh menganggap remeh hal ini. Tahu tidak kalau sejak semalam aku hampir mati menahan gugup!" jawab Adam yang malah mengomeli istrinya.
Rose tersenyum.
"Tidak ada yang memintamu bersikap seperti ini, Dam. Lagipula kehamilanku juga kan belum tentu benar. Mommy dan Nenek Liona hanya asal menebak saja."
"Asal menebak bagaimana. Jelas-jelas mereka adalah wanita berpengalaman yang sudah lebih dulu mengandung dan melahirkan anak di banding denganmu. Firasat mereka tidak mungkin salah, Hon!"
"Lalu maumu apa? Aku benar hamil kau yang hampir mati karena gugup. Aku bilang tidak mungkin kau malah memprotes ucapanku. Maumu apa, hm?" tanya Rose sambil mengusap dada suaminya. Dia terkejut begitu merasakan debaran yang begitu kuat di sana. "Astaga, jantungmu baik-baik saja kan, Dam? Kenapa debarannya kuat sekali?"
"Itulah, Hon."
Adam kembali menarik nafas panjang. Dia lalu merebahkan kepalanya ke bahu Rose, berharap aroma tubuh wanita ini bisa membuatnya merasa lebih tenang. Adam sungguh tidak menyangka kalau memiliki anak rasanya akan sehebat ini. Adam pikir dia hanya akan merasa bahagia kemudian merayakannya saja seperti yang dilakukan orang-orang. Tapi siapa yang tahu kalau dampaknya akan sebegini heboh. Dia sampai tidak berdaya menghadapi kebahagiaan ini.
"Kau benar-benar sialan, Dam. Bisa-bisanya kau menahanku di dalam sini hanya untuk menyaksikan kebucinanmu pada Rose. Benar-benar tidak punya perasaan!"
Siapakah manusia yang baru saja menggerutu? Hehe, dia adalah Cesar, sahabat sekaligus asistennya Adam. Ya, setelah mereka menyelesaikan pekerjaan, Adam dengan gilanya memaksa Cesar untuk mengantarkan dia dan Rose pergi ke rumah sakit. Awalnya Cesar merasa sangat terharu saat di beritahu kalau Rose tengah mengandung Adam junior, tapi rasa keterharuan itu langsung musnah begitu Cesar melihat kelakuan Adam yang sedikit menggelikan. Dia tidak habis pikir seorang Adamar yang di kenal cerdas dan hebat bisa menjelma seperti seekor keledai karena kehamilan istrinya. Gila kan?
"Dam, ayolah. Cepat bawa Rose masuk ke dalam agar kalian bisa segera tahu apakah Rose benar-benar hamil atau tidak. Bagaimana sih!" ucap Cesar kembali menggerutu.
Rose yang melihat Cesar mulai habis kesabaran hanya tersenyum saja. Dia lalu berbisik di telinga Adam, membujuknya agar bersedia untuk keluar dari dalam mobil kemudian menemui dokter kandungan.
"Kalaupun aku tidak hamil, kita kan masih memiliki banyak waktu untuk membuat anak, Dam. Sekarang sebaiknya kita masuk ke dalam saja ya. Kita harus memastikan apakah di dalam perutku ada Adam junior atau tidak. Oke?"
__ADS_1
"Haruskah?"
"Iya, harus."
"Haaaah, baiklah."
Masih dengan perasaan yang tidak menentu Adam memaksakan diri untuk keluar. Setelah itu Adam menutupi kepala Rose agar tidak terantuk bagian atas mobil, lalu dia melirik jengkel ke arah Cesar yang sedang menahan tawa.
"Tunggu sampai kau mempunyai istri sendiri, Ces. Aku bersumpah akan menjadi orang yang suara tawanya paling keras saat kau mengalami situasi seperti yang sedang aku rasakan sekarang!" ancam Adam kemudian menutup pintu mobil dengan sangat kuat.
Cesar terpingkal-pingkal mendengar ancaman yang di lontarkan oleh Adam. Sungguh, Cesar itu tidak mungkin sebodoh Adam yang akan berubah menjadi seekor keledai hanya karena menghamili istrinya sendiri. Dan Cesar rasa hanya Adam-lah satu-satunya manusia yang mampu melakukan hal ajaib seperti ini. Benar-benar menggelikan.
"KAU KELUAR DARI SANA SEKARANG JUGA ATAU AKU AKAN MELEDAKKAN MOBIL ITU SUPAYA KAU GOSONG DI DALAMNYA. KELUAR, CESAR!"
Orang-orang yang mendengar suara teriakan Adam nampak terbengang keheranan. Yang mana hal tersebut membuat Rose merasa risih karena sekarang dia dan Adam menjadi pusat perhatian. Rose sangat membenci situasi seperti ini, dia tidak suka menjadi obyek yang menarik perhatian khalayak ramai.
Adam langsung menelan ludah begitu Rose selesai bicara. Dia lupa kalau istrinya ini sangat tidak suka menjadi pusat perhatian. Tak ingin membuat Rose semakin marah, Adam dengan penuh sayang menggandeng tangan Rose kemudian mengajaknya masuk ke dalam rumah sakit. Dia bahkan mengabaikan keberadaan Cesar yang terlihat begitu santai ketika keluar dari dalam mobil.
"Selamat siang, Tuan Adamar. Nona ....
"Wanita ini istriku. Panggil dia Nyonya Clarence!" sahut Adam pada dokter kandungan yang sudah di sumpah tidak akan membocorkan kedatangan mereka ke rumah sakit ini.
"N-Nyonya Clarence? Tapi bukankah anda belum menikah, Tuan Adamar?" tanya dokter dengan raut wajah kebingungan.
"Apa aku harus melapor padamu dulu kalau kami ingin menikahi?" sahut Adam balik bertanya.
"Kau terlalu banyak bicara, dokter. Daripada kalian membual tidak jelas di sini sebaiknya kau segera membawaku ke dalam saja untuk di periksa. Aku datang ke rumah sakit ini bukan untuk menggosip, tapi untuk mencari tahu apakah di dalam perutku ada bayinya atau tidak. Mengerti!" gertak Rose yang mood-nya sudah rusak gara-gara suara teriakan Adam tadi. Emosinya langsung naik setelah di buat tidak nyaman oleh tatapan orang-orang.
__ADS_1
Sadar kalau suasana hati istrinya memburuk, Adam dengan cepat memberi kode pada dokter agar segera melakukan pemeriksaan. Urusannya bisa panjang kalau Rose sampai terbakar emosi. Sementara itu Cesar yang baru sampai terus terkikik geli melihat bagaimana Adam takut pada kemurkaan Rose. Eh, tapi bukan Adam saja yang akan merasa takut jika ketua dari kelompok Queen MA itu sudah menampakkan taringnya. Cesar juga pasti akan merasakan hal yang sama mengingat betapa kejamnya Rose ketika menghabisi para musuhnya. Membayangkan hal itu membuat bulu kuduk Cesar meremang. Dia kemudian segera menyusul Adam supaya tidak menjadi tumbal dari kemurkaan seorang Rosalinda Osmond.
Di dalam ruangan, Adam mendengarkan dengan seksama penjelasan dokter sambil menatap layar yang memperlihatkan bagian dalam perutnya Rose. Mereka sama-sama menahan nafas saat dokter menunjuk titik hitam kecil yang dia sebut sebagai janin.
"Selamat Tuan dan Nyonya Clarence, kalian akan segera memiliki momongan."
"M-momongan?" beo Rose masih tak percaya kalau dirinya hamil.
"Iya, Nyonya. Titik hitam ini adalah calon bayi kalian. Saat ini bentuknya masih berupa gumpalan darah. Nanti seiring berjalannya waktu anggota tubuh yang lain akan muncul dengan sendirinya. Selamat untuk kehamilan anda, Nyonya Clarence, Tuan Adamar!"
Adam, jangan di tanya lagi bagaimana reaksinya sekarang. Kalau tidak takut akan di marahi oleh Rose, dia pasti sudah akan jatuh terduduk di lantai. Kebahagiaan ini benar-benar sangat luar biasa. Rasanya sangat sulit untuk sekedar di gambarkan dengan kata-kata.
"Adam, kita akan punya anak. Aku hamil, Dam," ucap Rose dengan mata berkaca-kaca. "Tolong hubungi Mommy, Dam. Beritahu mereka kalau sekarang aku sedang mengandung seorang bayi. Cepat hubungi mereka, Dam!"
"I-iya, Hon. A-aku akan menelpon Mommy dulu."
Dengan tangan yang gemetaran Adam mengambil ponsel dari saku celananya. Tapi karena sangat gugup, dia bukannya menelpon sang mertua tapi malah menelpon Cesar. Rose yang mendengar suara gelak tawa Cesar dari dalam telepon hanya bisa tertawa saja. Sebahagia inikah suaminya?
Terima kasih atas pemberianmu, Tuhan. Tolong beri aku kesehatan agar bisa menjaganya dengan baik. Amiinnn ....
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐น
**๐นJangan lupa vote, like, dan comment
ya gengss๐ช๐ช๐ช
๐นIg: rifani_nini
__ADS_1
๐นFb: Rifani**