Ma Queen ROSE

Ma Queen ROSE
Rose: Wanita Dalam Bayangan


__ADS_3

Menggunakan mobil Bugatti jenis La Voiture Noire, Rose dan Reina pergi mengunjungi suatu tempat. Mereka datang untuk melihat satu yayasan yang di dirikan atas nama Mr.X yang tak lain adalah milik Rose. Dan begitu mereka sampai, Rose memutuskan untuk tetap duduk di dalam mobil. Dia hanya menatap yayasan tersebut dari jarak yang sedikit jauh.


GAMBAR HANYA PEMANIS



"Kenapa tidak kesana saja, Rose? Biasanya kan kau sangat suka bermain dengan anak-anak yang tinggal di yayasan itu," tanya Reina sambil berkaca.


"Moodku sedang buruk. Aku takut tidak bisa menjaga emosiku di hadapan anak-anak," jawab Rose pelan.


Reina langsung menoleh ke arah Rose. Tidak biasanya Rose bersikap begini. Aneh.


"Apa ada hal lain yang sedang mengganggu pikiranmu?"


"Ya,"


"Apa?"


Rose membenarkan kaca mata hitam miliknya. Dari balik kacamatanya, muncul gurat kebingungan akan sesuatu hal. Elea, entah kenapa bayangan wanita ini terus muncul di pikirannya. Tapi sayangnya bayangan itu sangat tidak jelas. Membuat Rose merasa depresi sendiri.


"Ini tentang sekte-sekte itu?" tanya Reina.


"Ayo kita ke bandara saja. Aku penasaran ingin mendengar suara Aunty Elea."


"Aunty Elea? Kenapa namanya imut sekali sih? Aku jadi cemburu."


Tak mempedulikan perkataan Reina, Rose segera memacu mobilnya untuk pergi dari sana. Teringat kalau sudah waktunya untuk dia berangkat ke kampus, Rose meminta Reina untuk memintakan izin pada Tuan Regar. Dia sedang malas untuk pergi ke kelas, pikirannya sedang tidak nyaman sekarang.


Ddrrttttt, ddrrttttt


Setelah menghubungi Tuan Regar, ponsel Rose bergetar. Kali ini yang menelpon adalah suaminya. Reina dengan sigap mengangkat panggilan tersebut kemudian me-loudspeakernya.


"Ada apa?"


"Honey, kau dimana? Manager restoran bilang kau sudah pergi sejak pagi. Kau dimana sekarang?"


"Aku sedang di jalan menuju bandara, Dam. Kau tidak lupa kan kalau siang ini Uncle Gabrielle dan Aunty Elea datang kemari?" jawab Rose sambil terus fokus mengemudi.


Bibir Reina mencebik saat mendengarkan percakapan suami istri ini. Iri, itu sudah pastilah. Dia juga ingin memiliki pasangan yang mau menerima dia apa adanya. Tapi sayang, sampai saat ini Tuhan masih menggantung percintaannya. Dia malah dibuat sibuk menato pantat orang sebagai selingan ketika dia tidak mendapat tugas dari si ketua.


"Kau pergi dengan siapa, Hon?"


"Aku, Tuan Adam. Aku..." sahut Reina ikut menimbrung.


"Reina bersamaku. Sudah ya, nanti kita bertemu di bandara," ucap Rose menyudahi obrolan.

__ADS_1


"Oke, hati-hati Hon. I love you."


Panggilan langsung terputus tanpa Rose membalas ucapan cintanya Adam. Dia kemudian mengusap wajahnya ketika mobil berhenti di lampu merah.


"Yang akan kau temui itu keluargamu sendiri, Rose. Kenapa kau terlihat gugup begitu sih," ucap Reina heran.


Lagi-lagi Rose tak mau membalas perkataan Reina. Dia kembali melajukan mobil begitu lampu berganti warna hijau. Selama dalam perjalanan menuju bandara, tidak ada percakapan yang terjadi antara Reina dan Rose. Masing-masing dari mereka sibuk dengan pikirannya sendiri. Hingga tak berselang lama si Bugatti memasuki halaman parkir bandara.


"Nah, itu Mommy dan Nenek Liona, Rose. Ayo kita sapa mereka!" teriak Reina heboh sembari menunjuk ke arah keluarganya yang sedang berkumpul.


Setelah memarkirkan mobil, Rose dan Reina segera datang menghampiri. Kedatangan mereka berdua langsung di sambut dengan senyum semringah dari semua orang.


"Halo sayangku," ucap Grizelle kemudian mencium pipi putrinya dengan sayang.


Rose tersenyum. Dia kemudian melihat ke arah pintu keluar penumpang dimana ada satu keluarga yang muncul dengan pengawalan yang lumayan ketat. Ya, Uncle Gabrielle dan Aunty Elea sudah tiba. Di belakang mereka ada seorang gadis yang di apit oleh dua orang pria tampan.


"Halo Ibu, halo Ayah!" sapa Gabrielle dan Elea berbarengan.


Mata Rose langsung tertuju ke arah wanita yang terus saja muncul di dalam bayangannya. Dia kemudian dibuat kaget saat mendengar celetuk bibinya itu.


"Ya ampun Rose, hilang selama tujuh belas tahun ternyata tak mempengaruhi kecantikanmu ya. Kau makan apa selama ini?" tanya Elea sambil mencubit gemas pipi keponakannya.


Rahang Reina hampir terjatuh ke lantai saking syoknya dia mendengar pertanyaan bibinya Rose. Sungguh, wanita ini adalah jelmaan Alien. Reina bahkan bisa merasakan firasat buruk ketika bibinya Rose melihat ke arahnya.


"Halo juga. Waahhh, wajahmu cantik dan tubuhmu sangat bagus. Tapi kenapa kau mempunyai jakun? Apakah kau adalah jenis manusia yang hidup di dua alam?" tanya Elea takjub akan kecantikan wanita yang berdiri di samping keponakannya.


"Uhukkk, uhukkk!! A-apa Nyonya? Manusia yang hidup di dua alam?"


Selain Rose, semua orang tak kuasa untuk menahan tawa mereka melihat bagaimana Reina yang langsung menjerit histeris saat berbincang dengan Elea. Wanita kemayu ini di buat frustasi hanya beberapa detik setelah Elea sampai di negara ini.


"Halo Kak Rose, namaku Bern Wufien Ma. Aku adalah sulung dari kedua kembaranku!" ucap Bern memperkenalkan diri.


"Hai Kak Rose, namaku Karl Wufien Ma. Aku adalah adik dari Kak Bern dan kakak dari adikku!" sambung Karl berkelakar.


"Hai Kak Rose, namaku Florence Wufien Ma. Aku adalah bunga dan juga bungsu di keluargaku. Senang bisa bertemu lagi denganmu, Kak," ucap Flow sambil tersenyum manis.


Rose mengangguk. Dia kemudian berjalan mendekat ke arah bibinya. Sungguh, Rose benar-benar sangat penasaran kenapa wanita ini bisa selalu muncul di pikirannya.


"Apa dulu kita sangat dekat?"


"Oh, tentu saja. Bahkan kau dan Rolland sering bertengkar gara-gara berebut perhatian dari Aunty. Setelah bertemu, kalian sudah sempat bertengkar lagi belum? Aunty rindu melihat bullyan-mu, Rose!" jawab Elea.


"Aunty, kau ini bicara apa sih?" protes Rolland.


"Kau kan punya telinga. Masa tidak bisa mendengar Aunty bicara apa tadi?" sahut Elea balik memprotes.

__ADS_1


Rolland langsung kicep. Dia menyerah, tak mampu menghadapai racun yang keluar dari mulut bibinya.


"Em Aunty Elea, wajahmu terlihat begitu halus dan kenyal. Kau menggunakan perawatan jenis apa?" tanya Reina penasaran.


Elea menatap sekilas ke arah Reina kemudian mengelus pipinya.


"Rahasianya adalah karena aku sangat kaya dan mempunyai ATM berjalan. Juga karena aku sangat men-syukuri segala berkah yang diberikan oleh Tuhan. Kenapa kau bertanya seperti itu? Iri ya?"


Astaga, kenapa bibinya Rose bisa gila begini sih? Tidak-tidak, aku harus menjaga jarak darinya. Hiii, mulutnya membuat tubuhku bergidik ngeri. Dia wanita mengerikan pertama yang berhasil membuatku takut.


Gabrielle,Grizelle, Nenek Liona dan juga Rolland hanya bisa tersenyum samar saat mendengar apa yang sedang di pikirkan oleh Reina. Wajarlah jika wanita kemayu ini berpikir sedemikian rupa tentang Elea. Karena mereka sendiri sampai saat ini masih sering dibuat senang jantung begitu mulut wanita kecil ini terbuka.


Dari kejauhan, Adam yang baru tiba di bandara segera datang menghampiri Rose yang tengah berkumpul bersama dengan keluarga besarnya. Tak lupa Adam menyapa semua orang yang ada di sana sebelum merangkul pinggang istrinya.


"Kau sudah lama sampai di sini?" bisik Adam.


"Belum,"


"Apa kau meminta anak buahmu untuk menyelidiki aku?"


Rose mengangguk.


"Sisakan sedikit waktu untuk aku bicara jujur padamu. Ada satu hal penting yang ingin aku katakan setelah ini."


"Hei, kalian ini kenapa bisik-bisik sih. Lupa ya kalau di sini masih ada banyak orang? Iya?" tegur Reina sembilan mencubit gemas pinggangnya Adam.


Flow, Karl, dan Bern terperangah kaget melihat kelakuan Reina. Mereka kemudian tersenyum saat pandangan mereka bertabrakan dengan Rose.


"Kalian berdua terlalu posesif. Kasihan Florence,"


Mata semua orang langsung tertuju ke arah Rose. Mereka semua saling bertanya-tanya darimana Rose bisa mengetahui kalau Bern dan Karl sangat posesif pada adiknya. Namun, di antara semua orang-orang ini ada satu wanita yang nampak biasa saja dalam menanggapi ucapan Rose barusan.


Kak Iel, ini adalah alasan kenapa dulu aku tidak bisa melihat wajahnya Rose sebelum kecelakaan itu terjadi. Dia dan aku sama-sama memiliki kemampuan untuk melihat masa depan, bahkan kemampuan Rose lebih dari itu. Aku yakin sekali dia bisa melihat masa lalunya, termasuk juga dengan ingatan yang sudah di hapus oleh Flyn. Kita hanya perlu menunggu waktunya tiba. Dan setelah itu Rose pasti akan mengingat kita semua. Percaya padaku.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹




Nah, ini yang pada penasaran sama visualnya Reinadelwis. Dulunya dia adalah lelaki tulen, dia juga pernah menjadi pemenang dalam ajang Miss Tiffany's Universe 2017. Cantik dan mematikan bukan???


Dan tiga nama di atas adalah nama anak-anaknya Gabrielle dan Elea. Cantik dan lucu-lucu kan 😍😍😍


Hei, ngomong2 udah pada mampir belum ke chanel yutub emak?? Ayok buruan bantu subscribe ya. Nanti imbalannya emak up di sini juga deh novel Pesona Si Gadis Desa. Wkwkwk, nyogok dikit gpp ya kan??? 🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️

__ADS_1


__ADS_2